KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
CEWEK PEMBUAL


BELL Istirahat jam makan siang telah terdengar bertalu-talu dan para karyawan kantor CV.Group Perkasa satu persatu menyudahi pekerjaan nya dan satu persatu dari mereka keluar dari kantor tersebut untuk pergi ke kantin nya ibu Yani. Avril dan Dona masih berada di dalam ruangan kerja nya, mereka sedang mengobrol sejenak sebelum keluar dari ruangan kerja mereka untuk istirahat dan makan siang di kantin.


"apa harus sekarang ya Vril..???"


"kapan lagi Dona. sekarang waktu yang tepat untuk mu bertatap mata dengan pacar mu, sembari menanyakan hubungan wanita jalank itu dengan pacar mu itu." ujar Avril memberi saran dan Dona seperti nya ragu-ragu untuk melakukan nya.


Avril lalu menyuruh Dona untuk menuruti saran nya dan Dona pun mencoba menuruti saran dari Avril tersebut. setelah perbincangan sejenak mereka selesai, kedua nya keluar ruangan kerja mereka dan Avril pergi ke kantin nya ibu Yani untuk makan siang. sedangkan Dona, ia sedang berada di depan pintu ruangan kerja Doni. ia lalu mengetuk pintu nya dan berkata permisi dan terdengar dari dalam ada suara lelaki menyuruh nya masuk. setelah Dona masuk dan menutup pintu nya kembali, terlihat Doni yang masih duduk di meja kerja nya menatap Dona dan bertanya.


"kangen ya???"


"pede sekali anda!?"


"hehehe, marah-marah mulu sayang? ada apa sih, lagi datang bulan ya???" Dona tak menjawab nya dan setelah Dona duduk di kursi kosong depan meja Doni, ia langsung berkata.


"aku ingin ngomong sama kamu."


"lha ini kan kamu lagi ngomong sayang!?"


"iiihh!! nyebelin!! serius sayang!!" ujar Dona kesal terhadap candaan Doni tersebut.


"iya sudah maaf. kamu mau ngomong apa sayang???" ujar Doni sembari cengengesan menatap wajah Dona yang cemberut.


Setelah Doni berkata begitu, kini Dona mulai berkata tentang apa yang ia alami sebelum nya.


"tadi pagi aku di hadang oleh selingkuhan mu itu dan.."


"selingkuhan??? kamu bicara apa sih sayang???"


"jangan pura-pura enggak tahu deh! si wanita jalank itukan selingkuhan mu!"


"siapa itu wanita jalank???" ujar Doni berkerut dahi karena ia tak paham dengan tuduhan dari Dona tersebut. hawa dingin AC di ruangan itu ternyata kalah dengan hawa panas dari ucapan kasar Dona kepada Doni yang merinding mendengar nya.


Dona yang sedikit marah bercampur tangis air mata itu berkata lagi.


"si Yuni yang kata kamu itu, dia tadi pagi mencegatku di depan jalan restorant pratama! dia berkata kepada ku untuk menjauhi mu dan.. dan..hix..hix..hix..." Dona lalu menangis sembari menutup mata nya memakai kedua telapak tangan nya. Doni yang semakin bingung dengan ucapan Dona tersebut, langsung bangun dan menghampiri Dona untuk menenangkan nya.


"kamu kenapa sih sayang??? coba jelaskan secara jelas ucapan mu itu biar aku tahu kesalahan apa yang telah ku perbuat kepada mu???" Dona yang masih menangis tersedu-sedu itu, posisi nya masih sama dan kini ia geleng-geleng kepala sembari berkata.


"wanita jalank itu! mengaku hamil dan kamu yang menghamili nya! hix..hix..hix.." ucapan dari Dona tersebut membuat Doni segera mencerna nya dan paham bahwa semua itu berasal dari kelakuan mbak Yuni yang mengada-ngada dan telah mempengaruhi Dona.


Di saat itu juga Doni langsung memeluk Dona yang masih duduk untuk segera meredakan tangis nya sembari berkata membisiki Dona.


"kamu jangan percaya dengan omongan si Cewek Pembual itu sayang! dia itu sudah menikah dan mempunyai suami!"


"be..benarkah sayang???" tanya Dona dan Doni hanya mengangguk. lalu Dona bangun memeluk Doni seraya membenamkan wajah nya di dada Doni. isakan tangis Dona membuat Doni semakin terenyuh dan Dona berkata lagi kepada Doni.


"aku enggak mau hubungan kita kandas gara-gara wanita sialan itu sayang! heu..heu.. bisakah kamu pecat saja wanita itu dari pekerjaan nya???" pertanyaan dari Dona tersebut membuat Doni jadi serba salah dan ia segera berkata beralasan untuk menenangkan Dona.


"sebenar nya si Yuni itu mengapa sampai setega itu kepada ku untuk menjauhi mu sayang???" Doni masih diam ditanya seperti itu dan kemudian ia mulai berkata untuk berterus terang kepada Dona tentang hubungan nya itu dengan mbak Yuni.


"sebenar nya mbak Yuni itu adalah mantan pacar ku sayang."


"apa?!! ja..jadi itu masalah nya sampai-sampai dia mengancamku begitu???" ucap Dona kaget dan mata nya kini menatap tajam kepada Doni.


Doni yang diperhatikan dengan pandangan seperti itu, segera menjelaskan nya.


"sebenar nya hubungan pacaran kami berdua itu sudah dua tahun berlalu putus. mungkin mbak Yuni sampai sekarang masih menyimpan rasa suka dan cinta nya kepada ku. tetapi aku tak menggubris nya dan hanya menganggap nya sebagai karyawan biasa saja. padahal dia sudah menikah dan bersuami, tetapi entah apa yang sebenar nya di rencana kan nya itu kepada kita sayang." ujar Doni menjelaskan nya dan posisi nya masih berpelukan dengan Dona.


Dona yang sejak tadi menatap tajam Doni, segera mengendurkan ketegangan nya dan ia bertanya lagi kepada Doni.


"apakah kamu pernah melakukan hubungan badan dengan wanita jalank itu sayang???" Doni yang sejak tadi menatap Dona segera berkerut dahi dan bertanya.


"mengapa kamu bertanya yang seperti itu???"


"jawab saja sayang?! pernah tidak kamu melakukan nya???" pertanyaan desakan dari Dona tersebut membuat Doni tersenyum kikuk dan menjawab nya.


"berhubungan badan sih tak sampai melakukan nya, tetapi kalau cuman sekedar berciuman dan menggerayangi anggota tubuh rawan kami masing-masing, itu sudah pernah aku lakukan bersama nya."


"dasar mesum!" ejek Dona sembari memukul dada Doni dan kemudian ia melepaskan pelukan Doni seraya berkata.


"aku lapar mau ke kantin dulu. kamu mau ikut tidak sayang???" tanya Dona mengajak dan Doni menjawab nya.


"kamu duluan dulu sayang, nanti aku menyusul karena masih ada pekerjaan yang belum beres."


"yasudah kalau begitu,..." setelah Dona berkata begitu dan mau keluar dari ruangan itu, lengan nya langsung di cekal oleh Doni dan di tarik sampai ke pelukan nya Doni.


Kedua nya saling tatap dan Doni berkata manja.


"cium dulu sebelum pergi ya sayang."


"kebiasaan deh! apa-apa cium, apa-apa cium! huh!!" setelah Dona berkata begitu, ia dan Doni langsung berciuman bibir dan ciuman yang awal nya pelan serta penuh perasaan, kini semakin liar serta di penuhi nafsu. lengan tangan Doni sudah meremas-meremas dua gunung kembar nya Dona yang lumayan berisi dan padat itu. Dona mendesah di sela mereka masih berciuman dan di saat adegan mereka mulai panas, ada suara ketukan pintu dari luar ruangan kantor Doni.


Kedua nya saling menatap tegang dan mulai panik. Doni lalu berkata pelan kepada Dona untuk duduk di kursi kosong depan meja nya dan Doni duduk di kursi kerja nya. Doni melakukan hal itu kepada Dona agar orang yang mengetuk pintu itu tak curiga kepada kedua nya yang telah melakukan percumbuan mesra tadi. setelah Dona dan Doni merapikan diri dan berada di posisi yang sudah di rencanakan, Doni berseru menyuruh orang yang mengetuk pintu itu untuk masuk dan munculah orang yang tadi mengetuk pintu ruangan kantor tersebut.


Orang yang baru masuk itu ternyata pak Yono dan membuat Doni serta Dona saling tatap dan tersenyum dongkol. setelah pak Yono berjalan mendekati Dona yang duduk, ia langsung berkata kepada Dona.


"pantas Avril pergi sendirian ke kantin, gak tahu nya kamu sedang di sini Dona."


"iya om yono, aku sedang ada perlu sebentar dengan bos Doni." jawab Dona beralasan dan pak Yono hanya manggut-manggut saja tanda mempercayai alasan Dona tersebut. setelah itu, lalu pak Yono berkata kepada Doni tentang tujuan nya.


"permisi den Doni, ada sesuatu yang ingin bapak sampaikan kepada den Doni."


"apa itu pak??? silahkan duduk dulu pak." setelah Doni berkata begitu, pak Yono duduk di kursi kosong yang berada di samping tempat duduk nya Dona.