KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
KISAH CINTA


JAM Kerja kantor sudah menunjukan pukul lima sore dan sudah waktu nya para karyawan kantor menyudahi pekerjaan nya dan kemudian pulang ke rumah nya masing-masing. Dona dan Avril juga sama-sama sudah menyelesaikan pekerjaan mereka. kedua nya kini sudah turun ke lantai satu bersama para karyawan lain nya. setelah di luar, Dona dan Avril melihat pak Yono yang sedang berbincang dengan bos mereka yaitu Doni.


Doni dan pak Yono lalu menatap Dona dan Avril yang berjalan mendekati kedua nya. terdengar Dona berkata kepada Avril.


"itu om Yono masih ada Vril."


"oh iya Dona. kalau begitu aku tak perlu meminta tolong kepada mu untuk mengantarku ke rumah nya paman Yono." ujar Avril dan Dona hanya mengangguk saja. Doni yang kini sudah menyudahi obrolan nya dengan pak Yono, segera berkata kepada Dona.


"mbak Dona sekarang ikut saya."


"ikut kemana bos??" tanya Dona tiba-tiba heran.


"sudah ikut saja." setelah berkata begitu, Doni menuju mobil nya dan membukakan pintu mobil untuk Dona.


Avril yang melihat hal itu segera menarik Dona seraya berkata berbisik.


"ini kesempatan mu Dona. jangan di sia-siakan kesempatan ini."


"tapi kamu.."


"sudah sana! aku nanti sama paman Yono saja." setelah Avril berbisik begitu, Dona lalu berjalan mendekati Doni dan berkata.


"saya mau dibawa kemana bos?"


"saya akan mengantarmu pulang ke rumah mu mbak Dona. sekaligus saya ingin bertemu dengan ibu anda." ujar Doni berbicara formal layak nya seorang bos yang ramah.


Dona awal nya ragu akan ucapan dari bos nya itu, setelah ia mengingat bahwa bos nya itu adalah teman masa kecil nya yang pernah di urus oleh ibu nya sejak kecil. menjadikan Dona untuk menuruti ucapan Doni dan kini ia sudah masuk ke dalam mobil tersebut sesudah berkata kepada Avril sampai jumpa besok lagi. Avril juga membalas nya begitu dan melambaikan tangan kepada Dona. setelah mobil Doni berlalu dari hadapan pak Yono dan Avril, pak Yono yang sejak tadi hanya diam memperhatikan hal tersebut segera berkata kepada Avril.


"menurut mu mereka cocok tidak neng?" tanya pak Yono bertanya kepada sepupu nya dengan sebutan 'Neng'.


Avril menjawab nya dan mengatakan bahwa mereka berdua sangat cocok dari segi nama dan raut wajah yang tampan dan cantik. setelah kedua orang beda umur itu selesai berkata begitu, pak Yono lalu bergegas mengunci pintu kantor dan setelah itu mengajak Avril untuk ikut dengan nya ke rumah nya bersama pak Yono dengan menaiki sepeda motor matic nya. diperjalanan menuju rumah nya Dona, mobil yang dikendarai Doni itu ternyata tak menuju rumah Dona berada. padahal Dona sudah berkata kepada Doni bahwa rumah nya berada di kampung duren dekat pasar senen.


Doni hanya tersenyum dan menatap Dona seraya berkata.


"hmmm... aku akan membawa mu ke hotel dan akan memperkosa mu. he..he..he.." ujar Doni berkelakar.


"iiihhh! awas kau ya! aku teriak nih!!!" ujar Dona melototi Doni dengan ucapan mengancam. Doni hanya tertawa lepas saja mendengar ancaman dari perempuan cantik berbodi sedang itu.


Doni lalu meminta maaf kepada Dona atas ucapan nya yang bercanda nya kelewatan itu. lama nya mereka diperjalanan, membuat cuaca yang awal nya senja sore hari kini perlahan mulai gelap gulita. lampu-lampu gedung dan ruko-ruko pinggir jalan sudah menyala sejak tadi dan membuat suasana malam hari semakin indah. ketika mobil Doni memarkirkan nya di sebuah mall besar yang ada di jakarta, suara adzan magrib berkumandang dan kedua nya kini sudah turun dari mobil tersebut.


Dona yang heran diri nya di bawa ke sebuah pusat perbelanjaan yaitu mall, merasa heran dan mencoba bertanya kepada Doni.


"untuk apa kamu membawaku kemari? nanti ibu ku khawatir menunggu ku pulang!" ucap Dona tegas dan Doni segera mendekati Dona seraya berkata.


Ia berjalan menuju pintu masuk mall dan Dona mau tak mau harus mengikuti nya masuk ke dalam mall besar tersebut. pakaian kedua nya masih memakai seragam kantor dan membuat para pengunjung mall saling memperhatikan kedua muda-mudi itu jalan beriringan dan bergandengan tangan. awal nya Dona risih lengan nya digenggam oleh Doni, tetapi lama kelamaan ia merasakan kenyamanan tersendiri dari genggaman bos muda nya itu.


Disela mereka berjalan menuju toko tempat menjual pakaian, Dona berkata tanya kepada Doni.


"sebenar nya apa yang kamu rencanakan Doni?" tanya Dona dan membuat Doni menatap nya seraya berkata.


"panggil aku sayang! masa orang berpacaran saling panggil nama sih!" ketus Doni dan membuat Dona menelengkan mata nya seraya berkata.


"lebay ah! sudah jawab saja apa rencana mu?!" ucap Dona lagi.


Doni lalu mengajak Dona berjalan lagi untuk masuk ke dalam toko baju tersebut. setelah masuk Doni segera menjawab pertanyaan Dona tersebut.


"ini adalah hari pertama kita berpacaran. aku ingin memberikan kesan yang romantis kepada mu dengan mengajak mu jalan-jalan ke mall ini. aku juga ingin membelikan mu pakaian beserta ibu mu juga. silahkan pilih saja apa yang kamu mau sayang, nanti aku yang akan membayar nya." ujar Doni dan Dona hanya menatap kesana kesini seraya berkata ragu akan ucapan Doni tersebut.


Doni langsung berkata lagi kepada Dona untuk segera buru-buru mencari pakaian yang ia ingini dan Dona pun mau tak mau harus menuruti suruhan dari bos muda nya itu. di sela Dona mencari pakaian yang cocok untuk nya, Doni duduk di kursi toko tersebut dan segera menghubungi pak Yono untuk menanyakan pesan nya tadi. setelah pak Yono membalas bahwa ia sudah mengatakan pesan nya itu kepada ibu Asih, Dona kembali menghampiri Doni seraya berkata.


"aku pilih ini saja." ujar Dona dan Doni menatap heran kepada Dona serata berkata.


"mengapa kamu cuman pilih dua saja?"


"aku cuman butuh satu dan ibu ku satu. sudah segini saja cukup bagiku." ucapan tersebut hanya dibalas dengan senyuman oleh Doni sembari Doni menggeleng-gelengkan kepala nya.


Dona yang heran melihat gelagat Doni itu bertanya kepada Doni.


"mengapa kamu seperti itu?"


"aku takjub kepada mu sayang. baru kali ini aku menemukan perempuan yang tak tergiur dengan pakaian yang serba mewah dan mahal ini." ucapan bernada sanjungan itu hanya di balas oleh Dona dengan ucapan merendah.


"karena aku hanyalah anak orang kampung yang tak pantas memakai pakaian serba mahal ini." ucapan merendah tersebut membuat Doni semakin tersenyum mekar dan berkata.


"kamu sangat cocok untuk menjadi ibu dari anak-anak ku nanti." mendengar ucapan dari Doni, Dona hanya diam menatap Doni dan jantung nya kala itu berdetak sangat kencang nya.


Doni segera bangun dari duduk nya dan berkata kepada Dona.


"yasudah biar aku yang memilihkan pakaian yang sesuai untuk mu dan ibu mu." setelah berkata begitu, Doni mencari pakaian yang sekira nya pas untuk anak gadis seumuran Dona dan pakaian yang cocok untuk ibu-ibu. Dona mau tak mau harus mengikuti langkah Doni mencari pakaian yang akan di pilih nya itu. dalam hati Dona ia membatin penuh tanda tanya antara senang dan gundah.


"bagaimana ini ibu?! apakah aku harus terus berpura-pura tegar begini dan selalu bersikap tegas di depan lelaki yang aku idamkan ini???" ucap batin Dona yang ternyata sikap nya selama ini kepada Doni itu, atas saran ibu nya yang dulu pernah di ucapkan kepada Dona ketika Dona bercerita tentang diterima nya ia bekerja dan mulai tertarik dengan bos muda nya yang tampan itu.


Ucapan batin Dona itu terus saja berkecamuk begitu dengan berkesan gembira nya yang tiada tara. baru kali ini ia seumur hidup di ajak berbelanja ke mall dan dibelikan pakaian yang serba mahal dan bagus oleh seseorang. Dona belum menganggap Doni sebagai pacar nya, karena ia masih ragu akan hadir nya Doni di hati nya itu dikarenakan ada nya seorang perempuan yang membuat diri nya ragu untuk berterus terang bahwa ia sebenar nya mau sekali menjadi pacar nya Doni. perempuan itu adalah mbak Yuni dan hanya mbak Yuni lah satu-satu nya orang yang dapat menghambat Kisa**h Cinta** Doni dan Dona untuk saat ini.