KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
ALASAN DONI


SETELAH Doni masuk ke dalam gudang tempat menyimpan barang-barang kantor bersama Wawan, kedua nya kini berdiri berhadapan. Doni yang penasaran itu segera bertanya kepada Wawan.


"memang nya kamu mau membicarakan apa kepada ku Wan???"


"perempuan yang baru masuk tadi, menurutku sangat mencurigakan sekali Don."


"maksud mu mbak Lesti tadi? memang nya ia mencurigakan bagaimana maksud mu?" tanya Doni lagi keheranan. Wawan yang di tanya oleh Doni itu segera menjawab nya.


"ketika aku membersihkan ruangan kantor pegawai di lantai dua, aku mendengar perempuan tadi menelepon seseorang. ia berkata bahwa diri mu sangat lengket sekali dengan perempuan yang nama nya Dona. ia pun berkata bahwa diri mu sudah menjalin hubungan secara diam-diam dengan wanita yang bernama Dona itu." ujar Wawan menjelaskan nya kepada Doni.


Doni yang mendengar hal itu langsung bertanya kepada Wawan.


"apa kamu tahu siapa lawan bicara nya mbak Lesti lewat telepon itu Wan???" Wawan lalu merenungi kejadian yang sudah terjadi kepada nya itu dan Doni masih menunggu jawaban dari Wawan. di lantai dua ruangan kantor khusus sekertaris, terlihat Avril sedang duduk di kursi meja kerja nya sambil memperhatikan Dona yang sedang mengobrol dengan seorang wanita berumur tiga puluh dua tahun. lawan bicara Dona adalah Lesti, yang kini sudah berada di dalam ruangan Dona dan Avril.


Posisi Dona duduk di kursi kerja nya dan Lesti berdiri di samping nya. Avril tak mengerti kedua nya sedang membicarakan apa dan tak lama kemudian, Lesti mengetikan layar ponsel nya sambil mendengar Dona menyebutkan nomor ponsel nya. setelah itu, Lesti langsung pamit lagi keluar dengan sopan kepada Dona dan Avril. setelah Lesti keluar, Avril langsung bangkit dari duduk nya dan mendekati Dona yang kini mulai bekerja lagi.


"perempuan tadi menanyakan apa kepada mu Dona???" saat itu juga Dona menoleh kepada Avril seraya berkata.


"kata nya dia butuh nomor whatsapp ku untuk dimasukan ke dalam grub whatsapp kantor ini."


"masak sih? kok aku enggak di mintai nomor juga oleh perempuan tadi???" ucap Avril heran.


"entahlah Vril. aku juga awal nya tak mengerti akan ucapan perempuan yang bernama Lesti itu. dia hanya berkata meminta nomor ku untuk di masukan ke dalam grub whatasapp kantor ini. setelah itu ia pamit lagi dan hanya itu saja yang ia katakan kepada ku." ujar Dona lagi dan Avril tak mengerti juga dengan hal tersebut. Avril diam-diam mulai mencurigai gelagat perempuan yang bernama Lesti itu kepada Dona.


Lalu Avril berkata kepada Dona jika ada nomor asing yang menghubungi nya, jangan di ladeni.


Dona hanya mengangguk saja tanda menuruti saran dari Avril tersebut. kini kedua nya lanjut bekerja lagi tanpa ada kata-kata yang keluar dari mulut mereka lagi. di dalam ruangan gudang lantai satu, Wawan yang tadi ditanya oleh Doni. kini mulai ingat sesuatu dan menjawab pertanyaan Doni tadi.


"kalau tak salah, ia memanggil nama 'Yun'. ya hanya itu saja yang aku dengar dari mulut perempuan tadi." Doni yang mendengar sepatah nama itu langsung berkata.


"Yuni maksud mu???"


"bisa jadi Don. sebab aku hanya mendengar nama Yun saja." ujar Wawan lagi dan kini ia menatap Doni yang memegang dagu nya yang sembari berkata.


"rencana apa lagi yang akan dilakukan cewek pembual itu kepada ku dan Dona?" Wawan yang mendengar hal itu langsung bertanya kepada Doni.


"yang nama nya Dona itu, orang nya yang mana sih memang nya Don??? aku penasaran sekali." Doni lalu menatap Wawan dan balik bertanya.


"diantara perempuan yang siang tadi bertemu dengan mu di depan kantor ini, menurut mu salah satu nya yang bernama Dona itu yang mana???" Wawan yang mendengar ucapan Doni itu langsung menjawab nya.


"apakah yang berkulit putih, berwajah cantik dan yang tinggi itu orang nya?"


"ya itu orang nya. bukankah kamu naksir kepada nya Wan???" tanya Doni sengaja memancing kejujuran Wawan.


Wawan hanya tersenyum kaku mendapat pertanyaan dari Doni tersebut. lalu Wawan menatap Doni seraya berkata jujur.


"awal nya aku memang suka dan perempuan itu tipe ku sekali. tetapi mendengar perempuan itu sudah menjalin hubungan dengan mu secara diam-diam, aku lebih baik mengalah demi seorang sahabat yang sangat baik kepadaku." ucapan Wawan tersebut membuat Doni tersenyum seraya berkata.


"tumben kamu mengalah Wan? biasa nya kamu sering menggoda wanita yang dekat dengan ku?"


"hahaha.... baru kali ini aku mendengar kata-kata yang bijak dari mu Wan." ujar Doni dan Wawan hanya tertawa saja walaupun tak terlalu keras.


Setelah kedua nya meredakan tawa mereka itu, kini Doni berkata kepada Wawan.


"kamu tahu tidak gadis cantik yang berkaca mata itu?"


"iya kenapa memang nya Don???" tanya Wawan penasaran.


"gadis itu naksir kepada mu Wan."


"ahh enggak mungkin Don! mana ada gadis yang suka denganku yang bertampang pas-pasan dan dekil ini?"


"jangan merendah Wan. menurutku kamu itu lumayan ganteng, bukti nya gadis berkaca mata itu suka dan naksir berat kepada mu." ujar Doni dan Wawan lalu berkata.


"yang benar Don? tapi, apakah dia mau kepada ku yang sederhana ini?"


"kan aku sudah bilang tadi kepada mu Wan. gadis berkaca mata yang bernama Avril itu, suka kepada mu. kalau tak percaya, ayo kita buktikan untuk datang ke dalam ruangan kantor nya." lalu Doni mengajak Wawan untuk keluar gudang itu dan Wawan menolak nya seraya berkata.


"tak perlu Don. tanpa pembuktian dari kamu pun aku sudah tahu, bahwa gadis berkaca mata yang bernama Avril itu naksir dan suka kepada ku."


"kamu dapat bukti dari mana akan hal itu Wan???" tanya Doni keheranan dan kemudian ia menatap Wawan yang merogoh saku nya. terlihat tangan Wawan memegang lipatan kertas dan kemudian ia memberikan nya kepada Doni.


"ini bukti nya. lihatlah gambar apa ini, tadi aku menemukan nya di meja kerja gadis berkaca mata itu ketika aku membersihkan ruangan kantor tersebut pas jam istirahat tadi." Doni yang sudah menerima lipatan kertas putih itu segera membuka nya.


Ia memperhatikan secara jeli dengan gambar seorang lelaki berkumis tipis dan lumayan tampan. ketika Doni menatap wajah Wawan, ia langsung berkata.


"lho? kok mirip sekali dengan wajah mu Wan??"


"itulah maka nya aku bisa tahu akan gadis itu menyukai ku. awal nya aku sempat sanksi juga dengan coretan gambar sederhana yang hanya memakai pulpen tinta merah ini. setelah aku dengar penjelasan dari mu tadi, aku sudah sangat yakin akan gadis itu benar-benar menyukai ku." Doni yang mendengar hal itu segera menepuk pundak kanan Wawan sembari berkata.


"semoga kamu berjodoh ya wan. aku akan bantu kamu untuk saling mengenal lebih jauh tentang Avril." ujar Doni menyemangati dan Wawan kini mengangguk setuju.


Lalu Doni berkata lagi dan di dengar oleh Wawan.


"hebat sekali Avril bisa menggambar seraut wajah seseorang tanpa harus melihat nya secara langsung. di balik kekurangan mata nya yang minus, ada bakat kelebihan dari daya ingat dan tangan nya." Wawan berkerut dahi dan bertanya.


"jadi gadis itu mata nya minus Don???" Doni hanya mengangguk dan membuat Wawan sedikit prihatin mendengar nya. lalu Wawan bertanya kepada Doni lagi.


"lalu Doni, apakah kamu benar berpacaran dengan gadis yang bernama Dona itu???"


"iya aku memang berpacaran secara diam-diam. hanya beberapa orang saja yang tahu dan kamu adalah salah satu nya." ujar Doni yang kini sudah jujur kepada Wawan.


"lantas apa Alasan nya kamu menutupi hubungan mu itu dengan Dona di depan semua karyawan kantor mu itu Don?" tanya Wawan penasaran. Doni lalu menjawab nya secara blak-blakan dan tidak ditutup-tutupi lagi.


"alasan ku hanya satu, yaitu ada seseorang yang ingin merusak hubungan ku dengan Dona. aku yakin si Lesti itu adalah orang suruhan si Yuni karena ia adalah teman yang sangat dekat dengan si Yuni. seperti nya ia selalu memata-matai gerak-gerik ku dengan Dona di kantor ini, dan sudah tiga kali aku melihat nya selalu bergegas terakhir ketika jam istirahat tadi, lalu ketika kemarin waktu jam pulang dan satu barusan ketika aku masih berada di dalam kantin bersama Dona dan Avril, si Lesti itu masih duduk dan hanya dia sendirian saja dan tak ada pegawai lain nya." ucapan Doni tersebut langsung ditimpali oleh Wawan.


"berarti si Lesti itu memang biang penyakit yang harus segera disingkirkan Don. kalau perlu perempuan yang bernama Yuni itu pun harus di singkirkan juga. bahaya jika lama-lama menyimpan penyakit di tempat kita bekerja ini." ujar Wawan yang memberi saran kepada Doni dan ia sebenar nya ingin membantu kesulitan dari permasalahan Doni tersebut.