KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
HARAPAN DONI


SEBUAH Mobil mewah berwarna hitam mengkilap sedang terparkir disebuah parkiran depan kafe yang agak luas. dari dalam kemudi mobil itu, ada seorang perempuan cantik yang memakai pakaian long dress berwarna biru. perempuan itu adalah mbak Yuni yang kini sedang keluar dari dalam mobil nya itu. ketika mbak Yuni melihat jam tangan nya, waktu menunjukan pukul setengah sembilan pagi dan sudah hampir satu jam mbak Yuni mengendarai kemudi mobil nya. jarak dari aparteman nya menuju kafe yang sekarang ia tuju, lumayan jauh dan di pagi minggu itu jalanan agak macet karena terganggu aktivitas orang-orang yang berolahraga dan bersepeda di pinggir jalan dan sering kali menyeberang jalan secara serempak.


Kafe yang di tuju mbak Yuni itu berada agak jauh dari pinggir jalan umum karena tempat parkir nya yang luas. mbak Yuni yang sudah keluar dari mobil nya itu langsung masuk ke dalam kafe tersebut. ia sedang di tunggu oleh seorang lelaki yang memakai kemeja cardinal berwarna putih polos dan celana jeans hitam pekat. lelaki tersebut sedang duduk di kursi kafe yang diperuntukan untuk dua orang saja. dua kursi berhadapan itu dibatasi oleh meja kaca berbentuk kotak dan kursi nya terlihat dari bahan besi baja yang anti karat. dudukan kursi itu tampak nyaman dan terlihat tebal ketika di duduki oleh mbak Yuni yang baru saja datang di meja itu.


Lelaki yang masih menunggu nya kini tersenyum kepada mbak Yuni sambil kedua tangan nya bersidekap di dada nya yang terlihat berisi dan kekar. mbak Yuni yang baru duduk itu langsung berkata kepada lelaki yang berwajah tampan tersebut.


"tumben cepat datang nya sayang.? aku kira kamu bakal telat tadi!" ucap mbak Yuni kepada lelaki yang ia panggil sayang itu.


"ah kamu ini bagaimana sayang. kan aku sudah janji akan datang lebih cepat sebelum kamu datang." jawab lelaki itu dengan senyum yang menawan sembari menatap wajah cantik mbak Yuni.


Mbak Yuni yang mendengar ucapan dari kekasih nya itu hanya angkat bahu saja dan kini ia memanggil pelayan kafe untuk memesan minuman dan makanan yang diperjual belikan di dalam kafe tersebut. di pagi hari itu juga dan berada di sebuah kamar yang luas, anak muda yang bernama Doni sudah selesai makan bubur ayam nya dan ia kini sedang duduk di sofa kamar nya sambil menunggu balasan dari mbak Yuni.


Doni sejak tadi menatap poto wajah mbak Yuni yang baru saja mengganti poto profil whatsapp nya yang terbaru. ia hanya berdecak kagum dalam hati nya dan menyanjung perempuan yang akan ia ungkapkan perasaan suka dan cinta nya itu.


"tidak dandan saja sudah cantik alami, apalagi ini yang sudah dandan. mirip seperti bidadari dari kayangan.wk..wk..wk.." ucap batin anak muda itu berkecamuk girang sambil terus saja menatap poto profil whatsapp nya mbak Yuni.


Pesan whatsapp yang Doni kirim ketika pagi tadi yang diperkirakan sekitar jam tujuh pagi, belum di balas oleh mbak Yuni sampai satu jam lama nya. isi pesan Doni itu hanya centang satu saja dan seperti nya belum di buka oleh pemilik nomor whatsapp tersebut. Doni yang awal nya mengirim pesan memberanikan diri untuk menanyakan mbak Yuni itu sedang apa, kini menjadi semakin heran karena pesan nya tak dibalas-balas sampai satu jam lebih lama nya.


Rasa heran itu hanya Doni tepiskan dengan pemikiran yang positive. Doni berpikir mungkin handphone mbak Yuni sedang lowbat dan dimatikan lalu di charge. hanya itu pemikiran Doni saat itu dan ia tak curiga sama sekali akan perempuan yang sedang ia gandrungi kecantikan nya dan perhatian nya itu, sedang berduaan dengan lelaki lain yang sudah pasti itu adalah kekasih atau pacar nya mbak Yuni. Harapan Doni yang ingin menjadikan nya mbak Yuni sebagai kekasih pertama nya itu, pasti akan menjadi angan-angan saja. tetapi jika mbak Yuni menerima pernyataan rasa suka dan cinta nya Doni kepada nya dan mereka sampai berpacaran, pasti suatu saat akan ada konflik besar yang belum pasti kapan terjadi nya di antara percintaan mereka ke depan nya.


Anak muda yang bernama Doni itu, kini sedang berganti pakaian dan ia akan pergi berziarah ke makam mendiang ayah nya bersama ayah angkat nya yang bernama pak Yaris. baju bagus bermerek yang Doni beli sebelum nya bersama pak Yaris, kini ia pakai dan sudah tak ragu-ragu lagi akan pikiran nya untuk tidak memamerkan kemewahan nya. ia memakai pakaian bagus itu, berpikir agar mendiang ayah nya tak sedih ketika makam nya dikunjungi oleh Doni. ia tak mau mendiang ayah nya melihat Doni berpakaian kumal dan jelek. maka dari itu, ia memakai pakaian mahal dan bagus itu walaupun agak dipaksakan. lagi pula ia juga tak mau mengecewakan pak Yaris, karena pak Yaris pernah berkata kepada Doni untuk tidak ragu memakai barang-barang yang sudah ia beli itu.


Ditempat lain nya dan berada di rumah bercat putih, Dona sedang membantu ibu nya mencuci pakaian di kamar mandi nya yang agak lega memakai mesin cuci hasil dari kredit bank keliling. mesin cuci itu adalah satu-satu nya alat yang bisa membantu pekerjaan ibu Asih yang bekerja sebagai kuli cuci itu, menjadi agak ringan dan tak terlalu berat untuk mencuci pakaian yang banyak nya beberapa keranjang itu. Dona yang sudah selesai mandi, sedang membantu ibu nya memeras pakaian yang sudah dicuci didalam mesin cuci manual itu.


Mesin cuci yang tergolong murah harga nya itu, tidak ada mesin pengering nya dan hanya ada untuk membilas pakaian saja. Dona dengan giat nya membantu ibu nya yang kini sedang memasukan pakaian kotor ke dalam tabung mesin cuci tersebut. di sela memeras pakaian basah tersebut, Dona mencoba berkata tanya kepada ibu nya tentang rasa heran nya ketika ibu nya dan diri nya berada di teras rumah nya.


"bu.., apa ibu baik-baik saja..??? Dona kok melihat ibu kayak yang sedang memikirkan sesuatu begitu..???" ucap Dona bertanya kepada ibu nya.


Sang ibu yang sedang ditanya oleh anak gadis nya itu, hanya menatap sebentar kepada anak nya yang sedang berjongkok memeras pakaian basah yang sudah dibilas itu. kemudian ia kembali meneruskan pekerjaan nya dengan menekan tombol mesin cuci itu dengan hitungan timer atau waktu yang hanya beberapa menit saja. pertanyaan Dona yang belum di jawab oleh ibu nya itu, kini dijawab dengan ucapan yang jelas.


"semalam, ketika ibu tertidur di tengah rumah beserta keluarga adik ibu. ada sesuatu yang membuat ibu berpikiran jelek terhadap kedua paman dan bibi mu itu nak." ucap sang ibu mulai angkat bicara dengan jujur.


Dona masih memeras pakaian basah itu dan dahi nya berkerut seraya berkata kepada ibu nya.


"apakah ibu ada masalah dengan paman Ridho dan bibi Sukma...??? apa ada masalah dengan istri dan suami paman dan bibi...???" tanya Dona lagi menebak-nebak pertanyaan nya itu kepada ibu nya. sang ibu hanya menatap wajah anak gadis nya yang cantik dan imut itu seraya tersenyum dipaksakan. ibu Asih hanya berkata kepada Dona untuk tetap diam dan menjaga rahasia dari ucapan ibu nya itu yang akan ia katakan kepada anak nya itu. anak gadis itu hanya mengangguk dengan ucapan saran dari ibu nya itu dan kemudian sang ibu berkata lagi akan menceritakan nya setelah selesai mencuci semua pakaian tersebut.


...*...


...* *...