KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
LAMUNAN DONI


ANAK Muda yang bernama Doni itu sudah mulai mengantuk dan kemudian mata nya terpejam sampai ia tertidur dengan lelap nya. sebelum nya, sejak Doni merenung sambil berbaring diranjang nya seraya menatap langit-langit flapon kamar nya, ia masih menunggu balasan pesan whatsapp dari menejer cantik yang bernama Yuni Handayani.


Pikiran Doni yang awal nya membayangkan kisah kenangan masa lalu nya yang lumayan pahit, berganti menjadi memikirkan seraut wajah cantik milik menejer tersebut. entah apa yang membuat nya menjadi memikirkan kecantikan mbak Yuni yang diperkirakan masih muda dan seperti nya baru berumur tiga puluh tahunan.


Pertemuan awal pada pandangan pertama yang dirasakan Doni terhadap mbak Yuni itulah yang membuat perasaan hati nya mulai dihinggapi rasa suka dan perasaan tertarik yang amat mendalam. sejak tadi ia sesekali memandangi poto profil whatsapp nya mbak Yuni. jantung nya mulai merasakan getaran aneh ketika memandangi poto perempuan cantik itu. rasa kagum akan kecantikan mbak Yuni, mulai surut ketika Doni mengingat wanita misterius yang ia temui ketika berada di jalan trotoar di jalan umum dekat pasar senen. pertemuan yang tak di sengaja itu berawal ketika Doni sehabis pulang membeli pakaian untuk melamar pekerjaan dan ketika ia pulang, ia menabrak perempuan yang sedang menunggu angkot atau angkutan umum. pertemuan yang sangat singkat dan sangat berkesan bagi nya itulah yang membuat hati sanubari Doni penasaran akan wanita misterius berwajah cantik tersebut.


Tetapi Doni merasa senang juga akibat pertemuan yang tak disengaja itu telah membuat nya menjadi lelaki yang mulai peka akan yang nama nya perempuan. dahulu semenjak sekolah, Doni adalah lelaki yang dingin terhadap perempuan. dalam kata lain, ia tak pernah menggubris perempuan yang suka kepada nya. pernah kejadian kala Doni masih sekolah, beberapa kali waktu itu ia di tembak perasaan nya secara terang-terangan oleh perempuan teman sekelas nya. bahkan kakak kelas nya pun terang-terangan menyatakan cinta dan rasa tertarik nya untuk menjadikan Doni sebagai kekasih atau pacar nya. anak muda itu tidak menggubris nya dan beralasan ia hanya ingin fokus sekolah dan belajar dengan sungguh-sungguh. ia juga beralasan tak mau pikiran nya menjadi tumpul akibat dari punya pacar tersebut. ia tak mau sering memikirkan perempuan yang belum jelas jodoh nya atau bukan. pacaran yang di pikirkan Doni akan membuat diri nya terhambat dalam mempelajari pelajaran mata sekolah nya. karena yang nama nya pacaran itu, tak beda jauh ibarat seperti sepasang suami istri yang baru saja menikah. sepasang suami istri yang baru menikah itu, yang di pikirkan nya hanyalah cinta dan pasangan nya saja. dunia serasa hanya milik berdua saja dan juga mulai tak peduli akan keadaan di sekitar nya. contoh seperti itu hampir sama dengan yang nama nya pacaran. efek nya adalah orang yang tadi nya pintar akan menjadi bodoh dan orang yang bodoh akan menjadi semakin bodoh akibat pacaran tersebut.


Hanya itu alasan yang Doni lontarkan kepada para wanita yang tertarik akan ketampanan dan kepintaran nya ketika masih bersekolah. anak muda itu kini telah dewasa dan umur nya sudah bukan seperti anak remaja ketika ia masih menyandang status sebagai pelajar. ia mulai tertarik dengan yang nama nya perempuan karena apa yang ia inginkan ketika masih sekolah semuanya sudah tercapai dan kini Doni sudah bukan seorang yang pengangguran lagi. kemiskinan yang dirasakan nya menjadi patokan juga untuk tetap menghindari perempuan yang ingin menjadi kekasih nya. Lamunan Doni di dalam impian nya sudah sirna dan ia kini tertidur dengan lelap nya.


Di satu sisi disebuah kamar hotel apartemen mewah yang berada di lantai dua puluh, seorang perempuan baru saja selesai mandi memakai air hangat yang otomatis mengucur dari shower. perempuan itu sudah keluar dari dalam kamar mandi nya dan hanya melilitkan handuk dari dada nya yang membusung kencang sampai paha nya yang berkulit bersih.


Perempuan berkulit kuning langsat itu sedang berjalan mendekati ranjang nya. ia kemudian meraih ponsel nya yang ia taruh di tepian ranjang tersebut. Ia sedang mengecek layar ponsel nya dan ada satu pesan whatsapp yang belum terbaca. perempuan bertubuh seksi itu lalu membuka isi pesan tersebut dan ternyata isi pesan tersebut dikirim oleh Doni. perempuan cantik yang bernama mbak Yuni itu hanya tersenyum manis sambil membatin dalam hati nya.


"aku harus balas apa ya..?! jadi bingung begini, hehehe." ucap batin mbak Yuni sambil senyum cengengesan. lalu ia membalas pesan tersebut dengan singkat nya.


"iya Bos Doni. terima kasih." hanya itu isi pesan yang dikirim kepada Doni dan mbak Yuni selaku bawahan nya Doni, belum berani mengirim pesan yang tidak ada hubungan nya dengan masalah pekerjaan.


perempuan cantik yang bernama mbak Yuni itu kemudian meletakan ponsel nya lagi dan ia segera mengenakan baju tidur nya.


Waktu di jam dinding nya kamar mbak Yuni menunjukan pukul sebelas malam dan mbak Yuni segera berbaring di ranjang nya setelah selesai memakai piyama pakaian tidur nya. Ia malam itu akan bergadang karena besok adalah hari sabtu dan besok adalah jadwal nya libur kerja sampai hari minggu. perempuan muda yang bernama asli Yuni Handayani yang biasa akrab dipanggil mbak Yuni itu, segera membuka layar laptop nya untuk menghitung angka omzet pemasukan restoran ditempat ia bekerja. ia sedang menjumlahkan pemasukan dan pengeluaran yang dihasilkan dari penjualan makanan cepat saji di restoran milik nya Doni.


Ia sedang mengerjakan tugas itu dan kemudian ia mengirimkan data tersebut kepada pak Yaris. uang hasil dari penjualan makanan di restoran itu nanti nya akan di serahkan kepada pak Yaris melalui ATM bank transfer dan ke empat menejer cabang restoran lain nya pun tugas nya sama seperti yang dilakukan mbak Yuni tadi.


Sedangkan ditempat lain lagi dan itu berada di rumah nya ibu Dewi, ia sedang makan-makan enak dengan suami dan ketiga anak nya. uang cek senilai lima ratus juta sudah bisa di cairkan dan itu menunggu sampai dua hari lama nya. uang tersebut sudah cair dan dipakai untuk membeli motor baru, beras beberapa karung, kulkas, televisi baru, lima buah ponsel mahal, serta baju-baju baru yang ibu Dewi beli ke mall bersama suami dan ketiga anak nya.


Ibu Dewi juga mempergunakan uang tersebut untuk membuka usaha nya yaitu berdagang membuat warung di depan rumah nya. uang tersebut masih tersisa sangat banyak dan ia simpan separuh nya untuk biaya ketiga anak nya sekolah nanti. sisa nya untuk makan mereka sehari-hari dan membeli rokok suami nya ibu Dewi yang bernama Tomi.


Keluarga ibu Dewi sedang makan bersama dan makanan mereka hari itu makanan orang kaya semua. dari berbagai daging dan buah-buahan yang tak pernah dimakan anak nya pun di borong banyak. ketiga anak nya tak tahu kedua orang tua nya dapat uang dari mana. yang mereka tahu, ibu dan ayah nya hanya berkata kepada ketiga anak nya bahwa mereka mendapat Bansos atau bantuan sosial dari pemerintah. ketiga anak lelaki itu mempercayai hal tersebut dan tidak memikirkan ada nya kakak tiri mereka yang ikut bersama pak Broto selaku kepala polisi dan pak Yaris selaku pekerja kantoran.


Ketiga anak itu hanya tahu pak Broto yang pangkat nya polisi dan pak Yaris yang sebagai pekerja kantoran itu, mereka anggap sebagai pemerintah yang sedang mengunjungi rumah mereka untuk memberikan sumbangan uang yang mereka sebut sumbangan Bansos.


Ibu Dewi berkata kepada ketiga anak nya agar memusuhi kakak tiri nya itu. ayah nya pun menegaskan hal seperti itu, Tomi selaku ayah tiri nya Doni. merasa masih menyimpan dendam akibat perkelahian nya dengan Doni. luka memar di area wajah nya memang sudah hilang. tetapi luka hati yang ada di dalam hati nya masih ada dan semakin membesar dengan datang nya Doni bersama pak Yaris dan pak Broto di hari sebelum nya.