KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
MAKAN MALAM BERSAMA


SESAMPAI NYA Doni di rumah nya ibu Asih, Dona segera membuka pintu rumah nya dan nampaklah Doni yang membawa koper berjalan ke arah rumah ibu Asih. Dona segera menyambut Doni dan membantu nya membawa koper berisi pakaian itu. Setelah masuk, Doni menyimpan koper itu di ruangan tengah rumah itu dan Dona pun segera membawa bungkus pecel lele yang Doni beli itu ke meja makan nya. ibu Asih masih berada di meja makan itu dan Dona lalu memberikan satu bungkus pecel lele untuk ibu nya dan ibu nya menerima nya sembari bertanya.


"den Doni kemana?"


"ada itu sedang sama si dede." ujar Dona dan Doni memang sedang bersama anak angkat nya itu. Doni sedang bermain sebentar dengan anak itu karena ia sudah rindu sekali ingin bertemu dengan anak angkat nya itu.


Rasa kasih sayang Doni terhadap anak itu membuat diri nya tak bisa lama-lama jauh dari anak itu dan ia berinisiatif akan membicarakan sesuatu kepada Dona. setelah Doni puas bercanda dengan anak angkat nya itu, ia lalu bergegas ke dapur rumah ibu Asih untuk ikut makan malam karena Dona sudah memanggil nya. setelah Doni duduk dan ikut makan bersama Dona beserta ibu Asih, ia mulai berkata.


"apa bibi akan sanggup mengurus Diana tanpa Doni dan Dona yang akan pergi ke bali?"


"siapa itu Diana?" tanya ibu Asih tak tahu dan Dona langsung berkata kepada ibu nya.


"bayi itu akan kami beri nama Diana Setiasih bu. bagus kan nama nya?"


"oh jadi bayi itu akan kalian beri nama dengan nama itu. tentu saja bagus karena di belakang nama nya ada nama ibu." ujar ibu Asih tersenyum dan Doni pun berkata.


"nama awal nya Diana diambil dari kata Dona dan Doni, iyakan sayang?" tanya Doni kepada Dona dan Dona mengiyakan sembari tersenyum saja.


Ibu Asih ikut tersenyum juga sembari menggelengkan kepala nya dan kemudian ia bertanya.


"gih kamu jawab sayang." lalu Dona menjawab nya.


"nama itu awal nya dari saran Avril yang tak sengaja berkata menyebutkan nama itu untuk anak kami berdua setelah menikah nanti bu. tetapi dengan ada nya peristiwa penemuan bayi itu, maka ada bagus nya nama itu diberikan untuk bayi malang itu. begitu cerita awal nya bu."


"oh jadi begitu. yasudah kalau begitu ada nya. ayo kita makan dulu, mubadzir ini makanan dari tadi belum dimakan." ujar ibu Asih kepada Dona dan Doni. kini mereka menyudahi perbincangan itu untuk Makan Malam Bersama dan Doni merasa senang sekali bahwa kali ini ia tak sendirian lagi dalam hidup nya. makan malam pertama bagi Doni bersama ibu Asih dan Dona di rumah itu, membangkitkan kerinduan dari ketiga nya di masa Dona dan Doni masih kecil.


Dengan hadir nya Dona dan ibu Asih di hidup Doni itu, sama hal nya yang akan dirasakan bayi tanpa identitas itu jika ia sudah besar nanti terhadap Dona dan Doni yang sudah menjadi orang tua angkat nya. peresmian nama bayi itu di khalayak umum akan Doni rencanakan nanti setelah ia dan Dona pulang dari bali. disela makan itu pun Doni berkata kepada Dona bahwa mereka nanti akan berangkat ke bandara naik taksi online dan mobil nya akan di taruh didepan rumah nya. Dona tak keberatan akan rencana Doni itu dan ibu Asih pun bilang bahwa ia sanggup mengurus bayi itu tanpa Dona dan Doni. kedua nya sangat senang terhadap kesanggupan ibu Asih itu dan sudah tak aneh juga bagi ibu Asih untuk mengurus bayi itu sendirian sembari bekerja. karena hal itu pernah ia lakukan ketika ia mengurus Doni dan Dona ketika bekerja di rumah mendiang pak Randi.


Kini waktu terus cepat berlalu dan ketiga orang yang makan tadi, sudah sejak tadi selesai makan dan ketiga nya kini sedang berada di ruangan tengah rumah itu. Ibu Asih terlihat sedang menidurkan bayi itu dengan dot susu dan Dona serta Doni, sedang memperhatikan bayi cantik yang sedang minum susu itu. kedua nya sesekali berbincang-bincang akan masa depan bayi itu nanti nya akan disekolahkan ke jenjang yang lebih tinggi dan akan di urus benar-benar oleh kedua nya. ibu Asih pun berkata agar menanamkan adab dan tata krama kepada bayi itu nanti agar ketika sudah besar nanti anak itu tau adab terhadap orang yang lebih tua dan lebih muda dari anak itu nanti nya. Dona serta Doni yang sudah di didik oleh ibu Asih dengan hal yang seperti itu, kedua nya sudah mengerti akan ucapan ibu Asih itu karena memang sudah terbukti apa yang ibu Asih ajarkan itu kepada Dona dan Doni sejak kecil. sikap perilaku Dona dan Doni yang baik dan sopan terhadap siapa saja itulah bukti yang nyata dari didikan ibu Asih kepada kedua nya.


Setelah perbincangan mereka di rasa cukup, ketiga nya mulai mengantuk dan malam sudah semakin larut. jam dinding baru saja menunjukan pukul sebelas malam dan Doni akan tidur di tengah rumah menemani bayi itu dengan beralaskan kasur lantai yang di balut seprai yang lembut. sedangkan Dona dan ibu nya tidur dikamar nya masing-masing. malam semakin larut dan Doni yang awal nya sedang memainkan ponsel nya itu sudah mulai mengantuk dan saat itu juga ia langsung tertidur. tak terasa waktu terus cepat berlalu dan adzan subuh sudah terdengar oleh Doni. pemuda itu bangun dari tidur nya dan ia menatap kesana-kesini mencari bayi yang tertidur di sebelah nya itu. ternyata bayi tadi sudah dipindahkan oleh ibu Asih ke dalam kamar nya dan ibu Asih yang membangunkan Doni itu berkata untuk segera bangun untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah.


Doni sudah bangun dan segera bergegas ke dalam kamar mandi untuk berwudhu dan setelah itu akan melaksanakan shalat subuh berjamaah dengan Dona dan ibu Asih yang sudah siap memakai mukena. setelah Doni berwudhu, ia segera kembali ke ruangan tengah rumah itu dan mulai melaksanakan shalat subuh berjamaah. Doni yang menjadi imam nya dan ibu Asih serta Dona yang menjadi makmum nya. setelah mereka melakukan shalat berjamaah dan berdoa, pagi hari yang gelap tadi, sekarang sudah mulai terang dan Dona segera bergegas ke dalam kamar nya untuk menyiapkan barang-barang yang akan ia bawa nanti ke bali bersama Doni. sedangkan Doni sedang menghubungi taksi online yang semalam sudah ia pesan dan pagi itu harus nya taksi yang ia pesan semalam itu sudah mulai menjemput Doni ke rumah nya ibu Asih. sedangkan ibu Asih, ia sedang menyiapkan sarapan pagi untuk nya serta untuk Dona dan Doni juga.


...*...


...* *...