
tau sama Sagara," UAngkasa santai
" kok Lo gak ngasih tau gue,"
" ini gue kasih tau," balas Angkasa memandang Panggung di depaSiapa tuh orangnya Angkasa, anak sini kelas mana, " tanya Dylan kepo
..." Nanti juga Lo tauoli duduk di UKS karena lengannya lecet dan berdarah. kulitnya yang putih bersih tampak luka Tangan dan Kakinya sejak tadi gemetar Bulan mengobati lukanya Tangan Perempuan itu menyentuh tangannya juga yang membuat Bulan termangu. ia menatap wajah Bulan. Lalu bertanya-tanya dalam hati. Pantaskah Perempuan seperti Bulan ia be Kenapa Lo yang ngobatin," Semuanya lagi nonton konser, Gue bisa obatin sendiri, " Loli semakin ketus Padahal Bulan sangat baik kepadanyLo Cerewet banget sih Loli Tinggal duduk aja gue yang Obatin, "Omel Loli. Loli semakin termangu Teringat Perbuatan jahat apa saja yang pernah ia lakukan Pada Bulan Perasaan bersalah menghujam JantungnAngkasa mengangguk. Firasatnya tidak Pernah salah dengan apa pun yang berhubungan dengan Bulan. Angkasa Pasti bisa tahu dengan mudah jika cewek itu hadir di tengah-tengah acara ini.empat perempuan yang di tunggu-tunggu Pun datangBulan, gue Loli sama Aluna ke sana dulu deh. Enggak apa-apa ya ? Amanda merasa tidak mau mengganggu menarik tangan Loli dan Aluulan melihat memperhatikan Penampilan Angkasa, seperti biasa, keseharian Angkasa memang jauh dari kata rapi. Cowok itu mengenakan Kaus, Celana jeans dan sepatu Converse, beserta topi baseball yang berwarna senada dengan baju kausnya. Aroma oriental segar dari parfum yang digunakannya hampir membuat Bulan terlena Kalau saja ia tidak ingat tempat. perpaduan antara aroma gaharu, kayu manis dan Citrus yang menyejukkanan tidak sangsi kalau aroma ini hanya milik Angkasa. karena dari sebagian orang yang ia kenal ataupun tak sengaja ia kenal, tidak ada yang aromanya seperti ini. Dan ini menambah Poin Plus bagi Angkasa dimatanyaenapa liatin gue kayak gitu apa Lo Udah mulai suka sama gue, " tanya Angkasa, " Suka sama gue enggak apa-apa kok, Asal jangan sama orang lain, " Bulan memutar kedua bola matanya. serangan tiba-tiba dari Angkasa membuat wajah Bulan Panasenggak mau nukar kupon Bazar Lo ?" tanya Angkasa saat Bulan tak juga membalasnyataran aja bareng temen-temen gue,ngkasa membenarkan Topinya. " Nanti Pulangnya sama siapa, "ue ? tanya Bulan, " Barengan sama Aluna, Amanda, Loli satu mobil, Bagus deh Lo bawa Pulang atau makan di sini, ringat Aluna, ia jadi enggak enak hati, " Bawa Pulang deh soalnya gue nggak dikasih Pulang dari malem-malem," jam beberapa mau Pulagkasa hanya membalas dendam gumaman. Cowok itu sedang mencari topik yang bagus, " Lo enggak mau beli baju Gue lihat ada baju cewek bagus di di distro S Sagara, "...
" Enggak deh, "
" Kenapa, "
" Gue lagi enggak mau beli baju. Gue dikit bawa uang, " Ujar Bulan jujur. " kan gue sebenernya cuma nganterin Loli ke sini, "
" Ntar aja Dari ttar Jangan Pulang Pagi. inget BelajaGila Lo masih aja mikir belajneng- Nanti aja gue buatnya ngkasa terkekeh Pelan saat melihat wajah Bulan yang tampak sebal, " iya nanti Harus buat. Kalua eng
..."Lo udah Kayak Bu Maya aja Gue mau buat apa enggak juga sama aja. Tuh gurakannya Lo ubah Pola Pikir tuh guru biar enggak Curiga lagi ke Lo sama temen-temen Lo, " Kata Bulan. ia juga tidak mau ada komparasi antara Angkasa dan Temen-temennya yang lebih sering mengerjakan tugas rumah. Namun Angkasa, seakan tuli dengan apa yang diucapkan Bulan. Cewek ini sudah bertindak jauh, " Kalau bukan dimulai dari Lo sendiri. Siapa lagi ? Bulan kembali memberi tahu, tetapi Angkasa sepertinya hanya mengang" Gue mau seneng-seneng, " Anlan jn mau mencegah, Tetapi suaranya tidak keluar hingga ia harus menelannya bulat-bulat saat melihat Angkasa menjauh lalu duduk di sebelah Kirana dan langsung mengajaknya berbikasa marahjak kejadian tadi, Angkasa tidak terlihat. Cowok itu menghilang bersama Kirana tidak tahu ke mana. Atau mungkin cowok itu menghindari Bulan karena tidak mau Di ganggu acara bersenang-senangnya Bulan kan hanya mengingatkan Kalua-kalua Angkasa lupa...
" Mau Pulang ? tanya Dylan Pada Loli dan teman-temannya, " Siapa yang bawa " Hati-hati bulan Terus menoleh ke tenda dan melihat-lihat di antara keramaian orang Angkasa tidak ada. Dia Pe Lo lagi nyari Angkasa, " Dylan tahu Cewek itu sedang mencari Angkasa, " Angkasa tadi Pergi
Bulan mengerjapkan kedua mbenarnya mau berpamo m
..." iya, " kata Bulan lesu, "ulu, tuh dia, " Loli melihat Angkasa dan Kirana yang baru saja datang. Begitu Pandangan Angkasa bertemu dengan Bulan dan yang lainnya. Cowok itu memutuskannya Kirana mengajak Angkasa berjalan lewat belakang. Dylan mengernyit melihat sikap cuek Angkasa Kenapa harus lewat belakang Kalua lewat depan masihm Perjalanan Pulang, Bulan memandang Ponselnya. ia sama sekali tidak bermaksud membuat Angkasa begitu. Hanya saja, ia ingin mengingatkan agar cowok itu tidak terlalu terbuai lama dengan kesenangan itu. Perempuan itu bersandar di kursi penumpang di sebelah Loli yang sibuk memandang ke luar kaca jendela mobil. Pohon-pohon terlihat seolah-olah berjalan mundur dengan cepat....