KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
MASA LALU DONI


LANGIT Senja hari mulai berganti gelap nya malam hari kala itu. Doni sudah berada di dalam kamar nya yang berada di lantai tiga kantor ruko yang sekarang sudah menjadi milik nya. Doni sedang membuka ponsel baru nya yang baru saja di beli oleh nya dengan di antar pak Yaris sesudah mereka pulang dari rumah ibu Dewi.


Mereka sebenarnya mampir terlebih dahulu ke supermall untuk membeli ponsel dan barang kebutuhan Doni lain nya. Doni sangat ingin memiliki ponsel karena tanpa ponsel hidup nya yang seorang diri itu terasa hampa. ia dulu pernah memiliki ponsel dan ponsel itu dijual oleh ibu nya karena tidak ada uang untuk makan mereka. Doni yang sadar akan kesusahan yang di alami keluarga nya itu, hanya bisa merelakan ponsel yang ia beli dengan susah payah memakai tabungan sisa uang jajan sekolah nya pada masa Doni masih berumur delapan belas tahun.


Masa Lalu Doni yang hidup susah itu, berlangsung sampai Doni lulus sekolah SMA. untung kala itu ia mendapat beasiswa dari sekolah nya, jadi ia tak memikirkan biaya yang seharus nya ditanggung oleh ibu nya itu menjadi tak berbayar atau gratis. Doni yang kala itu masih sekolah menengah atas, berusaha semaksimal mungkin agar ia mengembangkan bakat kepintaran nya agar dapat bantuan dari pemerintah. atas kerja keras nya di sekolah nya, Doni berhasil mendapat rangking pertama di sekolah nya dan ia menjadi lulusan terbaik di sekolah nya kala itu.


Kecerdasan dari kerja keras nya belajar semasa sekolah itulah ia mendapat biaya operasional sekolah yaitu beasiswa yang diberikan oleh pemerintah melalui pihak sekolah tempat Doni bersekolah. Doni awal nya ditawari untuk naik ke tingkat atas universitas setelah lulus SMA. tetapi ia menolak nya karena ia sudah tak memiliki biaya yang memadai untuk melanjutkan nya. biaya masuk universitas memang di tanggung oleh pemerintah dan biaya untuk ongkos atau uang jajan nya itulah yang membuat Doni menjadi murung dan tak bersemangat.


Rasa tahu diri akan keadaan keluarga nya yang kurang mampu dan tak memungkinkan untuk menanggung biaya sekolah nya, Doni menolak nya dan hanya memilih untuk tidak meneruskan sekolah nya ke jenjang yang lebih tinggi. ia hanya menjadi seorang pengangguran selama hampir tujuh tahun lama nya. setelah ia lulus SMA ketika berumur delapan belas tahun, ia hanya menganggur saja karena tidak ada pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan kemampuan nya.


Ia menyayangkan ijazah nya jika harus bekerja di suatu tempat yang mengharuskan memakai ijazah asli nya ketika akan melamar pekerjaan tersebut. ajakan dari teman sekolah nya yang telah lulus dan mendapat pekerjaan di suatu perusahaan pabrikan itu, Doni tolak karena menurut nya pekerjaan dipabrik itu sangat beresiko akan terjadi hal-hal yang tak di inginkan oleh nya. ditambah jika di terima bekerja di tempat tersebut, sistem kerja nya hanya di kontrak beberapa bulan dan paling lama setahun.


Memang gaji nya lumayan besar dan resiko nya pun lumayan besar pula. resiko nya adalah ijazah yang ditahan itu tidak akan segera di kembalikan setelah si pekerja itu habis masa kontrak nya bekerja di perusahaan dibidang pabrikan tersebut. Doni pernah sekali di interview oleh HRD perusahaan tersebut, ketika di interview itulah Doni menolak nya karena ia tidak mau mengorbankan ijazah nya hanya untuk pekerjaan yang sesaat dan resiko akan di tahan ijazah nya.


Pemilik tenaga kerja di pabrik yang sudah PT tersebut, memang sering mengandalkan kerja keras pekerja nya yang rajin dan gesit. jika ada pekerja yang kerja nya lelet dan bermalas-malasan, maka tak sampai tiga bulan karyawan tersebut akan diberhentikan dari bekerja nya dan ijazah nya akan tetap di tahan sebelum si karyawan tersebut dipanggil kembali oleh pihak manajemen perusahaan tersebut.


Ibarat sandra, ijazah asli si pelamar pekerja tersebut adalah sebagai syarat jaminan siap nya orang yang akan bekerja di tempat pabrikan tersebut dan tanda siap nya menanggung resiko nya suatu saat nanti jika sipekerja melakukan kesalahan ditempat tersebut.


Mungkin jika Doni menurutkan niat nya untuk menjadi gelandangan bahkan sampai menjadi pengemis, ia tak akan pernah menemukan kebahagian sama sekali di dalam hidup nya. bagaimana mungkin pak Yaris bisa menemukan Doni, jika Doni sudah tak bersama ibu Dewi. sekalipun pak Yaris tak tahu dimana rumah ibu Dewi sekarang, ia pasti akan menemukan nya dengan pergi ke kantor polisi untuk mencari keberadaan ibu Dewi memakai poto copy kartu identitas ibu Dewi semasa masih muda dan identitas itu masih ada tersimpan di dalam brankas nya mendiang pak Randi beserta sertifikat perusahaan tersebut.


Mendiang pak Randi sengaja mengambil kartu identitas ibu Dewi dan mempoto copy nya semasa pak Randi masih hidup, karena dirinya sudah memperhitungkan kelakuan istri nya itu sepeninggal nya pak Randi nanti. ia sudah memprediksi bahwa harta separuh yang ia berikan kepada istri nya itu akan habis di jual dan mungkin rumah nya pun ikut dijual. pasti suatu saat ibu Dewi akan pindah rumah ke tempat lain bersama anak tunggal nya.


Pemikiran itulah yang membuat pak Randi berbicara kepada pak Yaris agar nanti mencari tempat ibu Dewi setelah anak tunggal nya dewasa dan menjadi penerus perusahaan nya. prediksi pak Randi memang selalu tepat dan perhitungan tersebut sudah terjadi dengan tepat. pak Yaris yang menjadi saksi dari ucapan mendiang pak Randi pada masa yang telah lalu, hanya geleng-geleng kepala saja mengingat ucapan mendiang pak Randi yang sekarang sudah menjadi kenyataan.


Cerita hayalan masa lalu tersebut berhenti sampai di situ. Doni kini sedang memainkan ponsel nya dan ia memakai jaringan internet wifi kantor tersebut. ia sedang browsing mencari-cari nama universitas tempat gadis cantik yang kartu identitas nya masih ia pegang. rasa penasaran itu tumbuh lagi di benak Doni untuk mencari keberadaan gadis cantik tersebut.


"kok dicari gak ketemu-ketemu ya.?! apa aku yang salah mengetikan nama universitas nya..???" ujar Doni yang kala itu sedang berbaring memainkan ponsel baru nya.


Kemudian Doni membuka Dompet lepek nya dan mengambil kartu identitas pelajar seorang gadis yang sedang menjadi bahan hayalan nya. Doni sangat terobsesi sekali ingin mencari keberadaan gadis cantik anak kuliahan itu. sejak tadi ia hanya memainkan ponsel nya mencari-cari nama gadis tersebut di internet sampai mata nya kelelahan dan ia pun tak kuat mengantuk. kemudian doni tertidur dengan masih dibayang-bayangi seraut wajah cantik anak gadis kuliahan tersebut.


...*...


...* *...