
SEBUAH Rumah sakit besar yang bernama R.S Peduli Kasih, kini sedang di kunjungi oleh mbak Yuni. ia sudah sampai di rumah sakit itu untuk menjenguk kekasih gelap nya yakni Doni. ketika mbak Yuni sudah berbincang dengan teller rumah sakit, ia langsung menuju ruangan Doni dirawat berada. ketika pintu ruangan terbuka, mbak Yuni langsung masuk dan di dalam nya tidak ada siapa-siapa selain sesosok tubuh yang terbaring. mbak Yuni berjalan mendekati Doni yang masih terbaring di ranjang ruangan itu. keadaan Doni masih terlihat lemas dan mata nya kini sedang terpejam. mbak Yuni kini mendekati Doni dan mengusap kening nya dengan lembut.
Disaat itu juga, Doni membuka mata nya dan ia menatap wajah Mbak Yuni yang sudah lembab oleh air mata. saat itu juga mbak Yuni langsung memeluk Doni yang masih terbaring dengan ucapan suara yang parau menahan tangis.
"kamu tidak apa-apa kan sayang? aku sangat khawatir padamu." ucapan tersebut membuat perasaan Doni menjadi dongkol. ia dongkol karena teringat akan kebodohan nya yang telah tertipu oleh rayuan maut nya mbak Yuni dan menyebabkan luluh nya perasaan hati Doni. tetapi rasa itu sekarang telah musnah dengan bukti yang benar-benar jelas terjadi dan sudah ia lihat dengan mata kepala nya sendiri.
Doni yang masih lemas dan berusaha ingin berkata kepada Mbak Yuni, kini mencoba membuka mulut nya pelan dan berkata dengan suara yang pelan serta samar-samar.
"tinggalkan aku..." mendengar hal itu, mbak Yuni langsung melepas pelukan nya dan menatap Doni dengan heran. air mata nya sudah ia lap memakai jempol nya dan ia kemudian berkata tanya.
"kamu bicara apa sayang??"
"ting..galkan aku sendiri di...sini.." ucap Doni dan pandangan mata nya yang awal nya menatap sayu kini menjadi tatapan dingin.
Mbak Yuni semakin heran dengan ucapan Doni tersebut dan ia balik bertanya.
"apa kamu mengusir ku sayang? aku kan berniat baik ingin menjenguk mu? mengapa kau menyuruhku pergi?" ucapan penuh tanda tanya itu segera di jawab oleh Doni.
"ambilkan ponsel ku yang ada di kantung celana ini dan lihat galeri poto nya." mbak Yuni semakin berkerut dahi dan ia mencoba mengikuti perintah dari Doni. ketika mbak Yuni mengambil ponsel Doni yang ada di kantung nya, ia langsung mengoperasikan ponsel Doni itu dan membuka galeri poto nya.
Doni yang masih terbaring dengan tatapan dingin itu masih menatap perubahan wajah mbak Yuni yang awal nya penasaran kini menjadi tegang bercampur pucat pasi. ia melihat ada dua poto hasil screenshoot stori whatsapp nya dan jelas itu adalah poto diri nya yang sedang berjoget dan satu lagi wajah kekasih nya yang bernama Riko. mbak Yuni langsung membuka tas nya untuk mengecek ponsel nya dan ternyata apa yang ia khawatirkan itu menjadi kenyataan. stori whatsapp nya masih ada video pendek tersebut dan sudah banyak yang menonton video stori tersebut termasuk pak Yaris.
Di saat itu juga mbak Yuni langsung memegang dahi nya dan memberikan ponsel Doni kepada pemilik nya. mbak Yuni hanya berkata pelan dan di dengar oleh Doni.
"dasar cowok brengsek! kenapa mesti di aplod segala?!" ucapan tersebut langsung di jawab oleh Doni.
"terima kasih kamu sudah hadir di hidupku. kita sekarang putus saja."
"tap..tapi sayang ini salah paham saja! aku bisa jelaskan..."
"sudah cukup!" tegas Doni dan kini ia sudah bisa bicara agak keras karena tenaga nya perlahan mulai pulih kembali. mbak Yuni hanya bisa diam menatap Doni dengan raut muka yang ingin dikasihani. Doni awal nya kasihan, tetapi ia segera sadar akan mbak Yuni yang telah berdusta kepada nya. ia kini sudah membulatkan tekad nya untuk memutuskan hubungan nya karena ia berpikir bahwa perempuan masih banyak diluaran sana.
Kemudian Doni berkata lagi ketika mbak Yuni yang ada di samping nya dan meminta maaf kepada Doni bahwa ia mengaku salah akan hal tersebut.
"baiklah aku memaafkan mu." ujar Doni dan mbak Yuni menatap Doni seraya bertanya.
"benarkah sayang??" tatapan mata nya yang sudah lembab oleh air mata nya itu kini ia lap memakan jari nya lagi.
Doni masih diam dan belum menjawab nya lagi. mbak Yuni pun bertanya lagi dengan pertanyaan yang sama. disaat itu juga Doni menjawab nya dengan sedikit mengancam.
"aku memaafkan kesalahanmu itu. tetapi untuk memaafkan hubungan kita, aku tak bisa memaafkan nya dan lebih baik kita sudahi saja cukup sampai di sini hubungan ini!"
"tapi sayang.."
"sana kembali bekerja! jika kamu masih di sini, aku akan menghubungi pak Yaris untuk memecatmu!" ucap Doni dengan tegas dan membuat mbak Yuni menjadi diam tak bisa berkutik lagi.
Mbak Yuni hanya menunduk sedih dan kemudian berkata kepada Doni.
"baiklah kalau begitu.. aku terima keputusan mu ini. sebelum aku pergi, bolehkah aku mencium mu untuk yang terakhir kali nya?"
"silahkan..." jawab Doni dengan pelan dan mbak Yuni kini mendekatkan wajah nya ke wajah Doni dan mencium kedua pipi nya dan kening nya Doni. ketika mbak Yuni ingin mencium bibir Doni, anak muda itu mengelak nya dan membuat mbak Yuni menjadi malu. setelah itu mbak Yuni berkata kepada Doni.
"baiklah aku pamit sekarang. semoga bos Doni bisa mendapatkan perempuan yang lebih cantik dan baik dari ku. semoga cepat sembuh ya bos. saya pamit, permisi." ucap mbak Yuni dan Doni hanya mengangguk pelan seraya menatap kepergian mbak Yuni keluar ruangan tersebut. hubungan yang relatif singkat dan baru pertama kali di dirasakan oleh Doni itu, kini sekarang telah Kandas di Awal Percintaan nya itu.
Disatu sisi di sebuah kantor polisi, semua mata yang menonton video rekaman CCTV yang ditayangkan melalui layar proyektor. kini sudah selesai menyaksikan video tersebut. suara yang ada di dalam video itu tedengar jelas dan membuat para tersangka itu saling tatap. pak Taufik dan pak Samsul hanya diam saja ketika di caci maki oleh ibu Dewi karena mereka dianggap tak becus untuk membunuh anak kandung nya itu. di saat itu juga, para intel yang sudah memeriksa barang di lab kantor nya, segera mendekati pak Broto dan berkata.
"barang bukti yang tertera sangat valid dengan para tersangka ini. di salah satu ponsel yang kami sita, ada percakapan pesan whatsapp dari para tersangka ini dan mereka berniat ingin merampas berkas-berkas penting di kantor tersebut dan berniat membunuh orang yang bernama Doni." ucap salah satu intel detektif itu.
Lalu pak Broto berkata kepada para anak buah nya untuk menggiring para tersangka itu masuk ke dalam mobil tahanan untuk di bawa ke tempat pengadilan negara yang jarak nya lumayan jauh. setelah semua tersangka itu dibawa, pak Yaris berkata kepada pak Broto.
"apakah sidang nanti, Doni harus ikut pak Broto???'
"tidak perlu pak. biarkan anak itu istirahat dulu untuk memulihkan kesehatan nya. pak Yaris dan pak Yono saja yang nanti nya akan menjadi saksi dari perantara korban yaitu Doni." ucapan tersebut hanya di iyakan oleh pak Yaris dan pak Yono. setelah percakapan itu selesai, mereka kini beranjak dari kantor polisi itu menuju tempat sidang memakai mobil mereka masing-masing. pak Yaris dan pak Yono kini sudah masuk ke dalam mobil nya pak Yaris dan telah mengikuti mobil pak Broto dari arah belakang menuju tempat persidangan.