
SETELAH Dona memotret wajah Doni yang menurut nya lucu itu, ia lalu melihat isi galeri ponsel Doni sampai hampir habis. ketika ia sampai menscrool dibagian paling bawah, ada sekitar tujuh poto screen shoot pesan whatsapp dan Dona segera membuka nya karena penasaran. setelah ia membaca isi pesan tersebut, wajah Dona sedikit murung dan mulai nampak gusar. ia sesekali menatap Doni dan kemudian melihat layar ponsel Doni sembari membatin.
"mengapa ia masih menyimpan poto screen shoot bekas percakapan pesan ketika ia dan si wanita jalank itu masih berpacaran?" ujar Dona yang sedikit bingung. lalu Dona langsung menghapus nya tanpa ada kata persetujuan dari Doni.
Dona tahu bahwa itu adalah poto screen shoot dua tahun yang lalu, tetapi rasa cemburu nya nampak ada ketika ia membaca poto usang itu. kini Dona meletakan ponsel Doni di meja rias nya bersebelahan dengan ponsel nya. ia sedikit mengantuk juga pada siang itu, tetapi tempat tidur nya sedang di pakai oleh Doni dan ia membatin.
"apa aku harus tidur disamping calon suami ku ini? tetapi bagaimana jika nanti Doni macam-macam ketika aku sedang tertidur lelap? ah enggak mau ah! aku takut nanti hamil diluar nikah jika Doni sampai macam-macam kepada ku! lebih baik aku tidur di kamar ibu saja." setelah membatin begitu, Dona langsung meninggalkan Doni yang masih tertidur dengan lelap nya.
Setelah Dona menutup pintu kamar nya, ia segera masuk ke dalam kamar ibu nya. tetapi ketika ia mau membuka pintu kamar ibu nya, ternyata dikunci dari luar dan sudah pasti kunci nya dibawa oleh ibu nya. Dona yang sedikit agak dongkol itu, segera memutuskan untuk tidur di ruangan tengah rumah nya saja dengan beralaskan kasur lantai. ia lalu masuk lagi ke dalam kamar nya untuk mengambil bantal dan setelah itu ia keluar lagi menuju ruangan tengah rumah nya. kini Dona sudah terbaring telentang dan sudah memejamkan mata nya tanpa harus memikirkan apapun lagi.
Di satu sisi, Avril dan Wawan yang sejak pagi sudah pergi berduaan menaiki motor matic nya Wawan untuk mengantar Avril pulang ke rumah orang tua nya dulu, kini sedang berada disebuah rumah makan yang menyediakan bakso dan mie ayam. sebelum nya ketika Wawan sampai dirumah orang tua nya Avril, ia sempat dijamu dulu dirumah Avril dan saling bercengkrama untuk saling mengenal satu sama lain. percakapan antara Wawan dan kedua orang tua nya Avril itu, kini Wawan bahas lagi kepada Avril. kedua nya kini terlihat sedang asyik makan sembari mulai berbincang dan dimulai dari Wawan.
"apa kamu masih ingat ketika ibu mu dan ayah mu tadi bertanya kepada kita tentang hubungan kita yang baru berpacaran ini akan dibawa kemana?"
"oh soal itu. iya aku ingat, memang nya kenapa sayang?" tanya Avril sembari mengunyah bakso yang ia makan.
Wawan lalu menjawab nya bahwa kedua orang tua Avril seakan meragukan akan pekerjaan Wawan yang hanya seorang OB biasa itu. Avril hanya tersenyum kepada Wawan sembari bertanya.
"apa kamu minder akan pertanyaan kedua orang tua ku soal pekerjaan mu itu sayang?"
"yah.., sedikit sih." ujar Wawan sedikit lesu dan Avril langsung berkata.
"mungkin cuman perasaan kamu saja kali sayang. kedua orang tua ku itu tak memikirkan akan pekerjaan calon pendamping anak nya. apa kamu tahu tentang kakak ku yang menikah dengan paman Yono itu???"
"iya aku tahu." jawab Wawan dan Avril lanjut berkata menjelaskan nya kepada pacar nya itu.
"paman Yono hanyalah seorang satpam biasa dan ia menikah dengan kakak ku yang hanya lulusan tamat SMA saja. ayah dan ibu ku tak mengekang anak nya untuk memilih pendamping hidup nya nanti. mereka hanya khawatir akan tanggung jawab suami nya nanti bagaimana kepada anak nya. maka dari itu, ketika kamu ditanya pekerjaan nya oleh ayah dan ibu ku. kamu hanya ditanya sanggup apa tidak untuk membahagikan aku ketika nanti kita sudah menikah secara resmi. itu maksud sebenar nya yang dilakukan ayah dan ibu ku, bukti nya adalah kakak ku yang sekarang sudah berkeluarga dengan paman Yono." penjelasan dari Avril tersebut, membuat hati Wawan mulai terbuka lagi untuk memperjuangkan kisah cinta nya dengan Avril.
Wawan lalu berkata lagi kepada Avril bahwa ia berjanji akan membahagiakan Avril nanti dan akan menabung setiap bulan setelah ia digaji nanti dari pekerjaan nya. Avril hanya tersenyum kepada Wawan seraya berkata kepada nya.
Di rumah nya ibu Asih, Doni sudah mulai terbangun dari tidur lelap nya. mata nya masih sedikit buram dan ia merubah tidur nya dari posisi telungkup menjadi telentang. ia menatap langit-langit flapon kamar Dona sembari sesekali merenungi apa yang sudah terjadi kepada nya ketika pagi tadi. ia lalu mencari ponsel nya dan ternyata berada di meja rias Dona. Doni lalu menatap ke arah jam dinding kamar Dona yang baru menunjukan pukul tiga sore hari. Doni kini bangun dari rebahan nya dan berjalan menuju pintu kamar itu untuk mengambil air minum di dapur rumah itu karena ia mulai merasa kehausan.
Setelah Doni keluar dari dalam kamar Dona dan menuju arah dapur yang harus melewati ruangan tengah rumah itu, Doni melihat Dona yang tertidur terlentang dan hanya memakai tangtop dan celana pendek sebatas paha nya yang putih mulus itu. sebagai seorang lelaki normal, Doni merasa tertantang akan napsu birahi nya ketika menatap buah dada Dona yang masih ranum dan tak terlalu besar itu. ditambah paha mulus Dona semakin membuat hasrat napsu Doni semakin mengebu-gebu. setelah Doni puas melihat keadaan Dona yang seperti itu, ia langsung berjalan menuju dapur rumah itu sembari kedua tangan kiri nya membetulkan letak adik kecil nya yang ikut tegang melihat pemandangan indah tadi.
Setelah Doni minum dengan puas nya, ia kembali lagi ke ruang tamu dan kini mendekati Dona yang masih tertidur dengan lelap nya. setelah dekat, Doni duduk di samping Dona dan ia sedikit menelan ludah nya karena ia grogi akan melakukan apa kepada Dona yang sedang tertidur itu. Doni lalu menyingkapkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik Dona dengan pelan dan penuh perasaan. setelah itu, Doni mengecup kening Dona dengan lembut dan pada saat itu juga Dona membuka mata nya. Doni sedikit kaget juga ketika menatap Dona yang tiba-tiba membuka mata nya itu dan menatap Doni dengan tatapan aneh.
"ehh.. aku pikir kamu sedang tertidur lelap sayang?" tanya Doni gugup dan beralasan untuk menutupi salah tingkah nya.
"sejak kapan kamu bangun dari tidur mu sayang?" tanya Dona yang masih terbaring dan Doni menjawab nya.
"baru saja aku bangun karena kehausan dan aku sudah minum air tadi di dapur." ucap Doni yang sesekali menatap buah dada Dona yang menantang gairah nya itu.
Dona yang tahu arah mata Doni itu mau kemana, segera berkata.
"kamu masih haus sayang?"
"sudah kenyang kok. hehe" ucap Doni beralasan karena Dona saat itu juga menutup buah dada nya memakai kedua lengan nya yang bersidekap di dada. Doni yang sudah kepalang tanggung bernapsu itu, segera mencium bibir Dona yang ranum itu dengan cepat nya dan membuat Dona sedikit kelabakan. aneh nya, Dona tak mengelak akan kelakuan Doni yang tanpa permisi lagi itu. Doni kini sudah *******-***** dua buah dada Dona secara bergantian dan posisi kedua nya itu, Dona terbaring dan Doni berada di samping nya sembari bibir kedua nya berciuman mesra.
Ciuman panas dan permainan nakal tangan Doni di buah dada nya Dona itu, semakin membuat Dona diburu napsu nya dan ia hanya bisa mengerang kenikmatan ketika tangtop nya di singkapkan oleh Doni ke atas dan Doni kemudian memagut dua buah bukit kembar nya Dona yang masih berwarna merah jambu itu. lengan Doni sesekali mengusap area sarang burung nya Dona dan Dona kegelian sampai mencoba menghalau nya dengan cara menutup nya memakai paha nya yang merapat.
Adegan Panas itu hanya cukup sampai di buah dada nya Dona saja. kini Doni sudah menyudahi adegan itu dan mulai membuka resleting celana nya. Dona yang sebenar nya sudah pernah memegang barang kelakian dari mantan nya dulu, segera meraih burung nya Doni yang besar itu. Dona tak kaget akan burung Doni yang besar nya tak wajar itu dan malah langsung menghisap nya dengan napsu. mulut Dona bagai sesak ketika menghisap barang kelakian Doni itu dan kini Doni yang semakin mengerang ke enakan. tak terasa hampir setengah jam mereka melakukan adegan panas itu dan kemudian Doni memuncratkan cairan air mani nya itu di mulut Dona dan Dona segera menyudahi hisapan barang kelakian Doni tadi.
Kedua nya kini merasakan kenikmatan dari permainan panas mereka itu tanpa harus memasukan burung nya Doni ke dalam lubang sarang nya Dona. kedua nya belum berani melakukan perbuatan lebih jauh dari itu jika mereka belum resmi menikah. Doni dan Dona kini sudah pergi ke dalam kamar mandi untuk mencuci area tubuh mereka yang dipakai bekas permainan panas mereka tadi. setelah kedua nya membersihkan diri dan sudah membetulkan letak pakaian mereka, kini kedua nya berjalan beriringan menuju ruangan tamu rumah itu. pada saat itu juga, muncul motor Wawan yang terlihat sedang membonceng Avril berhenti di halaman rumah itu.
...*...
...* *...