
SETELAH PAK Yaris merenungi ucapan Dona dan Doni tentang pemecatan mbak Yuni dan Lesti, kini pak Yaris berkata kepada kedua nya.
"apakah mbak Yuni dan Lesti sudah meminta maaf akan kesalahan nya ini kepada kalian berdua?" Dona dan Doni mengelengkan kepala nya tanda tidak dan kemudian pak Yaris berkata lagi.
"baiklah. kalau begitu jadi nya, bapak akan panggil dua orang itu ke kantor bapak nanti hari senin untuk mempertanggungjawabkan kesalahan kedua nya kepada kalian berdua. perihal surat pemecatan dua karyawan tersebut, nanti akan bapak urus jika nanti kita sudah masuk bekerja."
"baiklah kalau begitu pak." ujar Doni.
"semoga saja dengan dipecat nya dua orang itu, tak ada lagi masalah dalam hubungan kami. iyakan sayang?" ucap Dona dan Doni mengangguk setuju.
Setelah itu Doni berkata tanya kepada pak Yaris.
"ibu dan ketiga anak bapak pada kemana?"
"oh mereka sedang pergi menginap di rumah nenek nya. paling besok malam pulang lagi ke rumah ini."
"ouh begitu." ujar Doni manggut-manggut dan kemudian pak Yaris bertanya.
"kapan kalian akan menikah???" pertanyaan mendadak dari pak Yaris kepada Dona dan Doni itu membuat kedua nya saling tatap. lalu Doni menatap pak Yaris dan segera menjawab nya.
"kalau bisa secepat nya pak. tetapi aku ingin membuat rumah dulu untuk tempat tinggal ku nanti bersama Dona."
"membuat? berarti harus membeli tanah lahan dulu nak."
"Doni sudah membeli nya pak." ujar Dona dan Doni mengiyakan seraya berkata.
"saya sudah membeli tanah lahan untuk dibangun rumah di kampung duren dan tempat itu berada di samping rumah Dona."
"oh begitu. hmm yasudah kalau kamu mau buat rumah dulu sebelum menikah, nanti bapak yang akan mencarikan mandor yang tepat."
"terima kasih pak." ujar Doni dan Dona. pak Yaris hanya tersenyum saja dan tak lama kemudian, mereka menyudahi perbincangan nya itu.
Waktu tak terasa sudah jam setengah sembilan malam hari. Dona dan Doni kini izin pamit kepada pak Yaris untuk pulang kembali dan pak Yaris mengizinkan nya. Malam Minggu Yang Kelabu itu, membuat sepasang kekasih itu memiliki kesan tersendiri di dalam mobil yang mereka naiki. mobil Doni kini sudah melaju menuju taman alun-alun kota yang berada di pusat kota jakarta. keramaian para pedagang kaki lima dan keliling pun banyak menghiasi pinggiran taman alun-alun kota jakarta. kedua nya ingin menikmati masa berduaan nya dahulu ditempat umum. kini mobil Doni sudah terparkir dan Dona serta Doni sudah turun dari mobil tersebut.
Kedua nya berjalan sembari bergandengan tangan menuju ke arah penjual gorengan karena Doni menuruti keinginan Dona yang ingin makan gorengan.
"kamu pesan gorengan dulu ya sayang, aku mau beli botol air mineral dulu." ujar Doni yang kini sudah berlalu dari hadapan Dona yang mengangguk sembari melihat kepergian Doni yang menyeberang jalan menuju minimarket terdekat. Dona terlihat sedang berdiri dipinggir jalan trotoar sembari bersidekap menunggu giliran gorengan yang ia pesan di bungkus karena pembeli nya lumayan banyak jadi Dona harus mengantri. pada saat itu juga, ada seorang lelaki yang mengandeng seorang wanita cantik bertubuh seksi berhenti di pinggir jalan trotoar dekat penjual gorengan itu.
Lelaki itu menatap ke arah Dona dengan heran dan perempuan yang digandeng nya bertanya.
"kamu mau beli gorengan sayang?"
"enggak sayang. kayak nya aku kenal wanita yang sedang berdiri di dekat penjual gorengan itu."
"memang nya siapa dia sayang?"
"kita kesana dulu yuk sayang." ujar lelaki itu dan pacar nya berkata.
"untuk apa?" lalu lelaki tadi menjelaskan nya.
"wanita itu adalah mantan ku dulu. aku masih sakit hati atas perlakukan ibu nya yang menyuruh ku untuk pergi dari kehidupan wanita itu."
"bantu aku untuk mempermalukan nya sayang. aku yakin dia akan menyesal dengan diri ku yang sekarang ini, ditambah seorang bidadari yang ada di samping ku. pasti wanita itu akan sangat menyesali perbuatan ibu nya dulu kepada ku." ucapan lelaki tadi pun di setujui oleh pacar nya. kini kedua nya berjalan sembari bergandengan tangan mendekati Dona yang masih berdiri menunggu pesanan nya.
Setelah dekat, lelaki tadi langsung menyapa Dona.
"halo Dona apa kabar?" Dona langsung memalingkan wajah nya kepada dua orang yang berada di samping nya itu dan wajah nya langsung berkerut dahi dan berkata.
"A..Andi?! kamu Andi kan???"
"iya aku memang Andi. apa kabar mu Dona??"
"alhamdulilah baik." jawab Dona dan lelaki yang bernama Andi dan ternyata itu adalah mantan nya Dona, segera berkata.
"kenalkan ini calon istri ku. nama nya Astri." pacar Andi yang bernama Astri itu menjulurkan tangan nya dengan angkuh sembari berkata.
"nama ku Astri. siapa nama mu?"
"aku Dona." ujar Dona dan kemudian Andi berkata kepada Dona.
"kamu sedang apa di sini? pasti sedang menemani pacar mu jualan ya?" Dona yang mendengar hal itu hanya berkerut dahi tak mengerti dan di saat itu juga Astri menimpali.
"kayak enggak ada lelaki lain saja, masak penjual gorengan di jadikan pacar sih. ada-ada saja, wkwkwk" Andi yang mendengar ucapan Astri yang meledek Dona tadi ikut tertawa dan berkata lagi.
"kamu pasti menyesal setelah putus dengan ku bukan?" tanya Andi kepada Dona.
Dona yang masih belum paham maksud perkataan dari kedua nya itu, segera berkata tegas.
"maksud kalian apa berkata begitu kepada ku?"
"yah hanya sekedar ingin mengenalkan calon istri ku ini saja kepada mu. oh iya, aku sekarang bukan seorang karyawan biasa, tetapi sudah naik jabatan menjadi seorang kepala koki restorant dan gaji ku besar lho." ujar Andi dan Astri menimpali nya.
"maka nya jangan jual mahal jadi cewek! punya pacar penjual gorengan saja kok bangga sih, wkwkwk." Astri tertawa lagi bersama Andi dan Dona sudah marah besar diri nya di jelek-jelekan di depan umum.
Beberapa orang yang melihat kejadian itu hanya acuh tak acuh karena mereka sibuk dengan kegiatan nya sendiri. penjual gorengan tadi pun tak mendengar ucapan dari Andi dan Astri karena banyak nya pembeli di sekeliling nya. kemudian penjual gorengan tadi memberikan bungkusan gorengan yang Dona pesan tadi dan Dona langsung membayar nya. Andi dan Astri saling tatap karena heran dengan Dona yang membayar gorengan yang diberikan penjual nya tadi. pada saat itu Dona langsung berkata.
"aku tak pernah menyesal putus hubungan dengan mu Andi! kalian kira penjual gorengan tadi adalah pacar ku? hahaha, lucu sekali kalian. ingin mengejek ku tapi malah salah sasaran, miris sekali! kalian pikir aku iri hah? tentu saja tidak!" ucapan balasan ejekan dari Dona tadi, membuat Astri sedikit marah dan menuding Dona sembari berkata kasar.
"dasar gembel! sopan sedikit kau di depan ku! aku ini menejer di suatu restorant tau!"
"kau mau jadi presiden pun aku tak akan pernah sopan kepada wanita jalank seperti mu!" ujar Dona tak mau kalah dan Andi ikut marah juga pacar nya di ejek seperti itu.
"dasar tak tahu diri kau Dona! jadi cewek kere saja belagu nya selangit!" maki Andi dengan kasar kepada Dona dan pada saat itu juga, Dona hanya diam saja karena ia melihat Doni yang ternyata sejak tadi sudah berada di belakang Andi dan Astri.
Lalu Astri berkata kepada Andi untuk memberikan nya perhitungan atas rasa tak sopan nya Dona kepada Astri. Andi lalu menarik lengan Dona ke arah jalan yang lumayan sepi dan pada saat Andi dan Astri ingin membawa Dona yang sedikit meronta-ronta tangan nya di cekal kencang oleh Andi, tiba-tiba saja Andi tersungkur ke depan dengan sangat menyedihkan nya dan terjatuh. Dona yang sedikit menangis itu, segera berlari memeluk Doni dengan erat nya dan Doni bertanya kepada Dona.
"siapa lelaki itu sayang? untuk apa dia mengkasari mu seperti itu?" ucapan dari Doni tadi membuat Dona tak jadi menjawab nya karena Andi yang marah tadi, segera memaki dengan kata kasar. ketika Andi ingin membalas tendangan yang dilakukan Doni dipunggung Andi, ia tiba-tiba menciut nyali nya ketika menatap wajah Doni. Astri pun yang sejak tadi sudah melihat wajah Doni, sudah menunduk sejak tadi dan tak mau menatap wajah Doni karena ia merasa segan kepada nya.
Kemudian Doni melepas pelukan Dona dan berjalan mendekati Andi yang sudah bangun itu. cahaya lampu malam yang kadang terlihat jelas kadang samar-samar itu, membuat Andi langsung meraih tangan Doni dan berkata maaf mengiba-iba dengan ucapan 'Maafkan Saya Bos'. Doni berkerut dahi karena tak mengerti dengan Andi yang tiba-tiba saja begitu kepada nya. keremangan lampu malam itu hanya membuat para pengunjung taman itu, hanya bisa melihat kejadian tadi dikejauhan tanpa harus mendekati nya.