
Sebenarnya saat ini nyawa dan kesadaran Tyas masih belum juga terkumpul. matanya masih juga lengket dan mulutnya masih juga menguap, ia berulang kali mengucek kedua matanya itu, dan menggelengkan kepalanya di waktu ia yang sudah sangat mengantuk terus-menerus menutup kedua matanya.
namun sewaktu Kaesang dengan santainya mengatakan tentang milik Tyas yang menyembul pun membuat Tyas sontak saja tersentak, dengan kesadarannya yang sudah terkumpul sempurna ia pun langsung saja mengalihkan atensinya ke arah Kaesang dan menatap kaget ke arahnya.
"Kae, kamu nggak tergoda kan, aku udah lumayan capek Kae, aku juga ngantuk. jadi jika seumpama kamu mau menikmati tubuhku, boleh tapi lain kali saja ya. jangan sekarang." ucap Tyas seraya menyilangkan kedua tangannya di depan dada dan menurunkan ujung dress yang tersingkap itu.
Kaesang yang saat itu Tengah fokus mendengarkan apa yang Tyas katakan pun membuatnya tak bisa menahan tawanya.
dia pun sontak tertawa selepas mengetahui jika Tyas memperbolehkannya untuk menikmati tubuhnya
"Dear, Kamu ngomong apa sih, aku nggak tergoda kok, aku nggak akan nyentuh kamu lagi kalau kita belum resmi menikah, jadi kejadian waktu itu cukup terjadi sekali saja ya, aku nggak mau jika kejadian itu terulang lagi dan membuatku tak bisa mengontrol nafsuku. Dear, aku tidak seperti mantanmu itu, yang statusnya masih juga sebagai pacar tapi sudah berani menyentuh tubuhmu. aku waktu itu hanya kepikiran dengan papaku dan kekasihnya yang melakukan itu, jadi sewaktu aku melihatmu entah kenapa nafsuku itu tiba-tiba bangkit ..."
"Aku yang sebelumnya tidak pernah kepikiran untuk melakukan itu tiba-tiba saja jadi ingin melakukannya, dear, maafkan aku ya karena dulu aku sempat menjamah tubuhmu, aku janji tidak akan melakukannya lagi, karena jujur saja aku ini manusia normal jadi saat dihadapkan dengan hal seperti itu pasti aku pun akan tergoda, jadi aku janji tidak akan pernah menyentuhmu lagi sebelum kita resmi menikah, Karena setelah dinner malam ini dan kencan romantis kita aku sudah merencanakan segala hal di masa depan ..."
"Dear, di saat aku sudah sukses dengan kerja kerasku sendiri aku berjanji akan melamarmu dan menikah denganmu. awalnya aku tidak pernah berpikiran untuk menikah denganmu, tapi setelah kupikir-pikir, niat ini bagus juga, lagi pula aku mencintaimu, tak ada wanita di dunia ini yang sebaik kamu. jadi bagaimana tanggapanmu, kamu bersedia kan menikah denganku?" tanya Kaesang seraya meraih tangan Tyas yang menyilang di depan dada kemudian menggenggamnya dan mencium punggung tangannya dengan lembut.
Tyas pun sontak saja terlonjak kaget selepas mengetahui tawaran Kaesang itu, matanya langsung saja membola dan jantungnya yang berdetak begitu cepat membuat Tyas langsung grogi seketika.
Jujur saja ia sangat mencintai Kaesang, tapi mendengar Kaesang membahas tentang pernikahan padanya dan mengajaknya untuk menikah sontak membuat Tyas begitu bingung.
Memang di luar sana semua teman-teman seangkatannya sudah pada menikah, dan memiliki anak, namun jika Tyas harus dihadapkan hal berbau pernikahan membuatnya begitu grogi dan deg-degan.
Ia tak menyangka jika anak seperti Kaesang yang statusnya sebagai pacarnya sekaligus muridnya sendiri akan mengajaknya untuk menikah.
"Kae, aku ini sangat mencintaimu, aku mau kok menikah denganmu, kapanpun itu aku pasti akan bersedia. tapi jangan membahas soal pernikahan sekarang ya, aku sangat grogi dan deg-degan nih mendengarnya." balas Tyas seraya mengalihkan atensinya ke arah lain dan tersenyum malu.
lantas Kaesang yang mengetahui Tyas tersenyum malu pun membuatnya ikut tersenyum,
"Iya dear, maaf ya, ehm tapi kalau cuma meluk dan nyium gak papa kan?" tanya Kaesang seraya meraih pundak Tyas dan memeluknya begitu erat.
Dengan malu-malu Tyas pun sontak saja menganggukkan kepalanya dan tersenyum, jika Kaesang memang tak ingin menyentuhnya tentu saja menggembirakan untuk Tyas.
Ia kira Kaesang akan sama seperti mantannya sebelumnya yang mencintainya namun juga menginginkan tubuhnya, namun setelah mendengarnya kali ini Tyas pun merasa sangat lega dan juga senang, ternyata Kaesang itu pria yang sangat baik, ia tak akan menyentuhnya lagi jika mereka belum resmi menikah.
jadi setelah Tyas mendengar semua kata-kata Kaesang itu sontak saja hati dan pikirannya menjadi hangat, pelukan kali ini serasa berbeda dari sebelumnya, kali ini ia merasa nyaman berpelukan dengan Kaesang, dan ia yang sebelumnya biasa saja dalam berpelukan dengan Kaesang kini terasa begitu malu dan deg-degan.
lalu setelah puas dengan pelukan itu Tyas yang memang sudah merasa lelah pun segera izin untuk turun dari mobil Kaesang.
Ia raih tas dan barang pemberian Kaesang tadi kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Kaesang lalu mengecup pipinya dengan lembut.
"Kae, aku turun ya, makasih loh untuk dinnernya malam ini." ucap Tyas sembari tersenyum.
lalu Tyas yang tahu niat baik Kaesang itu segera tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Nggak usah Kae, nggak papa, kamu anterinnya sampai sini saja, lagian hari sudah semakin malam, kamu besok sekolah kan, aku nggak mau kamu sampai kesiangan gara gara pulangnya kemaleman. ya udah Kae, kamu buka kuncinya ya." ucap Tyas.
setelah kata-kata Tyas itu dan beragam bujukan yang dilontarkannya kepada Kaesang membuat Kaesang yang semula tetap kekeh untuk mengantar Tyas sampai depan rumahnya pun membuatnya menyerah.
ia pun mulai menekan tombol kunci untuk membuka mobilnya itu, dan setelah pintu terbuka, Tyas pun segera beranjak turun sembari menenteng barang bawaannya.
Setelah sampai di luar, Tyas pun berdiri di tepi kanan depan pagar rumahnya dan melambaikan tangannya kearah Kaesang yang saat itu membuka kaca mobilnya sedikit.
Lalu sewaktu Kaesang mengetahui Tyas melambaikan tangan ke arahnya pun membuatnya ikut tersenyum dan melambaikan tangannya pula.
ia sempat melontarkan ciuman jauhnya ke arah Tyas kemudian menutup kaca mobilnya kembali, menyalakan mesin mobilnya dan melaju pergi dari sana. Meninggalkan pekarangan rumah Tyas dengan perasaaan bahagia.
......................
lalu setelah beberapa jam perjalanan akhirnya sampai juga Kaesang di depan rumahnya, ia yang saat itu sudah berada tepat di depan pintu sontak menghela nafas kasar selepas mengetahui jika rumah dalam keadaan gelap.
memang di rumah papanya mempekerjakan begitu banyak asisten rumah tangga untuk membersihkan rumahnya dan memasakkan hidangan untuknya dan Kaesang.
Namun, tadi papanya sempat memberitahunya bahwa semua asisten rumah tangga di rumah sudah diliburkannya. Ia melakukan itu untuk berjaga jaga saja, karena akhir akhir ini ia mendapati begitu banyak kejahatan dan penipuan di berbagai tempat.
Jadi untuk sekedar menjaga Indra akan melakukan seleksi kembali, ia akan memilih lebih teliti untuk urusan asisten rumah tangganya.
Lantas, Kaesang yang merasa jika papanya hanya membuang buang tenaganya saja membuatnya menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya.
Ia yang memilih tak peduli pun memutuskan untuk segera menekan pin keamanan di sana.
Hampir beberapa saat lamanya ia memasukkan pin itu, lalu setelah selesai dan pintu mulai terbuka, Kaesang pun segera bergegas masuk.
Ia begitu lelah hari ini, jadi setelah mendapati pintu terbuka, Kaesang yang tak ambil pusing pun segera bergegas menyalakan lampu kemudian berjalan menuju kamarnya di lantai atas.
Rasa rasanya ia ingin segera membersihkan tubuhnya, dan merebahkannya di atas ranjang.
Sungguh lelah memang, tapi ia juga cukup bahagia selepas dinner dan kencan romantisnya tadi bersama Tyas. Ia cukup lega setelah selesai mengatakan semua uneg-unegnya tadi kepada Tyas, dan mendengar responnya yang begitu tak terduga.
Bersambung ...