Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 24- Kenapa Mama datang lagi..!!


Setelah beberapa jam kemudian, selesailah cerpen yang di tulis oleh lelaki itu, ia letakkan buku serta pulpen nya lalu disimpannya ke tempatnya semula, kemudian beranjaklah ia dari sana, dan mulai naik keatas ranjangnya, ia senderkan kepalanya pada kepala ranjang, lalu menatap kedepan dengan tatapan kosong, ia hanya ingin merenung saat ini, dan tak ingin melakukan apapun, sebab semua semangatnya telah ia torehkan pada cerpen yang diciptakannya itu.


.........................


Di ruang tamu minimalis nya, wanita itu tengah berdiri sembari menyapu serta membersihkan seluruh isi rumahnya, ia begitu lelah selepas kegiatan study tour tadi, akan tetapi ia hanya tinggal sendiri, jadi siapa lagi yang akan membersihkan rumahnya kalau bukan dirinya. Beberapa kali ia seka peluh yang membasahi wajahnya, kemudian fokus pada bersih bersihnya lagi. Ia begitu rajin, akan tetapi dibalik itu semua, ada sebuah kejadian yang pernah dialaminya sewaktu ia kecil dulu, dan itu berhasil merenggut semua kebahagiaanya, ia begitu hancur karena kejadian itu, akan tetapi Untungnya ia berhati besar, berangsur angsur ia telah mulai menerima hidupnya kembali. semula ia tinggal, dan dirawat oleh neneknya, akan tetapi setelah neneknya meninggal dua tahun kemudian, ia hidup sebatang kara, dan mencoba tuk hidup mandiri, ia mencoba tuk berjualan apa saja, dan bekerja yang seharusnya tak dilakukan oleh anak kecil sepertinya, ia begitu pekerja keras, akan tetapi ia juga tak lupa belajar, ia begitu rajin dengan sekolahnya, hingga ia dapat mendapatkan sebuah beasiswa dari awal sekolahnya hingga tamat. Ia sekolah gratis selama masa SD hingga ia SMA, bahkan kuliah pun gratis karena ia termasuk siswi yang berprestasi. Lalu saat hendak masuk ke alam perkuliahan, ia pun mulai memiliki sebuah mimpi yaitu ia ingin menjadi seorang guru, dan ia ingin agar semua anak anak jalanan, serta yatim piatu dapat mendapatkan pendidikan yang layak selayaknya anak anak yang lain. Impian mulianya ini tak sebatas impiannya saja, melainkan impian almarhum ibunya juga. Ibunya dulu juga pernah memiliki mimpi yang sama sepertinya, dan kini sudah menjadi tugasnya tuk mewujudkan semua impian ibunya itu. Setelah cukup belajar, kini impiannya ingin menjadi seorang guru telah terpenuhi, dan tinggal sedikit lagi ia dapat memenuhi semua impiannya itu, akan tetapi suatu hal tiba tiba datang dalam kehidupannya, dan membuatnya ragu, akankah ia dapat mewujudkan semua impiannya itu?. Selepas membayangkan semua kejadian masa lampaunya itu, wanita itupun segera berjalan kearah dapur dan meletakkan sapu serta alat bersih bersihnya itu, kemudian mulai melangkah menuju kamarnya. Saat ini ia tengah duduk di tepi ranjang sembari memandangi sebingkai foto keluarga di tangannya. Foto itu adalah fotonya bersama kedua orang tuanya sewaktu mereka masih hidup dulu, ia tersenyum sembari meneteskan air mata, ia begitu rindu dengan kedua orang tuanya itu, hingga ia mulai memeluk foto kedua orang tuanya itu erat. Sesaat kemudian ia taruh foto itu di atas nakas, kemudian naik keatas ranjangnya, ia rebahkan tubuhnya di atas empuknya kasur itu, kemudian ia naikkan selimutnya hingga sebatas perut, ia miringkan tubuhnya, lalu tiba tiba bayangan lelaki itu muncul di kepalanya begitu saja, ia bingung kenapa hari hari ini ia sering sekali bertemu serta membayangkan lelaki itu, padahal sebelum sebelumnya tidak, lantas mengapa baru sekarang?, ah entahlah, tapi yang pasti, entah mengapa ia bisa langsung tersenyum saat memandang wajah lelaki itu, tidak tau karena alasan apa, lalu tak mau mengurusi semua hal tadi, tertidurlah ia sembari memegang selimutnya erat.


...............


Di sebuah klub malam tiga orang gadis remaja tengah menari dengan mabuknya sembari meneguk segelas anggur di tangannya. Mereka tengah menikmati alunan musik yang tengah diputar saat itu, hingga tiga orang lelaki tampan datang menghampiri mereka.


"Hai cewek, main yuk sama kita, nanti kita kasih deh apapun yang kalian mau, gimana?" Tanya genit salah satu dari ketiga lelaki itu.


"Hai ganteng, beneran dikasih nih?" Tanya zefa, ya perempuan itu adalah zefa, ia menyahut sembari sedikit mabuk serta sempoyongan.


"Beneran dong, tapi syaratnya kalian harus bikin kita seneng dulu, gimana, mau gak?" Jawab seorang laki laki dari ketiga lelaki itu.


"Yaudah, tapi apa yang kalian mau kami lakukan untuk kalian?" Tanya zefa pada ketiga lelaki itu. Lalu ketiga lelaki itu langsung menatap satu sama lain sembari tersenyum miring lalu kembali menatap kearah zefa sembari menyunggingkan bibirnya.


"Puassin kami sayang. Kayanya tubuhmu yang aduhai itu sayang deh kalau gak disentuh." Jawab lelaki itu sembari tersenyum kemudian memiringkan kepalanya.


"Brengsek, g**ak gue gak mau, enak aja**." Ucap zefa sembari menolaknya mentah-mentah.


"Gak akan, dasar cowok mes*m awas lu ya, yuk guys cabut." Ucap zefa sembari beranjak pergi dengan raut kekesalan yang begitu nampak di wajahnya, dan diikuti teman temannya yang mengekor di belakangnya.


.............


Malam pun menjelang, dan terlihat lelaki itu tengah tertidur dengan pulasnya diatas ranjangnya, dengan posisi Tengkurap serta selimut yang sudah entah kemana. Ia begitu menikmatinya, ya mungkin karena kelelahan habis study tour. Tak biasanya ia seperti itu, dan hanya kali ini saja.


Sesaat kemudian terbangunlah lelaki itu di tengah tengah Padang rumput yang luas, dan pemandangan langit lah yang pertama kali dilihatnya sesaat setelah ia membuka matanya. Ia bangun dari tidurnya, dan mulai berjalan kedepan, tanpa tau apa yang ada di depannya nanti, yang pasti ia tetap berjalan hingga di dapatinnya sesosok perempuan yang begitu mirip dengan mamanya tengah berdiri tak jauh darinya sembari menatap kearahnya dengan tatapan damai serta senyuman penuh arti yang ditorehkannya pada bibir manisnya. Perempuan itu tengah mengenakan dress putih yang sama di saat ia bertemu dengannya sewaktu di mimpi pertama. Perempuan itu menjulurkan sebelah lengannya, kemudian mengibaskan tangannya itu, yang menandakan jika lelaki itu diminta agar segera datang mendekat kearahnya. Hanya menurut, lelaki itu pun tengah berjalan mendekat kearah perempuan itu, dan berhenti tepat satu meter di depannya. Nampak begitu jelas, jika perempuan itu memang benar benar mamanya, dari postur tubuhnya serta raut wajahnya benar benar mirip. Lelaki itu mencoba tuk biasa saja serta menatap malas perempuan itu, sesaat kemudian, unjuk bicaralah perempuan itu, dan setiap kata kata yang diucapkannya benar benar aneh serta penuh dengan teka teki. Sangat sangat berbeda dengan di mimpi tempo lalu, dan kali ini benar benar aneh.


"Kae, ini mama nak, kamu kangen Mama sayang?, mama kangen banget sama kamu, sini peluk mama." Ucap perempuan itu sembari merentangkan kedua tangannya, dengan maksud agar putranya itu datang memeluknya. Dan entah apa yang terjadi padanya kala itu, ia menurut saja apa yang diminta perempuan itu, ia datang, dan memeluknya erat, begitupun dengan perempuan itu, ia mulai memeluknya erat, dan menangis dengan sedihnya. Mereka telah berpelukan selama kurang lebih beberapa menit, kemudian mereka sama sama melepaskan pelukan mereka.


"Kenapa mama datang lagi?" Tanyanya dingin sembari menundukkan kepalanya.


"Mama ganggu tidur aku tahu gak!" Lanjutnya.


"Maaf, kae, mama terpaksa lakuin ini, mama hanya ingin ketemu kamu sebelum mereka jemput mama. Kae mama kangen kamu, pengen peluk kamu lebih lama lagi, tapi apa daya waktu tak sesuai Kenyataan, Kae, sekali lagi maafin mama, maafin semua kesalahan mama sama kamu, maafin karena mama udah ninggalin kamu disaat kamu masih butuh mama, maaf untuk semuanya. Dan terima kasih karena dengan hadirnya, kae, dihidup mama, kehidupan mama jadi lebih lengkap, mama bahagia bisa milikin Kae dihidup mama, bahagia bisa ngelahirin anak seperti Kae, mama bahagia untuk semuanya. Sayang, teman mungkin dekat tapi ingat yang dekat belum tentu baik. Sebelum mama pergi mama ingin sampaikan satu hal sama kamu, di dalam gubuk tua di tengah hutan gengriya, carilah sebuah koper merah, dan bukalah itu, maka kamu akan temukan sesuatu. Sayang mama pamit ya, Kamu jaga diri, jangan lupa makan, istirahat yang cukup, oke, semangat belajarnya sayang. Ingat, dekat belum tentu aman, ada seorang di kehidupan mu yang sangat tak menginginkan mu, berhati hatilah. Mau lawan atau jauhi saja dia. Hmm, mama pamit, jaga diri baik baik ya sayang, I love you forever ." Ucap mamanya sembari tersenyum kemudian menghilangkan begitu saja tepat di depan mata lelaki itu. Ia tak dapat berkedip sama sekali, hanya mematung sembari memikirkan apa yang baru saja terjadi. Ia tak dapat menyimpulkan apa yang baru saja di lihatnya itu, hingga satu spekulasi mulai terbesit begitu saja di pikirannya, 'Jadi, selama ini mama udah... Meninggal??!!' Tak mungkin kan, mamanya pasti masih hidup di luar sana, dan apa maksud dari semua teka teki yang di berikan mamanya tadi, ia benar benar tak mengerti sama sekali, hanya dapat menyimpan semua perkataan mamanya tadi di kepalanya, dan mencoba tuk mengartikannya satu persatu.


Bersambung.