
Kelanjutan dari episode kemarin...
Saat mereka tengah asyik berjalan berdampingan sembari menikmati suasana ramainya sekitar, sesaat kemudian mereka sama sama ingat jikalau saat ini mereka tengah melakukan backstreet, dan mengenai hubungan mereka sama sekali tak ada orang yang tahu. Lalu sontak keduanya pun sama sama menghentikan langkahnya, kemudian menoleh satu sama lain sembari mengisyaratkan sesuatu hal.
"Aku temui guru guru dulu." Ucap Tyas lirih.
"Oke aku juga mau kesana. Nanti jangan lupa kabarin ya." Balas Kaesang, kemudian setelah percakapan singkat mereka, bergegaslah pergi keduanya dari sana, dan memilih tuk pergi berpencar agar tak ada yang curiga.
Selang beberapa saat kemudian....
Saat ini Kaesang tengah berjalan ke sembarang arah guna mencari sosok Tyas, hanya sekedar tuk mengawasinya dari jauh saja. Akan tetapi setelah beberapa menit tak dijumpainya sosok tersebut, malahan sekarang sesosok gadis cantik dengan gaun indah yang tengah dikenakannya terlihat tengah berjalan mendekat kearahnya, dengan ditemani dua orang temannya di belakang punggungnya layaknya seorang pelayan.
"Hai Kae, Gak nyangka kamu beneran datang, kukira kamu bakalan buang undangan dari aku, tapi ternyata.., makasih ya dah nyempetin buat datang keacara aku, aku senang banget." Ucap zefa sembari mengulas senyum hangat, dan menatap kearah dua orang temannya bergantian, kemudian kembali menatap kearah lelaki tampan di depannya.
"Sama sama. Hmm, btw Happy birthday ya, gua kesana dulu." Balas Kaesang sembari mengucapkan sepatah dua payah kata pada zefa, kemudian berlalu pergi begitu saja.
"Makasih. Sampai detik ini kamu masih aja cuek sama aku ya, Kaesang?" Tanyanya sendiri sembari menatap punggung Kaesang yang mulai menjauh, kemudian setelah selesai dengan semua itu pergilah ia dari sana bersama dua orang temannya yang mengekor di belakangnya.
Sesaat kemudian...
Tiga orang gadis cantik tengah bercengkrama ria di pinggir sebuah kolam renang sembari menatap para tetamu yang datang. Mereka sibuk membahas seseorang hingga ketengan mereka terganggu dengan lewatnya seorang gadis cantik di depan mereka. Zefa yang awalnya kesal berubah menjadi sedikit bahagia dengan hadirnya gadis tersebut, saat gadis itu belum jauh berjalanlah ia kearah gadis tersebut kemudian berhenti tepat satu meter dibelakangnya, sesaat setelah itu disunggingkannya senyuman miring di bibirnya, lalu berbicara dengan suara lantang.
"Hey cupu, Lo gak mau ngucapin happy birthday buat gue?" Panggil zefa kepada gadis di depannya, yang sesaat berhenti setelah zefa menanyakan itu padanya.
Sembari tangannya mengepal erat, ia membalikkan badannya, lalu berbicara lantang,
"Najis gue ngucapin happy birthday buat Lo." Balasnya, setelah berkata demikian, pergilah ia dari sana, tapi sebelum ia beranjak dari sana, zefa sudah terlebih dahulu mendekat kearahnya, lalu mencekal lengannya erat hingga gadis itu tak dapat berontak sedikitpun, hanya menatapnya tajam.
"Inget, sampai kapanpun Lo gak bakalan dapetin harta sepeserpun dari keluarga Adipura, dan gua bakal rebut semua itu dari Lo, inget. Lo tuh bukan siapa siapa, ga akan bisa Lo menang dari gue." Bisiknya tepat di telinga gadis itu.
"Lo buta ya, jelas jelas Lo yang bukan siapa siapa di rumah ini, Lo sama nyokap Lo tuh hanya benalu disini, yang cuma mau numpang hidup sama bokap gua. Sebelum terlambat lebih baik Lo sama nyokap Lo tuh angkat kaki dari rumah ini, dan tinggalin bokap gue, ngerti?!"
"Berani Lo ya sama gua sekarang, awas aja Lo gua bakal--" Ucapnya terputus, sesaat setelah ia berkata demikian, matanya tak sengaja menangkap sosok Kaesang yang saat ini tengah berjalan kearahnya. Lalu ia pun memiliki sebuah ide, yang dimana ide itu pasti akan dapat menggerakkan hati Kaesang.
"Kok kamu gitu sih sama aku, aku kan adik kamu, gak nyangka ya ternyata kamu sejahat itu sama aku." Dramanya, sembari meneteskan air mata palsu, berharap mendapat pembelaan dari sosok Kaesang.
"Hah?" Tanya gadis itu tak mengerti. Drama apa lagi yang dilakukannya ini, ia benar benar muak dengan semua yang dilakukan saudara tirinya ini, ingin sekali ia tuk pergi dari sana secepat mungkin, tapi apalah daya lengannya dicekal oleh gadis itu, yang lumayan sulit tuk dilepaskan.
Tau saat ini Kaesang tengah menatap kearahnya, sontak ia pun langsung melepas cekalan tangannya, kemudian hendak berjalan
pergi, tapi sebelum itu terjadi, perempuan itu sudah lebih dulu mencekal lengan zefa kuat sembari memelototinya.
Tak tau apa yang tengah dipikirkannya saat ini, tiba tiba zefa tersenyum miring, lalu menatap Kaesang sekilas, yang saat ini tengah menatap kearahnya, lalu kembali menatap tajam kearah gadis itu.
"Aku tahu aku cuma saudara tirimu, tapi kenapa kau begitu jahat padaku. Kenapa kau begitu membenciku juga mamaku, hingga kau mau mengusir kami dari rumahmu. Apa kau takut jika harta kekayaan papamu akan kurebut, itu yang kau takutkan, hah. Aku tak menyangka kau bisa sejahat ini padaku, hingga mempermalukanku di depan umum seperti ini. Cukup, lebih baik aku pergi saja." Ucap zefa sembari menyeka air mata palsunya, kemudian hendak berjalan pergi dari sana, tapi lagi lagi langkahnya berhasil dihentikan oleh gadis itu.
"Apa ini?, drama apa lagi yang mau kau lakukan, HAH. Sudah cukup, katakan saja yang sebenarnya, tak usah kau drama drama seperti itu. Ayo." Ucap gadis itu sembari mengguncang keras bahu zefa yang masih berdiri mematung sembari terisak.
"Ada apa itu?" Tanya Kaesang lirih sembari tetap menyaksikan sebuah perseteruan antara dua gadis di hadapannya.
Saat lagi lagi zefa hendak berlalu pergi, dengan sigap gadis itu langsung menarik kuat lengan zefa hingga tanpa sadar, membuatnya langsung tercebur kedalam kolam renang, sebab posisi mereka berantem ada tepat di pinggir kolam.
Lelaki itu, juga semuanya langsung tersentak kaget saat melihat zefa tercebur kedalam kolam renang miliknya. Dan saat Kaesang hendak pergi menolongnya, tiba tiba seorang lelaki dengan sigap langsung menceburkan diri kedalam kolam guna menyelamatkan gadis itu. Ia nampak begitu tulus dalam menyelamatkannya, tapi saat zefa tahu jika laki laki ini yang menyelamatkannya, sontak ia pun langsung memasang muka kesalnya, dan memalingkan wajahnya kearah lain.
"Kenapa malah dia sih?!" Ucapnya lirih sembari tatapannya tetap kearah lain.
"Fa, kamu gak papa kan?, ayo kubantu." Ucap tulus lelaki itu, kemudian tanpa aba aba ia pun langsung menggendong zefa untuk naik keatas kolam. Zefa nampak kaget saat lelaki ini tiba tiba datang, dan langsung menyelamatkannya, padahal ia sama sekali tak mengundangnya, lantas bagaimana caranya ia dapat hadir di sini?
Saat sudah tiba di pinggir kolam, lelaki itu pun langsung menurunkan zefa dari gendongannya, dan mendudukannya di kursi santai dipinggir kolam. Lelaki itu sempat mengelus puncak kepala zefa, tapi langsung ditepis olehnya.
Saat zefa melirik kearah tempat Kaesang berdiri, ternyata sudah tak ada sosok lelaki itu disana. Ia pun nampak kesal, kemudian menatap kearah lelaki itu, juga gadis di sampingnya bergantian.
"Ini semua gara gara kalian berdua. Argh, sialan, pergi KALIAN." Umpatnya. Kemudian setelah selesai dengan semua itu pergilah dengan tergesa-gesa gadis itu dari sana. Ia begitu lelah, juga kesal dengan semua itu. Sementara lelaki itu, ia tetap berada di sana, sembari menatap tulus kearah zefa.
Bersambung.