KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
DIREKTUR UTAMA CV.GROUP PERKASA


WAKTU Menunjukan pukul delapan pagi dan sebuah mobil mewah berwarna hitam, kini sudah terparkir di halaman luas depan kantor CV.Group Perkasa. pak Yono yang kini sedang berjaga dengan berdiri bersebelahan bersama pak Taufik di depan pintu kantor itu, segera menyambut dengan ucapan ramah kepada seseorang yang baru keluar dari mobil tersebut dan menuju ke arah pintu kantor itu.


"selamat pagi pak Yaris..." ucap pak Yono.


"selamat pagi pak.." ucap pak Taufik.


"pagi juga pak Yono dan pak Taufik." balas pak Yaris kepada kedua nya dan kemudian ia berkata lagi kepada pak Yono dan pak Taufik.


"pak Yono, nanti kasih tahu pak Taufik ini tentang sistem kerja sebagai penjaga di kantor ini bersama aturan larangan nya ya?!" ucap pak Yaris menegaskan dan pak Yono hanya menunduk segan dan mengiyakan saran tersebut.


Setelah berkata begitu, pak Yaris masuk ke dalam kantor dan naik ke lantai dua menuju ruangan kantor nya. pak Yono yang sudah diberitahukan amanat oleh pak Yaris tadi, segera berkata kepada pak Taufik yang sejak tadi berdiri memandangi karyawan-karyawan kantor lain yang lewat dijalan depan kantor itu.


"oh iya pak Taufik, apakah bapak belum di beri tahu tentang hal-hal apa saja yang dikerjakan sebagai petugas keamanan ditempat ini..???"


"belum pak. malah saya baru mendengar hal itu dari pak Yaris barusan." balas pak Taufik dengan sikap pura-pura lugu dan polos nya.


Pak Yono hanya manggut-manggut dan kemudian berkata kepada pak Taufik.


"sebenar nya, peraturan bagi pekerja seperti kita ini tak banyak pak."


"apa pak Yono bisa menjelaskan nya..???" tanya pak Taufik mulai mencoba bertanya-tanya kepada pak Yono.


"peraturan nya hanya tiga saja. yang pertama, jangan main ponsel ketika sedang berjaga. yang kedua jangan keluyuran kemana-mana selagi sedang berjaga di depan kantor ini. dan yang ketiga adalah menuruti suruhan atau ucapan dari atasan dan harus melaksanakan nya." ujar pak Yono kepada pak Taufik, rekan kerja nya itu.


Pak Taufik hanya menatap heran dan berkata.


"hanya itu saja pak..??? apa ada yang lain lagi... misal nya jangan merokok sembari berjaga atau sambil makan..???" ucapan tersebut hanya di tertawakan oleh pak Yono dan tak terlalu keras. pak Taufik hanya berkerut dahi dengan pak Yono yang tertawa itu, kemudian pak Yono menghentikan tawa nya dan berkata.


"kalau soal yang bapak katakan itu, sudah pasti dilarang dan bisa dapat S.P bagi karyawan yang melanggar larangan tersebut." ucapan pak Yono langsung dibalas oleh ucapan pertanyaan pak Taufik.


"apa itu S.P pak...??? apakah itu nama obat sakit gigi..???" ucapan pura-pura bodoh dari pak Taufik itu hanya ditertawakan lagi oleh pak Taufik sembari berkata disela tawa nya.


"wk..wk..wk... bapak ini ada-ada saja, padahal sudah berpengalaman bekerja sebagai petugas keamanan? mengapa S.P saja tak tahu arti nya pak?? haduh.. lucu sekali bapak Taufik ini..ck..ck..ck.." pak Taufik yang berkata begitu, membuat pak Taufik nyengir kuda karena ia merasa tersinggung dengan kata sindirian secara halus dari pak Yono itu.


Maka dengan menutupi rasa canggung dan kikuk nya, pak Taufik langsung berkata beralasan.


Dalam hati pak Yono, ia hanya membatin dalam hati nya.


"pintar akting juga nih orang... jelas-jelas ucapan nya ketika berada di dalam ruangan itu seperti orang yang jahat dan licik! tetapi mengapa di depan orang-orang seperti ku ini, ia pura-pura bodoh dan lugu? aku harus lebih hati-hati berkata dan bergaul dengan orang ini!" ucap batin pak Yono dan mulut nya berkata lain.


"nanti jam dua belas siang, bel istirahat berbunyi dan nanti kita bergantian istirahat selama dua jam."


"selama dua jam dari jam dua belas sampai jam dua maksud nya pak..???" tanya pak Taufik lagi penasaran.


"begini pak Taufik, jam dua belas siang itu jam istirahat untuk makan siang bagi semua karyawan di tempat ini. bagi kita sebagai penjaga keamanan di tempat ini, dari jam dua belas siang sampai jam dua kita bergantian istirahat. lalu dari jam dua sampai jam empat kita bergantian lagi sampai pulang jam lima sore. apa bapak paham.???" ucap pak Yono menjelaskan nya dan pak Taufik menjawab nya masih belum paham dari ucapan pak Yono tersebut.


Lalu pak Yono berkata lagi menjelaskan secara rinci kepada rekan kerja nya yang pura-pura bodoh dan pintar bermuka dua itu.


"sederhana nya begini pak. semisal saya ingin istirahat dahulu dari jam dua belas sampai jam dua siang. nah, ketika saya istirahat. bapak berjaga sendirian di sini sampai jam dua. setelah itu saya kembali berjaga, dan bapak mulai istirahat dari jam dua sampai jam empat sore. apa bapak sudah paham..???"


"iya saya paham pak..paham sekali.." jawab pak Taufik seraya tersenyum memahami ucapan pak Yono itu.


Pak Yono pun ikut tersenyum juga dan kini mereka mulai fokus bekerja lagi dan sudah menyudahi perbincangan formalitas tersebut.


di dalam ruangan kantor, pak Yaris sudah duduk di kursi kerja nya dan ia sedang mengumpulkan berkas yang akan ia berikan kepada Doni untuk di kerjakan. meskipun Doni itu seorang CEO atau Direktur Utama di perusahaan CV.Group Perkasa, pak Yaris berani menyuruh Doni untuk mengerjakan sesuatu tugas perusahaan itu karena suatu amanat pesan dorongan dari mendiang pak Randi kepada nya.


Dorongan amanat pesan tersebut tentang ucapan yang sangat berharga untuk dipelajari dari pak Randi kepada pak Yaris. ucapan itu mencakup tentang tugas suatu Bos di suatu perusahaan yang dikelola nya. mendiang pak Randi berkata agar nanti jika anak nya sudah besar dan mampu memimpin perusahaan peninggalan nya itu, pak Yaris harus bisa membimbing nya dan jangan ragu untuk menyuruh nya karena semua itu atas dorongan dari mendiang pak Randi agar anak nya merasakan capek dan lelah nya bekerja mencari uang itu bagaimana dan sudah pasti itu semua ujian untuk Doni karena mencari uang itu tidak mudah dan gampamg. Doni sebagai anak bos besar dan pewaris tunggal nya mendiang pak Randi, pernah di wanti-wanti oleh mendiang pak Randi kepada pak Yaris agar selalu mematai-matai gerak-gerik anak nya nanti jika sudah menjadi bos perusahaan ini. hal itu ditakutkan pak Randi karena sipat anak nya itu mudah terpengaruh dengan ucapan orang lain dan mudah sekali di hasut. itulah ucapan tugas dari mendiang pak Randi kepada pak Yaris sebelum meninggal nya dan kini tugas tersebut sedang dikerjakan oleh pak Yaris sampai seterus nya.


Sedangkan diruangan sebelah kantor pak Yaris dan itu adalah kantor Doni, anak muda itu sedang asyik nya memainkan ponsel nya sembari tersenyum-senyum sendirian. ia belum mengerjakan apa-apa karena masih menunggu pak Yaris merapikan tugas yang akan diberikan kepada Doni sebentar lagi. anak muda itu sejak tadi sedang chating dengan pacar pertama nya itu yang tak lain adalah mbak Yuni.


Mbak Yuni yang awal nya mandi dikamar mandi apartemen nya itu, kini telah selesai segala nya sampai dandan juga dan berpakaian seragam kantor. waktu kala itu jam setengah sembilan pagi dan mbak Yuni kemudian pamit kepada Doni untuk berangkat kerja dan Doni pun mengizinkan nya dengan balasan pesan.


"hati-hati dijalan nya sayang. nanti jika sudah sampai di kantor dalam restorant cabang satu, utamakan sarapan dulu sayang. muach semangat sayang." isi pesan whatsapp tersebut sudah terkirim dan sampai di ponsel nya mbak Yuni yang sedang menyetir kemudi mobil nya itu menuju tempat kerja nya.


...*...


...* *...