
DONI Kini sudah masuk ke dalam ruangan kantor nya dan ia segera mematikan AC ruangan itu. setelah Doni mengecek pekerjaan nya yang sedikit lagi selesai itu, ia kini duduk santai di sofa ruangan nya sambil memainkan ponsel nya. di ruangan kerja khusus sekertaris, Dona dan Avril masing-masing sudah bekerja lagi dan kali ini mereka sembari berbincang-bincang disela bekerja nya.
"apa benar si wanita jalank itu sudah menikah???" tanya Avril kepada Dona.
"kata bos Doni sih memang begitu, tetapi aku percaya tak percaya Vril." jawab Dona.
"hmm.. kalau kamu masih ragu, coba kamu tanyakan saja nanti kepada pak HRD perusahaan ini."
"dengar-dengar kata nya pak HRD itu sedang sakit, oh iya aku baru ingat!"
"apa yang kamu ingat Dona???" tanya Avril penasaran dan Dona lalu menatap wajah Avril sembari tersenyum seraya berkata.
"coba kamu hubungi paman mu itu Vril. pasti dia tahu latar belakang siapa si wanita jalank itu sebenar nya."
"apa kamu yakin paman Yono akan membalas nya???" tanya Avril ragu.
"tidak ada salah nya kan di coba Vril???" tanya Dona lagi meyakinkan.
Avril yang seakan di desak secara halus oleh Dona itu, kemudian langsung mengambil ponsel nya yang sejak tadi ia simpan di meja kerja nya. lalu ia mengirim pesan kepada pak Yono tentang siapa itu mbak Yuni yang menjabat sebagai menejer di restorant pratama cabang satu. setelah Avril mengirim pesan, ia langsung berkata kepada Dona.
"sudah aku kirim pesan, tetapi paman belum membuka nya Dona. masih centang satu pemberitahuan whatsapp nya." ujar Arvil dan Dona berkata untuk menunggu nya saja nanti.
Lalu setelah itu mereka melanjutkan pekerjaan mereka lagi tanpa berbincang-bincang seperti tadi. di ruangan satpam, pak Yono terlihat sedang tertidur. seperti nya ia sedang mendapat giliran jam istirahat pertama. waktu sebentar lagi jam dua siang dan pada waktu itulah pak Yono nanti bergantian jaga dengan pak Restu yang kini sedang berjaga di depan ruko kantor tersebut. di saat pak Restu sedang menatap ke arah samping kiri nya yang di mana disitu adalah jalan menuju kantin ibu Yani. ia melihat seorang perempuan tua yang sedang mencoba meminta-minta di kantin itu.
Pak Restu memperhatikan nya dan tak seberapa lama, muncul ibu Yani dan memberikan sebungkus nasi dan lauk nya serta uang dua puluh ribu satu lembar. wajah ibu Yani hanya tersenyum saja ketika nenek tua itu berterima kasih banyak kepada ibu Yani dan kemudian nenek itu pergi. pak Restu yang melihat hal itu hanya tersenyum sembari menggeleng-gelengkan kepala nya saja seakan takjub dengan kemurahan hati ibu Yani terhadap pengemis tadi. di saat itu pula, ada suara yang mengagetkan nya.
"pak Restu sedang melihat apa???" ucapan tersebut membuat pak Restu tersentak kaget dan ia tersenyum malu ketika menatap orang yang menegur nya itu.
Ternyata orang yang menegur nya itu adalah Doni yang sudah membawa tas kecil nya beseta kunci mobil yang kini ia pegang di tangan kanan nya. pak Restu yang masih sedikit kaget itu, langsung menjawab pertanyaan Doni tadi.
"anu pak.. hehehe, tadi saya memperhatikan ibu Yani memberikan bungkusan nasi serta uang kepada pengemis dan membuat saya takjub akan kemurahan hati ibu Yani tadi." ujar pak Restu menjelaskan apa yang ia lihat tadi.
Doni yang mendengar hal itu hanya tersenyum saja seraya berkata kepada pak Restu.
"alhamdulilah kalau begitu pak. berarti ibu Yani sudah paham dengan Arti Member**i** kepada sesama." ucap Doni dan membuat pak Restu berkerut dahi dan bertanya lagi kepada Doni.
"dulu ibu Yani adalah orang yang keras kepala dan tak tahu rasa belas kasihan kepada seorang pengemis. dulu pernah ada suatu kejadian yang melibatkan saya pribadi dan di saat itu juga saya berkata kepada ibu Yani agar memberi sekira nya kalau ada. tetapi jika tak ada jangan sampai memaki kasar dengan cara mengusir nya seperti yang pernah ia lakukan dulu."
"wah terus setelah itu bagaimana lagi cerita nya pak Doni???" tanya pak Restu penasaran karena antusias mendengar cerita dari Doni tersebut.
Lalu Doni menepuk pundak pak Restu satu kali dan berkata.
"pak Restu tanyakan saja kepada pak Yono. dia adalah salah satu saksi yang melihat secara jelas kejadian yang telah lalu itu. maaf ya pak saya tak bisa menjelaskan nya dahulu, karena saya harus pergi dulu karena ada keperluan mendesak." ujar Doni dan pak Restu hanya mengangguk mempersilahkan Doni untuk pergi ke mobil nya. setelah Doni masuk ke dalam mobil nya dan berlalu dari hadapan pak Restu, ada suara lagi yang mengagetkan nya.
"sudah waktu nya giliran pak Restu untuk istirahat." ucapan tersebut berasal dari pak Yono yang berada di belakang nya. pak Restu hanya tersenyum dongkol menatap pak Yono sembari mengusap-usap dada nya seraya berkata.
"hampir saja jantung saya copot pak. bikin kaget saja pak Yono ini, duh." ucapan pak Restu tersebut hanya di tertawakan saja oleh pak Yono.
Setelah itu pak Restu langsung pamit kepada pak Yono untuk istirahat dan pak Yono pergi ke kantin nya ibu Yani untuk memesan makan siang nya yang telat. kini giliran pak Yono yang berjaga dan ketika ia mengecek ponsel nya dan menyalakan data internet nya, ada satu pesan whatsapp yang muncul dan itu adalah pesan whatsapp dari Avril. di satu sisi, Doni sedang mengemudikan mobil nya menuju sebuah tempat yang masih belum jelas ia akan kemana. di ruangan kerja Avril dan Dona, kedua nya kini mulai bercakap-cakap lagi karena pesan Avril yang sebelum nya di kirim kepada pak Yono, kini sudah di balas.
"apa kata balasan dari paman mu itu Vril???" tanya Dona penasaran.
"kata nya sih, mbak Yuni itu memang sudah menikah beberapa bulan yang lalu dan saat ini ia sedang hamil muda." ujar Avril membaca isi pesan whatsapp yang ia terima dari pak Yono.
"syukurlah kalau begitu kenyataan nya. aku hanya takut saja jika nanti cintaku kepada bos Doni di kambing hitamkan oleh si wanita jalank itu." ujar Dona dan Avril lalu berkata lagi.
"tapi Dona, paman mengirim pesan lagi kepada ku. kata nya untuk apa menanyakan hal yang seperti itu kepada nya. aku harus jawab apa nih???" Dona yang mendengar hal itu segera berkata.
"bilang saja hanya sekedar ingin tahu saja dan tak ada maksud lain-lain."
"baiklah, kalau begitu." setelah itu Avril membalas pesan pak Yono lagi, lalu kedua nya melanjutkan pekerjaan mereka lagi.
Diperjalanan Doni mengemudikan mobil nya, ia kini sudah sampai disebuah gang kampung. kampung tersebut adalah tempat dimana ia tinggal ketika masih menjadi orang yang miskin dan susah. ketika ia melewati sebuah rumah bercat hijau pudar, ia memperhatikan ke depan rumah itu dan ada beberapa anak remaja laki-laki yang sedang memainkan ponsel nya. dari beberapa banyak nya remaja tersebut, hanya ketiga remaja saja yang ia kenali dan itu adalah adik tiri nya.
Tujuan nya datang ke kampung itu bukan untuk menengok adik tiri nya yang otak dan kelakuan nya sama bejat nya dengan kedua orang tua nya. mobil Doni segera berlalu dari depan rumah tersebut dan terus masuk ke dalam kampung tersebut. tiba di suatu rumah tak terlalu besar dan tembok nya bercat putih luntur, Doni menghentikan mobil nya. ia menatap keluar jendela mobil nya dan terlihat ada ibu setengah tua sedang mengambil jemuran nya yang sudah kering. di samping itu ada seorang pemuda tak terlalu kurus sedang membabat rumput liar di halaman depan rumah tersebut.
Kedua orang tersebut menyadari akan datang nya mobil mewah berwarna hitam mengkilap berhenti di jalan depan rumah mereka. kedua nya saling tatap karena merasa tak tahu akan mobil siapa yang berhenti di jalan depan rumah nya itu. setelah pintu kemudi mobil terbuka, munculah Doni dari dalam mobil dan segera menutup pintu mobil tersebut dengan membelakangi kedua orang yang serba bingung menatap nya. kedua orang itu belum tahu jelas siapa orang tersebut karena dari segi penampilan yang Doni kenakan itu berseragam kantoran, membuat kedua nya tak sadar bahwa itu adalah Doni yang dulu pernah mereka kenal ketika Doni masih tinggal bersama keluarga ibu Dewi di kampung tersebut.