
PEREMPUAN Tidak terlalu gemuk dan berkaca mata minus itu kini sedang berkenalan dengan Dona. nama perempuan itu adalah Avrilia Agustina dan ia juga berkata kepada Dona bahwa diri nya sama hal nya dengan Dona yang ingin melamar pekerjaan di tempat perusahaan CV.Group Perkasa itu.
Dona dan Avril kini sudah akrab dan menceritakan tujuan mereka masing-masing. mereka berdua cepat akrab dan kini sedang ikut berbaris untuk mencoba melamar di kantor itu. mereka berdua mendapat bagian terakhir karena para pelamar itu semua nya masih banyak yang berbaris bergilir untuk masuk. sebagian ada yang berbincang-bincang menunggu giliran nya di interview dengan rekan nya dan sebagian ada yang langsung pulang karena telah ditolak lamaran nya.
Dona dan Avril kini sedang mendengarkan perbincangan dari beberapa pelamar yang di tolak lamaran nya.
"aneh sekali! mengapa aku sampai di tolak? padahal aku sudah pernah bekerja menjadi sekertaris di kantor perusahaan tempat kerja ku dulu! lamaran kerja aku pun lengkap tak ada yang kurang." ujar lelaki setengah tua berkata kepada teman nya.
"Iya sih aneh sekali. lamaran ku pun di tolak oleh CEO perusahaan itu. padahal aku juga sudah terbukti berpengalaman karena ada surat kerja pengalaman ku dibidang perkantoran. andai tidak ada masa pandemi, mungkin aku tidak di PHK dan juga masih bekerja di tempat lamaku. aku pun tidak akan
sampai hati mengemis pekerjaan di tempat ini." ujar lelaki setengah tua agak gemuk kepada teman nya yang berkata sebelum nya.
Dona masih saja mendengarkan keluhan dari berbagai orang yang gagal ketika interview. terdengar TEMAN BARU nya yang dipanggil akrab dengan nama Avril berkata kepada Dona.
"jangan putus asa Dona. siapa tahu rezeki kita ada didalam." Ujar Avril yang ada dibelakang Dona dan ia berkata seperti itu dengan cara membisiki kepada Dona.
"Iya Avril. kamu juga semangat yah.." ujar Dona.
Dan mereka saling menyemangati satu sama lain padahal mereka baru saja bertemu beberapa menit yang lalu.
Tak lama, ada perempuan muda yang menangis keluar dari pintu kantor itu. terdengar suara perempuan itu menangis mengiba karena ditolak lamaran nya. Ia langsung merobek lamaran nya dan segera pergi dari tempat itu tanpa rasa malu diri nya diperhatikan oleh orang-orang yang ada di situ. terdengar para pelamar yang tinggal sedikit lagi berkata saling berkasak-kusuk membicarakan para pelamar yang gagal diterima oleh HRD perusahan tempat itu. semua nya ditolak dari sekian banyak nya pelamar dari berbagai daerah. mereka pulang penuh dengan kekecewaan dan kini dari sekian banyak nya para pelamar tidak ada yang diterima sama sekali. dan kini yang tersisa hanya ada dua orang saja yaitu Dona dan Avril.
Kala itu pagi telah menjadi siang hari dan kini giliran Dona yang masuk. Sebagian para pelamar sudah pulang dan hanya tinggal Avril yang duduk sendirian di bangku depan kantor itu. kedua satpam juga sedang bergantian istirahat dengan teman nya dan pak Yono yang masih berjaga itu sedang berbincang dengan Avril dan sebelum nya sudah menyemangati Dona agar semangat. Dona hanya berkata berterima kasih kepada pak Yono dan kini ia telah masuk ke dalam sebuah ruangan kantor yang lebar dan beberapa ada para karyawan yang masih bekerja dan sebagian telah keluar untuk makan siang. Para karyawan menatap wajah Dona yang cantik alami itu dengan tatapan tertegun takjub dan para wanita nya sedikit iri melihat kecantikan Dona.
Mereka saling berkasak-kusuk membicarakan Dona yang akan masuk ke dalam ruangan khusus CEO yang berada di paling ujung tempat kantor itu. Sebelum masuk, Dona mengetuk pintu dan mengucap salam.
Tok..tok..tok...
"Assalamualaikum..."
Para karyawan yang melihat kejadian itu hanya diam tertegun memandangi gadis yang cantik itu bersuara merdu dan enak di dengar. Mereka awal nya mengira gadis itu sombong dan terlihat angkuh. ternyata mereka salah perkiraan setelah mendengar gadis itu mengetuk pintu dan mengucap salam dengan sopan.
Lalu terdengar suara lelaki dari dalam ruangan khusus HRD.
"wa'alaikum salam. masuklah..." lalu Dona membuka pintu nya dan mata nya menatap seraut wajah tampan sedang duduk di kursi kerja nya. Lelaki itu sedang menatap layar komputer nya dan Dona sejak tadi hanya berdiri memandangi lelaki tampan itu dengan tertegun dan gemetaran. degup jantung nya berdetak tak seperti biasa nya, apalagi ketika lelaki muda itu menatap Dona dan berkata.
"duduklah. mengapa kamu berdiri disana nona..??" ucap lelaki itu dengan sopan dan ramah.
"Iy..iya pak.." ujar Dona gemetaran dan ia memaksakan langkah kaki nya yang berat untuk mendekati kursi yang menghadap ke arah meja lelaki tampan itu.
Lelaki muda tanpa kumis itu menatap wajah Dona lekat-lekat dan Dona merasa kikuk dipandangi seperti itu. lalu lelaki itu berkata.
"perkenalkan nama mu dan berkas-berkas lamaran yang sah nya mana. Boleh saya melihat nya..???" Dona hanya mengangguk dan membuka tas selempang wanita nya dan mengeluarkan isi nya untuk di berikan kepada lelaki muda itu.
Lalu terdengar Dona berkata mengenalkan nama nya.
"nama saya adalah Dona Pratiwi dan saya berumur dua puluh tujuh tahun pak."
"apa benar itu nama mu???" Potong lelaki muda yang diperkirakan berumur dua puluh tujuh tahun dan seumuran dengan Dona. anak gadis itu hanya mengangguk tanda mengiyakan ucapan dari lelaki yang ia anggap HRD di perusahaan itu.
"dari lahir sampai sekarang nama saya memang itu pak." lelaki itu hanya manggut-manggut memperhatikan wajah Dona lekat-lekat dan belum membuka berkas-berkas lamaran Dona.
"baiklah tunggu sebentar yah. saya cek dulu isi berkas ini." Ujar lelaki itu dengan sopan dan Dona hanya mengangguk setuju serta tersenyum di paksakan karena canggung.
Disela lelaki itu membuka dan membaca isi berkas lamaran milik Dona, perempuan cantik itu sejak tadi membatin dengan pikiran nya sendiri.
"tampan sekali HRD nya? mana masih muda lagi?" lalu pikiran nya berkecamuk membalas ucapan batin nya.
"tapi, seingatku. ketika aku mengirimkan lamaran digital ke alamat email ke perusahaan ini, wajah HRD itu tidak semuda ini. malah sudah terlihat bapak-bapak tua dan berkumis. tetapi, mengapa jadi berbeda begini ya..???"
"entahlah lihat saja nanti.." ujar batin Dona membalas kecamuk pikiran nya sendiri.
Disela Dona berbicara didalam batin dan pikiran nya, ia dikagetkan oleh suara lelaki itu.
"selamat. mbak Dona saya terima bekerja di kantor ini sebagai sekertaris saya yang baru."
"se..serisu ehh serius pak..???" Jawab Dona terbata-bata karena mendengar ucapan lelaki itu. lelaki itu hanya mengangguk dan menjulurkan tangan nya tanda berjabat tangan atas diterima nya Dona bekerja di tempat itu.
Dona menyambut jabatan tangan itu dan lelaki itu berkata.
"perkenalkan nama saya adalah Doni. Jika berada di kantor panggil saja pak Doni. Jika kita sedang di luar panggil nama saja karena kita seumuran." Dona hanya mengangguk-angguk mendengar ucapan lelaki itu dan mereka sudah melepaskan tangan nya karena sejak tadi masih berjabat tangan dengan erat nya.
"ma...maaf pak." ucap Dona meminta maaf karena tangan nya tadi tidak mau lepas karena gugup.
"tidak apa-apa. mulai besok kamu bekerja di sini sebagai sekertaris saya dan kantor mu berada di sebelah ruangan ini" ujar lelaki itu yang tak lain adalah Doni.
"terima kasih pak sudah menerima saya bekerja ditempat bapak. apa saya boleh bertanya pak..??"
"silahkan mbak Dona." ujar lelaki yang bernama Doni itu.
"seingat saya, Ketika saya mengirim berkas lamaran digital ke perusahaan ini. HRD nya bernama pak Yaris dan bukan nama bapak Doni." ujar Dona sudah tak malu-malu lagi mengungkapkan isi hati nya.
Lelaki itu tersenyum dan berkata kepada Dona.
"saya yang menggantikan tugas beliau untuk sementara. karena saya adalah CEO diperusahaan ini dan memerintahkan beliau untuk libur beberapa hari agar beliau sembuh dulu dari sakit nya.
"pak Doni CEO kantor ini....???" Jawab Dona kaget dan ia segera meminta maaf menunduk malu dengan ucapan rasa kaget nya itu.
CEO muda itu hanya tersenyum dan menatap layar monitor nya dan berkata kepada Dona.
"apakah perempuan yang berkaca mata dan duduk di kursi depan itu adalah teman mu..??"
Dona hanya mengangguk dan menjelaskan bahwa teman baru nya itu bernama Avril dan ingin melamar pekerjaan ke tempat itu. CEO muda itu kemudian menelepon satpam penjaga pintu masuk yaitu pak Yono, untuk menyuruh teman Dona masuk dan akan di interview oleh CEO tampan yang menggetarkan hati setiap wanita yang memandang nya itu.
...*...
...* *...