Cintaku Adalah Kamu

Cintaku Adalah Kamu
Episode 141 -Begitu serasi


Beberapa saat kemudian ...


Setelah sebelumnya Kaesang mengambil buket bunga itu dari Grecia florist, ia pun terlihat kembali melajukan mobilnya menuju ke kediaman Tyas.


sebenarnya ia hanya mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, namun karena mobilnya ini sudah tercatat sebagai mobil tercepat di dunia, ia pun yakin pasti sebagian orang yang melihatnya berkendara pasti akan begitu terkejut dengan kecepatannya yang sangat luar biasa.


Bahkan di speedo saja kecepatannya sudah di atas rata-rata padahal ini hanya kecepatan sedang, lalu jika kecepatan tinggi bagaimana? Bukankah akan sangat cepat?


lalu dengan begitu lihainya Kaesang dapat menyalip beberapa mobil dan sampai di depan rumah Tyas lebih cepat dari biasanya.


Huufftt ...


lagi-lagi Kaesang terlihat deg-degan dan terus-menerus mengatur nafasnya. ia menatap ke arah rumah Tyas yang masihlah tertutup, namun setelah ia meyakinkan dirinya dan mengatur nafasnya baik-baik ia pun segera keluar dari ferrarinya dan berjalan santai ke arah rumah Tyas.


selangkah dua langkah akhirnya sampai jugalah ia di depan pintu rumah Tyas itu.


Dengan yakin ia pun segera mengetuk pintu rumah Tyas itu beberapa kali, awalnya Kaesang sedikit bingung saat mendapati tidak ada satupun jawaban dari dalam, namun karena Kaesang tidak berhenti mengetuk pintu akhirnya beberapa saat kemudian pintu pun terlihat terbuka dari dalam.


sesaat pintu terbuka Kaesang sama sekali tak dapat mengalihkan pandangannya dari seseorang yang membuka pintu itu.


Cantik sekali,


Yap, orang yang membuka pintu itu tak lain dan tak bukan adalah Tyas sendiri. penampilannya hari ini begitu cantik dan berbeda dari biasanya.


Dress merah selutut dan rambut panjang terurai sontak membuat Kaesang terpana melihatnya, melihat penampilan Tyas yang begitu berbeda.


Astaga, di jarak sedikit jauh ini Kaesang bahkan dapat mencium aroma tubuh Tyas yang begitu harum dari biasanya. aromanya terlihat memikat dan juga melemahkan jiwa laki-laki yang menciumnya.


namun tak jauh berbeda dengan Kaesang yang terlihat terpana melihat penampilan Tyas yang begitu cantik, Tyas pun juga sama terpesonanya dengan Kaesang. ia dari tadi sibuk memandangi wajah Kaesang dan penampilannya yang begitu berkelas.


Wajahnya tampan, dan kemeja yang dikenakannya begitu pas di tubuhnya. intinya malam ini Kaesang dan juga Tyas begitu pas dan serasi dengan pakaian yang mereka kenakan.


"Dear, kamu cantik banget, aku sampai terpesona loh melihat kecantikanmu yang berbeda dari biasanya." ujar Kaesang seraya tetap menatap kearah Tyas dan tersenyum kearahnya.


Ucapan Kaesang itu terdengar begitu geli di telinga Tyas, sedari tadi ia tersenyum senyum sendiri mendengar pujian Kaesang itu, namun karena merasa malu ia pun terus menundukkan kepalanya.


Beberapa saat kemudian ...


setelah sedikit mengobrol dengan Tyas di depan rumahnya, mengajaknya bercanda dan menunggunya untuk mengunci rumahnya, kini keduanya telah sampai di resto favorit Kaesang di jalan Semanggi.


awalnya di saat Tyas melihat ke arah Ferrari yang dikendarai Kaesang, ia pun terlonjak kaget seketika. mobil itu adalah mobil yang dulu pernah dilihatnya di televisi sebagai mobil paling mahal di dunia tahun ini.


Dulu saat melihatnya saja Tyas begitu kagum dan terpesona dengan mobilnya yang begitu indah, warnanya adalah warna kesukaan Tyas yakni abu-abu kehitaman, namun itu hanya sekedar kagum, lalu di saat ia kembali melihatnya dan itu sedekat ini, sungguh ia pun tak dapat berkata-kata selain tersenyum dan terus-menerus menatap ke arah mobil yang dinaikinya ini.


Tyas bukanlah orang yang norak dengan hal berbau kemewahan seperti ini, namun melihat dan menaiki mobil yang harganya begitu fantastis di kantong orang biasa sontak membuatnya terdiam dan tetaplah tersenyum.


"Dear, Kamu kenapa sih kok dari tadi senyum-senyum gitu?" tanya Kaesang seraya menatap sekilas kearah Tyas.


Dengan terburu-buru ia pun langsung saja mengalihkan atensinya ke arah Kaesang dan menatap kaget ke arahnya.


"Eh Kae, nggak kok, aku nggak papa." balas Tyas singkat dan kembali tersenyum, namun itu hanyalah sekilas, setelah selesai mengatakan itu Tyas pun langsung mengalihkan atensinya kembali kearah jendela mobil dan menyenderkan kepalanya di sana.


Sebenarnya Kaesang masihlah penasaran dengan Tyas yang tiba-tiba bengong dan tersenyum dengan sendirinya. Ia ingin menanyakannya lebih jauh, dan menguak arti dibalik senyum Tyas itu.


Namun karena sudah sampai di resto yang ditujunya pun, Kaesang sontak mengurungkan niatnya itu.


Ia pun segera melajukan mobilnya memasuki area resto itu, awalnya ia mengendarai kendaraannya dengan kecepatan lirih nyaris berhenti dikarenakan Tyas yang terus-menerus menatap ke arah poster nama besar dari resto itu yang terpampang jelas di atas dinding.


Mata Tyas terlihat berbinar-binar dan ia pun juga terlihat tersenyum menatap kearah resto itu.


sebenarnya Kaesang ingin melihat senyum Tyas itu lebih lama namun karena ia melihat dari spion jika di belakangnya ada sebuah mobil yang terus menyalakan klakson dengan maksud agar Kaesang mempercepat laju mobilnya pun membuatnya mendengus kesal.


ia pun langsung saja mempercepat laju mobilnya dan menuju ke parkiran resto itu untuk memarkirkan mobilnya.


awalnya Tyas juga sempat bertanya mengapa Kaesang tiba-tiba saja mempercepat laju mobilnya dan terlihat begitu kesal, namun setelah emosi di kepala Kaesang telah mereda ia pun menjelaskan semuanya kepada Tyas.


"Yaampun Kae, gitu doang kok sampai sekesel ini sih? yang sabar dong, lagian kamu tadi juga ngapain ngendarain mobilmu pelan gitu?" ujar Tyas sembari tertawa kecil mendengar alasan dibalik kemarahan Kaesang yang menurutnya sangatlah sepele.


"Aku ngendarainnya pelan ya karena aku ingin melihatmu tersenyum seperti tadi dear, aku mencintaimu dan senyumnmu itu adalah energi terbesar buatku. ya memang alasanku marah cuma karena hal sepele, tapi karena hal sepele itulah aku bisa seperti sekarang. Dear, maafkan aku ya, aku begitu emosi tadi." ujar Kaesang disaat mobilnya telah terparkir dan telah melepas sabuk pengamannya juga.


Tyas begitu terharu mendengar pengakuan Kaesang itu, ucapannya terlihat begitu tulus dan sangat bersungguh-sungguh. Emosinya yang terlihat begitu jelas di wajahnya membuat Tyas tak bisa menahan rasa harunya.


Tanpa babibu Tyas pun langsung saja meraih tubuh Kaesang dan memeluknya begitu erat. berulang kali Tyas menciumi leher Kaesang dan mengusap punggungnya dengan lembut.


Saking lembutnya Kaesang saja sampai merinding dan geli sendiri.


Astaga, tangan Tyas begitu lembut membuat tubuh Kaesang serasa merinding, dari tadi ia sibuk menggeliatkan tubuhnya di saat mendapati Tyas menciumi lehernya dan mengusap punggungnya itu.


"Dear, jangan gitu dong merinding nih akunya, geli." ujar Kaesang sembari mengurai pelukan Tyas, dan membuatnya berhenti dari kegiatannya itu.


"Ehm maaf ya Kae, aku terlalu terbawa suasana tadi." balas Tyas seraya menundukkan kepalanya dan tersenyum malu.


Lalu setelah mendengar ucapan Tyas itu, tetiba saja terpikirkan sebuah ide gila di kepala Kaesang.


Ia pun terus memikirkan itu dan apakah ia akan melakukannya, namun karena pikiran dan hatinya berkata berbeda, ia pun langsung saja mendekatkan kepalanya ke telinga Tyas dan membisikkan sesuatu padanya.


"Dear, sepulang dari dinner nanti, gimana kalau kita check in hotel, mendengar ucapanmu tadi dan semua tindakanmu membuat milikku terbangun."


"Ssshhh ... aku nggak kuat dear, aku ingin menuntaskannya malam ini juga." lagi Kaesang begitu lirih dan menggelikan di telinga Tyas.


Bersambung ...