
SUARA Gemericik air terdengar dari dalam kamar mandi hotel yang Dona dan Doni tempati. Doni terlihat sedang duduk sembari menonton televisi. ia hanya memakai handuk saja yang menutupi area kejantanan nya. sedangkan Dona sedang mandi di dalam kamar mandi pada saat itu. sebelum nya ketika mereka masih tertidur dari siang menjelang siang itu, kedua nya sama-sama terbangun dan kedua nya segera bergegas untuk mandi sore karena waktu sudah jam lima sore hari. Dona yang terlebih dahulu mandi dan awal nya Doni ingin ikut mandi bareng Dona. tetapi Dona melarang nya dan mengecam nya untuk tidak melakukan yang bukan-bukan sebelum ia dan Doni resmi menikah.
Doni tak memaksa juga jika ia di ingatkan oleh Dona untuk tidak melakukan hal diluar batas dalam hubungan pacaran mereka. kini Doni sedang menunggu Dona keluar dari dalam kamar mandi dan sudah hampir setengah jam Doni menunggu Dona selesai mandi nya. sambil menunggu Dona selesai mandi, Doni iseng-iseng menghubungi Wawan yang sedang bekerja.
"halo Wan apakabar mu?"
"halo Doni. baik Don, kamu gimana? baik juga kan disana bareng Dona?" tanya Wawan dalam panggilan telepon itu.
"iya baik Wan. bagaimana pekerjaan mu yang sekarang? enak tidak?" tanya Doni dan Wawan menjawab nya.
"ya lumayan bikin pusing juga Doni. wajarlah baru awal aku bekerja sebagai seorang menejer yang butuh persiapan mental untuk melakukan pekerjaan ini."
"sabar saja Wan. nanti juga lama-lama kamu terbiasa kok. oh iya Wan, coba nanti tanyakan kepada ayah mu. sertifikat rumah ku sudah selesai dibuat belum?"
"sudah selesai Don. aku mau kasih ke kamu juga kamu nya sedang ada di bali." ujar Wawan.
"yasudah nanti kamu berikan saja kepada pak Yaris Wan."
"okelah kalau begitu Don. sekarang kamu sedang apa di sana?" tanya Wawan lagi dan Doni menjawab nya.
"aku lagi dihotel bersama Dona dan ini sedang menunggu Dona selesai mandi Wan."
"hayooo kalian habis melakukan anu-anuan ya???" tanya Wawan mulai usil dengan kecurigaan nya.
"wkwkwk enggak lah Wan. lagi pula Dona mengecam ku untuk tidak melakukan hal itu sebelum kami menikah."
"tapi kalau sekedar berciuman dan saling menggerayangi, tak apakan?"
"ya iyalah Don. pacaran tanpa yang begituan rasa nya hambar tauk."
"hahaha bisa saja kamu tutup panci." ujar Doni meledek dan Wawan pun tertawa.
Pada saat itu juga Dona keluar dari dalam kamar mandi dan berkata tanya kepada Doni.
"gih mandi sayang. kamu kenapa ketawa sendirian begitu?" tanya Dona heran dan Doni menjelaskan nya bahwa ia sedang menelepon Wawan barusan. setelah itu Doni menyudahi panggilan telepon nya itu dengan Wawan dan ia segera beranjak pergi ke dalam kamar mandi. Dona segera berganti pakaian dan membuka koper yang ia bawa itu. sore hari itu ia dan Doni akan keluar jalan-jalan sampai malam hari nya. Doni akan mengajak Dona untuk makan malam di suatu tempat yang suasana nya begitu romantis untuk kedua nya Berkencan. tak lama Dona sudah selesai memakai pakaian semacam gaun berwarna kuning gading. ia sedang merias diri nya di depan meja rias cermin kamar hotel itu. kemudian Doni keluar dari dalam kamar mandi nya dan melihat Dona sedang berdandan.
Doni segera berjalan mendekati koper nya untuk segera memakai pakaian yang akan ia pakai untuk berkencan dengan Dona nanti nya. Dona sesekali menatap Doni yang sedang berganti di belakang nya itu lewat kaca di depan nya dan sudah tak aneh atau kaget ketika melihat burung Doni yang besar itu karena kedua nya sudah mengetahui barang-barang area rawan mereka masing-masing. setelah Doni berpakaian yang menurut nya cocok untuk ia pakai, kini ia mengajak Dona untuk pergi dan Dona mengikuti nya.
Kedua nya kini sedang turun dengan lift menuju lantai satu dan setelah Doni menitipkan kunci kepada teller hotel, ia dan Dona keluar menuju taksi online yang sudah di pesan Doni sebelum nya. kini Doni dan Dona sudah masuk ke dalam mobil taksi itu. arah tujuan Doni adalah tempat wisata yang berada di pantai pulau dewata. ia akan menghabiskan malam bersama Dona di sana sembari melihat cahaya senja hore hari yang terbenam di ufuk barat. setelah agak lama kedua nya menaiki mobil taksi itu, mobil itu berhenti dan Doni serta Dona sudah keluar dari dalam mobil itu menuju pintu masuk restorant yang berada di sisi pantai.
Setelah memesan tempat kepada salah satu pegawai restorant itu, Dona dan Doni kini berjalan menuju meja makan yang berada di pinggiran pantai. para tamu yang berada di restorant itu pun terlihat sedang duduk di kursi meja makan nya sembari makan dan ada juga yang menunggu cahaya senja muncul. waktu sudah hampir jam enam sore dan cahaya senja perlahan mulai nampak. Dona dan Doni pun terkagum-kagum melihat keajaiban alam itu dan kedua nya lalu mempoto nya dengan ponsel mereka masing-masing. lalu kedua nya berpoto bersama sembari memperhatikan senja yang berangsur-angsur menjadi malam hari.
Setelah cahaya senja hilang, Dona dan Doni memesan makanan dan minuman. malam hari di tepi pantai berduaan dengan pasangan, adalah suatu hal yang penuh keromantisan. apalagi di setiap meja-meja makan nya ada nyala lilin yang menghiasi dan semakin menambah keromantisan tersendiri bagi siapa saja yang sedang berduaan di pantai tersebut. di sela menunggu makan malam mereka tiba, kedua nya mulai berbincang-bincang.
"terima kasih sayang sudah mengajak aku ke tempat yang bagus dan indah seperti ini." ucap Dona sembari tersenyum menatap Doni.
"sama-sama sayang. selagi kita belum menikah, suasana seperti ini akan jarang terjadi jika kita sudah mempunyai anak."
"iyalah sayang pasti bakalan repot dan tak akan sempat untuk berduaan seperti ini. kita pasti akan fokus untuk mengurus anak dan rumah tangga." ujar Dona dan Doni pun membenarkan apa kata Dona itu.
Tak lama pesanan mereka datang dan kedua nya kini makan. sesekali Dona menyuapi Doni dan Doni juga menyuapi Dona. sepasang kekasih itu terlihat sangat romantis sekali dan membuat iri siapa saja yang melihat nya. suara adzan maghrib sudah terdengar sejak tadi dan kedua nya tahu akan hal itu. mungkin nanti setelah mereka berdua makan malam itu, kedua nya akan melaksanakan shalat di mushola yang sudah di sediakan oleh pihak restorant tersebut.