
SUASANA Pagi hari yang cerah menyambut bangun nya seorang perempuan cantik berumur tiga puluh tahun. perempuan yang masih setengah terbaring itu, langsung meraih ponsel nya karena ingin menghubungi kekasih gelap nya yang bernama Doni. jam baru saja menunjukan pukul tujuh pagi dan mbak Yuni masuk bekerja sekitar jam sembilan pagi. setelah ia melihat jam diponsel nya dan menyalakan data internet nya, ternyata Doni telah mengirimkan pesan terlebih dahulu kepada mbak Yuni. isi pesan tersebut kini sedang dibaca oleh perempuan cantik itu.
"pagi sayangku... jangan lupa mandi dan sarapan ya, muachh. sayang kamu." isi pesan whatsapp tersebut membuat wajah mbak Yuni tersenyum manis dan ia langsung membalas nya.
"pagi juga sayangku. ini aku baru bangun dan mau mandi dulu, nanti aku sarapan di kantor saja sayang. muachhh, semangat kerja nya sayangku." setelah mengirim pesan begitu, mbak Yuni langsung bangun dan menuju kamar mandi untuk mandi.
Sedangkan ditempat lain nya, pemuda tampan yang bernama Doni sedang memakai pakaian kerja nya sebagai bos perusahaan. ia sudah mandi sejak subuh tadi dan sudah sarapan juga ketika jam enam tadi. setelah selesai memakai pakaian kerja nya, Doni turun ke lantai dua dan segera meraih ponsel nya yang sejak tadi ia charge kini telah terisi penuh.
Anak muda itu turun ke lantai dua dan turun lagi ke lantai satu. diri nya ingin membuka pintu kantor ruko yang di kunci oleh nya sejak pagi tadi. sebelum nya ia telah membuka pintu kantor yang terkunci itu untuk membeli sarapan pagi tadi dan kini ia akan membuka nya lagi, dengan harapan agar karyawan kantor yang baru datang langsung masuk dan tak perlu harus menunggu pak Yono datang. setelah ia membuka pintu nya, seorang lelaki nampak sedang berjongkok dan merokok di teras depan kantor tersebut. mendengar pintu terbuka, lelaki itu kaget dan memutar tubuh nya menghadap Doni sembari berkata.
"eh pak Doni, saya kira siapa tadi." ujar lelaki itu dan ia segera mematikan rokok nya karena tak enak dilihat oleh bos baru nya itu.
Doni yang melihat siapa orang itu, segera berkata kepada orang tersebut dengan heran nya.
"wah pak Taufik pagi-pagi sudah tampil begini." ucap Doni dan ternyata lelaki tersebut adalah pak Taufik, karyawan baru nya sebagai satpam di ruko kantor tersebut.
"iya nih pak Doni. saya takut terlambat masuk di hari pertama bekerja saya di tempat ini."
"tak perlu takut pak Taufik, jam kerja nya masih sejam lagi kok." ucap Doni menjelaskan dan pak Taufik hanya manggut-manggut seakan mengerti bahwa jam masuk di kantor itu jam delapan pagi.
Tampilan pak Taufik sama seperti pertama ia melamar kerja yang hanya memakai seragam baju putih lengan panjang dan celana kain hitam panjang serta membawa tas punggung berwarna hitam. lalu Doni langsung berkata kepada pak Taufik yang sejak tadi hanya menunduk segan.
"oh iya pak Taufik, mari ikut saya ke dalam. saya akan mengantar bapak ke ruangan khusus securiti." pak Taufik hanya mengangguk setuju dan ia lalu melangkahkan kaki nya mengikuti Doni yang sudah masuk lagi ke dalam kantor tersebut.
Di lorong lantai satu menuju sebuah ruangan, Doni berkata lagi kepada pak Taufik sembari berjalan menuju sebuah ruangan itu.
"apa benar pak Taufik ini tinggal di kampung rambutan???"
"iya pak Doni. saya dan keluarga saya tinggal di kampung itu." jawab pak Taufik dan berkata jujur.
"hmm...begitu." jawab Doni bergumam dan tak jelas maksud nya.
"silahkan masuk pak. ini tempat menyimpan barang khusus penjaga keamanan dan tempat untuk beristirahat juga. nanti jika bapak dan pak Yono sudah bekerja dan bergantian jaga, bapak istirahat di sini saja dan tak perlu pulang untuk istirahat." ujar Doni kepada pak Taufik dan setelah itu, Doni pamit kepada pak Taufik untuk naik ke lantai dua dan menuju ruangan kantor nya.
Pak Taufik hanya menunduk hormat kepada Doni yang kini telah berlalu dari pandangan nya. pak Taufik sudah masuk ke dalam ruangan itu dan menutup pintu nya. ia lalu membatin ketika menaruh tas gendong nya di meja ruangan itu.
"he.he.he..dasar anak polos!. sebentar lagi tempat ini akan menjadi milik ibu Dewi dan aku pasti akan mendapat imbalan ratusan juta dari nya. hahahaa.." ucap batin nya kegirangan dan ia kini sedang merogoh kantung nya untuk mengambil ponsel milik nya.
Pak Taufik terlihat sedang mengotak-ngatik ponsel nya dan seperti nya ia sedang mengirim pesan kepada seseorang. entah pesan apa yang ia ketikan diponsel nya itu kepada seseorang itu, hanya pak Taufik saja yang tahu. setelah mengirim pesan, kemudian telepon nya berdering dan ia lalu mengangkat nya. sedangkan Doni yang kini sedang berada di ruangan kantor nya, telah duduk di kursi kerja nya dan terlihat sedang memainkan ponsel nya. ia seperti nya sedang membaca isi pesan yang di kirim oleh pacar pertama nya yang bernama mbak Yuni itu. ia lalu membalas isi pesan tersebut dengan ucapan 'Semangat Kerja Nya Sayang'. setelah itu ia meletakan ponsel nya dan mulai menyalakan komputer nya untuk memulai pekerjaan nya.
Jam dinding di dalam kantor Doni sudah menunjukan pukul setengah delapan pagi dan para karyawan kantor yang baru datang di depan kantor itu, satu persatu mulai masuk ke dalam kantor tersebut. pak Yono pagi itu datang telat dan ketika ia sampai, pintu yang hanya bisa ia buka memakai kunci yang ia bawa. kini telah terbuka dan pak Yono sudah paham pasti yang membuka pintu tersebut adalah bos muda nya yaitu Doni.
Setelah pak Yono masuk ke dalam untuk menyimpan barang nya di tempat securiti, ketika ia sampai di depan pintu nya dan ingin membuka nya. tiba-tiba ia diam mematung karena mendengar suara lelaki yang sedang berbicara sendirian di dalam ruangan tersebut. awal nya pak Yono meringding karena telah menganggap suara itu pasti suara hantu penunggu ruangan tersebut.
Tetapi rasa takut nya mulai pudar ketika ia mendengar ucapan yang jelas terdengar oleh nya.
"baik ibu Dewi, saya akan segera mencari info tentang aib keburukan kantor ini dengan bertanya kepada karyawan di kantor ini. oh iya bu, saya baru tahu, anak ingusan yang bernama Doni itu ternyata tinggal di dalam kantor ini dan pasti akan menyulitkan saya untuk mencari berkas-berkas sertifikat perusahaan yang pernah ibu katakan kepada saya." ucapan tersebut di dengar jelas oleh pak Yono dan kemudian suara lelaki yang ada di dalam ruangan itu berkata lagi.
"baik bu, saya pamit dulu. nanti saya hubungi lagi, karena sebentar lagi saya mulai bekerja... oke siap bu." ucap suara lelaki tersebut dan pak Yono buru-buru pergi dari depan pintu ruangan itu menuju pintu masuk kantor tersebut. ia melakukan hal itu karena ingin menyimpan bukti dan tidak ingin diri nya diketahui oleh orang tersebut.
Untung pak Yono dengan cepat nya berjalan sampai pintu masuk kantor dan saat itu juga, pak Taufik keluar dari ruangan satpam menuju pintu masuk kantor. pak Yono yang pura-pura baru masuk ke dalam kantor itu segera kaget melihat pak Taufik berpas-pasan dengan nya dan berkata.
"eh..pak Taufik tumben sudah ada di dalam..???"
"saya datang sejak pagi tadi pak Yono, dan pintu ini di buka oleh pak Doni tadi. setelah itu saya disuruh masuk ke ruangan khusus satpam untuk menunggu jam kerja di mulai." ujar pak Taufik menjelaskan kepada pak Yono agar pak Yono tak curiga kepada nya.
Pak Yono hanya manggut-manggut pura-pura mempercayai nya dan kemudian ia berkata kepada pak Taufik untuk menunggu nya di luar dan pak Taufik akan pergi ke dalam ruangan khusus satpam untuk menaruh barang bawaan nya. setelah berkata begitu, pak Taufik lalu menurut dan kini sedang berjaga di luar pintu kantor itu. sedangkan pak Yono, ia sudah berjalan dan masuk ke dalam ruangan khusus satpam dan segera menutup pintu nya dan membatin.
"gawat!!! ternyata orang itu punya niat buruk kepada den Doni dan perusahaan nya!! untung aku tak sengaja menguping pembicaraan pak Taufik yang seperti nya sedang menelepon dengan seseorang yang menyuruh nya itu!! aduuhh...!! aku harus bagaimana ini???, apa aku harus pura-pura tak tahu menahu saja dahulu akan soal ini ya? jika nanti keadaan nya semakin darurat dan terbukti pak Taufik akan melakukan aksi nya itu, baru aku akan memberitahukan soal ini kepada pak Yaris dan den Doni!" setelah membatin begitu, pak Yono menyimpan barang nya dan keluar ruangan lagi untuk mulai bekerja sebagai satpam kantor itu bersama pak Taufik yang ternyata adalah seorang Musuh Dalam Selimut diperusahaan tersebut.