KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
AWAN MENDUNG


CAHAYA Mentari di pagi hari yang biasa nya muncul menyinari pagi itu, kini tak ada dan seperti nya cahaya mentari itu sedang murung. cahaya matahari di pagi hari yang biasa nya muncul di ufuk timur dan selalu menyinari menyambut indahnya pagi hari, kini telah berganti menjadi pekat nya Awan Mendung berwarna kelabu dan sudah pasti menandakan pagi hari itu sebentar lagi akan turun hujan.


Anak muda yang bernama Doni, baru saja bangun dari tidur nya. Ia melihat jam di layar ponsel nya dan waktu menunjukan pukul tujuh pagi. di saat ia membuka layar ponsel nya itu, ada dua notif pemberitahuan pesan whatsapp yang belum di buka. Doni segera sadar bahwa semalam ia menunggu pesan balasan dari menejer cantik di restoran nya yang bernama mbak Yuni. akibat semalam ia berkhayal memikirkan apa yang sudah ia alami dalam hidup nya, ia menjadi cepat mengantuk dan sampai ketiduran karena lama nya menunggu balasan pesan whatsapp dari mbak Yuni.


Doni lalu membuka isi pesan tersebut dan benar saja apa yang ia terka-terka. dua pesan tersebut berasal dari nomor whatsapp nya mbak Yuni yang belum ia simpan di kontak nya. Doni membaca isi pesan tersebut dan isi pesan yang pertama adalah balasan yang sudah di kirim oleh mbak Yuni ketika malam sebelum nya. sedangkan pesan yang kedua, isi pesan tersebut membuat wajah Doni menjadi tercengang seraya berkerut dahi.


Isi pesan tersebut adalah sebuah pesan romantis yang di selingi kata-kata penyemangat dari mbak Yuni untuk Doni. isi pesan tersebut bertuliskan tak terlalu panjang dan juga tak terlalu pendek. seperti nya isi pesan yang kedua dikirim ketika Doni masih tidur dan jam dikirim nya pesan tersebut ketika masih jam enam pagi. isi pesan tersebut berbunyi ;


"Selamat pagi Bos Doni. semoga hari libur yang mendung ini bisa menyemangati hari libur pertama Bos Doni sebagai seorang Bos atau CEO pemilik perusahaan CV.Group Perkasa. maaf jika pesan saya ini di anggap tak sopan oleh Bos Doni. saya hanya ingin mengakrabkan diri saya saja kepada Bos Doni itu yang selaku pewaris tunggal pemilik perusahaan nya mendiang pak Randi. saya juga lupa memberitahukan bahwa nama saya adalah Yuni Handayani dan memegang jabatan seorang menejer atau supervisor di restaurant pratama milik Bos Doni. mungkin Bos Doni sudah tahu akan nama asli saya dari pak Yaris. tetapi rasa nya kurang afdol jika saya pribadi tidak mengenalkan nama asli saya kepada Bos Doni. lalu, tentang isi pesan Bos Doni sebelum nya. saya setuju dengan usul Bos Doni sebelum nya tentang tata krama dalam peraturan S.O.P bagi karyawan yang bekerja. maka dari itu, saya menunggu kedatangan Bos Doni di tempat awal kita bertemu. saya meminta maaf jika isi pesan saya ini terlalu panjang Bos Doni. sekali lagi saya berterima kasih kepada Bos Doni telah membaca isi pesan saya ini dan jangan lupa sarapan pagi ya Bos yang tampan." Isi pesan yang dikirim mbak Yuni hanya cukup sampai di situ. kata-kata terakhir mbak Yuni membuat perasaan Doni jadi merinding dan sudah jelas mbak Yuni memang naksir kepada Doni.


Doni yang membaca isi pesan tersebut hanya mengikik geli sambil mengucek-ngucek kedua mata nya yang agak kering. ia lalu bergumam sambil berkata pelan.


"isi pesan ini sih bukan tak terlalu panjang dan tak terlalu pendek. ini mah kebangetan panjang nya, wk..wk..wk.." ucap Doni masih diselingi rasa geli nya. lalu ia beranjak dari ranjang nya dan ingin membuka jendela kamar nya.


Ia teringat isi pesan mbak Yuni mengatakan pagi hari itu sedang mendung dan ketika Doni membuka gordeng jendela nya, air hujan mendadak deras turun dari langit. dan jika sudah begitu, itu nama nya sudah bukan mendung lagi.


Doni masih memandangi curah air hujan yang deras itu dan tak lama ada suara pesan bergetar di ponsel yang ia genggam. ketika Doni membuka isi pesan tersebut, ternyata itu pesan dari pak Yaris. isi pesan tersebut adalah dibatalkan nya rencana pak Yaris kepada Doni untuk berziarah mengunjungi makam ayah nya dan diganti hari minggu besok saja. isi pesan tersebut langsung Doni balas dan ia hanya membalas mengiyakan saran dari pak Yaris tersebut.


Setelah itu, Doni langsung beranjak dari depan jendela kamar nya menuju kamar mandi. ia harus mandi pagi, meskipun rencana nya untuk berziarah menjadi dibatalkan akibat hujan deras tersebut. mandi pagi itu sudah menjadi kebiasaan Doni semasa kecil sampai sekolah. kebiasaan itu tak akan lupa kecuali ada halangan atau sedang kepepet.


Di pagi hari yang mendung itu juga, terlihat seorang gadis sedang berdiri menunggu angkot atau angkutan umum sembari berteduh di halte bis yang kosong. pakaian nya masih kering dan ia tak sempat kehujanan karena sewaktu perempuan itu sampai di halte bis, hujan mulai turun dengan deras nya.


Ia melihat jam tangan nya dan waktu menunjukan sudah pukul setengah delapan pagi. Ia hanya berkata menggerutu sambil kepala nya menoleh ke kiri dan kanan jalanan umum.


"apakah pengaruh hujan deras ini menjadi alasan malas nya para sopir angkutan umum untuk mencari penumpang..??? kalau enggak, mengapa tidak ada angkot yang lewat sama sekali sih!! huh!!." ujar perempuan itu menggerutu pelan dan ia hanya seorang diri saja berteduh dihalte bis tersebut.


Disela ia masih berdiri menunggu datang nya angkutan umum, ia menjadi teringat sesuatu ketika menatap palang tiang listrik yang berada tak jauh dari halte tersebut. ia mengingat ketika dirinya ditabrak oleh seorang lelaki yang tak dikenal nya dan di saat itu juga ia kehilangan kartu pelajar nya sebagai mahasiswa di sebuah universitas.


Akibat kehilangan kartu pelajar nya, ia di denda oleh Dosen nya dan sampai membuat ulang kartu nama tersebut memakai biaya yang tidak sedikit. kartu nama yang dilaminating dan berlebel logo universitas itu, hanya dibuat untuk memastikan para pelajar nya menghadiri kelas yang di ajarkan oleh berbagai Dosen di segala bidang dan tak susah jika sedang di absen ketika berada di kelas oleh para Dosen tersebut.


Perempuan muda itu masih melamun memikirkan kemana hilang nya kartu nama kuliahan nya itu. tanpa sadar ia melamun, diri nya tersentak kaget akan suara klakson menggugah lamunan nya.


Tiiin..tiinn..!!


"ayo mbak naik mbak mau kemana..???" ujar suara seruan dari kendektur angkutan umum tersebut.


Perempuan yang kaget itu segera beranjak dari halte tersebut dengan memakai payung yang baru saja ia buka. ia lalu masuk ke dalam angkutan umum itu seraya berkata tujuan nya menuju salah satu universitas yang ada di jakarta dan sengaja tak disebutkan nama nya. kendektur itu hanya paham saja dan kemudian sopir angkutan umum itu melajukan kemudi mobil nya menuju arah yang perempuan muda itu katakan kepada kendektur angkutan umum tadi dan sebenar nya sudah di dengar oleh sopir angkutan umum tersebut.


...*...


...* *...