
MOBIL Doni kini sudah tiba di depan rumah nya ibu Asih. Dona sudah terlebih dahulu masuk ke dalam rumah nya dan Doni terlihat sedang mendekati mandor bangunan yang sedang memantau pekerjaan anak buah nya itu.
"permisi pak." tanya Doni sopan
"oh iya ada apa mas?" jawab mandor yang diperkirakan berumur empat puluh tahunan itu.
"apakah bapak mandor yang akan membangun rumah di lahan kebun itu?"
"iya saya sendiri mas. apakah ada hal yang penting untuk mas ini tanyakan kepada saya?" ujar mandor itu sopan dan Doni tersenyum seraya berkata.
"kira-kira rumah yang akan di bangun bapak ini berapa lama jadi nya?" pertanyaan dari Doni tersebut lalu dijawab oleh mandor yang belum mengenal siapa itu Doni sebenar nya.
"perkiraan saya paling lambat satu tahun. tetapi pegawai bangunan kali ini lumayan banyak, jadi mungkin saja enam bulan pun sudah beres dikerjakan." Doni mendengar itu hanya manggut-manggut sembari sesekali menatap ke arah banyak nya para pekerja bangunan sedang menggali tanah untuk pondasi rumah.
Para warga banyak yang sedang melihat pembangunan tersebut dan sudah tak aneh melihat Doni yang tampan itu karena mereka sudah mengenali Doni lewat ibu Asih dan pak Yono. lalu setelah itu Doni pamit kepada mandor itu untuk pergi ke rumah nya ibu Asih dan mandor itupun mempersilahkan nya dan mulai mencurigai siapa itu Doni. setelah Doni masuk ke dalam rumah ibu Asih, terlihat Dona sedang menciumi bayi yang sedang di beri minum susu lewat dot oleh nya. ibu Asih terlihat sedang membereskan pakaian bayi yang sudah dibeli oleh Dona dan Doni itu.
Doni hanya tersenyum menatap Dona yang sangat girang sekali terhadap bayi yang imut dan menggemaskan itu. Dona lalu berkata kepada bayi itu sembari menunjuk ke arah Doni.
"yeee papah datang tuh sayang..." lalu Doni mendekati Dona dan bayi itu. Doni lalu duduk bersila dan mencium kening bayi itu dengan lembut nya seraya berkata.
"semoga kamu nanti menjadi anak yang pintar dan penurut terhadap kedua orang tua angkat mu ini. papa dan mama mu ini suatu saat pasti akan memberikan mu adik, iyakan sayang?." ujar Doni kepada Dona dan Dona mengiyakan nya sembari mencium pipi bayi yang sedang minum susu itu.
Ibu Asih hanya tersenyum menatap Dona dan Doni yang sudah selayak nya menjadi sepasang suami istri yang sah. hadir nya bayi tersebut, menghadirkan suasana baru di dalam rumah keluarga ibu Asih. kini Dona dan Doni sudah selesai bermain dengan anak angkat mereka itu. kini kedua nya akan berangkat lagi untuk masuk bekerja karena sebentar lagi jam satu siang dan jam masuk kerja akan di mulai lagi. Dona dan Doni sudah salim kepada ibu Asih dan kedua nya sudah masuk ke dalam mobil Doni.
Setelah mobil Doni beranjak dari kampung duren menuju ruko kantor pinangsia, mereka mulai berbincang-bincang lagi.
"tadi kamu sedang mengobrol apa dengan mandor tadi sayang?" ujar Dona bertanya.
"aku hanya bertanya akan kapan pekerjaan membangun rumah itu selesai dikerjakan."
"lalu apa kata nya???" tanya Dona lagi penasaran.
"kata nya sih paling cepat enam bulan dan paling lama setahun, tetapi ia bilang selambat-lambat nya sekitar delapan bulanan. yah semoga saja ucapan mandor itu benar ada nya." lalu Dona menimpali ucapan Doni.
"oh begitu. yasudah kalau begitu kita percayakan saja terhadap mandor itu dan serahkan saja kepada pak Yaris yang bertanggung jawab atas tugas mengatur mandor dan pembangunan rumah itu." ujar Doni dan Dona pun mengiyakan nya saja.
Di sisi lain, Wawan sedang berada di ruko restorant pratama cabang satu. ia sedang berkenalan nama dengan semua karyawan restorant tersebut yang jumlah nya sekitar dua puluh pegawai. di samping nya ada pak Setyo yang sudah mengenal para pegawai itu ketika ia mengawasi mbak Yuni ketika awal memimpin restorant tersebut. mereka sedang mengadakan Briefing sebentar dilantai dua yang sepi dari pelanggan itu untuk memperkenalkan Menejer Baru mereka yaitu Wawan lewat pak Setyo. setelah pak Setyo mengawali percakapan dengan mengucap salam, ia mulai berkata.
"kehadiran bapak kembali direstorant ini, sama hal nya dengan pertama kali bapak mengawasi mbak Yuni di restorant ini. kali ini dengan pengunduran nya mbak Yuni dari pekerjaan nya secara resmi datang dari kantor pusat, maka HRD kantor pusat telah menggantikan nya dengan mas Wawan ini." lalu Wawan mengenalkan nama nya kepada para pegawai restorant tersebut.
Setelah itu pak Setyo berkata lagi meneruskan ucapan nya.
"sesi Briefing ini tak akan lama, karena waktu di jam buka restorant dan masih ada beberapa pelanggan yang memesan makanan. maka dari itu sekarang mas Wawan akan menjadi menejer baru di restorant ini dan akan menjalani masa training dahulu dengan di awasi oleh saya." setelah berkata begitu, sesi Briefing itu selesai dan para pegawai mulai seperti biasa bekerja lagi. sedangkan Wawan dan pak Setyo sudah pergi ke ruangan kantor bekas tempat mbak Yuni bekerja.
Wawan lalu di test mengoperasikan komputer oleh pak Setyo dan tanpa di ajari Wawan sudah bisa mengoperasikan nya. lalu pak Setyo menyuruh Wawan untuk menghapal lembaran tugas yang harus dilakukan nya nanti dalam pekerjaan nya itu setelah ia bebas masa training dari arahan pak Setyo dan tibalah awal mulai pekerjaan Wawan yang awal nya hanya sebagai OB biasa yang dinilai rendah dimata orang yang hina melihat nya, kini menjadi orang yang memiliki jabatan tinggi dari orang yang pernah menghina nya. keadaan tempat berpindah ke kantin nya ibu Yani, pak Yaris sedang beranjak dari kantin itu menuju kantor bersama pak Tohir.
Sedangkan para pegawai kantor lain nya sudah terlebih dahulu masuk ke dalam kantor karena jam masuk kerja sudah terdengar. Avril terlihat berada di belakang nya pak Yaris dan pak Tohir sembari menatap layar ponsel nya. ternyata Avril sedang melihat chat story whatsapp Dona yang dari awal bepergian ke mall untuk berbelanja, sampai ke rumah nya ibu Asih dengan memfoto Dona, Doni dan anak angkat mereka. pada saat Avril mau masuk ke dalam kantor, mobil Doni tiba di halaman parkir ruko kantor itu dan pak Restu segera mengarahkan untuk membantu Doni memarkirkan mobil nya.
Setelah mobil Doni terparkir, Dona dan Doni sudah keluar dari dalam mobil nya. Avril tersenyum menatap kedua nya yang berjalan ke arah nya dan Avril langsung berkata.
"hmm, kapan ya aku bisa seperti kalian berdua." ujaran Avril tadi langsung di jawab oleh Dona.
"kan mas Wawan ada Vril?"
"dia sedang sibuk! mas Wawan sedang belajar jadi menejer di restorant cabang satu Dona." Dona dan Doni saling tatap dan kemudian Doni bertanya kepada Avril.
"apakah Wawan sudah mulai ditraining bekerja sebagai menejer Vril???"
"iya bos Doni, ketika jam istirahat tadi bersama pak pengawas nya."
"oh begitu. syukurlah kalau benar ada nya, aku turut senang juga." ujar Doni tersenyum dan Dona berkata.
"harus nya kamu pun senang Vril bahwa mas Wawan sudah naik jabatan, kok kamu masih terlihat murung dan cemberut begitu sih?" Avril hanya cengengesan saja menatap kedua nya dan berkata ia hanya iri akam keromantisan Dona dan Doni itu.
Sepasang kekasih itu hanya tertawa geli terhadap Arvil dan kini mereka sudah menyudahi obrolan ngalor-ngidul itu dan ketiga nya sudah masuk ke dalam kantor untuk mulai bekerja kembali.