
TAK Terasa Wawan mengerjakan pekerjaan nya itu hampir setengah jam lama nya. ia sudah selesai membersihkan ruangan kantor lantai dua dan kini ia memasuki ruangan kantor khusus sekertaris. ruangan tersebut tak dikunci dan Wawan masuk saja tanpa permisi lagi karena tak ada orang siapa pun di dalam nya. setelah Wawan masuk, ia lanjut membersihkan area-area tempat yang berdebu dan ketika ia mendekati meja Avril. ia melihat kertas putih dengan coretan gambar wajah seorang lelaki memakai pulpen merah. Wawan memegang nya serta memperhatikan nya dengan cara menajamkan mata nya.
"ini kan wajah ku??? hebat sekali orang yang menggambar wajah ku tanpa melihat orang nya langsung?! siapa sebenar nya orang yang pandai menggambar ini?" setelah membatin begitu, Wawan mencari-cari sesuatu di meja Avril untuk mencari tahu siapa nama gadis yang duduk di meja kerja itu.
Selama ia mencari petunjuk di meja kerja Avril, ia tak menemukan siapa nama perempuan itu. ia hanya tahu yang duduk di kursi itu adalah gadis yang berkaca mata dan bukan gadis cantik yang putih dan tinggi yang selama ini ia gandrungi kecantikan nya. lalu Wawan lanjut mencari bukti dan pindah ke meja tempat kerja Dona. ketika ia membersihkan area meja itu, ia menemukan berkas tugas yang lampiran awal nya dengan nama Dona Pratiwi. setelah Wawan melihat-lihat secara jelas berkas tersebut, ia kini sudah yakin bahwa yang nama nya Dona itu adalah gadis cantik yang selama ini ia sukai dan yang pernah ia dengar dari mulut Lesti bahwa Doni dan Dona berpacaran secara diam-diam.
Wawan lalu segera menyudahi mencari bukti itu dan ia lanjut bekerja lagi dan dalam hati nya ia membatin.
"gagal deh rencana ku untuk mendekati gadis cantik yang ternyata bernama Dona itu kalau benar ia berpacaran dengan Doni. hmmm lalu? siapa nama gadis yang menggambar wajah ku di kertas tadi? apakah gadis berkaca mata itu orang nya???" ucap batin Wawan dan ia kini menyudahi bersih-bersih nya. lalu ia keluar ruangan itu dan menuju tempat ruangan Doni berada. ia akan lanjut membersihkan ruangan kerja Doni seperti yang pernah ia lakukan di ruangan sebelah nya.
Di satu sisi dan berada di dalam ruangan kantin nya ibu Yani. Doni baru selesai makan dan minum, begitu juga Avril dan Dona juga. ketiga nya lanjut berbincang lagi setelah menengok jam di ponsel mereka masing-masing.
"apakah kamu dulu pernah punya pacar yang sekarang sudah menjadi mantan mu Vril???" tanya Dona tiba-tiba saja bertanya begitu kepada Avril dan yang di tanya hanya mengangguk saja. Doni yang sedang mengecek ponsel nya itu, menatap Dona dan Avril ketika Avril bertanya kepada Dona.
"apakah kamu dulu pernah punya mantan pacar seperti ku juga Dona???" ucapan pertanyaan balik dari Avril tersebut membuat Dona ragu untuk mengungkap kan nya. Doni yang menatap Dona, kini berkata.
"jawab saja sayang. aku tak akan marah kok." ucap Doni pelan dan hanya di dengar oleh Avril dan Dona saja. Dona yang mendengar desakan halus dari Doni tersebut, lalu berkata pelan.
"ya aku memang punya mantan pacar. tetapi itu sudah berlalu dua tahun yang lalu." ujar Dona dan ia menatap Doni dan ia bertanya kepada Doni seakan balas dendam akan pertanyaan Doni sebelum nya.
"coba kamu juga sebutkan nama mantan pacar mu itu bos Doni?" ujar Dona seakan memaksa dan Avril kini menatap Doni yang mendadak tegang dan berkerut dahi.
"mengapa kamu malah balik bertanya???"
"jawab sajalah! aku dan Avril pun sudah berkata jujur tentang seorang mantan kami." jawab Dona seakan memaksa kejujuran Doni. pemuda tampan itu hanya nyengir kuda saja sembari wajah nya menatap kesana-kesini seperti sedang memantau suasana di dalam kantin tersebut. para karyawan kantor lain nya sudah tak memperhatikan Dona, Doni dan Avril lagi karena mereka kini sudah sibuk berbincang bersama rekan kerja nya.
Lalu Doni berkata kepada Dona dan Doni dengan ucapan bernada pertanyaan.
"kalian tahu siapa nama menejer di restorant pratama cabang satu?" Dona dan Avril hanya mengangguk paham dan Doni berkata lagi.
"itulah orang nya. aku yakin kalian sudah tahu akan hal itu tanpa aku jelaskan secara rinci." ucapan dari Doni tersebut segera di tangkap oleh Lesti yang kini sedang mengirim pesan kepada seseorang. setelah agak lama mereka berbincang, bell masuk kerja sudah mulai terdengar nyaring dan itu pertanda para pegawai menyudahi masa istirahat nya.
Setelah ibu Yani memberikan kembali kartu debit milik Doni, ketiga nya kini beranjak dari kantin tersebut dan bergegas masuk kembali ke dalam kantor untuk melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda itu. Doni, Dona dan Avril melihat Lesti yang masih duduk sembari mengobrol dengan ibu Yani dan mereka tak terlalu curiga akan ada nya Lesti disitu. di lantai satu kantor CV.Group Perkasa, Wawan terlihat sedang berada di gudang dan seperti nya ia baru saja selesai menyimpan alat pembersih debu yang ia gunakan sebelum nya. Avril dan Dona sudah terlebih dahulu naik ke lantai dua, sedangkan Doni berjalan mendekati Wawan yang baru saja menutup pintu gudang tersebut. setelah Wawan menutup pintu gudang, ia berbalik arah dan seketika itu juga ia kaget. di hadapan nya ada Doni yang berdiri sembari tertawa lepas menertawakan Wawan yang melonjak kaget itu.
Wawan yang masih deg-deg an karena kaget itu hanya bisa memaki Doni dengan ucapan ketus.
"dasar setan alas! bikin jantung ku mau copot saja kau Don!"
"wkwkwk.... maaf Wan. aku pikir kamu sudah tahu kedatangan ku?!"
"mana aku tahu!? aku baru saja keluar dari dalam gudang ini tauk!" jawab Wawan ketus dan wajah nya cemberut lucu. Doni masih tertawa walaupun tak terlalu keras, lalu Wawan menatap ke arah belakang Doni. Doni yang heran itu pun menatap Wawan dengan kerutan dahi nya dan ia lalu membalikan badan nya. ternyata Wawan memperhatikan Lesti yang baru masuk dan ketika masuk, Lesti tersenyum kepada Doni dan Wawan dengan kata 'Permisi Bos' dengan sopan kepada Doni. setelah itu ia langsung naik ke lantai dua untuk mulai bekerja kembali.
Doni yang kini memalingkan wajah nya lagi kepada Wawan, segera bertanya.
"hayooh! kamu mikir mesum yaa Wan???"
"fitnah Don! kamu pikir aku cowok mesuman? huh!"
"tadi aku melihat mu tadi, kayak yang nganu kepada mbak Lesti? wkwkwk" ejek Doni dan membuat Wawan semakin dongkol terhadap Doni. setelah Doni meredakan tawa geli nya, Wawan lalu berkata tanya kepada Doni dengan ucapan yang serius.
"seperti nya ada Sesuatu Yang Di Rencanakan oleh perempuan tadi deh Don."
"maksud mu bagaimana Wan???" kini Doni mulai serius dan ia menatap Wawan yang kini celingak-celinguk seperti mencari seseorang yang ada di sekitaran mereka. Doni yang heran itu masih diam dan kemudian Wawan berkata kepada Doni.
"ayok ikut aku ke dalam gudang Don. nanti aku ceritakan sesuatu kepada mu." lalu Wawan bergegas membuka pintu gudang dan masuk ke dalam. Doni hanya menurut saja mengikuti Wawan masuk dan Doni berpikir, menurut nya baru kali ini Wawan sangat serius sekali terhadap sesuatu dan tidak bersikap slengean seperti biasa nya.
...*...
...* *...