KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
BERBELANJA


SIANG Hari mulai tiba dan suara bell kantor berbunyi pada siang itu. Doni baru saja keluar dari ruangan nya dan pada saat itu ia berpas-pasan dengan Wawan dan pak Tohir yang mau masuk ke dalam ruangan nya pak Yaris. mereka mengobrol sebentar dan kemudian Wawan masuk ke dalam ruangan pak Yaris bersama pak Tohir. Doni kini sudah turun ke lantai satu bersama para karyawan kantor lain nya. Doni akan menunggu Dona di mobil nya untuk mengajak nya pergi Berbelanja pakaian bayi dan susu bayi. Dona terlihat masih berada di dalam ruangan kerja nya bersama Avril dan kedua nya terlihat sedang bergegas keluar dari dalam ruangan kerja itu.


Sebelum nya ketika pagi menuju siang tadi, Dona telah dihubungi oleh Doni lewat panggilan telepon nya dan berkata akan mengajak Dona pergi ke toko pakaian anak-anak. Dona kini sudah keluar bersama Avril dan kedua nya kini berjalan sampai diluar kantor tersebut. Avril sudah pergi ke kantin sendiri untuk makan siang, sedangkan Dona pergi mendekati mobil Doni yang di dalam nya sudah ada Doni yang menunggu nya. setelah Dona membuka pintu mobil Doni, ia masuk dan Doni segera menyalakan mobil nya. kini mobil Doni sudah berjalan menuju toko pakaian bayi berada dan diperjalanan mereka mulai mengobrol seperti biasa.


"tadi pak Yaris datang ke kampung duren untuk memulai membangun rumah kita sayang."


"aku sudah tahu soal itu dari nya sayang." ujar Doni sembari menyetir mobil nya. lalu Dona berkata lagi kepada Doni dengan pertanyaan berbeda.


"apa kamu juga sudah tahu akan pak Yaris yang sudah melihat bayi yang ada dirumah ku itu??"


"iya aku sudah mengetahui nya juga dari nya. ia sudah menjelaskan nya kepada ku ketika ia masuk ke dalam ruangan kantor ku tadi."


"oh yasudah kalau kamu sudah tahu." ujar Dona lagi dan Doni lalu berkata.


"kita makan siang dulu atau membeli pakaian dan susu bayi dulu sayang??" tanya Doni dan Dona menjawab nya terserah. Doni lalu memutuskan untuk pergi ke mall yang dulu pernah ia kunjungi bersama Dona.


Di dalam mall itu ada banyak toko yang menjual berbagai pakaian untuk bayi sampai orang dewasa. begitu pun untuk semua peralatan bayi, pasti banyak model dan merek nya untuk memilih. ujar Doni menjelaskan nya kepada Dona. Dona hanya terserah saja apa kata Doni itu dan Doni pun tak banyak bertanya lagi sampai mobil nya tiba di parkiran mall yang dikunjungi mereka itu. kedua nya kini sudah keluar dari dalam mobil itu dan berjalan sembari bergandengan tangan menuju pintu masuk mall besar tersebut. keramaian di dalam mall siang itu biasa-biasa saja dan tak seperti malam hari yang biasa nya ramai dikunjungi dari berbagai kalangan.


Kini kedua nya berjalan memutari area toko-toko penjual pakaian dan mereka masuk ke dalam salah satu toko pakaian bayi tersebut. kedua nya di sambut baik oleh karyawan toko itu dan Dona disuruh Doni untuk mencarikan pakaian yang cocok untuk anak angkat nya nanti. sedangkan Doni mencari mainan bayi beserta dot untuk susu bayi. area toko luas itu membuat Doni dan Dona leluasa untuk mencari barang yang sekira nya cocok mereka pilih. setelah mereka memilih dan memilah barang yang mereka pilih, kini kedua nya bersatu lagi dan sedang menunggu barang belanjaan mereka itu dikemas. setelah Doni membayar semua yang ia pesan bersama Dona itu, kini kedua nya berjalan mencari restorant cepat saji di dalam mall tersebut. Doni mendorong kereta dorong yang isi nya belanjaan yang cukup banyak yang mereka beli itu dan Dona berjalan berada di samping nya.


Setelah mereka menemukan restorant untuk memesan makan siang mereka, kedua nya kini duduk berdampingan dan memesan makanan dan minuman yang mereka inginkan. sambil menunggu pesanan mereka tiba, kedua nya mulai berbincang-bincang lagi.


"apakah jika nanti rumah yang dibangun itu sudah selesai di bangun, apakah setelah itu kita akan menikah sayang?" tanya Dona dan Doni menjawab nya.


"apakah perlu setahun lama nya membangun rumah itu sayang? berarti kalau begitu, anak angkat kita itu pasti akan besar juga dan pasti akan hadir di acara pernikahan kita itu sayang."


"sudah pasti sayang." ujar Doni dan ia melanjutkan ucapan nya lagi.


"semoga saja tidak lebih lama dari setahun sayang. karena aku berkata kepada pak Yaris agar menyuruh mandor nya itu untuk secepat nya mengerjakan membangun rumah itu. mungkin antara enam bulan atau delapan bulan rumah sudah siap huni. tetapi itu baru perkiraan pak Yaris dari mandor nya saja. tetapi kalau satu tahun itu sudah pasti yakin akan selesai dan siap di huni."


"oh begitu sayang. tak apalah jika itu kebenaran nya, yang penting meskipun kita belum menikah. tetapi kita sudah punya penyemangat hidup yaitu bayi perempuan itu sayang."


"iya sayangku." ujar Doni tersenyum kepada Dona dan Dona pun tersenyum kepada Doni.


Tak lama kemudian pesanan mereka telah tiba dan kemudian mereka mulai menyantap nya. di samping itu dan berada di ruangan kerja nya pak Yaris, Wawan sedang duduk bersebelahan dengan pak Tohir. sedangkan pak Yaris sedang duduk di kursi kerja nya dan ada satu lagi seorang lelaki seumuran pak Yaris dan lelaki itu mengaku bernama pak Setyo. mereka di dalam ruangan kerja pak Yaris itu sedang memperbincangkan perihal Wawan yang akan mengurus restorant cabang satu sebagai menejer baru pengganti mbak Yuni dan pak Setyo adalah orang yang akan membimbing nya. sedangkan pak Tohir sudah berbicara banyak dengan pak Yaris dan di dengar oleh Wawan dan pak Setyo.


Pembicaraan pak Tohir itu adalah tentang Doni yang dulu nya pernah tinggal di rumah nya pak Tohir karena suatu ajakan dari kakek Sarkim untuk tinggal dirumah nya. pak Tohir menceritakan secara rinci dari ia pertama mengenal Doni sampai ditolong nya berkali-kali dan cerita tersebut membuat orang yang mendengar nya menjadi terharu. Wawan pun sama hal nya membicarakan kebaikan Doni kepada nya dan juga keluarga nya itu. pak Setyo belum mengenal Doni, tetapi ia yakin bahwa orang yang dibicarakan oleh mereka itu adalah orang yang tidak sembarangan dan tak lama ia bertanya kepada pak Yaris siapa itu Doni. lalu pak Yaris memberi tahu nya bahwa Doni adalah pemilik perusahaan itu. pak Setyo hanya manggut-manggut paham dan kemudian sesi percakapan mereka sudah selesai dan Wawan sudah pergi ke restorant pratama cabang satu untuk mulai training bekerja selama seminggu dan sementara akan di awasi serta di arahkan oleh pak Setyo.


Sedangkan pak Tohir di ajak pak Yaris untuk makan siang bersama di kantin ibu Yani. awal nya pak Tohir ragu dan menolak ajakan tersebut karena ia merasa tak pantas menerima nya. tetapi pak Yaris tetap memaksa nya dan berkata bahwa ia tak memandang rendah orang atau jabatan siapapun itu. lama kelamaan pak Tohir luluh juga dan mau ikut bersama pak Yaris ke kantin ibu Yani untuk makan siang. sedangkan Doni dan Dona, mereka sudah selesai makan siang nya dan kini sudah pulang kembali untuk menuju rumah ibu Asih berada.


...*...


...* *...