Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 33- Cantik


...Selang beberapa jam kemudian......


Dengan langkah malas lelaki itu tengah berjalan keluar ruangan sembari menggendong ranselnya di punggungnya, sebab kelas telah usai. Ia tengah berjalan menyusuri area koridor sekolah sembari matanya sibuk menyapu seisi koridor, Yap, saat ini sepertinya ia tengah mencari seseorang, dan setelah matanya tak menangkap sosok yang dicarinya itu, ia pun segera mempercepat langkahnya, kemudian hendak meluncur ke taman merpati, seperti yang dijanjikannya pada Tyas tadi sesaat di perpustakaan.


Saat hendak memasuki mobilnya, teringatlah ia dengan undangan yang diberikan zefa tadi padanya, setelah teringat itu, tanpa basa basi segera ia rogoh undangan tersebut dari dalam saku celananya, kemudian hendak di lemparkannya ke tong sampah di belakangnya, tapi sesaat setelah itu ia pun memiliki ide, bagaimana jika ia datang saja ke pesta itu bersama dengan Tyas, kan ia tahu jika satu sekolah Genius high school diundang ke acara tersebut, dan sudah pasti Tyas juga mendapat kartu undangan tersebut, jadi sekalian ia bertemu dengannya nanti, ia juga akan mengajaknya untuk datang ke acara tersebut bersama dengannya. Dan tujuan utamanya ingin datang ke acara tersebut hanyalah ingin menghabiskan waktu malam ini bersama orang terkasih nya itu.


Sesaat kemudian...


Sesaat setelah itu tibalah lelaki itu di taman merpati seperti yang dijanjikan nya tadi. Setelah mobilnya terparkir rapi di tempatnya, segera keluarlah ia dari dalamnya, kemudian berjalan ke sembarang arah guna mencari sosok perempuan yang saat ini menjadi kekasihnya itu, lalu saat tak dijumpainya sosok perempuan itu, duduklah ia di sebuah bangku di tengah tengah taman itu, sembari menunggu perempuan yang dicarinya itu tiba. Sudah beberapa menit ditunggunya tak datang datang sosok perempuan tersebut, akhirnya ia raih handphonenya dari dalam ranselnya kemudian hendak menelpon perempuan tersebut, tapi belum juga ia memencet tombol telepon di layar handphonenya, tiba tiba perempuan yang dicarinya itu tiba, dan berdiri satu meter di depannya.


"Kae.." Panggilnya sembari berjalan mendekat kearah lelaki itu, sesaat setelah dilihatnya perempuan yang tengah dicarinya itu tiba di depannya, maka berdirilah ia dari duduknya sembari menorehkan senyuman manis di bibirnya.


"Hai dear,"


"Maksud kamu ngasih ini apa ya?" Balas Tyas sembari menunjukkan secarik kertas yang tadi Kaesang berikan padanya sesaat di perpustakaan.


"Hmm, apa ya, cuma mau ketemu aja sih."


"Yaampun, kae, ehm kamu ngajakin aku ketemuan cuma mau gini doang, Kae aku lagi sibuk banget akhir akhir ini, apalagi kelas 10, dan 11 juga mau ujian akhir, aku lagi gak ada waktu buat leha leha ini, maaf ya kae, ketemuan nya di tunda dulu, soalnya aku lagi banyak daily tugas ini, belum lagi harus nyiapin absensi, maaf ya, ketemuannya ditunda lain waktu saja." Ucap Tyas sembari hendak berlalu pergi dari sana, tetapi belum juga ia melangkah, lengannya berhasil dicekal oleh Kaesang.


"Please sehari ini aja kamu luangin waktu buat aku, bisa kan, aku tahu posisi kamu itu Guru, dan tugas kamu itu berat, tapi please hari ini aja, kamu ikut aku ya, ke acara ulang tahunnya zefa, kamu diundang kesana juga kan?, semua warga Genius high school aja diundang, pastinya kamu diundang juga kan, ayolah please, setelah ini aku gak bakalan ganggu kamu lagi kok, ya, ayolah." Desak Kaesang sembari tangannya tetap mencekal lengan perempuan di hadapannya ini.


"Ya diundang sih, tapi rencananya aku mau gak Dateng hari ini, soalnya mau selesain tugas tugas aku, tapi setelah ku pertimbangin lagi, yaudah aku mau datang ke acara itu sama kamu, tapi satu permintaan aku buat kamu, berikan aku ruang satu hari aja, jangan ganggu aku dulu, biarkan aku sendiri dulu, soalnya aku mau selesain tugas tugas aku yang numpuk, oke, lepas itu kita have fun an lagi kayak dulu, gimana?, oke?"


"Ehm, yaudah deh, makasih ya udah menuhin permintaan aku, aku janji sehari besok aku gak akan ganggu kamu dulu, oke. Yaudah duduk dulu yuk, ada yang mau aku omongin nih sama kamu." Ucap Kaesang sembari duduk kembali di kursi tersebut bersamaan dengan Tyas yang juga mulai duduk tepat di samping lelaki itu.


"Apa nih?"


"Ehm tadi waktu kamu ngeliat aku sama zefa kenapa kamu pergi gitu aja, kamu, marah ya?, maaf ya aku gak bermaksud."


"Marah?, ya enggaklah, buat apa aku marah coba?, Tadi itu aku gak sengaja lihat kamu dan zefa lagi ngapain gitu, terus karena aku lagi buru buru tadi, makanya setelah lihat kalian sekilas, aku langsung pergi, soalnya aku masih harus cari materi di perpustakaan, itu sebabnya kenapa aku langsung pergi tadi. Aku gak marah kok, sama sekali enggak, kenapa sih tiba tiba kamu nanyain gitu?"


"Gak papa, kukira kamu marah, terus cemburu Setelah lihat aku sama zefa tadi, ternyata kamu malah lagi sibuk ya, maaf ya tadi aku udah ganggu kamu." Ucapnya merasa bersalah.


"Ya enggaklah Kaesang, buat apa aku cemburu coba, aku itu percaya sama kamu, aku percaya kalau kamu itu orangnya setia, jadi gak akan berpindah ke lain hati secepat itu, tapi fine, gak papa kok, santai aja, ehm tadi soal undangan zefa, kamu bisa gak jemput aku di rumah, soalnya dari pada ribet."


"Kalau itu mah gampang, yang penting nanti kamu dandang aja yang cantik, oke, kalau perlu saat ini kita ke salon aja yuk, aku anter, gimana?" Tawarnya.


"Eh gak usah ngapain, aku masih bisa dandan sendiri kok. Udah nanti kamu tinggal jemput aja oke, gak usah pake acara salon salonan segala, yaudah pulang yuk, dah sore."


"Yaudah, tapi aku antar ya, yang satu ini gak boleh nolak."


"Fine." Balasnya.


Selepas selesai dengan semua itu, beranjak pergilah mereka dari sana.


...Sore harinya.......



Setelah dress yang dikenakan Kaesang;


Sesaat setelah menepuh waktu beberapa menit, sampailah lelaki itu depan halaman rumah minimalis milik Tyas. Setelah meminggirkan kendaraannya, turunlah ia dan segeralah ia berjalan menuju rumah Tyas, lalu diketuklah pintu dari kayu jati tersebut sembari memanggil manggil perempuan yang kini menjadi kekasihnya itu.


...Cklekkkk.......


Sesaat pintu terbuka, keluarlah sesosok perempuan cantik lengkap dengan dress yang dikenakannya, ia tengah berdiri di hadapan lelaki itu sembari tersenyum penuh arti padanya. Saat melihat penampilan kekasihnya ini, mata Kaesang tak dapat berpindah kelain arah, ia telah terhipnotis dengan kecantikan Tyas, yang belum pernah dilihatnya sebelumnya.



Setelan dress yang dikenakan Tyas;


"Kae, hai jadi berangkat gak?, kok lihatin aku gitu banget, pakaian aku aneh ya?" Tanya Tyas sembari mengibaskan sebelah tangannya tepat di depan muka Kaesang, sontak membuatnya langsung tersentak seketika, kemudian langsung terbangun dari lamunannya.


"Eh, bagus kok bagus, cocok sama kamu. Ehm yaudah yuk berangkat." Jawab Kaesang sedikit gugup.


"Yaudah, aku kunci pintu dulu."


"Yuk."


Selepas selesai dengan urusan kecilnya, berangkatlah mereka menuju ke rumah zefa, tempat acara ultahnya digelar. Ia sebenarnya begitu malas tuk datang kesana, akan tetapi demi bisa menghabiskan waktu berdua dengan Tyas, ia relakan waktunya tuk datang ke acara tersebut, walaupun dilubuk hatinya, ia benar benar ogah tuk datang ke sana, apalagi jika nanti zefa cari cari perhatiannya, ia benar benar malas untuk itu.


"Kamu, serius kan mau datang ke acara itu?" Tanya Tyas tiba tiba sembari menoleh kearah Kaesang, yang saat ini tengah fokus menyetir.


"Iya, kenapa emangnya?" Tanyanya balik sembari menoleh sekilas kearah perempuan cantik di sampingnya.


"Gak papa, lupain aja."


"Lah kok gitu, gimana sih kamu, aneh." Balas Kaesang sembari tertawa kecil.


...................................................................


...Selang beberapa saat kemudian.....


Akhirnya setelah menempuh perjalanan beberapa menit, sampailah mereka di halaman kediaman mewah milik zefa, yang saat ini telah dipenuhi begitu banyak orang. Dengan langkah malas segera keluarlah ia dari dalam mobilnya, kemudian bergegas membukakan pintu bagi kekasihnya itu, lalu pergilah mereka kedalam rumah tempat acara tersebut terselenggara.


"Wah, acaranya mewah banget ya." Ucap Tyas sembari mengedarkan pandangannya ke segala arah.


"Biasa, nanti kalau acara ultahku selanjutnya jauh lebih mewah dari ini, tunggu aja." Balas Kaesang tak terima.


"Hah?" Ucap Tyas tak paham maksud dari ucapan Kaesang barusan.


Bersambung.