KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
BARANG BUKTI


SEMUA Mata para warga kampung itu memandang heran kepada keluarga ibu Dewi yang kini sudah dibawa menuju kantor polisi untuk dimintai keterangan atas tindakan keji nya itu. ibu Dewi dan ketiga anak nya menangis sembari memohon-mohon kepada pak Polisi agar membebaskan mereka. pak Tomi hanya bisa diam menunduk dan ia merasa menyesal karena telah mempekerjakan pak Taufik dan pak Samsul yang sudah ia percayai itu tertangkap dan sampai menyeret nama nya serta keluarga nya ke bidang hukum.


Mobil polisi terus saja melaju dan menuju sebuah kantor polisi yang dimana di situ sudah ada dua tahanan tersangka yaitu pak Taufik dan pak Samsul. pak Broto terlihat sedang menelepon seseorang dan orang itu adalah pak Yaris. pak Yaris yang masih ada di ruangan rumah sakit bersama pak Yono dan Doni yang masih terbaring sakit itu, sedang menelepon pak Broto dan kedua nya sedang memperbincangkan bahwa keluarga ibu Dewi sudah tertangkap dan sebentar lagi sampai di kantor polisi.


Pak Yaris diperkenankan datang ke kantor polisi oleh pak Broto untuk mengurus permasalahan tentang bukti yang nyata dari perampokan berencana tersebut. setelah perbincangan itu selesai, pak Yaris pamit dahulu kepada Doni untuk menuju kantor polisi dengan mengajak pak Yono. Doni hanya mengedipkan mata nya saja dua kali, tanda ia mengizinkan ucapan pak Yaris barusan. pak Yono tak banyak mengelak ketika di ajak pak Yaris untuk ikut dengan nya, karena pak Yono adalah saksi pertama yang mengetahui rencana busuk dari pak Taufik.


Setelah suster yang merawat Doni datang ke dalam ruangan itu, kini kedua orang tua itu bergegas menuju kantor polisi untuk mewakili sebagai penanggung perusahaan dan pemilik nya yang terkena korban perampokan. di satu sisi, mbak Yuni telah sampai di pekerjaan nya karena ia telah telat masuk kerja. waktu jam sepuluh pagi dan ia baru masuk pada jam itu. ketika diri nya sampai di restorant tersebut, ketua restorant itu datang menghampiri nya dan berkata.


"apa ibu baru pulang dari menjenguk pak Bos???" tanya seorang perempuan yang sudah menjadi ketua restorant tersebut.


Mbak Yuni hanya berkerut dahi mendengar perkataan dari anak buah nya itu. rasa heran serta penasaran itu langsung di tanya oleh mbak Yuni.


"kamu bicara apa Ningsih..??? bos siapa maksud kamu???"


"itu lho bos Doni yang pernah datang kemari bu!?" jawab Ningsih dengan perkataan meyakinkan. mbak Yuni semakin bingung di buat nya dan ia langsung berkata tanya tentang dapat info itu darimana kepada Ningsih. perempuan muda itu menjawab karena ia melihat berita nya langsung di sosial media bahwa kantor perusahaan CV.Group Perkasa dirampok orang dan pemilik kantor yang menempati tempat itu menjadi korban nya dan kini sedang di rawat di rumah sakit.


Setelah mendengar ucapan itu, mbak Yuni langsung menuding Ningsih dengan tegas.


"kamu jangan mengada-ada ya ningsih! coba ibu hubungi pak Yaris dahulu!" ucap nya dengan tegas dan Ningsih hanya menganggukan kepala saja. semua karyawan yang sudah selesai prefare hanya bisa melihat hal tersebut di tempat nya masing-masing. ketika mbak Yuni menelepon pak Yaris, orang yang dihubungi itu kini telah sampai di kantor polisi. terlihat pak Yaris dan pak Yono yang baru turun dari mobil nya dan pak Yaris langsung merogoh ponsel nya untuk mengangkat panggilan telepon tersebut.


Setelah pak Yaris berbincang-bincang dengan mbak Yuni di telepon tentang kejadian yang menimpa kantor CV.Group Perkasa serta Bos nya yaitu Doni, mereka menyudahi percakapan nya tersebut. mbak Yuni seketika itu juga langsung berkata kepada Ningsih agar mengawasi kerja karyawan dahulu karena ia ingin segera menjenguk Doni yang ada di rumah sakit. Ningsih lalu menuruti perintah tersebut dan kini mbak Yuni bergegas menuju mobil nya untuk menuju ke sebuah rumah sakit tempat Doni berada dan sudah ia ketahui dimana letak nya.


Sedangkan di kantor polisi, pak Yono dan pak Yaris sudah masuk dan di sambut oleh pak Broto bersama rekan polisi lain nya. tersangka perampokan yaitu pak Taufik dan pak Samsul, sudah ada di dalam suatu ruangan dan di satukan dengan keluarga ibu Dewi. mereka semua nya duduk berlutut dan tangan mereka semua nya ke belakang di ikat oleh borgol besi. ketiga anak ibu Dewi sudah bisa meredakan tangis nya, dan hanya sisa isakan tangis nya saja. ibu Dewi juga sudah meredakan tangis nya dan pak Tomi hanya menundukan kepala saja tak bisa berkutik apa-apa. pak Taufik dan pak Samsul juga menunduk dan mereka sudah saling bungkam sejak keluarga ibu Dewi datang ke dalam ruangan tahanan itu.


Datang nya pak Yaris dan pak Yono ke tempat itu, membuat para tahanan menatap ke arah dua orang itu. pak Broto sedang berbicara dengan intel yang sebelum nya sudah menemukan Barang Bukti yang jelas. beberapa anggota polisi lain nya sedang menyiapkan layar proyektor untuk suatu hal yang akan ia tunjukan kepada semua nya yang ada di situ. terdengar pak Yaris berkata kepada ibu Dewi.


Suami dan ketiga anak nya ibu Dewi, hanya di ratapi kesedihan dan kasihan oleh pak Yono yang sejak tadi hanya diam memandangi para tersangka tersebut. ibu Dewi yang tadi di tanya oleh pak Yaris, langsung berkata kasar.


"semua ini gara-gara kau tua bangka!!! mana anak bangsat yang kau jaga itu hah???" ucapan penuh gertakan itu hanya ditatap dengan santai oleh pak Yaris. pak Broto yang mendengar hal itu segera mendekati pak Yaris dan berkata kepada ibu Dewi.


"harus nya ibu sadar diri akan kelakuan bejat ibu ini! mendiang pak Randi sudah wanti-wanti kepada saya dan pak Yaris untuk menjaga harta warisan nya yang kini sudah diberikan kepada Doni. mendiang pak Randi pun berkata juga kepada saya, agar memenjarakan ibu Dewi jika nekat merebut harta tersebut dan itu berlaku bagi keluarga ibu, meskipun anak ibu masih kecil, saya tak merasa tega untuk tidak menghukum nya!" tegas pak Broto dan ibu Dewi langsung menjawab nya dengan bentakan.


"jangan sentuh anak ku!!! ku bunuh kau bangsat!!!" gertakan ibu Dewi itu langsung ditenangkan oleh suami nya yaitu pak Tomi.


Pak Broto langsung berkata kepada kedua tersangka yang disuruh oleh ibu Dewi.


"pak Taufik dan pak Samsul, apa benar kalian di suruh keluarga ibu Dewi untuk melakukan aksi kejam ini??" kedua nya hanya mengangguk dan tak berani berkata-kata.


"berapa imbalan yang kalian dapatkan dari mereka???" tanya pak Broto lagi dan dijawab oleh pak Taufik.


"sekitar seratus juta pak." jawab nya pelan dan pak Broto langsung berkata.


"hmm begitu... kalian semua akan di tahan atas tindakan kalian yang merugikan pihak yang tak bersalah dan mencoba merebut hak waris yang sudah bukan hak nya lagi. bukti sudah ada dengan jelas dan kalian semua nya terbukti bersalah. siang ini, kalian akan di bawa ke tempat pengadilan untuk di hakimi sesuai pasal KUHP yang berlaku." setelah berkata begitu, pak Broto langsung berkata kepada salah satu anggota nya untuk menyalakan layar Proyektor. setelah di nyalakan, pak Broto berkata lagi.


"percobaan pembunuhan pun hukum nya berat dan ini akan berlaku bagi kalian semua! lihat adegan di layar itu. bukti sudah terekam di dalam CCTV kantor tersebut dan anak yang bernama Doni telah menjadi korban nya. ia kini sedang dirawat dirumah sakit karena menjadi korban dari kekejaman kalian!" ucapan tegas tersebut di dengar oleh semua orang yang ada di situ. semua mata kini menatap ke arah layar proyektor yang menampilkan adegan yang di lakukan oleh pak Taufik dan Pak Samsul di dalam kantor CV.Group Perkasa kepada Doni.


...*...


...* *...