
DONI Menatap wajah pak Yaris dengan seksama dan kemudian Doni bertanya kepada pak Yaris akan ucapan pak Yaris sebelum nya.
"apa bapak tak salah bicara..??? saya merasa sangat senang sekali jika memiliki ayah angkat seperti bapak." ucap Doni kepada pak Yaris.
Pak Yaris hanya tersenyum kepada Doni dan kemudian berkata.
"bapak serius nak. kamu mengingatkan akan anak pertama bapak yang sudah tiada." ucap pak Yaris dan membuat Doni penasaran seraya bertanya.
"maksud bapak bagaimana..???"
pak Yaris kemudian menatap Doni dengan pandangan mata sayu dan terlihat raut wajah penuh duka terpampang jelas di wajah pak Yaris.
Doni masih diam menunggu pak Yaris menjawab pertanyaan dari Doni. kemudian pak Yaris mulai bersuara menjawab pertanyaan Doni barusan.
"sebenar nya, ketika bapak baru menikah dengan istri pertama bapak. bapak pernah punya anak dan anak itu laki-laki. andai anak bapak sudah besar, mungkin umur nya sama dengan mu nak Doni. tetapi sayang nya ketika masih berumur tiga bulan, anak pertama bapak itu meninggal karena mengidap penyakit diagnosa bawaan dari ibu nya. jujur saja nak Doni, bapak pernah menikah dua kali dan istri bapak yang pertama sudah bapak ceraikan karena kelakuan nya hampir sama dengan ibu kandung mu itu nak Doni." ujar pak Yaris kepada Doni.
Doni berkerut dahi dan bertanya kepada pak Yaris.
"apa bapak bisa menjelaskan dari maksud perkataan bapak tadi..???" tanya Doni penasaran. pak Yaris hanya mengangguk dan kemudian author akan memulai menuliskan cerita tentang Kisah Masa Lalu Pak Yaris tersebut kepada Doni dan pembaca.
"istri pertama bapak itu, sebenar nya adalah teman ibu mu semasa masih bekerja menjadi karyawan di kantor ini nak Doni."
"apa..?! maksud pak Yaris, ibu saya adalah bekas karyawan di kantor ini begitu..???" tanya Doni kaget dan membuat pak Yaris mengangguk mengiyakan pertanyaan Doni tersebut.
"ketika bapak dan ayah mu mengelola perusahaan ini, kami berdua sudah mulai merekrut karyawan-karyawan baru untuk membantu mengurus kantor pusat ini. kala itu karyawan hanya ada dua puluh orang saja yang lulus seleksi dan di antara dua puluh orang yang lulus seleksi itu, ada dua orang karyawati atau karyawan perempuan yang menarik perhatian bapak dan ayah mu nak. dua orang karyawati itu bernama Ayuning Tyas dan Dewi anggraeni. bapak tertarik dengan kecantikan Ayuning Tyas dan ayahmu tertarik dengan kecantikan ibu mu yang bernama Dewi Anggraeni. setelah lama mereka bekerja di tempat ini, bapak dan ayah mu mencoba mendekati kedua nya dan mengajak kencan kedua nya. kemudian kami sama-sama berpacaran sampai kami menikah. pernikahan bapak dan ayah mu itu secara berbarengan nak Doni. semua itu atas usul ayah mu kepada bapak dan bapak hanya menuruti apa kemauan ayah mu itu. semua biaya di tanggung ayah mu dan setelah kami masing-masing menikah, kemudian ibu mu di angkat menjadi sekertaris ayah mu dan ruangan sebelah yang kosong adalah bekas ruangan ibu mu bersama istri bapak semasa masih bekerja di tempat ini. sedangkan istri bapak yang bernama Ayuning Tyas, ia naik pangkat sebagai menejer di perusahaan ini dan bapak menjabat sebagai HRD. ayah mu tetap seorang pemilik perusahaan ini sampai menjadi CEO Bos perusahaan ini sampai perusahaan ini semakin besar dan terkenal." ujar cerita pak Yaris kepada Doni.
Doni masih diam duduk di sofa empuk di ruangan pak Yaris. sedangkan pak Yaris masih duduk di kursi kerja nya dan pak Yaris mulai melanjutkan cerita nya lagi setelah ia minum air yang sudah ada di meja kantor nya sebelum mereka berdua makan siang.
"setelah perusahaan kantor ini terkenal dan sudah mempunyai dua cabang perusahaan di bidang restoran, istri bapak dan istri ayah mu kedua nya mengundurkan diri menjadi pekerja kantoran dan kedua nya beralasan ingin mengurus anak dan menjadi ibu rumah tangga yang baik di rumah. bapak dan ayah mu pun menyetujui saran tersebut dan lama setelah berhenti nya istri bapak dan istri ayahmu, kemudian hari yang buruk telah dimulai dengan kepergok nya kelakuan istri bapak dan istri ayahmu ketika kedua nya pergi ke sebuah club malam dan mereka malah asik berpesta pora tanpa memikirkan bapak dan ayah mu yang bekerja keras diperusahaan ayah mu ini." ujar pak Yaris dan tatapan nya kosong menatap layar monitor CCTV area kantor tersebut.
Doni masih diam membisu dan belum berani bertanya tentang dari cerita pak Yaris tersebut. tanpa ditanya pak Yaris masih mulai meneruskan cerita nya lagi.
"istri pertama bapak ternyata mengidap penyakit kelamin akibat sering main dengan lelaki penghibur atau gigolo. kasus nya hampir sama dengan ibu mu nak Doni. tetapi yang paling parah memang yang di alami istri bapak karena ketika berhubungan badan, diri nya tak pernah memakai pengaman. setelah bapak ceraikan dan bapak jelaskan secara terang-terangan kelakuan istri bapak itu, dan tak lama setelah meninggal nya anak pertama bapak. bapak mendengar dari ayah mu bahwa mantan istri bapak yang setelah menikah dengan suami baru nya, meninggal dunia karena penyakit kelamin yang di derita nya semakin parah. kematian istri bapak adalah karma dari anak pertama bapak yang sebagai saksi kebejatan istri bapak ketika sedang mengandung malah sering minum alkohol dan bersenang-senang dengan lelaki lain." pak Yaris tak melanjutkan cerita nya karena ia sedang mengambil tisue di meja nya. air mata nya ternyata mulai meleleh di pipi yang hampir keriput itu.
Setelah pak Yaris mengelap air mata nya dengan tisue, Doni mulai beranikan diri bertanya kepada pak Yaris tentang dari mana pak Yaris tahu akan hal cerita itu. pak Yaris kemudian menjawab pertanyaan Doni itu dengan suara yang parau.
"bapak tahu akan semua hal itu dari intel yang disewa ayah mu dengan tujuan untuk memata-matai aktivitas yang dilakukan ibumu dan istri bapak ketika berada di luar rumah. setelah bapak tahu akan hal itu, disitulah bapak mulai stres dan memaki diri bapak sendiri karena sebagai kepala keluarga bapak tak becus membimbing istri bapak dan tak menyadari kelakuan bejat istri bapak ketika bapak tidak ada di rumah. ayah mu selalu saja menyemangati bapak agar bersabar akan kejadian yang menimpa bapak. ayah mu pun berkata kepada bapak bahwa ayah mu juga sama merasakan hal yang sama dengan bapak. karena kelakuan istri bapak dan istri ayah mu sama-sama bejat nya dan kejadian itu sudah berlalu dan masih menyisakan kenangan pahit bagi bapak dan mendiang ayah mu sampai sekarang nak Doni." ujar pak Yaris dengan nada parau menahan sedih sendu akan ingatan nya tentang masa lalu nya yang pahit.
Doni hanya diam merenung membayangkan dari ucapan pak Yaris tersebut dan hati nya pun merasakan rasa sedih atas cerita dari pak Yaris tersebut. Doni masih diam tak mau berkata tanya kepada pak Yaris sebelum pak Yaris menyudahi perasaan duka nya yang amat mendalam itu. pak Yaris tidak terisak dan hanya air mata nya saja yang menjadikan nya lelaki tegar akan hal pahit yang sudah terjadi kepada nya dahulu.
...*...
...* *...