
DI DALAM Ruangan kantor pak Yaris sudah ada pak Yono yang duduk menghadap kepada pak Yaris dan pak Yaris yang awal nya menatap layar monitor nya karena sedang mengawasi pak Taufik dan pak Yono sebelum nya ketika berada di luar pintu masuk kantor, kini sedang menghadap pak Yono dan sedang mendengarkan cerita dari pak Yono tentang ucapan pak Taufik tadi. pak Yaris mencoba bertanya kepada pak Yono tentang kejujuran nya itu.
"apa pak Yono tak salah bicara?"
"orang itu bilang kepada saya begitu pak." jawab pak Yono berusaha meyakinkan ucapan nya kepada pak Yaris.
Pak Yaris yang kini sedang merenung itu segera menatap pak Yono dan berkata.
"apakah rencana yang saya bilang kepada pak Yono itu akan berhasil? jika orang itu kita jebak untuk mengambil sertifikat perusahaan ini, dengan cara memberikan kunci kantor nya?"
"saya ragu akan hal itu pak..."
"ragu kenapa pak Yono??"
"saya ragu karena takut disalahkan jika sertifikat itu benar-benar dicuri dan hilang." jawab pak Yoni berkata jujur dan pak Yaris hanya tersenyum geli seraya geleng-geleng kepala nya.
Kemudian pak Yaris berkata kepada pak Yono lagi disela senyum nya itu.
"bapak tak usah khawatir akan soal itu, saya yang akan menanggung akibat dari rencana saya ini. pak Yono cukup ikuti tugas yang saya berikan kepada bapak dan sisa nya saya yang lakukan." ujaran pak Yaris tersebut langsung ditanya oleh pak Yono.
"jadi saya harus memberikan kunci kantor ini kepada penjahat itu?"
"hanya itu cara yang tepat untuk menjebak pak Taufik dan orang suruhan nya itu." jawab pak Yaris dan pak Yono hanya bisa berkata terserah dan pasrah akan rencana pak Yaris yang di anggap nya sangat beresiko itu.
Di satu sisi, Doni yang sedang berada di kantin nya ibu Yani. diri nya kini sedang makan dengan lahap nya dan sesekali mengecek ponsel nya. ibu Yani kini sedang beres-beres di dalam kantin itu karena sebentar lagi jam lima sore dan waktu nya kantin tersebut tutup. setelah Doni makan dan minum, ia memanggil ibu Yani untuk membayar pesanan nya itu. ibu Yani menghampiri nya dan menerima kartu atm hitam yang sebelum nya pernah dipakai Doni untuk membayar pesanan makanan nya tersebut.
Setelah ibu Yani pergi ke kasir nya untuk melakukan transaksi atm Doni, anak muda itu sudah bangun dari duduk nya. tak seberapa lama, ibu Yani mendekati Doni memberikan atm nya lagi dan berkata.
"den Doni tahu tidak satpam yang baru bekerja dikantor nya den Doni?"
"hmm... pak Taufik maksud ibu?"
"iya itu den. orang nya mencurigakan sekali ya?"
"ah..ibu ini jangan berburuk sangka dahulu. kita kan enggak tahu juga, orang itu baik atau jahat bu." ucapan Doni itu hanya dibalas dengan anggukan ibu Yani.
Kemudian Doni bertanya lagi kepada ibu Yani tentang pertanyaan nya tadi.
"memang nya ibu Yani kenapa bisa sampai mencurigai pak Taufik itu???"
"hmm anu den... mungkin cuman perasaan ibu saja kali, he he he." ucap ibu Yani beralasan seraya cengengesan. Doni yang mendengar alasan tersebut, hanya manggut-manggut dan tidak memikirkan persoalan tersebut. setelah perbincangan itu selesai, Doni pamit kepada ibu Yani untuk masuk kembali ke dalam kantor nya dan ibu Yani hanya mengangguk hormat dan ia kemudian melanjutkan pekerjaan beres-beres nya lagi.
Doni yang kini sudah keluar kantin dan menuju kantor nya, melihat pak Taufik dan pak Yono sedang berbincang-bincang. Doni mendekati kedua nya dan berkata.
"wah baru sehari sudah akrab sekali." ucap nya dan membuat dua orang itu menghentikan percakapan nya. setelah Doni berkata begitu, pak Yono langsung berkata kepada Doni.
"den Doni ditunggu oleh pak Yaris di dalam ruangan nya."
"oh?! ada apa pak Yaris menunggu saya pak Yono???"
"saya kurang tahu Den, sebaik nya den Doni datang saja ke ruangan nya." ujar pak Yono dan Doni langsung mengiyakan saran tersebut dan bergegas masuk ke dalam kantor menuju lantai dua.
"sudah makan nya nak?"
"sudah pak, kata pak Yono saya dipanggil oleh bapak? ada apa sebenar nya pak?" pak Yaris masih belum menjawab pertanyaan Doni dan ia kini sedang mematikan komputer nya karena pekerjaan nya sudah beres.
Setelah itu ia baru menjawab pertanyaan Doni barusan.
"begini nak, ada sesuatu yang ingin bapak katakan kepadamu."
"soal apa itu pak..???" tanya Doni penuh keheranan.
"persoalan ini menyangkut pak Taufik dan diri mu nak."
"maksud nya??? ada apa dengan pak Taufik dan diri saya pak???" tanya Doni lagi semakin penasaran dengan ucapan tersebut. pak Yaris lalu berkata kepada Doni dengan ucapan yang serius.
"begini nak, waktu pagi tadi pak Yono memergoki pak Taufik yang sedang berbicara lewat telepon dengan seseorang didalam ruangan khusus satpam." setelah berkata begitu, pak Yaris menyalakan layar ponsel nya dan memberikan nya kepada Doni dan berkata.
"kamu baca sendiri isi pesan whatsapp dari pak Yoni ini nak, biar kamu tidak mengira bapak ini berbohong kepadamu." ujar pak Yaris dan Doni yang masih heran itu langsung menerima ponsel pak Yaris dan membaca isi percakapan pesan whatsapp dari pak Yono dan pak Yaris tersebut.
Ketika Doni membaca nya, ada nama ibu Dewi di isi pesan yang dikirim pak Yono. ia langsung menatap tegang ke arah pak Yaris dan berkata tegang juga seraya menaruh ponsel pak Yaris dimeja kerja pak Yaris.
"celaka!!! kita harus segera bertindak pak?!!" Doni segera bangun dan ingin keluar ruangan pak Yaris. tetapi pak Yaris segera berkata tegas kepada Doni untuk berhenti. setelah Doni berhenti dan berbalik arah menatap pak Yaris, diri nya langsung berkata tegang kepada pak Yaris.
"kita harus cepat mencegahnya pak.?!"
"tunggu dulu nak! kamu jangan gegabah dahulu! bapak sedang merencanakan sesuatu dan kamu duduk dulu sini. bapak mau jelaskan kepada mu." ujar ucapan pak Yaris dan membuat Doni tak bisa mengelak nya.
Ia kini kembali ke tempat duduk nya tadi dan berkata tanya kepada pak Yaris.
"rencana apa yang sebenar nya yang akan bapak lakukan??"
"kita akan menangkap pak Taufik beserta orang-orang yang menyuruh nya agar dimasukan ke dalam sel penjara!" ujar pak Yaris dengan tegas. Doni yang mendengar hal itu langsung bertanya lagi.
"apa bapak bisa jelaskan cara nya...???" pak Yaris hanya mengangguk dan mulai menjelaskan nya.
"rencana bapak adalah akan menjebak pak Taufik untuk mencuri semua sertifikat asli milik perusahaan ini nak. setelah ia berhasil membawa kabur nya, tinggal kita lacak nomor ponsel nya pak Taufik menggunakan GPS kantor polisi, karena pasti persoalan ini ada kaitan nya dengan pihak berwajib." ujar pak Yaris dan Doni masih sanksi akan rencana tersebut.
Kesanksian Doni itu langsung di lontarkan oleh ucapan nya yang bernada meragukan itu.
"apakah itu akan berhasil pak? bagaimana jika pak Taufik mengganti nomor nya?"
"kita cari alamat rumah nya, atau kita langsung datang ke rumah ibu kandung mu nak." ujar pak Yaris dan Doni bertanya lagi.
"bagaimana jika mereka sudah pindah tempat dan kita tidak mendapatkan jejak nya???" tanya Doni lagi karena rencana itu penuh dengan resiko yang tinggi. pak Yaris yang mendengar ucapan dari Doni itu kini merenung dan berkata.
"benar juga ya?! rencana bapak bisa saja berhasil dan tetapi keberhasilan itu mendatangkan resiko yang besar pula."
"lantas kita harus bagaimana sekarang pak? apa kita langsung labrak saja pak Taufik itu?!!"
"jangan gegabah nak!? kita tidak ada bukti yang kuat untuk melabrak nya atau bahkan sampai menuduh nya sebagai seorang penjahat?!" ujar pak Yaris dengan tegas menyergah saran dari Doni. kini Doni dan pak Yaris hanya bisa merenungi akan permasalahan tersebut untuk mencari Solusi Yang Tepat untuk mencari jalan keluar dari persoalan tersebut.