
SEORANG Dokter lelaki berpakaian serba putih dan diperkirakan masih berumur tiga puluh delapan tahun itu, terlihat sedang menggantikan invusan kantong darah Doni yang sudah mulai kering. setelah dokter itu menggantikan nya dengan satu kantung darah yang masih baru, ia kini menghadap kepada pak Yaris dan pak Yono yang masih berada di dalam ruangan itu. dokter berwajah masih muda dan tanpa kumis itu, segera berkata kepada kedua nya.
"anak muda ini belum bisa di ajak bicara atau menggerakan anggota tubuh nya. karena urat-urat peredarahan darah di tubuh nya masih kaku di karenakan anak muda ini mengalami pendarahan yang cukup fatal dari luka nya yang dalam dan koyak lebar sebelum nya itu." ujar dokter spesialis yang bernama pak Rehan.
Pak Yaris dan pak Yono kini sudah meredakan ketegangan nya ketika mendengar penjelasan dari dokter tersebut. lalu pak Yaris bertanya kepada dokter itu.
"kira-kira berapa lama anak ini bisa cepat pulih dok???"
"tergantung imun kekebalan dalam tubuh anak ini. jika imun nya kuat, maka tak sampai sebulan pun anak ini sudah sehat kembali dan sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa nya." ucapan dokter itu terhenti akibat pak Yono bertanya.
"jika imun nya lemah bagaimana dok..???" tanya pak Yono penasaran.
Dokter itu menatap pak Yaris dan pak Yono secara bergantian. Doni yang masih terbaring dan hanya bisa melihat dengan kedua bola mata nya itu, masih bisa mendengar dengan jelas obrolan dari ketiga orang tersebut. kemudian pak dokter Rehan kemudian berkata kepada pak Yaris dan pak Yono.
"jika imun nya lemah, mungkin butuh tiga bulan atau enam bulan lama nya. karena transfusi darah yang dilakukan kepada anak ini, terkadang memicu penolakan dengan sistem imun kekebalan di tubuh nya. jadi bisa dikatakan proses penyatuan darah murni anak ini dan darah dari orang lain yang sudah didonorkan dikantung darah ini, maka proses menyatu nya darah kedua nya agak telat jika imun nya lemah." ujar dokter tersebut menjelaskan nya. setelah berkata begitu, dokter tersebut pamit kepada kedua nya dan mengatakan agar tetap berdoa agar anak muda yang bernama Doni itu cepat pulih seperti sedia kala. izin kepergian dokter tersebut, hanya di balas oleh pak Yaris serta pak Yono dengan anggukan kepala tanda mempersilahkan izin dari dokter tersebut.
Jam dinding di ruangan rumah sakit itu sudah menunjukan jam sembilan pagi dan tak seberapa lama, para karyawan dan karyawati kantor di perusahaan tersebut berdatangan karena ingin menjenguk bos mereka yang tertimpa musibah. jumlah karyawan dan karyawati yang banyak nya sekitar tiga puluh orang itu masuk secara bergantian dan masing-masing membawa bingkisan buah-buahan serta apa saja yang biasa nya di bawa khusus untuk orang yang sedang sakit.
Pak Yaris dan pak Yono hanya tersenyum melihat Doni tersenyum ketika diri nya sedang di jenguk oleh semua karyawan nya. mereka saling berkata kepada Doni agar cepat sembuh dan mulai memimpin kantor nya lagi, karena semua karyawan kantor tersebut mengingatkan mereka akan mendiang pak Randi yang kala sedang sakit dan mereka Menjenguk nya yang seperti sekarang ini terjadi kepada Doni. pak Yaris dan pak Yono pun sama-sama membatin dalam hati nya karena mereka ingat betul ketika mendiang pak Randi sakit, posisi mereka berdua hampir sama seperti itu dan berada di rumah sakit itu juga. tetapi hanya beda ruangan kamar nya saja yang tak sama.
Setelah para karyawan dan karyawati itu berbincang-bincang dengan pak Yaris dan pak Yono perihal kejadian awal yang menimpa Bos Muda nya mereka itu. setelah lama mereka berbincang-bincang, kini semua nya pamit pulang kembali ke rumah nya masing-masing. semua karyawan itu diliburkan bekerja dahulu oleh pak Yaris sampai ada izin dari pihak kepolisian untuk menempati kantor itu lagi. setelah semua karyawan pulang, pak Yono diperintahkan pak Yaris untuk memakan roti yang dibawa karyawan nya itu untuk Doni. awal nya pak Yono ragu, tetapi ia menjadi berani ketika pak Yaris berkata.
"jangan ragu pak Yono, siapa yang mau memakan makanan sebanyak ini jika yang dijenguk ini tidak bisa memakan makanan sebanyak ini karena sakit nya?"
"apakah tidak apa-apa pak?" tanya pak Yono ragu dan di saat itu juga ia melihat pak Yaris berjalan mendekati Doni dan melihat pak Yaris berkata tanya kepada Doni.
Disaat itu juga pak Yaris tersenyum dan berkata berterima kasih kepada Doni yang masih terbaring lemas itu. pak Yono yang awal nya hanya bengong menatap kekonyolan pak Yaris yang ia segani itu, kini menjadi ikut-ikutan memakan makanan apa saja yang ada di ruangan itu. Doni yang melihat kejadian itu sebenar nya ingin tertawa geli karena menatap kedua orang tua itu seperti orang yang belum pernah makan selama seminggu. kedua nya sangat napsu sekali memakan apa saja yang ada di ruangan itu dan itu adalah hal yang wajar bagi Doni.
Sarapan pagi kedua orang tua itu terus saja berlanjut dan pak Yono sudah tak canggung-canggung lagi untuk memakan nya, karena sebenar nya ia pun lapar dan belum sarapan sejak pagi. di waktu yang bersamaan, pak Tomi baru saja pulang dari rumah nya pak Taufik dan ia segera masuk ke dalam rumah nya untuk menemui istri nya. ibu Dewi terlihat sedang menonton televisi dan ketika pak Tomi mendekati istri nya dan ingin berkata, ia segera membungkam mulut nya karena ibu Dewi melarang nya untuk berbicara.
Ibu Dewi ternyata sedang menonton tayangan televisi tentang berita lokal yang masih hangat diperbincangkan di sosial media dan ada di setiap berita chanel televisi manapun. peristiwa viral itu adalah tentang dua orang perampok yang yang tertangkap ketika ingin mencuri berkas-berkas penting disebuah kantor yang tak disebutkan nama nya. terlihat tayangan itu berlanjut ke arah sebuah wawancara polisi dan terlihat jelas itu adalah pak Broto. jenderal polisi itu telah membeberkan adanya perbuatan iri dengki dari seorang ibu kepada anak nya dengan menyuruh dua orang perampok untuk merebut warisan yang sudah bukan hak milik nya lagi. di saat pak Broto di wawancara secara langsung dalam konferensi pers itu, ia berkata akan segera menangkap dalang dari perampokan itu sesegera mungkin dan berkata juga, anak buah nya sedang menuju ke tempat kediamaan pelaku dari dalang perampokan tersebut.
Disaat itu juga pak Tomi dan ibu Dewi saling tatap dan wajah kedua nya tegang. ibu Dewi langsung berkata kepada suami nya.
"apakah kedua orang suruhan kita benar-benar tertangkap???"
"entahlah, tetapi bukankah polisi yang di wawancara itu yang pernah datang kemari??"
"iya itu nama nya pak Broto, ia yang dulu pernah datang kemari bersama pak Yaris dan si anak setan itu." baru saja pak Tomi ingin menjawab ucapan dari istri nya, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan beberapa orang yang memakai seragam polisi. semua nya masuk ke dalam rumah ibu Dewi dan salah satu menodongkan pistol seraya berseru tegas.
"jangan bergerak!!! kalian kami tangkap!!!"
di saat itu juga, pak Tomi dan ibu Dewi langsung berkata bahwa mereka tidak melakukan kesalahan apapun dan pura-pura tak mengerti permasalahan apa yang sedang mereka hadapi sampai ditangkap segala.
Alasan bernada memohon belas kasihan itu tak digubris oleh pihak polisi dan kedua nya segera di borgol dan di bawa keluar rumah. isi rumah tersebut kini sudah digeledah dan ketiga anak ibu Dewi yang masih tertidur pulas itu, segera dibangunkan secara paksa dan ketiga anak itu juga dibawa ke kantor polisi bersama kedua orang tua nya karena ketiga anak itu sudah termasuk ikut andil bagian dari rencana busuk tersebut. ketiga anak ibu Dewi menangis dan ibu Dewi juga ikut menangis melihat ketiga anak nya ikut terbawa-bawa juga. sedangkan pak Tomi, ia tak bisa apa-apa dan hanya bisa menunduk malu ketika dilihat oleh para tetangga nya.
Para warga yang melihat kejadian itu sangat antusias sekali ketika melihat kejadian yang tak disangka-sangka oleh mereka itu. entah permasalahan apa yang menimpa ibu Dewi bersama keluarga nya itu dan para warga hanya bisa melihat keluarga itu digiring ke dalam mobil tahanan. di area sekitar rumah nya ibu Dewi, langsung di pasang lintasan police line oleh para polisi sampai mengelilingi area rumah tersebut.