Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 16- Ada apa dengan mereka??


Setelah cukup terkejut mengenai hal tadi, tiba tiba ia mendapatkan sebuah pesan dari grup study tournya, bahwa mereka semua setelah ini harus sudah berkumpul di lobi hotel, dikarenakan sebentar lagi akan berangkat berwisata ke pantai kuta, dan melanjutkan kegiatannya sesuai jadwal yang telah diberikan. Lalu setelah melihat itu, Lelaki itu pun segera beranjak dari duduknya, mengambil handphone serta earphone nya, dan juga dompetnya, tak lupa ia juga membawa kertas laporannya, lalu ia selipkan di dalam sakunya. Kemudian memakai Sneaker putihnya, lalu beranjak keluar dari kamarnya tuk menuju lobi hotel dengan langkah malas.


Sesampainya ia di lobi hotel, tak sedikitnya anak telah berkumpul di sana, mengenakan pakaian cantiknya, serta berdandan layaknya orang mau kondangan, lelaki itu langsung mendengus saat menatap kearah mereka.


Sesaat kemudian, datanglah beberapa guru ke lobi hotel tersebut, dan berdiri di depan mereka. Mereka tersenyum kemudian mengatakan, bahwa setelah semuanya berkumpul, dan telah membawa kertas laporan yang diberikan kemarin, maka kita semua akan segera berangkat menuju ke pantai kuta. Setelah dirasa semuanya telah komplit, maka para guru pun mempersilahkan anak anak didiknya untuk menuju ke bis mereka masing masing terlebih dahulu, sementara para guru akan mendata kepergian mereka terlebih dahulu.


Sesaat kemudian, setelah dirasa semuanya telah naik kedalam bis, maka berangkatlah rombongan Genius high school menuju ke Kuta beach. Mereka semua riang gembira, bernyanyi, dan bersenda gurau. Sedangkan Kaesang, lelaki itu justru melamun sembari menatap kearah luar jendela, padahal sedari tadi Tony, lelaki yang duduk disebelahnya itu telah mengajaknya berbicara, dan juga bercanda, akan tetapi tak direspon sama sekali olehnya. Lalu karena sudah mulai lelah dengan sikap Kaesang yang selalu seperti itu, Tony pun langsung menepuk pundaknya, dan mengagetkannya. Sontak Kaesang pun langsung menatap tajam kearah Tony, dan berhasil membuat nyali Tony ciut seketika.


"Ngapain lo?" tanyanya dengan nada datar serta dingin sekali.


"Hehe sorry, Sang, gua cuma mau bercanda aja kok sama Lo, tapi dari tadi Lo ngelamun terus, kenapa sih, Sang, Lo ada banyak masalah ya?" tanya Tony pada teman di sebelahnya itu, akan tetapi Kaesang malah mengacuhkannya.


"Bukan urusan Lo!" jawabnya dingin sembari menatap kearah luar jendela.


Setelah di rasa tak direspon baik oleh temannya itu, Tony pun langsung tak memperdulikannya lagi, ia pun langsung mengambil handphone nya, kemudian berkutat dengan handphonenya itu. Sedangkan Kaesang, lelaki itu begitu malas saat ini, ia tak ingin kemana mana, ataupun berbicara dengan siapapun, ia ingin sekali pergi ke tempat sepi, dan merenung di sana.


...Sesampainya di pantai Kuta...


Akhirnya sampailah rombongan kami di pantai Kuta pukul 09.10 pagi. Kita semua pun segera beranjak turun dari bis, kemudian pergi untuk berjalan jalan masing masing. Mereka bebas mau berjalan jalan sendiri, akan tetapi nanti tepat pukul 12.30 siang mereka harus sudah kembali ke bis masing masing guna makan siang di resto yang telah di sediakan, kemudian kembali melanjutkan perjalanan mereka ke spot wisata selanjutnya.


Mereka semua sibuk bersenang senang, bermain air, dan sebagainya. Lalu Kaesang, lelaki itu pun merasa bosan karena terlalu lama duduk, kemudian ia pun memilih untuk berjalan jalan di tepi pantai, sembari menikmati hembusan angin pantai yang begitu sejuk menerpa tubuhnya. Telah begitu banyak anak yang memanggilnya tuk mengajaknya bermain bersama dengan mereka, akan tetapi, lelaki itu tak meresponnya sama sekali, ia tetap pada langkahnya, hingga tiba tiba saja langkahnya terhenti, dan pandangannya fokus pada seorang perempuan yang tengah duduk sendirian di kursi pantai, ia tengah menatap kedepan dengan tatapan sendu, serta terlihat dari matanya, kalau saat ini ia tengah menghadapi suatu masalah, dan seperti ada yang tengah disembunyikannya. Lalu iseng iseng Kaesang pun pergi menghampirinya, menghampiri ibu guru itu, ibu guru yang sering bertemu dengannya.


"Pagi Bu, boleh saya duduk di samping ibu?" tanya lelaki itu datar


"Eh, boleh kok silakan." jawab ibu guru itu sembari mempersilahkan lelaki itu untuk duduk di kursi sebelahnya.


"Iya Bu, ini saya, Kaesang. Dan ibu sendiri, ngapain ibu duduk sendirian di sini, guru guru yang lain mana?" Tanya balik lelaki itu.


"Hmm, Tidak apa apa, saya hanya ingin sendiri saja kok, dan mengenai guru guru yang lain, tadi kalau gak salah sih mereka mau berfoto bersama di pinggir pantai gitu, tapi saya lagi malas berfoto, jadi saya lebih milih ke sini deh, menikmati indahnya pemandangan alam yang Tuhan berikan. Terus kamu sendiri, Kok cuma sendirian aja, gak sama teman teman kamu?" tanya ibu guru itu pada lelaki muda di sebelahnya.


"Hmm, ibu kayak gak tau saya aja, saya kan emang gini, selalu sendirian, gak punya teman, dan emang gak ingin punya teman sih, saya lebih suka sendiri, sendirian membuat saya nyaman." jawabnya sembari menatap kedepan.


"Ehm Bu, kita jalan jalan di pinggir pantai yuk, dari pada di sini terus, bosen." Ajaknya pada ibu guru itu sembari menatap kearahnya.


"Hmm, boleh deh, yuk." ucapnya setuju. Kemudian mereka berdua pun beranjak berdiri dari tempat duduknya, lalu pergi berjalan jalan di pinggiran pantai, sembari mensejajarkan diri satu sama lain. Obrolan demi obrolan telah mereka tuturkan, mulai dari yang a sampai z, semuanya telah mereka bicarakan, ya walaupun keduanya masih sedikit canggung. Lalu sesaat kemudian, Kaesang pun mengajak ibu guru itu untuk membeli minuman ke warung di sekitaran pantai, karena cuaca sedang panas panasnya. Lalu setelah ibu guru itu menyetujuinya, mereka pun segera beranjak menuju ke sebuah warung minuman yang berjejer di pinggiran pantai. Setelah keduanya tiba di sana, Kaesang pun menyuruh ibu guru itu untuk duduk terlebih dahulu di bangku yang ada di sana, sementara lelaki itu akan memesankan minumannya terlebih dahulu. Dua menit berselang, akhirnya tibalah lelaki itu di hadapan ibu guru itu, dengan membawa dua buah es degan ditangannya. sesaat setelah ia meletakkan dua buah es degan itu keatas meja di depannya, lelaki itu pun langsung duduk di bangku di hadapan ibu guru itu, Sembari menyeruput es degan di depannya, tak sengaja manik matanya bersitatap dengan manik mata ibu guru itu, dan tentu saja berhasil membuat keduanya salah tingkah, serta canggung. Lalu sesaat kemudian, ibu guru itu pun mulai berbicara pada lelaki itu, dan berhasil memecah kecanggungan diantara mereka.


"Ehm, kamu gimana kabarnya?, kok saya selama bekerja di sekolah ini gak pernah lihat kamu ya, padahal saya sudah semingguan lho bekerja di Genius high school, kok saya gak pernah ketemu kamu sama sekali, apa kamu jarang masuk, atau gimana?" tanya ibu guru itu pada lelaki muda di hadapannya.


"Saya gak pernah masuk sekolah." Jawabnya singkat, dan datar.


"Lho kenapa?, apa kamu ada masalah sebelumnya, atau kamu pernah di-bully?" tanya lagi ibu guru itu pada lelaki muda di hadapannya.


"Maaf Bu, saya tidak bisa cerita semuanya." Jawabnya dingin, serta tatapannya tetap pada ibu guru itu.


Bersambung.


***GUYS MAAF YA, UDAH DUA HARIAN AKU GAK PUBLIS, SOALNYA AUTHOR LAGI SIBUK PRAKERIN, TAPI AUTHOR TETAP AKAN USAHAIN PUBLIS KOK, JADI JANGAN LUPA LIKE, DAN KOMEN YA, SERTA MASUKIN NOVEL INI KE RAK BUKU KALIAN...., BTW THANK YOU GUYS, AND SEE YOU THE NEXT CHAPTER 👋 ☺️***