
PAK Yaris segera bertanya kepada Doni setelah mereka mendengar cerita dari pak Taufik tentang cerita nya ketika dipecat disuatu pekerjaan nya sebagai petugas keamanan atau satpam. pak Yaris bertanya kepada Doni tentang bagaimana cara mereka menerima lamaran pak Taufik itu dengan cara di test terlebih dahulu selama beberapa minggu.
Doni hanya mengangguk mengiyakan penuturan dari saran pak Yaris tersebut. kemudian pak Yaris berkata kepada pak Taufik.
"bapak kami terima bekerja di tempat ini sebagai petugas keamanan. tetapi dalam jangka waktu tiga minggu ini dimulai dari besok, pak Taufik bekerja memasuki tahap proses training selama tiga minggu itu. jika kinerja pak Taufik ini bagus dan tidak lalai seperti yang pernah pak Taufik ceritakan sebelum nya, kami pasti menerima bapak bekerja di tempat ini dan bapak akan dijadikan karyawan tetap setelah masa training tiga minggu. jika bapak memenuhi syarat tersebut, nanti akan di kontrak selama nya di tempat ini. apakah bapak Taufik setuju..???" ujar pak Yaris dan bertanya kepada pak Taufik.
Pak Taufik kemudian bersedia akan ucapan Syarat Dari Pak Yaris tadi dan Doni pun mulai berkata kepada pak Taufik.
"semangat bekerja nya ya pak. nanti bapak Taufik akan di arahkan oleh pak Yono sebagai orang yang sudah lama menjadi petugas keamanan di tempat ini."
"baik pak Doni terima kasih banyak." ujar pak Taufik dan kemudian mereka saling bersalaman karena pak Taufik sudah dipersilahkan pulang dan besok nya mulai bekerja sebagai petugas keamanan bersama pak Yono.
Masa training bekerja yang akan di jalani oleh pak Taufik itu selama tiga minggu. jika dalam waktu tiga minggu itu pak Taufik bekerja nya tak becus atau lalai dan bermalas-malasan akan tugas nya, maka tak ada alasan lagi untuk meneruskan pekerjaan nya di tempat tersebut dan itulah resiko nya jika pak Taufik melakukan kesalahan dalam masa training kerja nya.
Setelah pak Taufik pamit izin untuk pulang dan sudah keluar ruangan pak Yaris, kini Doni mulai bertanya-tanya kepada pak Yaris. ia masih belum mengerti dengan apa yang sudah dikatakan oleh pak Taufik beserta pak Yaris tadi.
"maaf pak. saya mau bertanya, apakah hampir semua nya tempat yang mengatasnamakan Spa dan Sauna itu tempat nya para lelaki seperti gigolo dan perempuan seperti pelacur..???" tanya Doni kepada pak Yaris.
Yang ditanya hanya tersenyum kepada Doni dan kemudian pak Yaris menjawab pertanyaan tersebut.
"nak Doni, tak semua nya para pekerja seperti gigolo dan pelacur itu bekerja di tempat seperti itu. setahu pengalaman bapak, ada tempat yang dalam nya murni untuk Spa dan Sauna saja dan ada juga yang tidak murni seperti yang sudah diceritakan oleh pak Taufik tadi nak Doni."
Doni hanya manggut-manggut mendengar penjelasan dari pak Yaris itu.
Kemudian Doni bertanya lagi kepada pak Yaris tentang rasa heran nya.
Pak Yaris hanya manggut-manggut mendengar ucapan dari Doni itu dan kemudian pak Yaris bertanya kepada Doni.
"yah bisa saja benar ada nya yang kau katakan itu nak. tetapi bapak tak bisa memastikan ucapan dari perkiraan mu itu benar atau salah. karena tempat nya para wanita dan lelaki penghibur itu banyak tempat nya dan bukan hanya di tempat seperti itu saja. beberapa tempat seperti di tempat karaoke, club malam atau diskotik bahkan bisa saja mereka menjajakan diri nya lewat sosial media di internet. zaman sekarang hal yang seperti itu sudah lumrah dan sudah nampak sekali terang-terangan. kalau dulu hal yang seperti itu hanya ada di tempat seperti persimpangan jalan atau di warung remang-remang di pinggiran jalan. kalau sekarang zaman nya sudah beda dan kebanyakan main nya itu hotel dan tempat-tempat prostitusi lain nya." ujar pak Yaris kepada Doni.
Anak itu hanya manggut-manggut mendengar penjelasan dari pak Yaris. kemudian Doni bertanya kepada pak Yaris lagi.
"apakah bapak Yaris tahu, mengapa mendiang ayah bisa mengetahui ibu yang berselingkuh dengan lelaki simpanan nya itu..??? saya sudah membaca isi pesan dari ayah yang diberikan kepada ibu kala kita berkunjung ke rumah ibu dan ayah tiri saya. isi pesan itu bertuliskan tentang terbongkar nya perselingkuhan yang dilakukan oleh ibu bersama selingkuhan nya yang sekarang menjadi suami nya dan bernama Tomi itu." ujar Doni mengungkapkan rasa penasaran nya.
Pak Yaris segera ingat akan isi pesan yang di tulis di komputer oleh mendiang pak Randi ketika beliau mulai merasakan sakit di sekujur tubuh nya. pak Yaris kemudian menjelaskan nya kepada Doni tentang alasan di tulisnya pesan untuk ibu nya Doni.
"nak Doni, ayah mu sengaja menuliskan isi pesan tersebut karena beliau sebenar nya kasihan akan diri mu yang tak terurus oleh ibu kandung mu sendiri. ayah mu pernah berkata kepada bapak agar memberikan isi pesan itu kepada ibu mu agar sadar akan kelakuan nya. selama ini ayah mu tahu akan perselingkuhan yang sudah dilakukan oleh ibu mu itu, karena ayah mu dulu pernah memerintahkan orang untuk memata-matai sikap dan kelakuan ibu Dewi ketika ayah mu sedang berada di luar kota atau kerja lembur di kantor ini. mata-mata itu adalah pembantu rumah tangga yang mengurus mu semasa masih bayi yang bernama bibi Asih dan beberapa intel yang dibayar untuk membuntuti ibu mu ketika keluar rumah. dari situlah semua nya diketahui oleh ayah mu atas laporan dari orang yang disuruh untuk memata-matai kelakuan ibu mu itu nak Doni." Doni yang mendengarkan ucapan pak Yaris hanya diam merenungi ucapan tersebut.
Ia mulai teringat akan sosok bibi asih yang mengurus dan mengasuh nya di kala Doni masih bayi sampai berumur lima belas tahun. Doni diam merenung karena diri nya terbayang akan ibu asuh nya itu dan tak terasa air mata mulai meleleh di kedua pipi Doni. ia segera mengelap air mata itu ketika pak Yaris berkata kepada Doni.
"mengapa kau menangis nak..???"
"tidak apa-apa pak. saya hanya sedih saja teringat bibi Asih yang entah sekarang kabar nya bagaimana." ujar Doni berkata jujur kepada Pak Yaris.
Pak Yaris lalu menatap Doni dengan penuh rasa haru dan kemudian terdengar pak Yaris berkata kepada Doni yang sejak tadi sudah duduk di kursi sofa ruangan kantor pak Yaris.
"nak Doni, bapak memaklumi akan kejadian yang menimpa mu itu. kau hanya mempunyai ibu kandung dan itupun sangat tak peduli sama sekali terhadap mu. kau sudah tak memilki ayah kandung beserta ibu asuh mu juga. yang bapak pikirkan, apakah bapak boleh menjadi ayah angkat mu menjadi pengganti orang tua mu itu nak Doni...??? jujur saja bapak sudah menganggap dirimu itu sebagai anak kandung bapak sendiri." ujar pak Yaris kepada Doni dan seketika Doni menatap pak Yaris dengan raut wajah yang kaget serta perasaan yang campur aduk tak menentu akibat mendengar pengakuan dari pak Yaris barusan.