KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
MENGANTAR PULANG


CAHAYA Sore hari mulai membias di langit biru berlapis awan senja temaram. sore hari kala itu Doni baru saja sampai di depan kantor nya dan waktu menunjukan pukul setengah lima sore. kedua satpam penjaga kantor tersebut hanya tersenyum menatap Doni yang baru keluar dari mobil nya dan masuk ke dalam kantor tersebut. setelah Doni masuk ke dalam kantor nya, ia segera duduk di kursi kerja nya dan membatin.


"sebentar lagi bell jam pulang akan terdengar, hmm... coba aku hubungi Dona dahulu." setelah membatin begitu, Doni langsung mengirim pesan kepada Dona untuk menanyakan nya sedang apa.


Dona yang sedang berada di ruangan kantor nya bersama Avril, langsung membalas pesan tersebut dan Avril bertanya kepada Dona.


"dari siapa Dona???"


"ini dari bos Doni Vril." ujar Dona dan Avril hanya manggut-manggut saja mendengar nya. kemudian Dona membalas pesan dari Doni tersebut dan Doni membalas nya.


"yasudah kalau begitu sayang. nanti aku antar kamu pulang bersama teman mu itu ya." ujar Doni membalas nya.


Dona yang menerima pesan dari Doni tersebut, langsung bertanya kepada Avril.


"kamu nanti pulang ikut sama pak Yono lagi tidak Vril???"


"kayak nya ia sih Don. memang nya kenapa???"


"ini tadi bos Doni mengirim pesan, kata nya nanti pulang dia mau Mengantar kita Pulang naik mobil nya."


"asyikkk!! kalau begitu aku ikut kalian saja ya, hehehe." ucap Avril mendadak girang dan Dona menatap aneh kepada Avril seraya berkata.


"huuu dasar!" Avril hanya tertawa lepas saja menatap Dona yang sedikit cemberut itu dan tak lama suara bell pulang berbunyi.


Kedua nya langsung beres-beres meja dan kemudian segera mematikan komputer kerja mereka. Doni pun melakukan hal yang sama dan setelah itu, ia langsung bergegas keluar kantor nya untuk mengantar Dona pulang ke rumah nya. ia masih menunggu di luar ruko kantor tersebut dan kedua satpam tadi sedang membereskan barang mereka di ruangan khusus satpam. para karyawan kantor pun semua nya ikut pulang ke rumah mereka masing-masing dan ada salah satu karyawan yang sejak tadi masih berdiri memainkan ponsel nya. ia sesekali melirik Doni yang sedang berdiri sambil bersandar di mobil nya.


Ketika Dona dan Avril keluar kantor itu secara bersamaan, kedua nya mendekati Doni. karyawan yang tadi segera mengirim pesan kepada seseorang dan mata nya sesekali menatap Doni, Avril dan Dona yang masuk ke dalam mobil tersebut. setelah mobil Doni berlalu, pak Yono kemudian keluar kantor bersama rekan satpam nya. ia lalu mengunci pintu kantor tersebut dan setelah itu, ia memperhatikan kepada karyawan yang sejak tadi asyik memainkan ponsel nya.


Pak Yono kenal dengan orang itu dan ketika ia ingin bertanya, pak Restu sudah memanggil nya di parkiran khusus motor. mau tak mau pak Yono segera mendekati motor nya yang akan dikendarai oleh pak Restu dan pak Yono yang di bonceng. rasa penasaran pak Yono terhadap karyawan itu, hanya ia simpan saja dalam hati nya. kini keadaan kantor sudah sepi lengang dan di depan kantor tersebut, hanya ada satu karyawan tadi saja. setelah ia selesai memainkan ponsel nya, ia segera beranjak dari tempat itu dan berjalan ke arah dimana ruko tempat restorant pratama berada.


Di dalam mobil nya Doni, Dona duduk di depan bersebelahan dengan Doni dan Avril duduk di belakang nya Dona. ketiga nya terlihat sedang berbincang-bincang dan dimulai dari Dona.


"sudah Dona, paman tahu kok aku ikut pulang dengan mu naik mobil nya bos Doni." ujar Avril menjawab nya. Dona hanya manggut-manggut saja dan kemudian Avril bertanya kepada Dona.


"cincin yang kamu pakai itu kok sama ya dengan yang dipakai bos Doni?" pertanyaan Avril tersebut langsung di jawab oleh Doni yang sejak tadi hanya mendengarkan sembari mengemudikan mobil nya.


"cincin kami berdua memang sengaja beli sepasang. ini menandakan bahwa kita pasangan yang romantis ya sayang?" ucap Doni sembari menggoda Dona. gadis itu hanya mengangguk saja dan Avril langsung berkata.


"cieee... so sweet... romantis nya gak ketulungan nih yee..." ucap Avril mengejek dan Doni hanya tertawa saja ketika Dona berkata ketus kepada Avril.


"lebay Vril! maka nya kamu cari pasangan biar gak lebay!"


"wkwkwk... kenapa kok mesti cari pasangan sih?" tanya Avril lagi dan Dona menjawab nya.


"biar kamu gak lebay!" ucap Dona ketus dan Doni hanya tertawa pelan saja. tiba-tiba saja Dona langsung mencubit pinggang Doni dan Doni merintih kesakitan.


Dona terus saja mencubit dan setelah Doni meminta maaf, cubitan Dona tersebut langsung di lepaskan. Avril yang melihat hal itu hanya tertawa ditahan memakai telapak tangan nya melihat Doni yang meringis sembari meminta maaf kepada Dona yang melototi Doni. tak seberapa lama, mobil Doni kini berhenti dan sudah berada di depan rumah nya ibu Asih. ketiga orang itu turun dari mobil tersebut dan Avril berkata berterima kasih kepada Doni karena telah mengantar nya dan kemudian ia berpamitan kepada Doni dan Dona untuk pulang ke rumah nya pak Yono.


Setelah kepergian Avril, Doni langsung berkata kepada Dona untuk pamit kembali pulang. Dona hanya mengangguk dan berkata hati-hati di jalan. di saat Doni mau masuk mobil, ibu Asih keluar dari rumah nya dan mendekati Dona seraya berkata.


"tumben den Doni langsung pulang kembali sayang?"


"kata nya ia harus segera pulang untuk mandi sore bu, nanti malam ia akan kesini lagi." ujar Dona kepada ibu nya. Doni yang sudah membelokan mobil nya untuk kembali pulang, hanya memberi klakson saja kepada Dona dan ibu Asih. ibu dan anak itu lalu melambaikan tangan kepada Doni yang semakin berlalu dan menjauh dari pandangan mereka.


Setelah Dona melepas sepatu hak tak terlalu tinggi nya, ia langsung masuk ke dalam rumah bersama ibu nya. sore hari itu Dona langsung mandi sore dan waktu sebentar lagi menunjukan pukul setengah enam sore hari. diperjalanan Doni mendapat pesan whatsapp dari seseorang dan ketika ia membuka nya, ternyata itu dari teman nya yaitu Wawan. pesan whatsapp dari Wawan tersebut hanya pesan basa-basi saja dengan menanyakan Doni sedang apa. Doni hanya membalas nya bahwa ia akan mandi sore dan setelah itu Doni menambahkan agar besok Wawan jangan sampai lupa untuk melamar pekerjaan ke kantor nya. setelah itu Doni langsung fokus mengemudikan mobil nya yang sebentar lagi sampai didepan ruko kantor nya.


Ketika ia melewati ruko restorant pratama cabang satu, ia melihat ke arah depan restorant itu yang disitu ada mbak Yuni yang sedang berdiri bersama pegawai kantor nya Doni. Doni kenal siapa lawan bicara mbak Yuni itu dan ia hanya cuek saja berlalu dengan mengemudikan mobil nya menuju kantor nya. tanpa ia sadari, ternyata diri nya sedang di gosipkan oleh mbak Yuni dengan pegawai kantor CV.Group Perkasa yang baru di ketahui bernama Lesti. ternyata orang yang sejak tadi berdiam diri di depan kantor CV.Group Perkasa sembari memainkan ponsel nya serta memperhatikan Doni tadi, itu adalah Lesti dan ia adalah salah satu rekan kerja nya mbak Yuni yang sangat dekat dengan nya. Lesti adalah teman seangkatan mbak Yuni ketika masih menjadi pegawai biasa di kantor CV.Group Perkasa. obrolan rahasia mereka itu sudah selesai dan kini terlihat Lesti sudah bergegas pulang dari depan restorant itu dan mbak Yuni langsung masuk lagi ke dalam restorant tersebut.


Setelah Doni sampai di depan kantor nya, ia langsung memarkirkan mobil nya dan setelah itu ia masuk ke dalam kantor tersebut dengan membuka kunci pintu nya. setelah ia masuk dan naik ke lantai tiga, ia langsung mandi sore dan selepas itu ia akan shalat maghrib. nanti jam tujuh malam ia akan keluar kembali untuk menengok pak Yaris yang sedang sakit di rumah nya dan di samping itu Doni akan mengajak Dona nanti nya.