
WAKTU Terus berjalan dan tak terasa sudah Dua Tahun Kemudian lama nya sejak peristiwa yang viral tentang perampokan di suatu kantor perusahaan yang bernama CV.Group Perkasa. pemilik perusahaan tersebut adalah seorang pemuda tampan yang bernama Doni Pratama. anak itu sekarang tumbuh menjadi pemuda yang dewasa dan tingkat ketampanan nya yang matang. pemuda yang mewarisi harta warisan dari mendiang ayah nya itu, sekarang sedang berada diruangan lantai tiga kantor tersebut.
Kantor yang terdiri dari tiga lantai itu masing-masing memiliki fungsi masing-masing. di lantai satu adalah tempat absen karyawan serta menyimpan barang-barang karyawan seperti helm motor, payung, atau alat-alat yang sekira nya dilarang untuk dibawa ke lantai dua. satu ruangan khusus satpam beserta toilet nya. lalu di lantai dua adalah kantor tempat semua para karyawan kantor itu bekerja. sedangkan di lantai tiga adalah sebuah kamar yang luas dan isi nya lengkap untuk kebutuhan pengisi kamar nya. di kamar itulah Doni sebagai pemilik kantor perusahaan itu tinggal selama dua tahun ini. semenjak diri nya pulang dari rumah sakit sekitar dua tahun yang lalu, diri nya hanya tinggal di rumah nya pak Yaris sekitar hampir dua bulan saja dan setelah sembuh ia memutuskan untuk tinggal di kantor nya itu lagi. hari-hari terus berjalan dan kegiatan apa saja Doni lakukan sampai sekarang dan umur nya sudah dua puluh tujuh tahun. kini pemuda itu sedang menuju kamar mandi untuk mandi pagi, karena pagi itu ia harus bangun awal karena ia harus menginterview para karyawan yang akan melamar di kantor tersebut. pekerjaan tersebut harus nya dikerjakan oleh pak Yaris, tetapi lelaki berumur lima puluh tahunan itu sedang sakit meriang dan sudah di liburkan oleh Doni untuk beberapa waktu sampai pak Yaris sembuh total. sementara itu juga ia harus menggantikan pak Yaris sebagai HRD di kantor tersebut yang tugas nya menginterview para karyawan baru dan kini tugas tersebut Doni yang akan melakukan nya nanti setelah jam kerja dimulai.
Pagi yang cerah kala itu juga, telah menyambut bangun nya seorang perempuan cantik dari atas ranjang di dalam kamarnya. suara alarm yang biasa nya membangunkan nya kini telah ia matikan dan ia taruh di dalam laci meja rias nya. Ia melirik jam dinding masih jam enam pagi dan ia masih sedikit mengantuk untuk bangun. kemudian ia memaksakan bangun untuk meneruskan niat nya yaitu mandi pagi dan setelah itu pergi melamar pekerjaan.
Gadis cantik itu bernama Dona Pratiwi. umur nya sekarang diperkirakan berumur dua puluh tujuh tahun. Ia hanya tinggal berdua dengan ibu nya yang sudah menjanda semenjak Dona masih berumur tujuh tahun. Rumah kecil disebuah kampung itu hanya di isi oleh nya dan ibu nya saja. anggota keluarga lain nya termasuk bibi dan paman nya telah mempunyai rumah masing-masing. rumah itu adalah sebuah rumah peninggalan warisan dari nenek nya yang telah meninggal dunia. Ketika Dona masih bayi sampai berumur lima belas tahun, ia di asuh oleh nenek nya yang kini telah meninggal dua tahun yang lalu ketika Dona sudah masuk kuliah dan berumur dua puluh lima tahun. ketika Dona masih bayi sampai umur tujuh tahun, ibu nya Dona saat itu masih bekerja sebagai pembantu ibu rumah tangga di kota. lalu Dona di ajak oleh ibu nya untuk ikut tinggal di rumah majikan nya sekitar tiga tahun lama nya. umur sepuluh tahun Dona di pulangkan oleh ibu nya karena atas desakan majikan nya yang galak yaitu ibu Dewi. dari umur umur sepuluh tahun sampai menjadi gadis remaja berumur lima belas tahun, Dona di asuh oleh nenek nya lagi sampai ibu nya pulang kampung.
Semenjak ibu nya Dona di pecat oleh majikan nya, ibu nya pulang ke kampung halaman nya dan bertepatan dengan lulus nya Dona dari SMP dan waktu itu mulai masuk ke sekolah SMA. kini, Dona sudah menjadi gadis cantik dan berumur dua puluh tujuh tahun. Ia bersekolah sampai tingkat SMA ketika berumur delapan belas tahun dan lulus dengan nilai terbaik disekolah nya. Dona yang mendapat prestasi dari sekolah nya itu mendapat biaya untuk melanjutkan studi nya ke jenjang yang lebih tinggi yaitu masuk ke dalam fakultas sarjana yang ia inginkan. sang anak awal nya murung karena tidak ada biaya untuk melanjutkan masuk kuliah nya itu. tetapi sang ibu mencoba menghibur anak nya itu dan berusaha untuk menyekolahkan anak nya masuk kuliah. dan saat ini, perjuangan ibu nya tak sia-sia dan bangga dengan anak nya yang sudah lulus dengan sarjana terbaik di kampus nya dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk meraih nya. sekarang ia sudah di bolehkan bekerja oleh ibu nya dan akan mengunjungi suatu perusahaan yang baru saja ia melamar nya memakai surat email dengan mengirim berkas-bekas berbentuk digital yang ia kirim kemarin melalui HRD sebuah perusahaan.
Perusahan itu bernama CV. Group Perkasa. perusahaan di bidang makanan itu adalah kantor nya para karyawan kantoran yang mengurus gaji karyawan yang bekerja di beberapa cabang restoran milik lelaki muda yang tajir melintir yang biasa di sebut CEO atau Bos. perusahaan itu sedang mencari karyawan sebagai jabatan sekertaris dan asisten nya sekertaris. lowongan pekerjaan itu bisa untuk lelaki atau perempuan, dari yang sudah berpengalaman atau yang belum sama sekali berpengalaman. Interview HRD perusahaan itu dialihkan kepada CEO nya karena pemilik nya itu ingin langsung berhadapan dengan calon sekertaris nya nanti dan lagi pula HRD nya sedang libur karena sedang sakit. Dona tahu akan ada nya lowongan tersebut, dari ibu nya dan ibu nya tahu info tersebut dari pak Yono. pak Yono adalah satpam di kantor itu dan sudah jelas info dari pak Yono tentang pencarian karyawan baru itu bukan sekedar isapan jempol belaka dan benar ada nya.
Anak gadis yang bernama Dona itu, kini telah mandi dan merias diri nya dikaca cermin kamar nya. ketika Dona akan berangkat, ia tidak lupa berpamitan terlebih dahulu kepada ibu nya. lalu terdengar ibu nya berkata kepada anak tunggal nya itu.
"semangat ya nak. Ibu doakan supaya kamu di terima bekerja di tempat yang baru kamu lamar itu."
"amin ibu. Dona berangkat dulu ya bu assalamualaikum.." lalu Dona mencium pipi dan punggung lengan ibu nya. Ibu nya Dona yang bernama ibu Asih itu hanya tersenyum sambil melambaikan tangan nya kepada anak nya yang kini sudah dewasa dan menjadi gadis yang cantik.
Gadis cantik itu berambut panjang berwarna hitam dan di gulung memakai tusuk konde. ia memakai pakaian putih berlengan panjang dan rok celana hitam sebatas mata kaki nya dan memakai alas kaki berupa sepatu hak yang tidak terlalu tinggi. Ia membawa tas selempang wanita yang berisi berkas-berkas penting untuk di berikan kepada HRD perusahaan ketika akan di interview nanti.
Dona kini berjalan keluar kampung dan sedang menunggu angkutan umum melintas didepan nya. Ia masih berdiri dijalanan umum dan pagi itu kendaraan masih sepi dan beberapa angkutan umum belum terlalu ramai. Dona yang berdiri agak lama itu menggerutu dalam hati nya karena kesal menunggu angkutan umum yang tak kunjung tiba. Tak lama, angkutan umum berwarna biru itu muncul.
"astaga! lama sekali datang nya huh!" ucap batin Dona ketika melihat ada mobil angkutan dikejauhan dan berhenti di depan nya.
Dona langsung masuk dan sudah meredakan kedongkolan nya. Ia hanya duduk termenung memikirkan apa yang akan terjadi ketika sudah berada di tempat perusahaan yang ia lamar. lamunan nya itu tiba-tiba buyar dengan suara kendektur mobil angkutan umum itu.
"ke arah jalan ruko pinangsia bang."
"oh baik neng." ucap kondektur bertubuh kurus yang diperkirakan lelaki berumur tiga puluh lima tahun dan memakai topi.
Dona hanya mengangguk saja dan menunggu angkutan umum itu berhenti di tempat yang sedang ia tuju. setelah seperempat jam lama nya, sopir angkutan umum itu berhenti dan Dona turun kemudian memberikan ongkos kepada kondektur itu. setelah itu, Dona masuk ke dalam area ruko yang luas dan berjejer dari berbagai nama perusahaan di bidang makanan sampai kantor nya. pagi hari yang diperkirakan sudah jam delapan pagi itu, cuaca nya sangat cerah dan membuat Dona bersemangat.
Di sela berjalan menyusuri jalanan parkir ruko itu, Dona mengingat-ingat dan mencari nama perusahaan kantor CV.Group Perkasa yang sedang ia tuju sekarang. langkah kaki mulus nya itu tidak pegal sedikit pun karena ia memiliki keinginan atas perjalanan nya itu. sejauh ia berjalan mengitari jalanan ruko-ruko itu, ia sama sekali belum menemukan sama nama tempat yang ia tuju.
Dona mulai kesal dan ia membuka handphone nya dan mencoba mencari nama kantor itu melalui GPS handphone nya. Setelah ia menemukan nya, kini Dona berjalan lagi karena arah GPS handphone nya menunjuk arah ke depan nya dan berada tak jauh lagi. setelah Dona berjalan dan menemukan tempat yang ia tuju, mata nya mendelik karena melihat banyak nya orang-orang yang ingin melamar pekerjaan di tempat itu. Dona tertegun dan semangat nya mulai mengikis melihat jumlah pelamar itu hampir puluhan orang. pakaian nya hampir sama dengan nya. Berpakaian kemeja putih polos lengan panjang dan celana atau rok hitam.
Para pelamar itu ada yang dari perempuan muda dan lelaki muda. Ada juga yang setengah tua yang diperkirakan tiga puluh sampai empat puluh tahun. Kursi panjang dari besi semua nya penuh di duduki oleh para pelamar. di depan kantor itu dua satpam penjaga dan salah satu nya adalah pak Yono dan satu lagi adalah satpam baru bawaan pak Yono. kedua satpam itu sedang sibuk membariskan para pelamar satu persatu yang masuk untuk di interview dan kemudian para karyawan itu ada yang keluar lagi dengan raut wajah penuh kekecewaan. terlihat jelas wajah murung diantara para pelamar yang satu persatu telah keluar dari dalam kantor itu dan langsung pergi tanpa permisi lagi.
Dona hanya menelan ludah nya dan membatin.
"banyak sekali yang melamar pekerjaan di sini? seperti nya banyak yang kecewa karena telah ditolak lamaran nya. kelihatan nya para pelamar itu sudah berpengalaman sekali, terlihat dari umur mereka yang setengah tua dan terlihat dewasa. duh....! bagaimana ini ibu?! yang berpengalaman saja tidak diterima apalagi aku yang belum berpengalaman sama sekali???" ujar batin Dona bergemuruh dan ia mulai kehilangan semangat nya.
Tetapi ia ingat akan pesan ibu nya dan ia masih bisa tenang seraya berdoa dalam hati nya dengan harapan rezeki akan datang padanya. para pelamar itu banyak sekali yang keluar dari kantor itu dan pergi dengan kekecewaan. Dona lalu berpikir, bahwa karyawan baru di bagian sekertaris yang dibutuhkan itu hanya satu dan satu lagi karyawan wanita bagian asisten sekertaris nya. selama Dona berdiri mematung melihat para pelamar itu dari kejauhan, dirinya di kagetkan oleh suara sapaan perempuan dari arah belakang nya.
"permisi mbak. saya mau bertanya."
Dona langsung memalingkan tubuh nya dan menatap seraut wajah cantik dan berkaca mata minus. rambut nya model shaggy hitam dan pakaian nya hampir sama dengan nya. Perempuan muda itu tersenyum kepada Dona dan Dona pun membalas senyuman itu dengan ramah tamah juga.