KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
KELUARGA ANGKAT BARU


DONI Dan pak Yaris yang masih mengemudikan mobil menuju rumah nya itu, kini telah sampai di depan gerbang sebuah rumah bertingkat dua dan rumah itu berada di suatu komplek perumahan mewah. disekitar komplek nya sepi dan hanya beberapa kendaraan mobil dan motor saja yang sedang melintas di jalanan aspal komplek tersebut.


Klakson mobil pak Yaris sengaja di nyalakan dan kemudian pintu gerbang segera di buka oleh satpam petugas keamanan dirumah tersebut. setelah mobil masuk dan terparkir di halaman nya yang luas, kedua nya turun dari mobil tersebut dan berjalan menuju pintu rumah mewah bertingkat dua itu.


Doni segera membuka sepatu nya dan begitu juga pak Yaris. kedua nya kini masuk ke dalam rumah gedung itu yang baru diketahui bahwa rumah itu adalah rumah nya pak Yaris berserta keluarga nya. Doni dan pak Yaris disambut oleh beberapa pembantu dan baby sister di dalam rumah besar itu dan kemudian terlihat tiga orang anak perempuan yang sedang bermain di ruangan rumah itu, segera berlarian menuju pak Yaris sembari ketiga nya menyerukan kata 'Papah Pulaaang...!!!'.


Pak Yaris yang sudah berada di dalam rumah itu, langsung berjongkok menyambut untuk memeluk ketiga anak perempuan nya yang diperkirakan masih berumur antara sepuluh tahun dan dua belas tahun. ketiga anak itu semua nya perempuan dan terlihat cantik-cantik dan lucu menggemaskan. Doni yang sejak tadi berdiri melihat pak Yaris berjongkok memeluk ketiga anak nya, langsung di dekati ketiga anak pak Yaris setelah pak Yaris berkata kepada mereka untuk berkenalan dengan Doni.


Doni hanya tersenyum ramah kepada ketiga anak perempuan pak Yaris yang masih gadis kecil itu. setelah Doni mengenalkan nama nya kepada ketiga anak nya pak Yaris, kemudian ketiga anak perempuan pak Yaris juga mengenalkan nama nya kepada Doni. yang paling besar bernama Bunga dan berumur dua belas tahun. yang kedua bernama Mawar dan berumur sebelas tahun. dan yang terakhir bernama Melati dan berumur sepuluh tahun. nama mereka sesuai dengan wajah ketiga anak perempuan itu yang cantik-cantik dan lucu menggemaskan.


Setelah berkenalan singkat itu, Doni langsung di ajak menuju ruangan meja makan untuk makan siang oleh pak Yaris. disepanjang diri nya berjalan menuju ruangan makan rumah itu, diri nya menatap kagum melihat isi rumah pak Yaris yang terlihat perabotan nya yang serba mewah. ia mengingat dan membandingkan dengan rumah orang tua nya yang dulu belum dijual oleh ibu nya dan terlihat agak beda dan tidak sama isi nya. cat rumah itu berwarna kuning gading dan bukan berwarna merah jambu seperti rumah nya dulu.


Anak muda itu sejak tadi celingak-celinguk memandangi area sekitaran rumah itu dan tanpa disadari, diri nya sejak tadi dipandangi oleh seorang perempuan cantik yang sudah berumur. meskipun sudah berumur dan terlihat sedikit kerutan di wajah nya, perempuan yang harus nya sudah di panggil tante-tante itu masih terlihat cantik dan seksi. pak Yaris segera berkata kepada Doni untuk mengenalkan nya kepada istri muda nya itu. Doni lalu bersalaman dan mengenalkan nama nya kepada istri nya pak Yaris.


Istri nya pak Yaris itu juga mengenalkan nama nya kepada Doni dengan nama asli Susilawati. setelah mereka berkenalan nama, lalu terdengar pak Yaris berkata kepada istri nya itu.


"ini mah anak yang papah katakan sebelum nya kepada mamah." ujar pak Yaris dan istri nya hanya tersenyum dan berkata.


"oh ini anak nya? mamah pikir anak nya tak terlalu tampan pah.." ucap sang istri pak Yaris bercanda dan membuat Doni tersenyum tersipu malu.


Pak Yaris hanya tertawa pelan saja mendengar ucapan dari istri nya itu dan kemudian berkata.


"apakah bibi Tarsih sudah menyiapkan masakan untuk makan siang kita mah..???"


"sudah selesai pah. ini kan mamah masih nunggu papah datang tadi." jawab istri pak Yaris dan pak Yaris lalu berkata kepada istri nya untuk mengajak ketiga anak nya makan. tetapi sang istri berkata bahwa ketiga anak mereka itu sudah makan dengan di suapi oleh baby sister di rumah itu sebelum pak Yaris datang.


Sedangkan di tempat lain dan masih berada di sebuah kafe, mbak Yuni dan kekasih nya sudah selesai membayar pesanan minuman dan makanan mereka di kafe tersebut. kini kedua nya pulang menaiki mobil mereka masing-masing. sebelum nya, ketika mereka masih berada di dalam kafe tersebut dan masih berbincang-bincang.


Pacar mbak Yuni itu bernama Riko dan hubungan nya dengan mbak Yuni selama ini, adalah sepasang kekasih dan sudah lama bertunangan. mereka sudah berpacaran hampir setahun lama nya dan sudah beberapa bulan lama nya mereka baru bertemu lagi karena kesibukan pekerjaan mereka masing-masing.


Kekasih mbak Yuni itu seumuran dengan mbak Yuni dan mereka belum ada rencana untuk menikah. padahal, mbak Yuni sudah ingin sekali menikah secara resmi dan entah apa yang menjadikan kekasih nya mbak Yuni itu belum siap meminang nya. padahal, Riko adalah seorang pengusaha sukses dan sudah tentu lelaki itu tajir melintir dalam segi uang dan harta.


Kini kedua nya mengemudikan mobil mereka masing-masing menuju apartemen nya mbak Yuni. mereka berdua sudah lama tak merasakan kemesraan dari kehangatan tubuh mereka masing-masing. gara-gara kesibukan kerja nya mbak Yuni dan bisnis padat nya Riko, mereka menjadi jarang bertemu dan sudah lama tak bermesra-mesraan untuk memadu kasih seperti yang sering mereka lakukan sebelum-sebelum nya.


Perjalanan mereka mengemudikan mobil nya masih lumayan lama dan mungkin akan sampai pukul dua siang hari. waktu itu baru jam setengah satu siang hari dan di suatu rumah bercat putih, Dona dan ibu nya baru selesai makan bersama. masakan yang Dona masak selalu habis tak tersisa karena ibu nya yang mengajari anak nya itu memasak sampai pandai memasak sendiri. sang ibu hanya menyiapkan bahan nya saja dan anak nya lah yang memasak semua itu sampai beres. kini mereka sudah selesai makan siang dan ibu nya sedang mengambil wudhu untuk melaksanakan shalat dzuhur yang tertunda.


Sedangkan Dona sedang berada di kamar nya dan ia kaget karena sejak pagi handphone nya lombat dan lupa ia charge. handphone nya telah mati total dan kini sedang di charge, ia teringat akan pesan dari seseorang yang belum ia balas ketika pagi tadi.


Hati nya tiba-tiba gelisah dan risau memikirkan seseorang yang mungkin akan marah kepada nya, akibat tak membalas isi pesan whatsapp dari seseorang tersebut. ia hanya diam menunggu baterai handphone nya terisi satu atau dua persen untuk ia hidupkan kembali.


Baru kali ini Dona merasakan ketakutan yang berlebihan terhadap seseorang. seseorang yang masih dirahasiakan itu pasti seorang yang sangat istimewa bagi Dona dan jika bukan begitu, Dona tak akan sampai gelisah dan risau dibuat nya.


Rasa kesal akan diri nya sendiri yang teledor itu, membuat Dona semakin gelisah dan ia buru-buru menyalakan ponsel nya yang baru terisi satu persen baterai dan posisi nya masih di charge.


...*...


...* *...