Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 131 semoga bahagia Angkasa


Angkasa berjalan di lorong kedua kakinya melangkah ragu saat menemukan Bulan duduk di sebelah ruangan LAB. Angkasa terpaku Perempuan itu memang sedang sendiri. Hal yang membuat Angkasa berhenti tiba-tiba Perempuan itu sedang melamun. Lalu kedua mata Bulan terpejam. Hal yang membuat kedua tangan Bulan mengepal karena Perasaan bersalah dengan dirinya sendiri itu sangat besar di hatinyaKalau saja keadaan seperti itu Angkasa Pasti tidak akan menyakiti hati perempuan ituBagaimana Kabarnya ? Angkasa diam Hati Perempuan itu Pasti sudah babak belur karena PerbuatannyaTiba-tiba dari belakang Angkasa merasa bahunya di tarik ke belakang dengan keras. hal ini membuat pik Angkasa langsung sadar dan menoleh ke belakan Lo ngapain di sini, " Tanya Cakra Kalau mau ngerusak modd Bulan Mending jangan, " Ucap CakraGue enggak ngerusak Angkasa," ucap Cakra Angkasa di luar sekolah. kita emang musuhan Di sini Pun kita juga enggak akrab apalagi akur Tapi tolong jangan ganggu dia Gue tau Lo Pacarnya tapi bisa gak sekali aja Lo buat dia seneng gak bikin dia sedih terus " Ucap Cakra the Point


" Gue cuman mau ketemu dia. Gue Pacarnya, " Ucap Angkasa


" Gue emang gak suka orang kayak Lo Angkasa. Tapi gue sayang sama Bulan Gue gak mau dia Kenapa-napa, " Ucap Cakra


Angkasa melepaskan tangan Cakra dari bahunya, " Dia Pacar gue,"


" Gue tau gue salah karena sayang sama Pacar orang. Tapi apa enggak bisa Lo jadi Angkasa yang dulu ? Bulan sering cerita ke gue. Angkasa yang dulu gini. Angkasa yang gitu. Gue enggak pernah ada di Pikiran atau Perkataannya, " Ucap Cakra


" Apa Lo bakal bangga dengan kata Pacar itu lagi kalau Lo tau Bulan engga lagi, " Ucap Cakra


" Samalem dia cerita sama gue. Dia bakal mutusin Lo Tapi dia gak tau caranya. Dia gak mau jadi Cewek kaya gitu, " Ucap Cakra


Angkasa Terkejut. Urat nadi di dahi kanannya menegang mendengar kata Putus, " Dia ngomong kayak gitu,"


Cakra mengangguk, " Dia baik banget Angkasa Sampe gue gak tega liatnya,"


Angkasa tercekat. Cowok itu melirik Bulan yang ada jauh di sudut sana Perempuan itu tidak sadar bahwa ada Cakra dan Angkasa di ujung sana


" Sekarang gue tau kenapa Lo suka sama dia. kenapa Lo bisa bertahan sama dia itu karena sifat dia kan," Tanya Cakra


" Dia baik banget Angkasa Sampe gue gak tahan Jatuh Cinta sama dia, " Ucap Cakra


" Samalem dia bilang gitu sama Lo," tanya Angkasa


Cakra mengangguk, " iya, kita ketemuan Gue maksa dia. Walau gue gak suka sama Lo Tapi gue gak mau liat dia susah,"


" Tujuan Utama Lo deketin dia itu apa sebenernya Murni karena suka, " tanya Angkasa


Cakra Tersenyum. Senyumnya bukan senyum seperti tadi. Lebih kepada menyindir Angkasa


" Gue deketin dia karena apa ? karena apalagi kalau bukan karena dia Pacar Lo, " Ucap Cakra, " Lo Pikir Cowok mana yang mau deketin cewek Kayak gitu kalau bukan dia Pacar Lo, " tanya Cakra hal yang membuat Angkasa menahan diri untuk tidak menonjok wajah Cakra


" Tuh Cewek dengan bodohnya Percaya kalau gue gak bakal manfaatin dia ? Dia Pikir gue bakal jadi Sahabatnya, " Ucap Cakra. kali ini Angkasa Yakin bahwa Cakra sudah kembali. Bukan lagi cowok seperti tadi


" Cowok Lo, " Tanya Angkasa sekali lagi


" Walaupun gue gak bisa ngerebut dia dari Lo. Tapi orang-orang Udah tau dia deket sama gue ketimbang sama Lo Pacarnya sendiri. itu udah cukup buat gue seneng, " Ucap Cakra


Angkasa masih tetap diam. Mengontrol emosinya


" Oh iya satu lagi Angkasa. Gue udah Pernah Pegang dia. Rambutnya, tangannya ..... " belum selesai Cakra mengatakannya Angkasa sudah memberi bogem mentah Hal yang membuat Cakra mundur begitu saja. Sontak hal itu membuat orang-orang jadi Terkejut karenanya


" Tenang aja Angkasa Gak sampe jauh. Cuman itu doang Lo tau kan Rambutnya Bulan itu wangi banget, "


" Bangsat, " Angkasa mendekati Derap langkahnya terdengar marah. Cowok itu menghajar Cakra habis-habisan. sementara Cakra membalasnya sama suasana yang jadi tampak tenang dan tentram hanya ada beberapa suara dalam-dalam kelas yang sedang menunggu bel masuk tampak runyam


Cakra membalas. Senyum miringnya terbit susah Payah Cakra mencari tahu apa yang membuat Angkasa akan seperti ini seperti mendekati Bulan. Ternyata tidak jauh-jauh. Rasa cemburunya itulah yang Cakra dapatkan


"


Angkasa dan Cakra sudah babak belur. Cakra Ucap Pak Handoko


Mau tidak mau. Teman-teman Angkasa kata Bu Maya sama Pak Handoko, "


lagi-lagi Bukan hanya diam. seolah l sering nyakitin hati kamu," Kata Angkasa


" Aku udah maafin kamu, " Ucap Bulan


Perempuan itu lalu selesai dan duduk di sebelah baik dari aku. Perempuan yang lebih setara sama kamu. Perempuan yang bisa mengerti kamu," Ucap Bulan. Perempuan itu menarik nafas sesak


"


" Kita Putus Angkasa," Ucap Bulan


Bulan menangis. Namun sanggup tersenyum sendu Penuh Pengertian Pada Angkasa, " Nanti kalau kamu Udah Punya yang baru. jangan lupain aku ya,"


Semoga kamu bahagia Angkasa