KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
JATUH CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA


PEREMPUAN Muda yang berpakaian pelamar kerja itu telah masuk ke dalam ruangan seorang CEO yang tampan dan masih muda. Dona masih duduk dikursi sebelum nya dan satu kursi lagi sudah di duduki oleh Avril teman baru nya Dona. CEO tampan itu sedang mengecek berkas-berkas lamaran milik Avril. Dona dan Avril sama-sama terdiam membisu di tempat duduk nya. padahal mereka ingin segera berbincang perihal CEO tampan yang ada di hadapan mereka.


Setelah CEO itu melihat berkas lamaran Avril secara menyeluruh, CEO muda itu berkata kepada Avril.


"nama panjang mu Avrilia Agustina. Apa betul..??"


"betul pak.." jawab Avril dan menatap Dona yang sejak tadi memandangi ketampanan CEO muda itu. lalu CEO itu menyulurkan tangan nya kepada Avril dan berkata.


"selamat ya. Kamu saya terima bekerja di tempat ini sebagai asisten sekertaris saya yang baru ini." Ucap CEO itu yang tak lain adalah Doni sembari mata nya menatap wajah Dona yang sejak tadi memandang nya. Dona dan Avril saat itu juga tanpa sadar saling berpelukan riang. Mereka berdua sangat girang sekali atas kedua nya diterima bekerja ditempat itu.


CEO muda itu hanya tersenyum melihat kedua wanita itu kegirangan didepan meja kerja nya dan tak lama kemudian, terdengar CEO itu berdehem.


"ekhem.." mendengar suara berdehem dari CEO muda itu, kedua nya berhenti saling berpelukan nya dan menunduk seraya meminta maaf atas kesalahan mereka berdua yang tak sopan itu.


CEO itu hanya tersenyum dan memaafkan nya lalu ia berkata kepada kedua nya.


"sudah waktu nya jam makan siang. Apa kalian lapar..???" kedua wanita itu saling tatap dan entah mau menjawab apa dari ucapan pertanyaan CEO tampan itu.


"ayo ikut saya. nanti saya traktir kalian makan di kantin sebelah kantor ini." kedua nya hanya mengangguk setuju dan tidak mengelak ucapan ajakan dari bos baru mereka itu.


Kedua nya kini mengikuti CEO muda itu keluar ruangan nya. Para pekerja kantor hanya beberapa saja yang ada di ruangan lantai dua itu. sebagian masih berada di luar karena jam istirahat untuk mereka makan siang dan melepas lelah sesaat setelah mereka bekerja.


ketiga orang itu sekarang telah keluar kantor yang besar dan lebar itu. Dona dan Avril mengikuti bos mereka yang bernama Doni itu menuju kantin di sebelah kantor nya. pak Yono yang sedang berada di depan kantor itu hanya tersenyum sembari menunduk hormat kepada Doni dan Doni juga melakukan hal yang sama.


Pak Yono lalu menatap Dona dan Avril seraya berkata.


"selamat ya kalian sudah diterima bekerja." kedua nya hanya tersenyum berkata berterima kasih kepada pak Yono dan kini mereka mengikuti Doni menuju kantin sebelah kantor itu. para karyawan kantor yang ada di dalam kantin itu semua nya menaruh hormat kepada Doni ketika ia masuk ke dalam kantin yang ramai oleh para karyawan kantor nya yang sedang makan siang itu.


Setelah duduk di meja yang kosong, Doni menyuruh sekertaris dan asisten baru nya itu untuk duduk dan makan siang bersama dengan nya. ketiga nya kemudian telah memesan makanan nya masing-masing setelah dilayani oleh pelayan baru yaitu seorang ibu-ibu teman nya ibu Yani. sembari menunggu makanan mereka selesai dibuat oleh ibu Yani, ketiga nya lalu berbincang-bincang dan dimulai dari pertanyaan Doni kepada mereka.


"sejak kapan kalian berteman..???" Dona lalu menatap Avril agar menjawab pertanyaan itu.


Avril hanya tersenyum kaku dan menjawab pertanyaan bos baru nya itu.


"baru hari ini pak bos."


"ah yang benar...??? Apa bisa kenal sehari langsung bisa akrab begitu..???" tanya Doni tak percaya. lalu Dona berkata meyakinkan ucapan Avril.


"apa yang teman saya ucapkan ini benar ada nya pak bos. kami berdua baru saja kenal ketika akan melamar ke kantor tempat bapak memimpin ini." ujar Dona dan Avril pun membenarkan ucapan teman baru nya itu.


CEO muda itu manggut-manggut saja mendengar pengakuan dari kedua orang itu dan ia sudah mempercayai ucapan kedua nya. lalu bos muda itu berkata lagi.


"bapak juga dulu begitu dengan teman masa kecil bapak. pertama bertemu dan langsung saja akrab."


"entahlah. bapak lupa karena kejadian itu telah lalu." jawab Doni sambil menatap wajah Dona yang cantik alami. Doni masih belum bisa menjelaskan siapa diri nya itu kepada Dona dan Doni sudah tahu bahwa Dona adalah perempuan yang selama ini ia cari keberadaan nya dan yang ternyata adalah teman semasa kecil nya.


Wajah Dona merah padam saat dipandangi oleh bos baru nya itu dan ia segera menunduk malu tak berani menatap kedua mata bos nya yang menyejukan hati nya itu. tak lama, pesanan mereka datang dan mereka kemudian makan bersama setelah Doni memerintahkan untuk membaca doa sebelum makan kepada kedua wanita di depan nya itu.


Setelah mereka bertiga membaca doa, ketiga nya lalu makan bersama dan dua wanita itu terlihat sangat canggung. bos muda itu dengan cuek nya memakan-makanan yang telah ia pesan. Kedua wanita itu ikut makan juga, tetapi mereka agak malu-malu dan menjaga kepribadian mereka masing-masing sebagai kodrat seorang wanita.


Setelah lama nya mereka selesai makan, bos muda itu berkata kepada Dona dan Avril.


"besok jadwal masuk kerja kalian bapak kirimkan melalui whatsapp mesenger. setelah ini kalian boleh pulang untuk beristirahat dan besok sudah mulai kerja." Doni dan Avril hanya mengangguk mendengar ucapan bos nya itu dan berkata berterima kasih atas traktiran makan siang nya itu.


Setelah begitu, kedua wanita muda itu pamit pulang kepada CEO itu dan kini mereka sedang berada di sepanjang jalan ruko menuju jalanan umum. mereka berdua berjalan sembari diselingi perbincangan.


"aku pikir bos pemilik perusahaan itu sudah om-om atau sudah beristri." ucap Dona kepada Avril


"aku juga punya pikiran seperti itu awal nya." Jawab Avril yang berjalan bersebelahan dengan Dona.


Mereka berdua kini sudah berada si jalan umum dan menunggu angkutan umum untuk pulang. jam tangan yang di pakai Dona menunjukan pukul dua siang. sambil menunggu angkutan umum tiba, mereka saling bercakap-cakap dan saling menukar nomor whatsapp nya masing-masing agar tetap berkomunikasi. lagi pula mereka berdua sekarang sudah diterima bekerja di tempat yang sama yang dimana Dona sebagai sekertaris dan Avril sebagai asisten nya Dona.


Setelah angkutan umum tiba, kedua nya naik bersama dan kemudian pulang ke rumah masing-masing. rumah Avril masih jauh dan hanya Dona yang sudah turun duluan dari angkutan umum dan pulang menuju rumah nya. Ia sudah tak sabar ingin segera bertemu dengan sang ibu karena ia telah di terima bekerja sebagai sekertaris perusahaan ternama tersebut. tiba ia di rumah nya, ia mengetuk pintu rumah nya dan mengucapkan salam.


tok..tok..tok.. "assalamualaikum bu..."


"wa'alaikum salam.." jawab suara ibu-ibu yang ada di dalam rumah itu. setelah pintu dibuka, sang ibu menatap wajah Dona dengan keheranan.


"Kamu mengapa menangis begitu nak..???" tanya sang ibu keheranan melihat wajah anak nya sedih dan menitikan air mata.


Dona lalu masuk ke dalam dan memeluk ibu nya sambil berkata.


"Dona diterima kerja sebagai sekertaris di perusahaan itu bu.."


"Alhamdulilah terima kasih ya allah.." lalu sang ibu memeluk anak nya dengan erat dan kedua nya menangis dengan penuh keharuan.


Sang anak lalu berbincang dengan ibu nya yang kini sudah duduk di kursi ruangan tamu. Dona berbincang perihal CEO tampan yang membuat nya Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama. Ibu Dona hanya mencubit pipi anak nya dengan gemas seraya berkata.


"sebagai kodrat seorang wanita, kamu harus selalu bersikap tenang dan tegar di depan lelaki manapun sekalipun itu bos kamu nak. kecuali lelaki itu suami mu, baru kamu boleh bermanja-manjaan dengan suami kamu itu nanti." Ujar ibu Asih kepada anak nya.


Dona hanya tersenyum masam dan berkata.


"ahh... ibu ini bicara apa sih? sudah ah Dona mau tidur siang dulu bu." Lalu Dona beranjak dari duduk nya dan ia pergi ke kamar nya untuk berganti pakaian dan kemudian tidur siang. sang ibu hanya geleng-geleng kepala saja melihat anak nya yang kini telah pergi ke kamar nya. kemudian ia mengingat bahwa anak nya sekarang sudah dewasa dan sudah mulai mengenal jauh dengan yang nama nya jatuh cinta kepada seorang lelaki. ibu Asih hanya berharap anak nya itu segera ditemukan dengan jodoh nya yang baik dan bisa membahagiakan anak nya jika nanti jika sudah menikah.