
"IYA Maaf bos Doni." ujar mbak Yuni meminta maaf dan Doni hanya mengangguk seraya memaafkan nya. ketika posisi mereka berdekatan, yang dimana Doni sedang duduk dikursi kerja nya dan mbak Yuni berdiri di samping nya. suara ketukan pintu terdengar dengan diselingi suara perempuan berkata 'Permisi Bos'. Doni yang mendengar hal itu langsung berseru menyuruh orang itu masuk.
Setelah pintu di buka, munculah seraut wajah cantik dan itu adalah Dona. Dona yang berada di ambang pintu melihat Doni dan mbak Yuni yang berdekatan itu, langsung berkata sembari akan menutup pintu itu lagi.
"maaf sudah menganggu bos."
"tunggu...!" ucapan Doni tersebut membuat Dona tak jadi keluar dan di saat itu juga Doni menyuruh Dona untuk masuk. setelah Dona masuk kembali dan menutup pintu, Dona berjalan menuju kursi kosong depan meja kerja Doni. setelah Dona duduk, Doni langsung bertanya kepada nya.
"apa ada yang ingin kamu katakan mbak Dona???" mbak Yuni yang menatap Dona sejak tadi terlihat tatapan mata nya sedikit sinis.
Dona yang menatap mbak Yuni segera mengalihkan pandangan nya kepada Doni seraya berkata.
"saya mau memberikan laporan tentang tugas yang bos berikan kepada saya." setelah berkata begitu, Dona memberikan lembaran kertas dalam satu map bersampul plastik berwarna biru transparan. setelah Doni menerima nya, ia berkata lagi kepada Dona.
"baik terima kasih. nanti saya akan hubungi mbak Dona lagi setelah saya cek."
"baik bos." setelah berkata begitu, Dona pamit kembali untuk kembali ruangan kerja nya.
Setelah kepergian Dona, mbak Yuni berkata kepada Doni.
"apa itu sekertaris baru yang bos katakan??"
"ya memang itu orang nya. apa ada yang salah???"
"bu..bukan begitu bos. saya hanya takut saja bos Doni terpikat dengan kecantikan wanita itu."
"kalau memang saya terpikat, mengapa mbak Yuni yang repot..???" tanya Doni seraya menatap ke arah mbak Yuni yang ada di samping nya.
Mbak Yuni yang di tanya hal seperti itu menjadi sedikit gugup dan langsung berkata.
"anu bos. sebenar nya saya masih cinta kepada bos Doni, saya merasa tak rela jika bos Doni harus berdekatan dengan wanita lain." ucap mbak Yuni yang kini ia sudah tak malu-malu lagi untuk mengungkapkan nya. Doni yang mendengar hal itu segera berkata kepada mbak Yuni.
"bukankah mbak Yuni ini sudah menikah dengan pacar nya dulu..??? mengapa masih mengharapkan saya..???" pertanyaan Doni itu hanya dibalas dengan tundukan kepala mbak Yuni yang sedikit murung. Doni yang masih menatap mbak Yuni itu langsung mendengar perkataan mbak Yuni.
"saya sudah bercerai bos."
"lho kok bisa? bukan nya baru tiga bulan kalian menikah???" tanya Doni keheranan, karena ketika mbak Yuni dan pacar nya yang bernama Riko itu menikah. Doni di undang dan ikut menghadiri nya bersama pak Yaris.
Pertanyaan dari Doni tadi langsung dijawab oleh mbak Yuni.
"saya telah ditipu oleh lelaki hidung belang itu bos, ternyata ia ingin menikahi saya hanya karena terpaksa saja."
"terpaksa bagaimana mbak Yuni..???" tanya Doni lagi semakin penasaran bercampur heran.
"sebenar nya dari semenjak kami berpacaran sampai menikah, Riko sudah menikah dengan wanita lain dan ia menikahi ku hanya karena desakan dari orang tua nya saja. kami memang dijodohkan oleh orang tua kami, dan tanpa orang tua saya sadari. Riko sudah beristri dan mempunyai anak dua."
"hmm jadi begitu, lalu alasan nya mengapa sampai kalian dijodohkan???"
Doni yang mendengarkan hal tersebut langsung berkata lagi.
"memang nya ada yang seperti itu???"
"ada bos. karena kedua orang tua saya tak ada jaminan, maka saya lah yang mereka jadikan jaminan untuk meminjam uang tersebut."
"dasar orang tua tak punya ahklak! tega sekali sampai menjadikan anak nya sebagai jaminan perhutangan!" tegas Doni geram dan langsung ditenangkan oleh mbak Yuni seraya berkata.
"sudah bos jangan di ambil hati. permasalahan itu telah berlalu dan jika bos Doni tak bertanya barusan, saya pun sebenar nya malas untuk menceritakan nya lagi." ujar mbak Yuni dan Doni langsung berkata kepada mbak Yuni agar selalu sabar menghadapi ujian tersebut.
Setelah itu Doni menyuruh mbak Yuni untuk kembali ke tempat kerja nya dan mbak Yuni tak menuruti nya. malah merangkul pundak Doni dan berkata manja.
"enggak mau ah... nanti kamu di goda lagi sama perempuan tadi!" Doni yang sebenar nya masih sedikit benci kepada mbak Yuni atas kejadian tempo dulu itu, segera melepaskan rangkulan tangan nya dan berkata tegas.
"mbak Yuni! sana cepat kembali ke tempat kerja mu! pekerjaan saya masih banyak ini!"
"tapi bos janji ya..." rengek mbak Yuni.
"terserah apa mau mu! sudah sana kembali bekerja! apa aku suruh pak Yono buat menyeret mbak Yuni keluar ruangan ini?"
"iya.. iya! yasudah saya kembali lagi. jangan lupa makan siang bos dan ingat pesan saya tadi ya bos!" setelah berkata ketus begitu, mbak Yuni pergi keluar ruangan Doni tanpa permisi lagi.
Doni yang melihat kepergian mbak Yuni itu, hanya geleng-geleng kepala saja sembari berkata dalam hati nya.
"sebenar nya rencana apa lagi yang akan kamu lakukan kepada ku hah?! maaf ya, aku bukan Doni yang dulu masih polos yang dengan mudah nya terpedaya omongan perempuan seperti mu!" ucap batin Doni dengan tegas dan kini ia lanjut mengerjakan tugas nya. Dona yang kini sudah berada di ruangan kerja nya bersama Avril, ternyata sedang berbincang-bincang dengan rekan kerja nya itu sejak tadi.
"seperti nya perempuan itu adalah pacar nya bos Doni deh." ujar Avril menerka-nerka.
"seperti nya iya Vril. ketika aku masuk ke dalam ruangan itu pun, mereka sangat dekat sekali jarak nya dan seperti nya kedua nya sedang bermesra-mesra an. perempuan tadi seperti nya terganggu oleh kedatangan ku karena terlihat jelas sorot mata nya menatap ku dengan dingin dan sinis." ujar Dona menjelaskan nya.
Lalu Avril berkata kepada Dona dengan nada bertanya.
"apa kamu masih mengharapkan bos muda itu untuk menjadi lelaki idaman mu Dona?"
"entahlah. aku juga bingung Vril, baru saja aku tertarik akan bos muda itu. eh... malah melihat kejadian seperti tadi. Pupus deh harapan ku." ujar Dona bernada sedih dan Avril langsung menimpali ucapan Dona.
"padahal nama kalian hampir mirip. kamu Dona, bos muda itu Doni. jika kalian berjodoh dan suatu saat nanti menikah, aku sarankan nama anak kalian itu 'Dianti Pratiwiasih' jika itu perempuan dan jika itu laki-laki..."
"sudah-sudah Vril jangan berkata yang tidak masuk akal deh!" tegas Dona dengan ketus dan Avril hanya berkata meminta maaf seraya mengikik geli. pada saat itu pula bel makan siang telah berbunyi dan semua para karyawan kantor tersebut menyudahi pekerjaan nya untuk sementara, karena suara bel tersebut bertanda jam istirahat untuk makan siang mereka telah tiba.
...*...
...* *...