KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
RAHASIA AYAH DONI


SETELAH Pak Yono keluar ruangan untuk melakukan tugas nya sebagai satpam penjaga pintu kantor itu, pak Yaris menatap wajah Doni yang sudah melepaskan masker nya ketika masuk kedalam kantor itu. ia akan membeberkan Rahasia Ayah Doni yang sampai sekarang hanya pak Yaris saja yang tahu akan hal tersebut.


Pak Yaris bertanya kepada Doni mengapa diri nya bisa sampai di usir dari rumah ibu nya. pak Yaris belum tahu bahwa harta warisan yang sudah diberikan kepada ibu Dewi telah habis dijual.


"saya di usir dari rumah oleh ibu pak. gara-gara saya berkelahi dengan ayah tiri saya."


"ayah tiri..?? sejak kapan ibu mu menikah lagi..??" tanya pak Yaris penuh keheranan.


Tanpa sadar Doni menitikan air mata nya dan ia mengusap nya sambil menjawab pertanyaan pak Yaris.


"kalau tak salah, ketika Doni masih berumur sepuluh tahun. ibu dan selingkuhan nya itu telah melakukan hubungan terlarang dan Doni tak sengaja memergoki nya." ucap Doni sudah menenangkan rasa sedih nya.


Pak yaris memegang dagu nya dan kepala nya manggut-manggut. pak Yaris menyuruh Doni untuk melanjutkan cerita nya lagi.


"ibu hamil di luar nikah dan kemudian menikah sampai mempunyai anak tiga sampai sekarang. semua harta warisan yang dulu diberikan melalui perantara pak Yaris, habis semua nya akibat kelakuan ibu dan si Tomi itu yang selalu foya-foya dari siang sampai malam lagi. sekarang mereka tinggal di rumah kecil dan jatuh miskin." ujar Doni dan ia tertunduk sedih.


Pak Yaris menatap wajah Doni lekat-lekat dan menanyakan bekas memar yang samar-samar di wajah Doni. dan Doni menjelaskan nya luka memar di wajah nya adalah bekas pukulan ayah tiri nya ketika bertengkar dengan nya.


Pak Yaris sangat prihatin sekali kepada Doni atas kejadian yang menimpa nya. pak Yaris segera berkata tentang apa yang ia tahu dengan ayah nya Doni saat masih hidup.


"ketahuilah nak. mendiang ayah mu pun sudah tahu akan kelakuan ibu mu yang selalu menghambur-hamburkan uang nya itu. tetapi beliau pura-pura tidak mengetahui nya dan selalu menutupi tabiat jelek ibu mu itu nak. ketika ayah mu sakit, beliau telah membeberkan masalah itu kepada bapak dan ayah mu juga memberi tahukan kepada bapak agar harta warisan nya jangan semua nya di berikan kepada ibu mu. semua itu untuk mencegah kemungkinan harta warisan itu ludes dan benar saja sekarang telah terjadi. untung kala itu ayah mu hanya memberikan separuh warisan nya saja. jika semua nya diberikan, entah bapak mau kerja dimana lagi jika semua nya diberikan kepada ibu mu." ujar pak Yaris kepada Doni.


Doni berkata tanya lagi kepada pak Yaris tentang diri nya di angkat menjadi CEO perusahaan itu dan pak Yaris menjawab nya.


"ayah mu telah memberikan pesan amanat kepada bapak untuk mengelola perusahaan nya selepas ayah mu meninggal. semua itu bertujuan agar jika anak nya pak Randi sudah besar, semua warisan ini akan di berikan semua nya kepada anak tunggal nya yaitu kamu Doni." ujar pak Yaris menceritakan sesuatu yang telah lama ia tutupi.


Pak Yaris meneruskan ucapan nya lagi setelah Doni menatap wajah nya.


"semua harta warisan ini akan di berikan kepada mu setelah umur mu dua puluh lima tahun. dan sekarang tanpa bapak cari dirimu, takdir dan keberuntungan selalu menyertai mu nak. awal nya bapak ingin ke rumah ibu Dewi untuk memberikan harta warisan ini kepada mu. tanpa dicari, dirimu sudah datang sendiri ke tempat ini." ujar pak Yaris kepada Doni.


Kini, Doni sudah tak perlu hidup susah dan mencari pekerjaan lagi. ruangan kantor yang pak Yaris pakai saat ini, kini sudah di berikan kepada Doni karena tempat itu adalah tempat kantor ayah nya Doni semasa masih hidup. pelantikan Doni sebagai penerus perusahaan itu sudah di lakukan oleh pak Yaris ketika ia mengajak Doni ke ruangan para karyawan kantor itu. semua nya tercengang kaget dan tak menyangka bahwa anak itu adalah penerus perusahaan milik mendiang pak Randi Pratama.


Tidak ada pelantikan khusus seperti memotong pita memakai gunting atau acara makan-makan untuk menyambut CEO baru mereka. semua itu di adakan dadakan dan tidak terpikirkan awal nya anak tunggal pak Randi akan muncul ke tempat itu. setelah Doni mengenalkan nama nya kepada para karyawan kantor itu, beberapa karyawan kantoran yang terdiri dari lelaki dan perempuan. ada saja yang berbisik-bisik kepada teman nya. entah mereka membisikan apa kepada rekan kerja nya itu, hanya mereka saja yang tahu.


Setelah Doni mengenalkan nama nya, ia pergi ke lantai tiga untuk beristirahat. lantai tiga itu ternyata tempat tidur khusus pak Randi semasa hidup. pak Yaris sebagai sekertaris pak Randi, ia hanya berani membersihkan nya saja dan tidak berani menempati nya untuk tidur atau beristirahat.


Barang-barang Doni yang tadi nya ada di tempat satpam, kini sudah dibawakan oleh pak Yono atas perintah pak Yaris.


Doni sedang berada di lantai tiga yang isi nya adalah kamar yang ranjang nya lebar serta perabotan seperti, kulkas, lemari baju, dan lain-lain.


Televisi juga ada dan lengkap seperti rumah kos-kosan. Doni sedang duduk di kursi sofa dan tak lama, ia di kagetkan oleh pak Yono yang masuk ke dalam ruangan kamar besar itu.


"permisi. ini di taruh dimana ya den..??" ucap pak Yono sopan kepada Doni.


Doni lalu bangun dari duduk nya dan berjalan ke arah pak Yono yang berada di ambang pintu ruangan itu. Doni mengambil barang-barang nya seraya berkata.


"terima kasih pak Yono. tanpa pertolongan dirimu, diriku tidak akan menjadi seperti ini." ujar Doni sangat berterima kasih kepada pak Yono.


Pak satpam yang bernama pak Yono itu hanya mengangguk dan berkata kepada Doni.


"bapak juga tak menyangka den Doni adalah anak tunggal mendiang pak Randi dan pewaris tunggal perusahaan besar ini."


"semua ini berkat bapak Yono. jika pak Yono tak membantu ku untuk bekerja di tempat ini, pasti aku akan mencari lowongan pekerjaan di tempat lain." ujar Doni dan ia meneruskan ucapan nya lagi.


"jujur saja pak Yono, aku sudah lelah mencari pekerjaan yang ujung-ujung nya selalu di tolak mentah-mentah oleh bos-bos pemilik perusahaan yang lain. aku pernah memergoki yang ikut melamar denganku dan ia diterima karena ada orang dalam yang memasukan nya untuk bekerja." ujar Doni curhat pengalaman nya yang pahit ketika ia mencoba melamar pekerjaan kesana-kemari.


Pak Yono hanya tersenyum mendengar ucapan Doni dan tak lama pak Yono pamit untuk berjaga lagi sebagai satpam di kantor itu. Doni hanya tersenyum kepada pak Yono dan ia segera istirahat dahulu karena ia sebenar nya sudah kelelahan setelah berjalan-jalan mencari pekerjaan sebelum nya. nanti besok Doni akan bekerja di tempat itu sebagai CEO pemilik yang baru di tempat perusahaan itu. Kini, ucapan Doni yang ia lontarkan kepada keluarga ibu nya bahwa suatu saat ia akan sukses. kini telah terbukti setelah Doni menjalani cobaan yang pahit ketika awal ia di usir sampai lamaran pekerjaan nya di tolak mentah-mentah oleh beberapa perusahaan di bidang restoran. pengalaman yang paling pahit adalah ketika Doni di tuduh oleh suami ibu Elis dengan tuduhan yang sangat menyakitkan. sampai saat ini, ia masih terngiang-ngiang dengan orang yang pernah membantu nya sampai orang-orang yang telah meremehkan nya.