KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
RENCANA PAK YARIS


DI TEMPAT Ruangan kantor nya pak Yaris, terlihat pemilik ruangan itu sedang memperhatikan pak Taufik yang sedang berjaga di depan pintu kantor tersebut melalui layar monitor CCTV nya. posisi pak Taufik masih membelakangi kamera pengawas dan terlihat posisi nya sedang menunduk dan kedua tangan nya kedepan. posisi seperti itu sudah diketahui oleh pak Yaris bahwa pak Taufik itu sedang asyik memainkan ponsel genggam nya.


Entah apa yang sedang dipikirkan oleh pak Taufik itu, sampai-sampai ia lupa bahwa diri nya yang sedang bekerja sebagai petugas keamanan di tempat itu dan sudah diberitahu bahwa dilarang memainkan ponsel ketika berjaga, lalai atau sengaja melakukan hal tersebut. pak Yaris tak banyak berkata dan bertindak, ia hanya diam dan duduk dikursi kerja nya sembari tetap saja memperhatikan gerak-gerik pak Taufik itu. jam dinding telah menunjukan pukul empat sore kurang sepuluh menit dan sudah hampir dua jam pak Yaris memperhatikan monitor layar CCTV dan itu setelah kepergian mbak Yuni dari ruangan kantor nya. layar monitor CCTV yang harus nya terbagi menjadi beberapa tayangan pantauan, kini hanya fokus di satu tempat yaitu didepan pintu masuk kantor tersebut dan hanya menayangkan keadaan pak Taufik yang sedang berjaga itu.


Sebelum nya ketika jam istirahat sekaligus jam makan siang tiba, pak Yaris yang sudah berada di kantin nya ibu Yani. tiba-tiba mendapat pesan whatsapp dari pak Yono tentang kelakuan pak Taufik ketika pagi tadi. pak Yono menceritakan apa yang ia dengar secara jelas dari ucapan pak Taufik yang sedang menelepon seseorang ketika berada di dalam ruangan khusus satpam. isi pesan dari pak Yono kepada pak Yaris itu hampir sama dengan apa yang di dengar langsung dan yang membuat pak Yaris kaget adalah, ada nama ibu Dewi dari isi pesan pak Yono tersebut.


Awal nya pak Yaris agak ragu akan penuturan pak Yono kepada nya tentang pak Taufik itu. tetapi ketika pak Yaris membaca ada nama ibu Dewi, seketika itulah diri nya terkejut dan mulai percaya kepada pak Yono. setelah saling mengirim pesan, pak Yaris yang sedang berada di kantin sebelum nya itulah sesekali menatap pak Taufik yang duduk dipojokan meja kantin itu sembari merokok dan memainkan ponsel nya.


Rasa was-was dan waspada saat itu juga, membuat pak Yaris menambahkan satu mata-mata lagi selain pak Yono, yaitu ibu Yani. ketika jam masuk kantor telah tiba, ibu Yani yang sedang duduk dimeja kasir kantin nya itu, ternyata sedang saling bertukar pesan lewat whatsapp dengan pak Yaris. ibu Yani yang sesekali menatap curiga kepada pak Taufik itu berasal dari suruhan pak Yaris yang berkata, agar memata-matai gerak-gerik pak Taufik ketika berada di dalam kantin tersebut. laporan ibu Yani telah diterima oleh pak Yaris ketika pak Taufik meninggalkan kantin tersebut dan laporan itu adalah bukti yang nyata dan jelas bahwa pak Taufik adalah suruhan orang lain yang akan berniat jahat kepada Doni dan perusahaan nya.


Disaat pak Taufik bertukar ship dengan pak Yono itulah, masa dimana pak Yaris mulai memperhatikan pak Taufik lewat layar monitor CCTV diruangan nya. kini pak Yaris akan membuat rencana untuk menjebak pak Taufik yang sudah dipastikan bibit dari biang penyakit jika terus dipekerjakan ditempat itu. tetapi pak Yaris agak ragu jika harus memberitahu kepada Doni akan hal tersebut. maka dari itu, yang tahu akan rencana pak Yaris adalah pak Yono saja, sedangkan ibu Yani tak terlalu dibutuhkan dalam Rencana Pak Yaris tersebut.


Didalam sebuah ruangan khusus CEO yang berada bersebelahan dengan ruangan pak Yaris, anak muda yang bernama Doni itu sudah selesai mengerjakan tugas nya yang lumayan banyak itu. terlihat ia masih duduk dikursi kerja nya dan mulai menggeliatkan tubuh nya yang kaku akibat terlalu lama duduk dikursi itu. rasa lapar mulai menyerang perut nya dan anak muda itu baru ingat bahwa diri nya belum makan sejak siang tadi, gara-gara ulah pacar nya yang teledor salah mengirim pesan itu.


Kejadian tersebut sudah ia lupakan ketika mbak Yuni meminta maaf kepada nya dan Doni sudah memaafkan hal tersebut serta melupakan kejadian itu. perasaan galau dan serba salah campur aduk yang sebelum nya Doni rasakan, sebenar nya telah hilang semenjak Doni menikmati tubuh hangat dan montok nya mbak Yuni. tetapi perasaan jelek itu muncul lagi setelah mereka selesai melakukan percumbuan mesra sebelum nya. anak muda itu kini sudah keluar ruangan nya dan segera menelepon pak Yaris bahwa pekerjaan nya sudah selesai dan ia kini ingin keluar dulu untuk makan siang yang telat tadi dikantin nya ibu Yani.


Pak Yaris yang masih memperhatikan layar monitor nya itu, segera mengangkat ponsel nya dan berkata mengiyakan ucapan pemberitahuan dari Doni tersebut. setelah Doni menyudahi percakapan lewat telepon yang singkat itu, ia melangkahkan kaki nya untuk turun ke lantai satu dan ia hanya tersenyum ramah ketika menatap karyawan dan karyawati yang sedang sibuk bekerja di kursi meja kerja nya masing-masing. ketika Doni sudah menuruni tangga lantai dua menuju lantai satu, terlihat pak Yono yang sedang berjalan dari lorong tempat ruangan satpam berada menuju pintu kantor dan di situ ada Doni yang menatap nya seraya tersenyum.


Pak Yono juga tersenyum kepada Doni dan berkata ramah dengan pertanyaan 'Den Doni Mau Kemana?'. Doni lalu menjawab nya bahwa diri nya ingin ke kantin untuk makan siang nya yang sudah telat itu. setelah perbincangan singkat itu, kedua nya lalu keluar pintu kantor dan melihat pak Taufik yang sedang berdiri membelakangi pintu dan berada di samping teras dekat pilar beton kantor itu. ia tak menyadari akan datang nya pak Yono dan Doni karena diri nya sedang menunduk memainkan ponsel nya sejak tadi.


Doni yang sudah kelaparan itu segera meninggalkan pak Yono yang sedang berdiri menatap pak Taufik. Doni sudah tak peduli dengan pak Taufik yang sedang memainkan ponsel nya itu. sedangkan pak Yono, ia langsung berdehem dan membuat pak Taufik kaget. ia segera mengantongi ponsel nya dan berkata gugup kepada pak Yono.


"maaf pak Taufik. bagaimana bekerja di sini pak? betah tidak?" tanya pak Yono sengaja memancing jawaban dari pak Taufik.


Yang ditanya hanya tersenyum canggung dan menjawab bahwa diri nya betah bekerja di tempat itu. setelah itu, pak Taufik langsung berkata kepada pak Yono.


"oh iya pak, apa saya boleh pegang kunci kantor ini pak?" mendengar ucapan seperti itu, pak Yono hanya berkerut dahi dan langsung menjawab nya.


"untuk apa emang nya pak?"


"begini pak Yono, saya sering sekali masuk bekerja pagi-pagi sekali. saya tak mau menunggu pak Yono datang membawa kunci kantor ini, niat saya hanya karena saya ingin beristirahat dulu di ruangan khusus satpam sampai waktu dimulai nya bekerja." ujar pak Taufik beralasan yang antara masuk akal dan tidak masuk akal.


Pak Yono hanya manggut-manggut mendengar alasan tak masuk akal itu dan kemudian pak Yono berkata kepada pak Taufik.


"maaf pak, saya tidak bisa memastikan nya soal itu. begini saja pak, kalau begitu bapak tunggu di sini untuk berjaga dahulu. saya akan menghadap pak Yaris untuk membicarakan usul dari pak Taufik tadi." ujar pak Yono dan pak Taufik hanya mengangguk mengiyakan saran dari pak Yono. setelah perbincangan itu selesai, pak Yono masuk lagi ke dalam kantor dan menaiki tangga menuju lantai dua untuk menemui pak Yaris.


...*...


...* *...