
CAHAYA Sinar mentari di pagi hari itu mulai meninggi dan diperkirakan baru jam setengah delapan pagi. Doni yang pagi itu sedang olahraga lari pagi, kini sudah masuk ke dalam kantor nya lagi untuk mandi dan masuk bekerja. para karyawan kantor satu persatu sudah mulai berdatangan dan masuk ke dalam kantor yang sudah tak terkunci itu.
Kedua satpam yang harus nya datang pagi itu kini salah satu nya sedang izin libur kepada pak Yaris dengan alasan istri nya mau melahirkan pada malam sebelum nya. sedangkan pak Yono pagi itu yang masuk bekerja dan ia sedang mengendarai sepeda motor matic nya dan terlihat ia sedang membonceng seorang perempuan cantik berpakaian seragam kantoran. perempuan itu adalah Dona yang pagi itu sedang menunggu angkutan umum dihalte bis dan bertemu dengan pak Yono pada saat itu juga.
Tujuan mereka yang sama-sama berangkat bekerja dan sama-sama satu tempat tujuan itu, membuat pak Yono segera mengajak Dona untuk ikut dengan nya dan Dona pun tak menolak nya karena mendapat tumpangan gratis dari pak Yono. diperjalanan menuju kantor tempat mereka bekerja, pak Yono bertanya dengan suara sedikit keras kepada Dona disaat ia mengendarai motor nya.
"kamu sudah berkenalan dengan adik ipar belum Dona??" Dona yang mendengar samar-samar ucapan dari pak Yono yang diselingi deru angin itu, langsung menjawab nya.
"belum om, baru juga jam delapan kurang sepuluh menit." ujar Dona salah dengar dan pak Yono yang fokus mengendarai motor nya itu juga samar-samar mendengar ucapan dari Dona dan pak Yono lalu menjawab nya dengan ucapan sedikit keras.
"om pikir kalian sudah akrab."
"apa nya yang akrab om???" kali ini pak Yono berkerut dahi mendengar ucapan dari Dona itu karena laju sepeda motor nya perlahan pelan dan masuk melalui pintu petugas parkiran ruko pinangsia.
Setelah mengambil tiket sewa parkiran, pak Yono belum berkata lagi kepada Dona dan ia masih saja mengendarai sepeda motor nya menuju kantor CV.Group Perkasa. di sisi lain di depan kantor itu, Avril baru baru saja sampai di tempat itu. ketika pak Yono memberhentikan sepeda motor nya dan kemudian ia memarkirkan nya, Dona sudah turun dan berjalan mendekati Avril yang menatap nya sembari tersenyum tanda persahabatan. Dona pun menatap nya seraya tersenyum juga dan sekaligus berkata.
"aku pikir kamu bakal telat masuk Vril?"
"ah enggak lah Don. aku kan naik ojek online pagi tadi, jadi gak telat gara-gara menunggu datang nya angkutan umum." jawab Avril dan Dona pun menyampaikan uneg-uneg kekesalan nya akibat menunggu angkutan umum yang tak kunjung tiba. ia juga berkata untung ia bertemu pak Yono di jalan, jadi diri nya tak telat masuk bekerja.
Di sela mereka berbincang-bincang begitu, pak Yono menghampiri kedua nya dan berkata.
"syukurlah kalau kalian sudah akrab begitu." Dona langsung berkata kepada pak Yono.
"dari kemarin juga kami sudah akrab om!?"
"betul paman." timpal Avril menyebut pak Yono dengan sebutan paman. Dona langsung menatap Avril dan bertanya.
"om Yono ini paman mu Vril???" Avril hanya mengangguk saja dan saat itu juga pak Yono berkata kepada Dona.
"kan om sudah berkata kepada mu tadi Dona, kamu sudah berkenalan dengan adik ipar om belum. tadi kamu jawab nya belum."
"pertanyaan kapan itu om??" tanya Dona heran.
"waktu om bonceng kamu tadi, emang nya kamu dengar om berkata apa kepada mu???" mendengar hal itu Dona merenung dan segera berkata.
"bukankah tadi om berkata sekarang jam berapa apa sudah telat belum. perasaan ku dengar om berkata begitu." pak Yono malah berkerut dahi dan berkata kepada Dona.
"kamu salah dengar itu nak." baru saja pak Yono berkata begitu, suara bel kantor sudah berbunyi dan mereka masing-masing langsung bergegas untuk bekerja di kantor itu. Hari Pertama Bekerja Dona kini di mulai dan ia akan bekerja secara berdampingan dengan teman baru nya yaitu Avril.
Ketiga ruangan khusus atasan di kantor itu ada tiga tempat, yaitu satu tempat CEO, yang kedua tempat HRD, dan ruangan yang ketiga dulu nya kosong. kini sudah di isi kembali oleh kedua karyawati diperusahaan tersebut. dua karyawati itu adalah Dona dan Avril, yang kini kedua nya sedang duduk di kursi meja kerja nya masing-masing dan mengerjakan tugas pekerjaan nya. di samping ruangan itu adalah ruangan Doni, yang dimana anak muda itu sedang berkerja juga. pekerjaan nya hari itu agak banyak karena ia harus menanggung pekerjaan nya pak Yaris.
Doni yang sedang menatap layar monitor komputer nya itu berkerut dahi dan segera menghubungi seseorang lewat telepon kantor.
"halo mbak Yuni."
"iya ada apa bos?" tanya suara perempuan dari telepon kantor Doni.
"catatan stock yang mana bos Doni???" tanya suara itu lagi penasaran.
"yang kirim laporan pra stock pembelian barang di restorant cabang satu ini siapa??"
"saya sendiri bos."
"kamu sekarang kemari, tinggalkan dulu pekerjaan mu itu." setelah Doni berkata begitu, ia lalu menutup telepon kantor itu.
Di satu sisi mbak Yuni yang sedang duduk di kursi ruangan kerja nya, langsung bangkit dari duduk nya dan keluar ruangan tersebut. ia lalu langsung bergegas menuju kantor CV.Group Perkasa, karena di panggil oleh atasan nya itu. pemanggilan mbak Yuni ke kantor itu membuat mbak Yuni punya pemikiran lain untuk berkesempatan mendekatkan diri nya lagi dengan bos nya yang dulu pernah menjadi mantan kekasih nya itu.
Sudah hampir seperempat jam mbak Yuni berjalan menuju kantor itu, tibalah ia di sana dan sudah masuk ke dalam kantor tersebut. Doni yang sedang mengetik di papan keyboard komputer nya itu langsung berseru mempersilahkan masuk kepada seseorang yang berada di balik pintu luar ruangan nya. setelah pintu di buka dan ternyata itu adalah mbak Yuni. Doni langsung berkata memanggil mbak Yuni untuk mendekati nya dan perempuan itu menuruti nya.
Setelah mendekati Doni, mbak Yuni berkata tanya kepada bos nya itu.
"memang nya apa yang salah bos???"
"ini coba kamu lihat." ujar Doni dan mbak Yuni langsung menatap layar komputer Doni. setelah mbak Yuni memperhatikan nya, ternyata ia sadar ada kesalahan penulisan di setiap bagan pembelian barang.
"astaga! maaf bos, saya tak sadar akan hal itu. nanti saya rubah lagi bos, maafkan saya." ucap mbak Yuni bernada memohon maaf.
Doni yang awal nya sudah sedikit marah itu segera meredakan amarah nya. ia orang nya tak tegaan untuk mengecam yang sampai berkata kasar kepada seseorang siapa pun itu.
"yasudah saya maafkan!." ujar Doni tegas dan saat itu juga mbak Yuni berkata.
"maaf bos, bukankah ruangan khusus sekertaris itu kosong ya?" ucapan tersebut langsung dijawab oleh Doni.
"memang nya kenapa mbak Yuni.???"
"anu bos, tadi saya melihat seorang perempuan keluar dari ruangan itu dan kemudian masuk lagi. siapa itu bos..???" tanya mbak Yuni penasaran.
Doni yang sedang melihat jam di dinding kantor itu langsung menjawab nya.
"ruangan khusus sekertaris sudah di isi oleh dua karyawati yang baru saya lantik kemarin."
"benarkah bos??? mengapa harus perempuan??? lalu, bukankah karyawan di sini banyak yang sudah bekerja tahunan untuk diperkerjakan naik jabatan???" tanya mbak Yuni lagi dan langsung dijawab oleh Doni.
"awal nya saya berpikir begitu mbak. tetapi pak Yaris tak sepemikiran dengan saya. maka nya dicarilah karyawan baru yang sekira nya sikap nya masih polos dan sopan terhadap atasan."
"mengapa seperti itu bos???" tanya mbak Yuni lagi penasaran.
"karena semua karyawan yang ada di sini pada gila jabatan semua. pasti mbak Yuni sudah tahu, dari sekian banyak nya karyawan di kantor ini. hanya ada tujuh orang saja yang terpilih untuk naik jabatan oleh pak Yaris dan salah satu nya adalah mbak Yuni yang sekarang menjabat sebagai menejer restorant di cabang satu." ujar Doni menjelaskan nya.
"baik saya paham bos. ketujuh orang itu termasuk saya adalah karyawan baru yang dipilih secara langsung oleh pak Yaris untuk memimpin restorant disetiap cabang. tetapi kini cabang restorant ini ada lima saja dan dua lagi bukankah sudah dijual oleh ibu Dewi, ibu nya bos Doni itu???" tanya Dona lagi dan sebenar nya mbak Yuni sudah tahu akan hal tersebut.
"sudahlah jangan membahas yang sudah terjadi itu!" ujar Doni sedikit sewot karena ia mulai benci ketika mendengar nama ibu nya di sebut-sebut lagi.