
SUASANA Malam hari di tepi pantai itu menampilkan kesan tersendiri bagi pasangan yang sedang kasmaran. Dona dan Doni pun merasakan juga apa yang dirasakan para pengunjung lain nya. mereka sudah selesai makan dan shalat maghrib juga dan kini tujuan mereka akan pergi berbelanja pakaian dan oleh-oleh untuk pulang. Kedua nya sudah keluar dari dalam restorant tepi pantai itu dan kedua nya berjalan beriringan bergandengan tangan.
Suasana pinggiran jalan yang ada dibali itu ramai sekali oleh orang-orang yang sedang menjual jajanan kaki lima. kedua nya hanya melihat saja sembari berlalu menuju pasar malam. pasar malam di daerah bali itu banyak sekali yang menjual kain-kain berbagai macam merek serta pakaian jenis adat bali pun ada. Dona tertarik terhadap salah satu pakaian wanita di suatu toko dan Doni menuruti apa yang Dona mau. lalu Doni membelikan nya untuk Dona dan ia pun memesan juga.
Kedua nya memilih dan memilah pakaian untuk ibu Asih dan anak angkat nya. berbagai oleh-oleh makanan ringan pun mereka beli, dan membuat mereka kewalahan membawa nya karena kebanyakan. lalu Dona menyuruh Doni untuk memesan taksi online untuk membawa barang belanjaan mereka itu dan Doni berkata.
"yasudah sebentar aku hubungi taksi online dulu sayang." ujar Doni dan Dona hanya mengangguk saja. lalu Doni menelepon taksi online untuk mengantarkan nya pulang bersama Dona ke hotel. setelah kedua nya menunggu agak lama di depan toko makanan ringan, taksi online telah tiba dan kedua nya kini masuk ke dalam mobil tersebut.
Kini malam semakin larut dan tak terasa mereka Jalan-Jalan Malam itu sudah hampir lima jam lama nya. tepat jam sepuluh malam, kedua nya tiba di hotel tempat mereka menginap dan kini kedua nya sudah masuk ke dalam hotel tersebut. lalu Doni mengambil kunci yang ada di teller customer service itu dan setelah itu Doni dan Dona berjalan menuju lift untuk ke lantai atas kamar tempat mereka berada. setelah masuk ke dalam kamar, Dona dan Doni menaruh barang belanjaan mereka itu di meja makan.
Kedua nya duduk di sofa sambil melepas lelah sehabis jalan-jalan malam mereka itu seraya berbincang-bincang.
"memang nya besok jam berapa kita pergi ke restorant pratama cabang lima sayang?" tanya Dona dan dijawab oleh Doni.
"pagi sekitar jam sepuluh sayang."
"apakah nanti sore nya kita pulang kembali ke jakarta nya sayang?." tanya Dona dan Doni menjawab nya.
"iya nanti sore saja sayang. aku sudah rindu sekali dengan Diana. apakah kamu juga begitu sayang?" Dona yang ditanya seperti itu oleh Doni hanya mengangguk setuju.
Doni lalu duduk merapat dengan Dona dan Dona merebahkan kepala nya di dada Doni seraya berkata.
"andaikan kita sudah menikah, pasti sekarang ini adalah malam pertama kita bulan madu ya sayang." ucap Dona dan Doni mencium rambut Dona dengan lembut seraya berkata.
"anggap saja ini malam pertama kita bulan madu sayang." Dona yang mendengar ucapan Doni itu langsung menatap nya seraya berkerut dahi.
"maksud mu?" Doni yang ditanya seperti itu oleh Dona itu segera menjawab nya.
"enggak ah! aku enggak mau melakukan begituan jika kita belum sah menikah sayang! aku tak mau nasib anak kandung kita nanti hampir sama dengan Diana!"
"lho lalu hubungan nya dengan Diana apa sayang???" tanya Doni berkerut dahi nya dan Dona menjawab nya.
"menurut perkataan pak Yaris kala ia melihat bayi yang kau temukan itu, ia berkata bahwa bayi itu pasti bayi yang lahir di luar nikah dan orang tua nya tak mau menanggung malu akibat lahir nya seorang anak tanpa ada nya ikatan pernikahan. aku tak mau merasakan hal yang seperti itu sayang! ibu juga pernah berkata kepada ku agar selalu menjaga kesucian keperawanan ku sampai akhir nya aku resmi menikah dengan mu." Doni yang merasa di ceramahi oleh Dona itupun merasa tersindir juga akan kelakuan nya yang mulai hilang kendali.
Lalu Doni meminta maaf kepada Dona akan sikap diri nya yang akhir-akhir ini selalu bernapsu ingin menikmati keindahan tubuh Dona lebih sekedar ciuman dan rabaan saja. Dona pun memaafkan nya. kini mereka segera berganti pakaian untuk tidur karena besok mereka ada jadwal pekerjaan pada pagi nanti nya. Dona hanya memakai baju tidur yang baru di beli oleh nya dan Doni tadi. Doni juga memakai baju tidur yang warna nya serupa dengan Dona. kedua nya kini tidur di satu ranjang dan Doni memeluk Dona dari belakang. kedua nya tak melakukan hal yang tak senonoh seperti yang pernah kedua nya lakukan di rumah ibu Asih.
Kini kedua nya sudah tidur terlelap tanpa melakukan hal yang macam-macam sampai esok pagi nya. waktu terus cepat berlalu dan pagi hari telah tiba. kedua nya sudah terbangun dari tidur nya dan kemudian Dona sedang mandi terlebih dahulu dan Doni masih berbaring sembari memainkan ponsel nya. ia sedang melihat poto-poto para pekerja bangunan yang sedang mengerjakan membangun rumah nya. Doni menerima poto itu dari pak Yono yang ketika pagi tadi sebelum berangkat masuk bekerja, ia sempatkan dulu berhenti di depan rumah ibu Asih untuk mempoto rumah Doni yang sedang dibangun itu.
Setelah puas ia melihat poto-poto tersebut, Doni segera bangun dari berbaring nya menuju jendela hotel. Doni membuka jendela dan menyingkapkan gordeng jendela itu. telihat cahaya matahari mulai naik dan pagi hari itu nampak cerah sekali. Doni pada saat itu juga tersentak kaget karena Dona menyuruh Doni untuk segera mandi. Doni menuruti nya dan kini ia masuk ke dalam kamar mandi. Dona lalu segera memakai pakaian kantor nya karena pagi itu ia akan memulai tugas pekerjaan nya bertemu dengan klien nya Doni.
Di sela Doni masih mandi, pintu hotel terdengar diketuk dari luar dan Dona yang sedang memakai pakaian itu, segera berseru.
"tunggu sebentar..." lalu Dona segera membetulkan letak pakaian nya dan setelah dirasa rapi, ia segera membuka pintu kamar hotel tersebut. ternyata yang mengetuk pintu itu adalah karyawan pelayan yang sedang mengantarkan makanan untuk sarapan pagi para tamu yang menginap. setelah Dona menerima nya, ia lalu menutup pintu itu lagi dan membawa kereta dorong berisi makanan itu ke dekat meja makan. setelah itu Dona lanjut merias diri nya lagi di depan cermin dan tak lama muncul Doni dari dalam kamar mandi.
"siapa yang mengantarkan makanan ini sayang?" tanya Doni dan Dona menjawab nya.
"tadi pelayan hotel ini yang mengantarkan nya."
"oh begitu." ujar Doni dan kini ia segera berganti pakaian memakai seragam kantoran yang warna nya sama dengan Dona. setelah mereka sarapan nanti, kedua nya nanti akan berangkat ke restorant pratama cabang lima yang berada tak jauh dari hotel bintang lima tersebut.
...*...
...* *...