KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
SEKERTARIS IDAMAN


SEPERTI Biasa, para karyawan kantor CV.Group Perkasa sudah pergi ke kantin ibu Yani untuk istirahat dan makan siang. tetapi kali ini Dona masih di dalam ruangan nya dan Avril sudah pergi ke kantin nya ibu Yani untuk makan siang. Dona menolak ajakan Avril dengan alasan ia nanti akan menyusul karena masih ada pekerjaan nya yang belum selesai. Avril pun mempercayai alasan Dona tersebut dan itulah mengapa Dona masih berada di dalam ruangan nya.


Terlihat Dona masih duduk di kursi kerja nya sembari jari-jari nya mengetikan keyboard komputer. di ruangan sebelah nya adalah ruangan Doni yang saat itu sedang mengecek berkas-berkas tugas yang Dona berikan sebelum nya. ia juga menunda untuk istirahat dan makan siang karena pekerjaan nya masih agak banyak. setelah Doni mengecek semua berkas tugas yang Dona berikan sebelum nya itu, ia lalu tersenyum dan membatin dalam hati nya.


"kamu pintar juga Dona. padahal tugas ini susah dikerjakan oleh para karyawan kantor ini, tak salah aku mengangkat mu menjadi Sekertaris Idaman ku yang cantik. he he he." batin Doni terus saja berkecamuk begitu dan ia mulai membatin lagi.


"apakah dia sudah punya kekasih? bagaimana jika aku mencoba mencari tahu nya dengan cara awal nya basa-basi mengirim pesan whatsapp?" setelah membatin begitu, Doni langsung meraih ponsel nya untuk menghubungi sekertaris nya itu.


Dona yang saat itu sedang dalam posisi yang sebelum nya, kini sedang memegang ponsel nya karena ada pemberitahuan pesan whatsapp masuk. setelah Dona mengecek nya, ternyata itu dari Doni. isi pesan tersebut adalah Doni yang bertanya kepada Dona sedang apa. pertanyaan tersebut langsung dibalas oleh Dona dengan wajah nya yang jutek.


"saya masih bekerja bos."


"kamu tidak makan siang dulu? tangguhkan dulu pekerjaan mu itu. kalau nanti kamu sakit perut, siapa nanti yang repot? pasti saya nanti yang harus bertanggung jawab." jawab isi pesan Doni mulai melancarkan aksi nya.


Awal nya Dona tersenyum dan terharu membaca isi pesan tersebut. tetapi seketika ia murung lagi ketika teringat Doni yang berduaan di ruangan nya itu bersama perempuan yang asing bagi nya. lalu Dona membalas pesan itu dengan singkat.


"iya bos terima kasih." isi pesan tersebut sampai di ponsel Doni dan di saat itu juga Doni menerima pesan tersebut. ia membaca nya dan mulai mati kutu harus membalas apalagi agar ke depan nya Doni bisa mencari tahu latar belakang kepribadian Dona.


Setelah Doni berpikir sejenak, ia ingat akan ide nya dan langsung membalas pesan Dona tadi.


"iya sama-sama. jadi kamu sekarang masih ada di ruangah kerja mu?"


"iya bos."


"apa boleh saya masuk ke dalam ruangan kantor mu mbak Dona?" isi pesan tersebut membuat Dona kaget dan wajah nya mulai semburat merah antara grogi dan senang. sebagai seorang wanita ia hanya bisa menahan rasa yang seperti itu secara mati-matian dan hanya membalas nya dengan singkat, 'Boleh Pak'. hanya itu yang Dona balas dan di saat itu juga, Doni langsung bangun dari duduk nya dan bergegas keluar kantor nya untuk menemui Dona di ruangan kerja nya.


Setelah pintu di ketuk, Dona segera bangun dan membuka pintu tersebut seraya mempersilahkan bos muda nya itu masuk ke dalam ruangan tersebut. setelah Doni masuk ke dalam ruangan itu, ia langsung bertanya.


"memang nya pekerjaan apa yang belum selesai?"


"anu bos..sudah selesai kok." jawab Dona yang kini sedang mengoperasikan komputer nya. Doni hanya manggut-manggut saja dan berkata lagi.


"bagaimana kabar ibu mu, Dona genit?" mendengar ucapan tersebut tiba-tiba Dona lamgsung memalingkan wajah nya ke arah Doni dan bertanya.


"karena saya sering memanggil mu Dona genit semenjak kita masih kecil." ujar Doni yang kini ia sudah seharus nya untuk terang-terangan siapa identitas sebenar nya itu kepada Dona.


Anak gadis itu menatap Doni dengan pandangan aneh dan berkata tak mempercayai ucapan bos nya itu. lalu Doni berkata lagi kepada Dona.


"apa kamu tak tahu aku ini siapa?"


"bapak adalah bos saya. tak ada yang aneh pak." ucap Dona yang kini raut wajah nya sudah semburat merah dan mengalihkan pandangan nya menatap layar komputer nya. Doni masih berdiri dan pantat nya tersandar di meja kerja Avril seraya berkata lagi.


"apa kamu ingat tentang mainan sailor moon yang kala itu kamu rebut dari tangan ku? lalu aku merebut nya kembali dan kamu memukul ku dengan mainan itu. apa kamu masih mengingat nya?" ucapan bernada tanya dari Doni itu membuat ingatan Dona menjadi ingat akan kisah masa kecil nya.


Kala itu ia memang pernah berebut mainan dengan Doni disaat umur mereka masih berumur sembilan tahun. sekarang ingatan tersebut terulang lagi dan membuat Dona diam terpaku menatap Doni yang posisi kedua tangan nya masih bersedekap di dada seraya menatap nya. mereka saling pandang agak lama dan air mata mulai menetes di pelupuk mata Dona. Doni segera berjalan mendekati Dona yang masih duduk di kursi kerja nya. Doni lalu berkata lagi kepada Dona.


"apa kamu masih ragu akan aku ini siapa? aku adalah Doni Pratama anak dari mendiang pak Randi Pratama dan ibu yang kejam yang dulu pernah mengusir mu untuk pulang ke..." di saat itu juga Dona langsung bangun dan memeluk Doni seraya menangis sejadi-jadi nya.


Tangisan penuh kesedihan dan keharuan dari Dona itu tak bisa ditenangkan oleh Doni dan ia hanya bisa memeluk erat Dona juga seraya berkata meminta maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan ibu nya kepada Dona semasa kecil. Dona masih saja menangis meraung-raung dan membenamkan kepala nya di dada bidang nya Doni. setelah Dona mencoba meredakan tangis nya, ia langsung menengadahkan kepala nya ke arah Doni dan kedua jempol Doni mengusap air mata Dona seraya berkata.


"dasar cengeng!? begitu saja sampai menangis!?" ejek Doni dan Dona langsung memukul manja dada Doni secara terus menerus.


"sudah-sudah..maaf Dona, aku cuman becanda kok. he he."


"kamu sih huh!" ucap Dona ketus dan kini ia sudah meredakan tangis nya. kedua nya masih dalam posisi berpelukan erat dan mata mereka saling tatap seakan sedang melihat isi hati mereka masing-masung.


Disaat mereka saling menatap dengan pandangan sayu, Doni berkata kepada Dona.


"bertahun-tahun aku mencari diri mu, baru sekarang kita berjumpa secara dekat seperti ini."


"kamu mencari ku?" tanya Dona dan Doni hanya mengangguk. di saat itu pula bibir mereka mulai mendekat dan 'Cup' kedua nya saling berciuman dengan mesra nya. jam di dinding ruangan kantor itu baru menunjukan pukul satu kurang lima menit dan para karyawan kantor sudah banyak yang masuk kembali dan duduk dimeja kerja nya masing-masing.


Avril yang saat itu juga mau masuk ke dalam kantor itu, mendadak kaget ketika pintu telah terbuka ia menatap pemandangan syur yaitu Dona dan Doni yang berpelukan sembari posisi nya masih sedang berciuman seperti tadi. kedua nya langsung melepaskan pelukan dan ciuman mereka ketika Avril berkata 'Maaf' dan keluar ruangan itu lagi seraya menutup pintu nya. Dona dan Doni kaget juga karena adegan yang mereka lakukan itu kepergok oleh Avril dan entah karyawan yang lain nya ada yang melihat nya apa tidak.


Setelah kedua nya sepakat menyudahi aksi saling rindu itu, Doni menyuruh Dona untuk menghubungi Avril untuk masuk kembali ke dalam ruangan tersebut. setelah di hubungi, kemudian Avril masuk kembali dan di saat itu juga jam bel masuk kerja berdering keras. suara bel yang ketiga kali nya tersebut bertanda jam istirahat telah usai untuk para karyawan masuk kembali melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda.