Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 147 -Usai dinner dan keromantisan yang terjadi


Sewaktu mengetahui jika hari sudah semakin malam pun membuat Kaesang menyudahi acara dinnernya malam itu dan langsung saja mengantar Tyas untuk pulang ke rumahnya.


Brumm ...


Setelah Kaesang selesai mengurus segala keperluan dinnernya itu ia dan Tyas langsung saja beranjak menuju parkiran resto, mereka bergegas menuju ke tempat mobil Kaesang terparkir,,


..."Dear, habis ini aku anterin kamu pulang ya, ehm kamu ada mau beli sesuatu nggak, kalau iya nanti kita mampir bentar di minimarket waktu pulang?" tanya Kaesang sembari mengeluarkan remote pengunci mobil dari dalam saku celananya kemudian menyodorkan kunci itu ke arah mobilnya,...


lalu setelah ada bunyi yang keluar dari mobil itu dan kedua pintu mobil itu juga langsung terbuka, Tyas dan Kaesang pun segera bergegas memasukinya.


di sana keduanya sibuk memakai sabuk pengaman, meletakkan barang bawaan mereka di kursi belakang kemudian membenarkan posisi mereka duduk.


Awalnya Kaesang ingin segera berangkat dan mengantarkan Tyas pulang, namun sewaktu ia tanpa sengaja mengingat sesuatu pun membuatnya mengurungkan niatnya itu. Ia pun dengan segera menyalakan musik di radio mobilnya dan menyalakan ac-nya juga.


Ia ingin Tyas merasa rileks karena jarak dari resto ini ke rumahnya lumayan jauh, terlebih ia nanti juga harus melewati jalanan sepi dan masuk-masuk ke dalam gang untuk sampai ke rumah Tyas itu.


Lantas sewaktu mobil sudah mulai berjalan, dan keadaan menjadi sunyi kembali tetiba saja Tyas yang awalnya menyenderkan kepalanya ke jendela mobil dan menatap ke arah lain tetiba saja menegakkan kepalanya kembali kemudian mengalihkan atensinya ke arah Kaesang.


Ia sempat tersenyum ke arahnya, kemudian beranjak menyenderkan kepalanya di bahu Kaesang, dan memeluk lengannya dengan lembut.


"Gak usah Kae, ini kamu ajak aku dinner aja aku sudah sangat senang, jadi mending kita pulang aja ya, aku udah lumayan capek soalnya." ucap Tyas.


Keromantisan yang terjadi saat ini adalah sesuatu yang tidak pernah Kaesang dan Tyas bayangkan sejak dulu.


Awalnya Kaesang mengajak Tyas berhubungan itu hanya karena Kaesang terpesona dengan Tyas dan menyukainya, ia pikir rasa sukanya ini hanyalah cinta monyet biasa, seiring berjalannya waktu ia kira rasa itu akan hilang dengan sendirinya.


Namun semakin hari ia bertemu dan mengobrol dengan Tyas sebagai seorang kekasih rasa yang awalnya ia kira hanya sebagai permainan belaka, dan akan hilang dengan sendirinya, tiba-tiba saja melekat dengan begitu erat di hati dan pikirannya.


semakin ia bertemu dan mengobrol dengan Tyas semakin susah pula ia untuk menjauh dan tak melihat wanita itu barang sedetik pun.


dan awalnya Kaesang yang sama sekali tak mengerti dan tak paham mengenai cinta, karena semenjak ia putus dengan Vierra semasa SMP, ia yang sakit hati pun tidak pernah membuka hatinya terhadap wanita manapun,,


ia cenderung menutup diri dan membuang rasa cinta yang ia miliki kepada wanita itu.


Huufftt ...


setelah beberapa waktu berlalu akhirnya sampailah mereka di depan rumah Tyas.


Kaesang yang mengetahui Tyas Tengah tertidur sembari menyandarkan kepalanya di pundaknya pun membuat Kaesang tersenyum.


perlahan ia pun membenarkan posisi Tyas, dan menyenderkan kepalanya di kursinya duduk.


kemudian sesaat ia membelai wajah Tyas dan menyingkirkan rambutnya yang menutupi wajahnya pun membuat Kaesang terpesona dengan wajah Tyas yang lumayan cantik.


ia menatap wajah itu lumayan lama sambil tak henti-hentinya tersenyum.


lalu sesaat mendapati jika Tyas masih juga tertidur Kaesang yang iseng pun langsung saja mendekatkan wajahnya ke arah Tyas dan mencium keningnya dengan lembut.


"Aku mencintaimu dear, sangat mencintaimu. Kuharap cinta ini takkan berakhir ya, aku tak ingin wanita manapun lagi tuk melengkapi hidupku, kurasa hidupku sudah sangat lengkap semenjak kedatanganmu." batin Kaesang sembari tetap menatap ke arah Tyas.


......................


Saat ini posisi Indra tengah berada di dalam ruangannya di kantor miliknya di Singapura.


Ia yang sehari yang lalu melakukan perjalanan ke sini untuk mengurus kantornya yang dikabarkan mengalami masalah pun membuatnya begitu sibuk dan sangat kewalahan.


Semenjak kemarin sore ia sudah disibukkan dengan berbagai pekerjaan dan laporan yang masuk ke email-nya. Semuanya baik-baik saja, tak ada yang kekurangan dalam hal itu namun, sewaktu ia mengecek di bagian keuangan, ia pun tersentak di waktu mendapati laporan jika kemarin sore ada yang sengaja mengutak-atik brankas keuangan dan membawa kabur beberapa uang serta beberapa surat penting di sana.


Aarrrggggghhhhh ...


awalnya Indra ingin marah dan menggebrak mejanya saat itu juga, ia ingin memarahi semua pegawainya dengan kecerobohan yang terjadi kemarin sore,


namun sewaktu ia mengingat dimana pelaku itu mengambil surat-surat dan berapa jumlah uang yang diambilnya pun membuat Indra bernafas dengan lega.


setelah ia cek lebih lanjut ternyata surat-surat yang diambil si pelaku adalah surat-surat kepemilikan perusahaan dan juga surat beberapa saham milik klien yang ditanamkan di perusahaannya,


Deg ...!


semua karyawan langsung syok sewaktu mengetahui jika yang diambil si pelaku adalah surat-surat yang begitu penting, namun setelah Indra menjelaskan dengan jelas jika semua surat itu adalah palsu pun membuat mereka sontak bernafas dengan lega.


Indra menjelaskan jika sebenarnya surat yang asli sudah ia letakkan di tempat yang aman dan tak seorang pun tahu selain dirinya sendiri, jadi jika si pelaku itu ingin mengambilnya itu akan sangat sulit, terlebih tempat di mana ia meletakkan surat-surat itu terdapat sebuah pengamanan yang sangat ketat, ia sudah melengkapinya dengan sebuah kunci yang remotenya sudah ia kantongi sendiri.


"Sebenarnya Siapa ya orang itu, kenapa baru sekarang aku kecolongan seperti ini? memang uang yang ia ambil tidak banyak, tapi aku penasaran Siapa orang itu, kenapa dia bisa seberani itu mencuri di perusahaanku, tapi jika dia bisa masuk dengan bebas tanpa diketahui oleh siapapun itu artinya Dia adalah orang terdekatku, atau mungkin dia pegawai ku sendiri, ehm tapi siapa ya?" ucap Indra yang saat itu tengah duduk di kursi di ruangannya sembari bertanya-tanya.


Tok ... Tok ... Tok ...


"Excuse me, Sir ..." sesaat Indra tengah menatap langit-langit ruangan dan terus bertanya-tanya tentang siapa pelaku dari pencurian itu, tetiba saja ia tersentak sewaktu mendapati pintu ruangannya yang diketuk dari luar.


"Yes ..." balas Indra sembari membenarkan posisi duduknya dan membereskan buku-buku serta map-map di atas mejanya yang berantakan.


......................


Lalu saat Kaesang masih sibuk bermain ponsel tiba-tiba saja ia tersentak sewaktu mendapati Tyas yang tiba-tiba menggeliatkan tubuhnya dan menguap.


wanita itu mulai membuka matanya dan menguceknya beberapa saat.


"Kae, kita udah sampe ya, huaammmpp ..." tanya Tyas sembari terus menguap dan mengucek matanya yang berair.


Mengetahui itu Kaesang pun tersenyum lalu menganggukkan kepalanya,,


"Iya dear, udah, gimana tidur kamu, nyenyak gak?" tanya Kaesang sembari meletakkan ponsel yang dipegangnya di tempat kosong di samping kemudi, kemudian mengalihkan atensinya ke arah Tyas dan melontarkan senyum ke arahnya.


Lantas sewaktu Kaesang tak sengaja mengalihkan atensinya ke arah baju Tyas, ia sedikit terkejut disaat mendapati ujung dress yang Tyas kenakan sedikit tersingkap ke atas.


di sana ia mendapati paha Tyas yang lumayan mulus dan putih itu terpampang jelas di hadapannya, apalagi jika ia melihat ke arah gunung kembar Tyas ia pun kembali tersentak sewaktu mendapati jika gunung kembar Tyas itu sedikit menyembul keluar.


Astaga, pria normal seperti Kaesang sontak saja menelan ludahnya susah payah selepas melihat itu,,


"Dear, payudaramu keliatan tuh," lalu tanpa malu pun Kaesang langsung saja mengingatkan Tyas akan hal yang dilihatnya itu, Jika ia menuruti nafsunya ia akan langsung saja menyerang Tyas dan menikmati tubuhnya, namun jika ia menuruti keinginan dan pikirannya ia pun akan menepis jauh-jauh nafsunya itu.


Bersambung ...