KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
MAK COMBLANG


SIANG HARI Mulai tiba dan tak terasa terik matahari siang itu lumayan panas menyengat kulit. Wawan baru saja keluar dari dalam kantor tersebut dan ia menatap heran kepada kedua satpam yang sedang berjaga di depan kantor tersebut. pak Yono yang sudah mengenal Wawan itu segera bertanya.


"kamu mau kemana Wan???"


"mau istirahat om." balas Wawan dan ia menatap ke arah pak Restu yang menatap nya juga. sejak pagi Wawan dan pak Restu belum bertemu dan wajar saja kedua nya sama-sama heran. pak Yono yang paham akan tatapan dari kedua nya itu, segera berkata kepada pak Restu untuk berkenalan dengan Wawan dan kedua nya kini bersalaman mengenalkan nama mereka masing-masing beserta jabatan mereka di kantor itu. setelah acara berkenalan singkat itu cukup, Wawan berkata kepada pak Yono untuk pergi istirahat dulu dan atas saran dari pak Yono, Wawan pergi ke kantin nya ibu Yani untuk merokok dan memesan kopi sambil menunggu jam istirahat pegawai kantor tiba.


Setelah Wawan pergi ke kantin nya ibu Yani, pak Restu bertanya kepada pak Yono.


"sejak kapan karyawan baru itu bekerja pak???"


"sejak pagi tadi pak, anak itu adalah bawaan nya den Doni dan mengaku juga teman nya den Doni."


"begitukah pak??? kok dia mau jadi OB? sedangkan den Doni menjadi bos nya? apa dia tak malu akan hal itu??" ucapan dari pertanyaan penuh keheranan dari pak Restu itu langsung di jawab dengan penjelasan yang masuk akal oleh pak Yono.


"kalau yang nama nya orang butuh sesuatu, ya harus bekerja. meskipun pekerjaan itu hina dan di pandang sebelah mata oleh orang lain. sesuatu keinginan yang besar tanpa ada modal itu harus bekerja apapun itu resiko nya. maka nya atas dasar ego pesimis dan minder di dalam diri kita itu harus dibuang jauh-jauh walaupun atasan kita adalah teman kita sendiri. ucapan yang saya katakan ini sama hal nya dengan yang sedang terjadi kepada nak Wawan itu, pak Restu." pak Restu yang mendengar wejangan dari pak Yono itu hanya manggut-manggut paham seraya tersenyum. kemudian kedua nya kini lanjut bertugas lagi dan menyudahi perbincangan kedua nya.


Di dalam ruangan khusus sekertaris, Dona dan Avril sedang berbincang dan masih duduk di kursi kerja mereka. kedua nya sedang memperbincangkan Wawan dan dimulai dari Dona.


"kamu yakin enggak mau mengungkapkan perasaan hati mu kepada mas Wawan itu???"


"masak baru kenal sehari langsung begitu Don!? nanti nya aku di kira cewek murahan tauk!" jawab Avril sedikit ketus.


"apa salah nya kan mencoba dulu Vril. nanti kamu akan menyesal loh jika lelaki idaman mu itu di ambil orang?"


"biarkan saja! cowok masih banyak kok diluaran sana!"


"yakin!?? cieeee wkwkwk. wajah mu semburat merah tuh? pasti sedang menyembunyikan sesuatu ya???" goda Dona dan Avril semakin cemberut dipermainkan oleh ucapan Dona barusan.


Dona lalu berkata kepada Avril lagi bahwa ia akan mencoba meminta nomor whatsapp nya kepada Wawan dan nanti akan di berikan kepada Avril. awal mula nya Avril menolak dan menyergah Dona, tetapi mereka tak jadi meneruskan perdebatan itu karena terdengar suara ketukan pintu dan suara Doni yang berkata permisi. kedua wanita itu saling tatap dan tanpa di suruh, Doni sudah membuka pintu tersebut dan masuk ke dalam. Dona dan Avril yang masih dalam posisi semula itu, menatap Doni yang membawa berkas lampiran tugas buat kedua nya.


Setelah Doni memberikan berkas itu kepada Dona dan Avril, Doni mulai berkata.


"mengapa wajah kalian mendadak tegang begitu???" tanya Doni penasaran. lalu Dona menatap Avril dan Avril pun menatap Dona dan Doni hanya berkerut dahi menatap kedua nya secara bergantian. lalu terdengar Dona berkata kepada Doni.


"oh iya bos. teman mu yang bernama Wawan tadi kemana sekarang???"


"untuk apa kamu menanyakan nya???" tanya Doni heran dengan ucapan Dona barusan.


"ini bos Doni, kata nya Avril tertarik sama...,"


"hust Dona!" potong Avril dan membuat Dona tak meneruskan ucapan nya.


Doni yang heran akan dua wanita itu segera bertanya lagi kepada Dona.


"maaf ya Vril, hehehe." ucap Dona cengengesan dan Avril semakin cemberut menatap Dona.


"katakan saja apa yang akan kamu katakan itu Avril."


"anu bos.. tidak ada apa-apa kok." jawab Avril beralasan.


"apakah kamu tertarik akan ketampanan Wawan???" ucapan dari Doni tersebut membuat Avril tegang dan di saat itu juga Dona menimpali nya dengan ucapan.


"sangat tertarik bos! sudah kamu jangan malu-malu Vril! siapa tau bos Doni bisa mendekatkan kamu dengan teman nya yang menurut kamu tampan itu." ucap Dona dan membuat Doni tertawa geli melihat Avril yang salah tingkah dan tersenyum dongkol menatap Dona.


Dona dan Doni yang tertawa geli itu, segera meredakan tawa nya dan Doni kini berkata dengan serius kepada Avril.


"jika kamu tertarik kepada Wawan, itu adalah alasan yang bagus untuk kalian lebih kenal dekat secara pribadi. asal kalian tahu, aku sengaja mengajak Wawan bekerja di kantor ini. bukan sekedar untuk memperkerjakan nya saja, tetapi agar ia mendapat jodoh sekira nya pacar. tetapi entah Wawan tertarik atau tidak kepada mu Vril, aku akan berusaha menjadi Mak Comblang di antara kalian supaya Wawan bisa suka dan jatuh cinta kepada mu Vril." ucapan Doni tersebut langsung di timpali oleh Dona.


"aku dan bos Doni mendukung mu Vril. tenang saja, kami akan membantu mu kok." Avril yang mendengar hal itu segera mengendurkan kejengkelan hati nya dan berkata.


"apa dia mau dengan ku yang berkaca mata minus ini???" Dona dan Doni saling tatap dan kini kedua nya menatap Avril lagi. ada rona murung di wajah Avril dan Dona mencoba bertanya kepada Avril.


"mengapa kamu sampai murung begitu Vril???'


"aku tak terlalu berharap kepada seorang lelaki. tetapi jika ia mau menerima segala kekuranganku ini, aku pasti akan berharap kepada nya untuk menjadi pendampingku." ucapan Avril tersebut membuat Dona dan Doni tersenyum.


Avril kini menengadahkan wajah nya kepada Dona dan Doni seraya berkata.


"dibandingkan dengan diriku, seperti nya ia lebih tertarik kepada mu Dona." Dona tercengang mendengar hal itu dan Doni biasa saja karena ia sepemikiran dengan Avril.


"apa maksud mu berkata begitu Vril???" Avril lalu menghirup napas nya dan membuang nya pelan. lalu ia duduk sembari menatap wajah Doni dan Dona, kemudian berkata.


"ketika ia membersihkan ruangan ini, tatapan mata nya selalu kepada mu Dona. malah ketika kita bertatapan sambil berbincang, ekor mata ku melihat nya sesekali mencuri pandang kepada mu." ucapan dari Avril tersebut membuat Doni langsung angkat bicara.


"jangan heran! itu adalah watak jelek nya Wawan. ia selalu terobsesi dengan kecantikan seorang wanita tanpa memikirkan isi hati nya."


"masak sih sayang?" tanya Dona penasaran.


"iya sayang. aku kenal sekali dengan watak dan sikap Wawan dari dulu, karena aku adalah sahabat yang dekat sekali dengan nya. ketika aku masih tinggal di kampung bersama ibu ku, aku sering bermain dengan Wawan. bahkan sampai menginap dan makan pun sering kali di rumah nya. jadi wajar saja aku tahu akan tabiat Wawan yang baik dan jelek nya." ujar Doni menjelaskan nya. Avril dan Dona yang mendengar hal itu kini saling tatap seakan Dona mengirimkan sinyal untuk Avril agar mengenal lebih jauh dulu latar belakang siapa Wawan itu sebenar nya.


...*...


...* *...