
WAWAN Kini sudah mulai menyapu ruangan kantor itu dari seluruh luas lantai dua sampai turun ke lantai satu dan kemudian ia menyapu teras luar kantor tersebut. kini Wawan masuk lagi untuk mulai mengepel seluruh ruangan lantai dua yang agak kotor sampai ke lantai satu dan juga sekalian teras depan kantor tersebut.
Di lantai tiga kantor itu, Doni sudah selesai mandi dan ia kini sedang memakai pakaian seragam kantor nya. sambil menunggu jam masuk kerja yang setengah jam lagi tiba, Doni lalu mengabari kekasih nya yaitu Dona dengan bertanya sedang apa pagi itu melalui pesan whatsapp yang dikirim oleh Doni kepada Dona. pesan tersebut tersebut belum dibuka maupun di balas, karena sebenar nya Dona sedang merias diri nya di depan cermin di dalam kamar nya. Doni kini duduk di sofa kamar nya sembari membatin dalam hati nya.
"apakah Dona masih tidur??? coba aku telepon dulu." setelah membatin begitu, Doni langsung menelepon Dona dan di saat itu juga Dona langsung mengangkat nya.
"iya sayang ada apa?" tanya Dona yang kini sedang duduk di tepi ranjang nya.
"aku kira kamu masih tidur sayang." jawab Doni yang posisi nya masih duduk di sofa kamar nya.
Dona lalu menjawab nya dengan ucapan agak ketus.
"kamu pikir aku cewek pemalas?!"
"hehe... maaf sayang. lalu sekarang kamu sedang apa???"
"ini mau berangkat bekerja sayang."
"yasudah kalau begitu, hati-hati di jalan ya sayang. muachhh aku sayang kamu."
"iyadah. sayang kamu juga muachh." balas Dona lagi dan kemudian Doni memutuskan panggilan telepon nya itu. kini Doni bangkit dari duduk nya dan keluar dari ruangan itu menuju lantai dua. Dona kini sudah berpamitan kepada ibu nya dan ibu Asih hanya menatap kepergian anak nya dengan senyum terulas di wajah nya seraya berkata.
"hati-hati dijalan sayang."
"iya ibu." balas Dona yang kini sudah berlalu dari hadapan ibu Asih.
Di luar kantor CV.Group Perkasa, terlihat Wawan sedang mengepel teras luar kantor tersebut sembari sesekali memeras kain pel yang ia gunakan itu. posisi nya menghadap ke arah jalanan aspal ruko itu dan di saat itu juga ia melihat pak Yono yang sedang membonceng Avril memarkirkan motor nya di sebelah motor Wawan berada. pandangan Wawan tertuju ke arah perempuan berkaca mata minus tersebut dan Avril pun menatap Wawan juga. setelah Pak Yono dan Avril turun, kedua nya bergegas menuju pintu masuk kantor tersebut dan melihat heran kepada Wawan yang sedang memegang peralatan pel sembari menatap mereka satu persatu.
Lalu terdengar pak Yono berkata tanya kepada Wawan.
"apakah kamu karyawan baru bawaan nya den Doni, nak??" Wawan yang di tanya itu lalu menjawab nya dengan sopan.
"iya om. saya adalah teman nya Doni." jawab Wawan dengan sopan dan tanpa di sadari Wawan, sejak tadi diri nya dipandangi terus oleh Avril tanpa berkedip. Wawan yang kini menatap Avril segera melihat wajah Avril dan kemudian Avril menunduk malu tak menatap Wawan lagi. kemudian pak Yono berkata kepada Wawan dengan nada bertanya.
"siapa nama mu nak???"
"nama saya Wawan om."
"oh Wawan. baiklah kalau begitu, lanjutkan kerjaan mu itu nak. om mau masuk dahulu, ayo Vril masuk." setelah berkata begitu, pak Yono masuk ke dalam kantor itu beserta Avril yang mengikuti nya dari belakang. Wawan mempersilahkan nya dan ia masih menatap kepergian kedua nya lalu ia mulai membatin dalam hati nya.
"gadis berkaca mata itu lumayan cantik dan imut juga. hmm sayang nya, bukan tipe ku." setelah membatin begitu, tak lama ia lanjut mengepel lagi. tiba-tiba diri nya di kagetkan oleh suara perempuan dari arah belakang nya.
"permisi ya bang."
"ini sih lebih cantik dari gadis yang berkaca mata tadi. baru nih tipe perempuan yang aku inginkan! hehehe." ujar batin Wawan girang dan ia ternyata telah membandingkan Avril dengan perempuan yang baru masuk ke dalam kantor itu barusan. Wawan belum kenal dengan perempuan cantik yang baru masuk tadi dan ternyata itu adalah Dona. ia berinisiatif akan mencari tahu siapa gadis cantik yang membuat nya terpesona itu setelah ia selesai bekerja nanti.
Tak seberapa lama para karyawan kantor itu satu persatu mulai masuk ke dalam kantor itu setelah Wawan selesai mengepel teras depan kantor tersebut. ia tak terlalu tertarik dengan perempuan karyawan kantor lain nya karena sudah dipastikan kebanyakan dari mereka sudah menikah semua nya. hanya dua jam saja Wawan selesai mengerjakan tugas nya itu dan hanya tinggal ruangan kantor khusus atasan saja yang belum ia bersihkan dan ia akan membersihkan nya setelah menaruh peralatan pel nya kembali ke tempat nya.
Di ruangan khusus CEO, Doni sedang duduk menghadap komputer nya sembari mulai mengecek pekerjaan nya. suara bell masuk kerja baru saja terdengar dan di saat itu juga Dona baru membuka pintu ruangan kantor nya dan masuk ke dalam nya. Avril yang sedang duduk di kursi meja kerja nya itu menyambut Dona dengan senyuman.
"pagi Dona..."
"pagi juga Vril. tumben kamu girang sekali kelihatan nya?" tanya Dona yang kini sudah duduk di kursi kerja nya. Avril yang mendengar hal itu hanya tersenyum di kulum sembari menjawab pertanyaan Dona tadi.
"tadi kamu lihat cowok yang sedang mengepel teras depan kantor ini tidak Dona???"
"iya aku melihat nya. kenapa memang nya Vril???" tanya Dona penasaran.
"sumpah tuh cowok lumayan ganteng juga Don. aku langsung jatuh cinta ketika menatap wajah nya terus sejak pertama jumpa tadi." Dona yang mendengar Avril berkata hal yang menurut nya jarang di katakan Avril itu, hanya tertawa geli sembari berkata.
"kamu enggak salah ngomong Vril? hahaha."
"serius Dona! apa kamu enggak lihat tadi ketika mau masuk ke dalam kantor ini???"
"iya aku melihat nya. tetapi menurut ku biasa saja dan..."
"dan hanya bos Doni yang paling tampan menurut mu, iyakan?" ucap Avril memotong ucapan Dona.
Dona lalu tertawa tak seberapa keras nya dan membuat Avril semakin cemberut. lalu Dona berkata lagi kepada Avril menjelaskan kesalah pahaman nya.
"yang nama nya cowok itu ganteng Vril. mungkin menurut kamu, lelaki yang sedang mengepel itu ganteng dan menurut ku biasa saja. begitu juga dengan bos Doni, menurut mu bos Doni biasa saja dan menurut ku itu luar biasa. kamu paham kan maksud aku Vril???"
"iya aku paham Dona." jawab Avril yang kini sudah membuang raut wajah cemberut nya.
Lalu Dona bertanya lagi kepada Avril tentang siapa lelaki yang dibicarakan nya itu.
"kata nya dia adalah bawaan nya bos Doni. cowok itu mengaku bernama Wawan dan berkata juga ia adalah teman nya bos Doni." Dona yang mendengar pengakuan dari Avril tersebut langsung berkata.
"hmm jadi benar. semalam juga bos Doni berkata kepada ku bahwa dia akan membawa karyawan baru untuk dipekerjakan sebagai OB di kantor ini. ternyata cowok itulah orang nya." ujar Dona yang kini manggut-manggut paham akan ucapan Doni semalam kepada nya. tak terasa mereka berbincang sudah seperempat jam lama nya dan mereka baru menyadari bahwa mereka banyak pekerjaan yang harus segera di selesaikan pada hari itu juga. kini Dona dan Avril masing-masing mulai fokus bekerja tanpa ada sepatah kata pun keluar dari mulut mereka berdua. entah sudah beberapa menit mereka bekerja, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan itu dan kemudian di susul oleh suara laki-laki berkata 'Permisi'. Dona dan Avril saling tatap, kemudian Dona berkata dengan seruan untuk menyuruh orang yang ada di luar ruangan depan pintu itu untuk masuk ke dalam ruangan tempat Dona dan Avril bekerja.
...*...
...* *...