KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
SIAPAKAH GADIS ITU...???


PEMUDA Berwajah lumayan ganteng itu sedang berjalan di trotoar sambil mata nya melihat isi plastik hitam yang di bawa nya. ia sangat girang bukan kepalang karena telah mendapatkan pakaian untuk melamar pekerjaan nanti nya. karena rasa girang yang berlebihan nya itu, membuat mata Doni tak tertuju ke arah depan jalan nya dan tiba-tiba ia menabrak orang lain yang ada di depan nya.


brugh...!


"auuhh..." pekik suara perempuan yang tertabrak oleh Doni.


"duh maaf mbak..saya tak sengaja.." ujar Doni yang segera membangunkan perempuan yang di tabrak nya di jalan trotoar itu.


Perempuan itu memakai baju semacam jas anak kuliahan di suatu universitas. pakaian atas nya jas berwarna biru dan memakai dasi putih biru. celana rok biru juga sepanjang atas mata kaki nya dan sepatu hitam nya serta kaus kaki putih sebatas betis. rambut nya terurai berwarna hitam sepanjang bahu nya dan memakai masker. buku pelajaran mata kuliah nya jatuh berantakan dan sedang di bantu oleh Doni untuk di bereskan kembali.


Anak kuliahan itu tidak marah ketika tak sengaja ditabrak oleh Doni dan Doni sudah meminta maaf kepada gadis itu.


"tidak apa-apa bang. saya juga salah malah berdiri di tengah trotor jalan ini." ujar perempuan itu yang merasa salah juga. karena anak kuliahan itu memang sedang berdiri ditengah trotoar sambil memainkan ponsel nya.


"mbak tidak apa-apa kan..???" tanya Doni lagi karena ia merasa tak enak hati terhadap perempuan yang seperti nya cantik jelita itu.


Perempuan itu tersenyum dan senyum nya itu terhalangi masker kain. lalu gadis itu menjawab pertanyaan Doni.


"saya baik-baik saja bang. terima kasih sudah membereskan buku kuliahan saya."


"iya mbak sama-sama."


"saya pamit dulu bang, mari.." anak gadis itu pamit karena mobil angkutan umum yang di tunggu nya telah datang.


Doni hanya tersenyum malu ketika anak kuliahan itu pamit kepada nya dengan sopan dan santun. tidak ada kata caci dan maki yang keluar dari mulut seorang wanita muda itu. Doni hanya bergumam dalam hati nya karena takjub melihat buku anak perempuan itu banyak sekali.


"hmm..banyak sekali mata pelajaran sekolah nya. apakah jika aku masuk kuliahan akan berpakaian seperti itu juga..???" ujar batin Doni dan ia segera menepiskan hayalan itu dan akan melanjutkan perjalanan pulang nya.


Ketika ia hendak melangkah, mata nya tertuju ke arah bawah jalan trotoar itu dan ia segera mengambil sepotong kertas laminating sebesar ktp yang ia lihat. ia membaca kertas laminating itu dalam hati nya.


"Ini kan kartu pelajar mahasiswa dari perempuan tadi. waduh, bagaimana aku mengembalikan nya..?? di sini tidak ada alamat tempat tinggal nya. apa aku harus kembalikan ke tempat kuliah nya saja kali ya..???" ujar batin Doni bingung.


Ia jadi kepikiran tentang kartu nama pelajar anak gadis itu. ia lihat lekat-lekat poto perempuan itu dan hanya berkata dalam hati nya.


"cantik juga anak tadi. nama nya Dona Pratiwi. hampir mirip dengan nama ku Doni Pratama. ahh..! mungkin hanya kebetulan saja nama nya hampir sama. tapi aku penasaran, Siapakah Gadis Itu sebenar nya...???" ujar batin Doni dan sambil ia berjalan pulang menuju rumah kakek Sarkim.


Diperjalanan menuju rumah kakek Sarkim, Doni terngiang-ngiang dengan wajah cantik anak kuliahan itu. hati nya merasa berbeda dari sebelum nya karena perasaan nya sedang di taburi benih-benih cinta telah menghiasi kalbu hati nya. ia menatap wajah cantik perempuan itu di kartu nama nya. kemudian ia masukan ke dalam kantong celana nya dan akan menaruh nya di dompet jika sewaktu-waktu bertemu lagi dengan gadis itu akan ia kembalikan kepada pemilik nya.


"kak Doni.. bantu Dede mengerjakan PR sekolah dong..???" ujar anak ibu Elis yang baru diketahui nama nya Dede.


"emang nya PR apa De..???" tanya Doni yang kini sedang duduk di bangku depan rumah kakek Sarkim.


"banyak kak. Dede pusing kebanyakan PR mata pelajaran, gara-gara sekolah di liburkan akibat pandemi ini." ujar Dede yang diperkirakan anak gadis berumur lima belas tahunan.


Doni kemudian mengangguk setuju untuk membantu mengerjakan PR anak ibu Elis.


mereka berdua sudah akrab dari pertama Doni menumpang tidur di rumah kakek Sarkim. Doni bertanya kepada Dede tentang ibu nya dan adik nya. anak gadis itu berkata ibu nya sedang mengasuh adik kecil nya ke luar rumah.


Doni hanya manggut-manggut saja tanda memahami apa yang dikatakan anak gadis itu. ia kemudian membantu Dede mengerjakan PR nya karena Doni terbilang anak yang pintar dalam segala bidang mata pelajaran sekolah. andai keluarga nya tidak jatuh miskin akibat kelakuan ibu nya, mungkin Doni setelah lulus sekolah ia langsung lanjut masuk ke dalam universitas yang ia ingin kan.


Tetapi kenyataan pahit tidak bisa dirubah hanya dengan hayalan semata. memang awal nya Doni putus asa dan selalu mengeluh dengan hidup nya yang tak berguna. tetapi ia selalu teringat pesan ayah nya dan pesan bibi Asih sebelum pergi pulang kampung akibat di pecat oleh ibu nya. bibi Asih pernah berkata kepada Doni.


"Den. bibi pamit pulang kampung.. jaga diri mu baik-baik yah. suatu saat nanti pasti kita bertemu lagi." ujar bibi Asih kala Doni berumur lima belas tahun dan baru lulus SMP. Doni awal nya tak tega akan dipecat nya bibi Asih dari pekerjaan nya. berhubung harta kekayaan yang di miliki mereka habis hampir tak tersisa, cara yang terbaik itulah yang di lakukan ibu Dewi walaupun gaji bibi Asih belum di bayar pada bulan itu.


Sungguh kejam bagi Doni yang mengingat kejadian yang telah lalu itu. tetapi Doni salut kepada bibi Asih. orang nya selalu sabar dan tutur kata nya terjaga dalam berbicara. seketika Doni jadi rindu kepada bibi Asih dan ingin bertemu walau hanya untuk melepas rindu saja. disela Doni sedang melamuni kejadian yang telah lalu itu, ia dikagetkan oleh suara anak perempuan menggugah lamunan nya.


"kak Doni kenapa bengong begitu..???"


Doni tersentak kaget dan cengengesan sambil berkata.


"tidak apa-apa De. kak Doni barusan memikirkan kakek mu itu pergi kemana ya..???" ucap Doni menutupi salah tingkah nya.


"ouhh kakek. tadi Dede lihat kakek sedang berada di rumah pak sobar." ujar Dede tidak curiga terhadap ucapan Doni yang beralasan itu. Doni hanya tersenyum saja dan berkata.


"oh begitu. yasudah ayo buru selesaikan PR kamu ini. masa kakak yang berpikir dan mengisi lembar jawaban PR kamu sih..?!" gerutu Doni dan mulai sadar bahwa diri nya sejak tadi yang mengerjakan PR anak gadis itu.


Dede hanya cekikikan saja mendengar gerutuan Doni dan kemudian Dede yang mengerjakan pekerjaan PR nya dan di bantu oleh Doni yang mencari kunci jawaban nya. mereka berdua mengerjakan PR sekolah itu sampai sore hari dan terdengar adzan ashar. setelah kedua nya selesai mengerjakan PR itu, Doni mandi di rumah itu dan kemudian ia pergi shalat ke masjid besar tempat diri nya bekerja membantu kakek sarkim.


...*...


...* *...