KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
MEMAAFKAN KESALAHAN MBAK YUNI


PETUGAS Keamanan yang sedang berjaga di depan kantor itu hanya ada seorang diri dan itu adalah pak Yono. setelah ia makan siang sebelum nya, diri nya langsung berjaga lagi dan menunda waktu untuk nya merokok sehabis makan. jam sebentar lagi jam dua siang dan ia masih berdiri melakukan tugas nya dan sembari menunggu pak Taufik datang dari istirahat nya. sedangkan yang sedang di tunggu oleh pak Yono, sedang berada di depan kantin mbak Yani dan ia sedang memainkan ponsel nya sejenak. ketika diri nya baru keluar kantik mbak Yani, ia mendapat pesan dari teman nya yaitu pak Tomi.


Pesan itu berisi tentang pertanyaan dimana alamat ruko itu berada dan pak Taufik kini sudah memberitahukan nya dimana ruko pinangsia tempat kantor CV.Group Perkasa berada. alasan pak Tomi yang ditanya oleh pak Taufik itu, adalah akan ada nya rencana ketiga yang akan mereka lakukan untuk merebut sertifikat dari warisan milik Doni itu. setelah pak Taufik mengirim pesan kepada pak Tomi akan rencana yang belum dijelaskan itu, ia langsung bergegas menuju tempat nya kerja sebagai satpam.


Pak Yono yang sedang berjaga dengan berdiri itu, segera dihampiri oleh pak Taufik seraya berkata.


"sudah jam dua pak Yono, giliran saya yang ganti berjaga." ucap pak Taufik dan pak Yono langsung mengecek ponsel nya dan waktu sudah jam dua siang lebih sepuluh menit. setelah itu, pak Yono langsung pamit kepada pak Taufik untuk beristirahat dan pak Taufik hanya mengangguk menyetujui saran tersebut. setelah pak Yono pergi ke dalam kantor untuk beristirahat di ruangan khusus satpam, pak Taufik kini berjaga menggantikan pak Yono.


Pak Taufik yang kini sedang berjaga itu hanya membatin dalam hati nya.


"bagaimana ya cara nya meminta kunci kantor ini kepada si Yono itu? apa ia tak akan curiga jika aku berkata ingin memegang kunci kantor dengan alasan besok aku akan datang pagi-pagi?" ucap nya dalam hati dan ia kini sedang merenungkan apa yang akan ia lakukan selanjut nya tentang rencana nya dari ibu Dewi dan pak Tomi.


Sedangkan di dalam kantor pak Yaris, mbak Yuni sudah selesai menghitung uang gaji untuk karyawan nya dan termasuk gaji ia sendiri. setelah percakapan mereka selesai, mbak Yuni pamit kepada pak Yaris untuk kembali ke restorant pratama dan pak Yaris mengizinkan ucapan pamit dari mbak Yuni tersebut. setelah keluar dari ruangan pak Yaris, mbak Yuni terlihat membawa tas kain biru yang sudah jelas isi nya adalah uang gaji karyawan dan slip gaji nya.


Para karyawan dan karyawati yang masih sibuk bekerja, semua nya menatap heran lagi kepada mbak Yuni yang kini sudah masuk ke dalam kantor Doni dan tanpa ketukan pintu atau ucapan permisi. mereka mulai curiga akan kelakuan tak sopan nya mbak Yuni itu yang masuk tanpa mengetuk pintu dahulu ke dalam ruangan bos kantor itu. setelah mbak Yuni masuk, Doni terlihat sedang mengerjakan tugas nya yang sebentar lagi selesai dikerjakan.


Melihat mbak Yuni masuk ke dalam ruangan nya tanpa permisi, Doni masih cuek saja dan mata nya hanya fokus ke arah layar monitor komputer nya. mbak Yuni kini telah berjalan mendekati Doni yang sedang duduk dan mbak Yuni langsung memeluk nya sembari berdiri dan berkata.


"sayang aku pamit dulu ya, muachh.." ucap mbak Yuni mengecup pipi Doni dan Doni langsung mencekal lengan mbak Yuni yang baru saja ingin beranjak dari ruangan itu.


Mbak Yuni langsung menatap kekasih nya dan berkata genit.


"jangan di sini sayang bahaya! nanti saja dikamar apartemen ku saja kita menganu-anuan nya, hihihi." ucap nya dengan genit dan Doni hanya diam saja karena pegangan tangan nya itu disalah artikan. Doni yang sebenar nya masih kesal kepada mbak Yuni, segera berkata pelan.


"jangan pergi dulu, duduk!" ucap Doni dengan tegas dan mbak Yuni langsung duduk di kursi depan meja kerja Doni.


Mbak Yuni yang merasa heran dengan tatapan Doni yang dingin itu, langsung bertanya.


"mengapa tatapan mu seperti itu sayang?? apa aku sudah membuat kesalahan dan sampai membuat mu marah??" pertanyaan bernada terkaan dari mbak Yuni langsung dijawab oleh Doni.


"aku mau nanya sama kamu."


"tanya apa sayangku???"


Mbak Yuni hanya berkerut dahi menatap heran dengan ucapan dari Doni itu. tak seberapa lama, Doni lalu menunjukan poto yang ada dilayar ponsel nya dan berkata.


"ini apa maksud nya? apa kamu menduakan ku hah?" ucap Doni dan mbak Yuni langsung menyipitkan mata nya menatap poto bacaan isi percakapan whatsapp yang sudah discreenshoot. tiba-tiba diri nya melongo kaget dan berkata tanya kepada Doni.


"kok bisa?? itu..itu salah kirim tadi, oh iya aku lupa cek tadi sayang. itu pesan dari teman cewek ku sayang, jadi seperti itu..ya seperti itu." ucap alasan dari mbak Yuni yang serba bingung mencari jawaban atas alasan nya itu.


Poto screenshoot itu sudah jelas dari mbak Yuni kepada seseorang selain Doni. sebab, isi pesan itu adalah 'iya sayangku. nanti malam kita pergi kemana?? aku sudah enggak tahan ingin berlayar lagi dengan adik kecil mu yang kamu berinama Joni itu, hi..hi.hi'. Doni menatap dingin ke arah mbak Yuni dan yang ditatap berkata beralasan lagi.


"maaf sayang... itu tadi aku salah kirim. jangan berpikiran yang macam-macam deh." ucap mbak Yuni dengan merengek manja.


"yakin itu salah kirim??" tanya Doni lagi memastikan.


"iya sayang itu salah kirim, sudah hapus saja lagian gak penting juga sayang... masa masalah sepele begitu sampai membuat hubungan kita sampai renggang begini sih sayang?."


"iya tapi kan.." ucapan Doni terhenti dengan ucapan cepat dari mbak Yuni.


"sudah aku yang salah dan minta maaf sama kamu. terserah kamu mau memaafkan aku apa tidak." ucap mbak Yuni dan kini kepala nya murung seperti orang sedang memendam kesedihan.


Doni yang melihat hal itu menjadi bingung juga dan perlahan mencoba melupakan kejadian tersebut dan mencoba memaafkan kesalahan mbak Yuni itu. anak muda itu lalu bangkit dari duduk nya dan berjalan mendekati mbak Yuni seraya memeluk nya sambil berdiri dan berkata.


"sudah kamu jangan sedih sayang, aku sudah Memaafkan Kesalahan kamu itu. muachh... sudah kamu balik lagi ke tempat kerja mu sayang, nanti para karyawan pada curiga kepada kita." ujar Doni dan kini Mbak Yuni sudah meredakan kesedihan nya dan menatap Doni seraya berkata berterima kasih banyak.


Setelah mereka berciuman tanda perpisahan, kini mbak Yuni pamit untuk kembali bekerja sebagai menejer di restorant pratama cabang satu. setelah kepergian mbak Yuni, Doni langsung duduk lagi dan segera mengerjakan tugas nya yang sebentar lagi selesai itu. di luar kantor itu, pak Taufik sedang memainkan ponsel nya dan ia sengaja membelakangi CCTV depan kantor itu. ketika ia sedang asyik mengirim pesan kepada seseorang, diri nya tersentak kaget mendengar sapaan suara perempuan dari arah belakang nya.


"bapak ini sedang apa?"


"eh...bu.. ini saya sedang berjaga sebagai satpam baru bu." ucap pak Taufik kaget dan ia segera mengantongi ponsel nya.


Mbak Yuni yang menegur pak Taufik itu, segera berkata agar bekerja nya jangan sambil memainkan ponsel dan pak Taufik hanya mengangguk segan kepada mbak Yuni. setelah itu, mbak Yuni pergi menuju tempat nya bekerja dan membuat pak Taufik geleng-geleng saja menatap kecantikan mbak Yuni beserta bodi nya yang aduhai dan terlihat jelas di pakaian kantor nya yang serba ketat itu. pikiran kotor nya mulai kumat dan dalam hati nya ia membatin sembari wajah nya cengengesan menatap mbak Yuni yang sedang berjalan itu.


"he..he enak juga tuh kalau digenjot, pantat nya semok, pasti anu nya juga tembem? he..he..he." ucap pikiran mesum pak Taufik dan mata nya masih saja menatap pantat mbak Yuni yang semakin menjauh berjalan sampai di jalan aspal sana. pikiran kotor nya pak Taufik itu tak sadar, akan diri nya yang sekarang sudah beristri dan umur nya yang sudah tidak muda lagi. setelah membatin dengan pikiran kotor nya, pak Taufik langsung mengambil ponsel nya lagi dan meneruskan mengirim pesan kepada seseorang yang sudah pasti itu adalah ibu Dewi dan suami nya pak Tomi.