Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 94 -Kepulangan Vierra


POV KAESANG


Jam di pergelangan tanganku sudah menunjukkan pukul 15.15 sore. Dan sampai saat ini orang yang kutunggu belum juga muncul. Sebenarnya aku hanya ingin mampir saja ke cafe ini, namun, aku di telpon oleh seseorang yang kukenal. Dia tengah mencariku dan ingin membicarakan sesuatu penting denganku. itulah sebabnya ku beritahukan padanya lokasiku saat ini, dan dia mengatakan akan datang setengah jam lagi. Tapi hingga saat ini pun dia belum juga terlihat. Sialan, kemana orang itu?


Namun, belum sampai setengah menit ku mengumpat tetiba saja pandanganku tertuju pada pintu cafe, disana terlihat seorang lelaki seumuran dengan Tyas. Dia tampan, dan memiliki tinggi 170 cm lebih. Cukup tinggi. Wajahnya khas orang timur tengah dengan alis tebal, dan bola mata berwarna coklat terang. Hidungnya mancung, dan rahangnya juga tegas. Dia berjalan kearahku seraya tersenyum.


"Maaf sudah membuatmu menunggu lama, tadi diperjalanan saya terkena macet." ucap lelaki itu sesaat dia sudah sampai di mejaku dan duduk di hadapanku.


Aku melihat dia cukup stylish. Dengan setelan kaos hitam polos dibalut jaket Levis hitam, celana jeans juga hitam dan terakhir adalah sepatu boots hitam. Serba hitam namun sangat cocok dengannya. Terlebih aroma parfumnya yang khas langsung menginterupsi penciumanku.


"Okay, so?" tanyaku.


"Eum jadi gini ..."


......................


NO POV!


"Apa yang harus ku lakukan sekarang? aku begitu bingung. Setelah ku dengar kebenaran itu, apa yang harus ku lakukan? apa sebaiknya ku temui Kaesang saja ya, minta penjelasan darinya langsung, tapi bagaimana jika dia menolak memberikan penjelasan?"


Saat ini Tyas tengah berada di dalam sebuah angkutan umum, dan hendak pulang seperti biasa. Namun, pikirannya kembali diingatkan oleh sebuah kebenaran yang barusan di dengarnya secara tidak sengaja. Zefa yang ceroboh sampai mengungkapkan semua itu begitu saja tanpa melihat adakah orang yang mendengarnya atau tidak. Sementara Tyas sendiri kaget. Dia sama sekali tak menyangka jika semua itu Zefa lakukan demi bisa memiliki Kaesang. Dia bahkan sampai melakukan hal sejauh itu.


Tyas pun memijit pelipisnya, Rasanya sampai pusing memikirkan semua masalah ini, terlebih Kaesang belum ada tindakan apapun untuk Zefa.


Sampai saat ia mulai turun dari angkutan umum yang di naikinya, rasa pusing itu masih terasa sampai tak sengaja ia pun berpapasan dengan seseorang, dan hampir menabraknya.


"Maaf, saya tidak sengaja."


Saat Tyas menoleh kearah seseorang yang hampir di tabraknya, dia terkejut saat mendapati jika orang itu adalah Tama. Lagi-lagi Tyas berpapasan dengan Tama secara tak sengaja.


"Tyas, kamu darimana dan apa kabar?" tanya Tama ramah seperti biasa.


"Eum, aku dari sekolah habis ngajar, dan kabar aku baik kok mas. Kamu sendiri apa kabar?" balas Tyas.


Tama pun tersenyum lalu menjawab, "Aku baik juga kok. Hm, ngomong-ngomong kamu guru ya sekarang, selamat ya."


"Terima kasih ya mas, itu semua bukan apa-apa kok. Hm mas, aku permisi ya." setelahnya Tyas pun pergi. Menjauh sampai punggungnya pun mulai tak terlihat. Tapi Tama, pria itu masih di sana, dia masih diam beberapa saat barulah setelahnya dia pun turut pergi.


......................


Pesawat dengan tujuan London-Indonesia sudah mulai terlihat mendarat di bandara internasional Soekarno-Hatta. Lebih dari 500 penumpang beserta kru dan pilot sudah terlihat menuruni pesawat dan berjalan kearah bandara. Selain itu beberapa penumpang juga mulai memadati bandara, banyak diantara mereka yang berjalan tergesa seraya menyeret koper mereka. dibalik banyaknya penumpang itu, terlihatlah dua orang muda mudi yang tampak berjalan santai kearah bandara seraya bergandengan tangan satu sama lain.


"Kak, kira-kira gimana kondisi nenek ya? Apa dia baik-baik saja?" tanya Vierra pada sang kakak.


"Mana kakak tau, kita kan belum kesana. Tapi ya semoga nenek baik-baik saja, kita kan sudah pulang sekarang. Nenek pasti seneng banget bisa lihat kita di sini." jawab Reynald.


"Iya kak, terlebih kita kan juga bawa obat obatan buat nenek. obat yang dibuat paman Sam itukan manjur banget kan, kak? makanya kemarin aku beli beberapa botol buat nenek. Semoga aja nenek bisa sembuh setelah minum itu." ucap Vierra seraya tersenyum menatap kearah Reynald.


"Manjur sih, tapi kamu tau nenek sakit apa?"


"Ehm enggak sih, kak. Tapi kemarin aku beli obat buat sakitnya nenek. dulu kan nenek pernah sakit diabetes sama asam urat kan kak? Kemarin tuh aku beli itu, sama vitamin juga ada sih." jawab Vierra lengkap dengan cengiran di wajahnya.


"Yaudah deh, terserah kamu. Hm, kita balik ke rumah dulu ya, bersih-bersih, makan habis itu jenguk nenek ke rumah sakit. Kamu, udah kabarin orang rumah kan kalau kita udah sampai Indonesia?" tanya Reynald pada Vierra, namun hanya dijawab anggukan saja oleh gadis itu.


"Kae, aku harap kita bisa bertemu." batin Vierra.


......................


Kring ...


"Zey, Lo dimana? Bisa ke basecamp sekarang nggak?"


^^^"Gue lagi ada kerjaan, kenapa?"^^^


"Nggak ada apa-apa sih. Cuma anak anak pada nyariin Lo."


^^^"Oh, bilang aja gue lagi ada kerjaan, ntar jam enam sore gue otw ke basecamp."^^^


"Oke Zey, btw kerjaan apa tuh kalau boleh tau?"


^^^"Kepo lu kek Dora. Udahlah ganggu ketenangan gue aja, ntar kalau dah selesai gue otw."^^^


"Iya, tap--"


Tut ... Tut ... Tut ... (Telepon di matikan)


"Tinggal dikit lagi habis itu kelar." ucap Zeya sendiri.


"Ternyata tuh cewek iblis juga ya, bisa-bisanya dia ngelakuin itu sama Kaesang. Nggak habis pikir gue, apalagi Kaesang juga diem aja lagi, nggak ngelawan atau ngelakuin apa gitu. Tapi, gue yakin Zefa ngelakuin ini nggak sendiri, pasti ada tuh antek-anteknya di luar sana yang bantuin dia. But I don't care, semoga aja tuh cewek iblis dapet balesannya, because not always evil will win." batin Zeya seraya mengetik sesuatu di laptop miliknya.


Bersambung ...