
BELL Jam makan siang mulai terdengar dan semua para karyawan kantor kini menyudahi pekerjaan mereka itu. Doni, Dona dan Avril yang masih berada di dalam ruangan khusus sekertaris, masih melanjutkan perbincang-bincangan nya lagi.
"jam istirahat sudah tiba. ayo kita makan siang dulu di kantin nya ibu Yani dan setelah itu kita bahas lagi tentang Wawan itu." ujar Doni kepada Dona dan Avril. kedua gadis itu mengangguk menyetujui nya dan kemudian ketiga nya berjalan ke luar ruangan kantor tersebut.
Ruangan kerja di lantai dua sudah mulai sepi dan hanya menyisakan satu karyawan saja yaitu Lesti. ia sedang duduk di kursi kerja nya dan sesekali menatap ke arah pintu ruangan khusus sekertaris. ketika ketiga orang itu keluar dari ruangan khusus sekertaris tadi, Lesti diam-diam memotret ketiga nya memakai ponsel nya. setelah Doni dan Dona serta Avril turun ke lantai satu, Lesti segera mengirim poto yang ia potret secara diam-diam itu kepada seseorang.
Di depan kantor CV.Group Perkasa, Wawan baru saja keluar dari kantin nya ibu Yani dan berjalan menuju kantor CV.Group Perkasa. kedua satpam yang tadi nya ada dua orang, kini hanya menyisakan pak Restu saja dan sudah dipastikan pak Yono istirahat pertama dahulu pada waktu itu. ketika Wawan sampai di depan kantor tersebut, Doni dan Dona serta Avril keluar kantor dan berpapasan dengan Wawan. Avril seketika itu juga langsung diam terpaku begitu pun Dona dan Doni. pak Restu pun menatap mereka dan terdengar Wawan berkata kepada Doni.
"wah mau pergi kemana kamu beserta karyawan cantik-cantik ini Doni???" tanya Wawan dengan akrab nya dan membuat pak Restu berkerut dahi dan berkata kepada Wawan.
"sopan sedikit kepada atasan mas! saya saja sangat segan kepada den Doni!" ucapan tersebut membuat Dona dan Avril menatap Wawan dan pak Restu. Doni hanya tersenyum saja diri nya di bela oleh pak Restu dan di saat itu juga Wawan menjawab nya.
"untuk apa segan pak. saya dan Doni sudah sangat akrab sekali dan biasa memanggil nama langsung, iya kan Doni?" pak Restu hanya geleng-geleng kepala saja mendengar ucapan Wawan tersebut.
Doni yang mendengar ucapan dari Wawan dan pak Restu itu segera menengahi nya.
"sudah-sudah tak perlu berdebat. Wawan orang nya memang slengean pak Restu. biarkan sesuka dia saja mau memanggil nama saya apa saja, yang penting dia tidak membangkang peraturan dan perintah dari atasan." ujaran Doni tersebut membuat pak Restu hanya angkat bahu saja tanda terserah. Wawan yang sejak tadi mencuri pandang ke arah Dona itu, langsung di tegur oleh Doni.
"kau sedang melihat apa Wan???" ucapan Doni tersebut membuat Wawan kaget dan nyengir malu. Avril dan Dona yang melihat hal itu hanya tersenyum geli saja menatap Wawan yang salah tingkah bercampur malu.
"sudah lanjutkan pekerjaan mu Wan. aku dan dua sekertaris ku ini mau istirahat dan makan siang dahulu." ujar Doni lagi dan Wawan hanya mengangguk sembari berjalan menuju pintu masuk kantor tersebut.
Pak Restu yang menatap kepergian Wawan tersebut hanya geleng-geleng kepala saja dan kini Doni menatap pak Restu seraya berkata.
"pak Restu sudah berkenalan dengan teman saya yang orang nya slengean itu kah???"
"mereka sangat akrab dan dekat sekali Yun. sekertaris yang nama nya Dona itu, terlihat sangat lengket sekali dengan bos Doni. seperti nya benar apa kata mu Yuni, mereka sudah berpacaran secara diam-diam." Wawan yang mendengar ucapan tersebut hanya membatin dalam hati nya.
"jadi Doni dan perempuan yang bernama Dona itu berpacaran??? apakah Dona itu yang berkaca mata atau yang cantik dan tinggi itu???" baru saja Wawan membatin begitu, ia mendengar suara itu lagi.
"jadi apa rencana mu??? apakah aku harus meminta nomor whatsapp nya sekertaris bos Doni itu? baiklah. nanti aku akan meminta nya, yasudah. byee..." ujar suara wanita itu lagi dan Wawan kini berani kan diri untuk memasuki ruangan lantai dua yang luas itu.
Ketika Wawan mulai bekerja membersihkan semua debu di area lantai dua itu, ternyata suara perempuan tadi berasal dari karyawan yang kini sudah turun ke lantai satu dan acuh tak acuh kepada Wawan. Wawan yang menatap sembari senyum ramah kepada perempuan itu tadi, hanya di balas dengan tatapan tajam dan sinis saja. Wawan dalam hati nya membatin karena harga diri dan kesopanan nya merasa direndahkan.
"baru menjadi karyawan saja sombong nya minta ampun! apalagi jadi bos!? lalu, apa maksud nya ia membicarkan Doni dan sekertaris itu kepada seseorang? apakah dia seorang CEPU? yang tampang baik tapi menusuk teman dari belakang???" setelah membatin begitu, Wawan langsung bekerja lagi dan masih memikirkan ucapan perempuan itu tentang Doni dan perempuan yang bernama Dona. Wawan belum mengenal nama Dona dan Avril jadi ia tak tahu nama Dona itu yang mana.
Di dalam kantin, terlihat para karyawan sedang makan siang sesama rekan kerja nya dan ada juga yang sembari berbincang-bincang. di salah satu meja, ada Doni yang duduk berhadapan meja dengan Avril dan Dona. posisi mereka persis sama dengan posisi ketika Dona dan Avril di traktir makan siang oleh Doni ketika peristiwa Dona dan Avril yang baru saja melamar pekerjaan beberapa pekan yang lalu. sambil menunggu pesanan yang mereka pesan tiba, ketiga nya kini mulai berbincang-bincang lagi.
"benarkan apa kataku? mas Wawan itu mata keranjang orang nya! sejak di depan kantor tadi, ia menatap wajah mu terus Dona." ucap Avril menegaskan kepada Dona. Doni yang mendengar hal itu hanya diam saja ketika Dona membalas ucapan dari Avril tersebut.
"bos Doni juga mata keranjang Vril. lihat mata nya menatap ku terus." ucapan Dona tersebut membuat Doni tertawa geli dan membuat Avril yang awal nya sedikit jengkel, kini malah ikut tertawa geli juga. kelakar dari Dona tersebut membuat Doni dan Avril yang tertawa itu segera berkata.
"bisa saja bidadari ku ini bercanda nya. hehehe." ujar Doni terkekeh geli dan Avril menimpali nya.
"ciee... enak ya dipanggil bidadari oleh kesayangan. hehehe." Avril yang berkata meledek begitu kepada Dona, hanya di balas dengan senyuman dongkol saja oleh Dona sembari berkata.
"ngiri ya??? nanti aku suruh mas Wawan untuk memanggil mu bidadari nya, xixixi." ujar Dona cekikikan membalas ejekan Avril. Doni hanya tersenyum geli saja menatap dua wanita cantik di depan nya itu saling ejek secara halus. tak seberapa lama kemudian, kedua wanita itu selesai bercanda gurau nya karena pesanan makan siang mereka telah tiba. setelah Doni dan Dona beserta Avril membaca doa makan, kini ketiga nya makan dan tanpa mereka sadari. sejak tadi Lesti yang keluar dari dalam kantor, kini sudah duduk di kursi meja yang kosong dekat meja mereka sembari menguping pembicaraan ketiga nya tadi.