
"OH Iya pak. saya ingin berbicara tentang pencarian karyawan baru untuk petugas kebersihan di kantor, yang sebelum nya telah kita bicarakan itu." ucapan Doni tersebut membuat pak Yaris bertanya.
"apakah kamu sudah menemukan nya nak?"
Doni mengangguk dan kemudian berkata menjelaskan nya.
"tadi sore saya sudah mengunjungi orang yang akan bekerja itu. dia adalah teman sekolah sekaligus teman main saya dulu ketika saya masih tinggal bersama ibu saya dikampung mangga besar." ujar Doni dan pak Yaris bertanya lagi akan karakter orang itu dan siapa nama nya.
"nama nya Wawan pak. orang nya agak slengean dan sering ceroboh juga. tetapi kalau soal bekerja, dia orang nya rajin dan sangat bertanggung jawab. saya mengenal dekat dengan teman saya itu karena kami berdua sudah seperti saudara sendiri pak." ujar Doni dan pak Yaris manggut-manggut merenungi ucapan Doni barusan.
Kemudian pak Yaris menatap Doni dengan seksama dan bertanya.
"pengalaman kerja apa yang sudah dilakoni nya dulu nak?"
"ia dulu pernah bekerja di sebuah pabrik sepatu dan tak lama berhenti karena kontrak nya tak diperpanjang. setelah itu ia melamar bekerja lagi dan mendapat pekerjaan di sebuah hotel besar bernama hotel Amarta sebagai OB. dia sekarang sudah berhenti bekerja karena menurut pengakuan nya, pekerjaan OB di hotel itu sangat berat dan waktu istirahat lebih sedikit daripada waktu bekerja. ia pun mengeluh pernah sakit juga kepada saya pak. jadi saya mencoba mengajak nya untuk bekerja di kantor CV.Group Perkasa karena pengalaman nya sebagai OB itu dan ia berkata akan mencoba nya dahulu serta berkata membuat kesepakatan perjanjian kepada saya." pak Yaris yang mendengar ucapan panjang lebar dari Doni berkerut dahi dan segera bertanya.
"kesepakatan apa yang ia inginkan itu nak???"
"dia berkata jika pekerjaan yang sudah saya jelaskan kepada nya itu membuat nya nyaman dalam bekerja, ia mau menjadi karyawan tetap dan digaji berapapun ia mau. tetapi jika menurut nya pekerjaan yang saya katakan itu tak sesuai dengan keinginan nya, ia tak mau meneruskan pekerjaan nya itu. hanya itu kesepakatan yang ia katakan kepada saya pak." ucapan Doni tersebut membuat pak Yaris bertanya lagi karena ia pun masih penasaran akan orang bawaan Doni itu.
"hmmm begitu. baiklah kalau begitu, nanti kamu yang interview teman mu itu nak. jelaskan kepada nya bahwa bapak sebagai HRD di kantor itu sedang sakit dan interview di alihkan kepada mu. beri masa training selama seminggu kepada nya, karena kesepakatan yang ia katakan kepada mu itu harus dilawan dengan kesepakatan juga. katakan saja semua peraturan S.O.P dan yang harus ia kerjakan jika sudah bekerja nanti di kantor."
"baik pak saya paham." ujar Doni tersenyum dan pak Yaris berkata lagi.
"apakah ketika kamu datang ke kampung mangga besar, apa kamu melewati depan rumah mu itu nak???" pertanyaan pak Yaris tersebut langsung dibalas oleh Doni dengan jawaban.
"saya melewati nya pak. saya hanya melihat adik tiri saya beserta teman-teman nya sedang memainkan ponsel nya masing-masing."
"apakah kamu mencoba turun dan menghampiri mereka nak???"
"tidak pak. saya hanya melihat di dalam mobil saja dan tak mau lama-lama, saya langsung pergi menuju rumah teman saya itu yang berada di dalam kampung mangga besar agak jauh dari rumah ibu saya."
"apa para warga ada yang mengenali mu???"
"hanya ibu nya Wawan saja yang mengenali saya pak dan para warga kala sore tadi seperti nya tak tahu itu saya dan mereka hanya cuek saja seakan acuh tak acuh dan tak terlalu mempedulikan kehadiran saya." ucapan Doni tersebut membuat pak Yaris bergumam pelan sembari membayangkan ucapan dari Doni tadi.
Kemudian terdengar ibu Susi berkata kepada Dona yang sudah meneguk air minum suguhan dari pembantu rumah itu sebelum nya.
"ibu hanya bisa mendoakan saja semoga karir mu sukses ya nak. alangkah baik nya kamu mempersiapkan diri nanti jika sewaktu-waktu nak Doni melamar mu untuk menikah."
"iya ibu. terima kasih saran nya, saya belum memiliki keinginan untuk menikah dan berumah tangga dulu. saya ingin menitik karir saya dahulu dan membahagiakan ibu saya dahulu bu." ucapan Dona tersebut membuat ibu Susi tersenyum manis menatap nya dan kemudian ia berkata kepada Dona lagi.
"sungguh terharu ibu mendengar ucapan mu itu nak, semoga tercapai apa yang kamu cita-cita kan itu selama ini nak. semoga sikap serta watak kamu ini tak akan berubah sewaktu-waktu jika nanti derajat mu di angkat oleh tuhan yang maha kuasa."
"amin ibu. terima kasih banyak." ucap Dona tersenyum sembari menunduk penuh hormat.
Kemudian ketiga anak ibu Susi berkata kepada ibu nya untuk mengajak Dona bertemu dengan ayah nya dan Doni yang berada di dalam kamar pak Yaris. ibu Susi menyetujui saran tersebut dan Dona mau tak mau mengikuti saran dari seorang mantan guru dosen nya itu menuju tempat suami nya berada. Ketika Doni sedang memperlihatkan betis nya kepada pak Yaris dengan cara menarik celana jeans agak longgar nya ke atas, ibu Susi, ketiga anak gadis nya beserta Dona. masuk ke dalam kamar itu tanpa mengetuk pintu dahulu. pak Yaris menatap ke arah mereka dan ia tak kenal ketika menatap wajah Dona dan dahi nya berkerut.
Ibu susi beserta ketiga anak gadis nya mendekati pak Yaris yang masih berada dalam posisi sebelum nya dan Dona menghampiri Doni yang duduk di sofa sejak tadi. lalu pak Yaris bertanya kepada istri nya.
"perempuan muda itu siapa mah???"
"oh itu adalah pacar nya nak Doni sekaligus mantan murid mamah di tempat mamah mengajar di universitas dulu." lalu Dona mengenalkan nama nya kepada pak Yaris dan Doni langsung berkata kepada pak Yaris.
"ini pak orang yang kita bicarakan tadi." ucap Doni dan Dona kini duduk di samping Doni.
Pak Yaris menatap wajah Dona lekat-lekat dan kemudian bertanya kepada Dona.
"apakah kamu karyawan yang dulu melamar lewat media digital kepada kantor CV.Group Perkasa nak???"
"iya pak dan bukankah bapak adalah orang yang menyuruh saya untuk datang langsung ke kantor tempat bapak mengadakan lowongan pekerjaan beberapa hari yang lalu?" ucap Dona yang sudah ingat akan wajah pak Yaris ketika Dona mengirimkan berkas lamaran kerja nya melalui email ke HRD kantor CV.Group Perkasa beberapa hari yang lalu.
Pak Yaris berkata membenarkan ucapan Dona dan Doni pun sudah menjelaskan kepada pak Yaris bahwa Dona sudah diterima bekerja menjadi sekertaris kantor nya bersama adik ipar nya pak Yono yaitu Avril. Doni juga telah berkata bahwa Doni dan Dona sudah resmi berpacaran. Dona pun mengiyakan ucapan Doni tersebut kepada pak Yaris dan pak Yaris tersenyum saja menatap muda-mudi yang ada di depan nya itu dan mengatakan kedua nya cocok dan sangat serasi. sebelum Dona masuk bersama ibu Susi dan ketiga anak gadis nya, pak Yaris juga sudah diberi tahu oleh Doni, bahwa Dona adalah anak nya ibu Asih yang dulu pernah menjadi ibu rumah tangga di rumah ayah nya dulu. pak Yaris tak banyak bertanya akan hal itu dan hanya ibu Susi saja yang banyak bertanya kepada Dona dan Doni.
Waktu sebentar lagi jam delapan malam dan setelah perbincangan mereka di rasa cukup, Doni pamit kembali kepada pak Yaris dan kepada ibu Susi untuk pergi ke suatu tempat dan Doni tak mengatakan nya bahwa ia akan pergi kemana dengan Dona. pak Yaris dan istri nya kemudian mengizinkan nya, kemudian anak gadis ibu Susi dan pak Yaris. hanya berkata kepada Doni dan Dona untuk datang lagi ke rumah itu nanti dan Doni serta Dona hanya tersenyum sembari berkata akan datang lagi nanti. kini Doni dan Dona sudah berada di luar gerbang rumah pak Yaris dan kedua nya kini sudah masuk ke dalam mobil Doni. Tujuan mereka Selanjut nya adalah menuju suatu restorant yang sudah Doni pesan tempat nya untuk makan malam mereka berdua nanti.
...*...
...* *...